APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjerat Cinta Kakak Ipar

Terjerat Cinta Kakak Ipar

Kehidupan yatim piatu Ayunindira Santi berbalik total akibat sebuah wasiat terakhir dari mendiang kakak kandungnya. Demi memenuhi amanah tersebut, Santi terpaksa menyetujui pernikahan dengan mantan kakak iparnya sendiri demi mendapatkan perlindungan. Terjebak dalam komitmen pernikahan yang rumit dan tidak biasa ini, ia harus beradaptasi hidup bersama pria yang semula ia anggap sebagai keluarga. Akankah hubungan tanpa landasan cinta ini akhirnya menumbuhkan kebahagiaan sejati?
Bab
Bagikan

Bab 3

Di pagi , setelah 7 hari  kematian Sumi. Adipati sudah tampak rapi dengan pakaian casual yang dikenakannya. Hanya kaus apolo hitam dan celana denim yang membuatnya tampak segar. Ia sedang menyisir rambutnya di depan cermin, sebelum kemudian menoleh ke arah Kanya yang tampak sedang duduk menikmati secangkir teh melati hangat di balkon kamar.

"Kanya," panggil Adipati seraya melangkah mendekat ke arah balkon.

"Iya, Mas?" sahut Kanya yang menolehkan wajahnya beberapa saat untuk menatap ke arah sang suami.

"Hari ini aku akan pergi ke kota untuk ke kantor. Niatnya aku mau minta cuti dan ingin menyesuaikan jadwal. Lusa kita pergi ke rumah sakit di kota, ya? Semoga ada pengobatan yang lebih efektif dan lebih baik daripada sekadar mengonsumsi obat," kata Adipati memberitahukan. "Kata istri temanku yang seorang dokter, meminum obat steroid dalam waktu lama sangat gak baik buat kesehatan. Lusa kita konsultasi lagi ya, semoga aja ada alternatif pengobatan yang lebih bagus dan efektif."

"Iya, Mas."

Adipadti tersenyum hangat pada istrinya itu lalu perlahan mengulurkan tangannya dan menundukan wajah untuk sekadar mendaratkan kecupan ringan di kening Kanya.

"Kalau gitu aku pergi dulu,ya." Adipati pun menarik dirinya menjauh dari Kanya, sebelum kemudian ia menepuk keningnya ketika mengingat sesuatu. "Aku lupa memakai jam tangan," lanjutnya berujar.

Tanpa banyak bicara, ia pun melenggang pergi ke walkin closet untuk mengambil arloji miliknya. Sementara Kanya masih setia duduk di tempatnya, kembali menyesap secangkir teh miliknya.

Belum lama setelah kepergian Adipati, tiba-tiba saja cangkir yang sedang dipegang oleh Kanya itu tergelincir dari tangannya lalu jatuh terburai begitu saja di lantai.

Adipati yang mendengar suara benda pecah itu pun langsung keluar dari walk in closet untuk sekadar mendapati Kanya yang tampak meraba-raba meja di hadapannya dengan panik.

"Kanya ada apa? Ada yang luka?" tanya Adipati tak kalah paniknya. Di detik itu pula ia mehampiri kanya dan memastikan keadaannya, ia meraih kedua tangan istrinya itu mencari cari luka di sana lalu kemudian menghela napas lega ketika tak menemukan segores luka apapun di sana. "Syukurlah gak ada luka apapun," lanjutnya.

Sementara Kanya hanya mematung di tempatnya, menarik tangannya dari genggaman Adipati lalu meraba-raba udara, dengan kedua matanya yang menunjukan sorot tak fokus, membuat Adipati yang melihatnya pun seketika mengerutkan keningnya bingung.

"Kanya... kenapa? Apa yang terjadi?" Adipati bertanya lagi. Merasa risau sekaligus bingung ketika melihat Kanya yang terus terlihat panik sembari terus meraba-raba udara di depannya. Namun, Kanya tak sekalipun menjawabnya.

"Kanya," panggil Adipati saat tak kunjung mendapatkan jawaban. "Kamu kenapa? Coba tatap aku, bilang sama aku kamu kenapa?"

Kali ini Adipati menangkup wajah Kanya dan membuat istrinya itu menatap kearahnya. Namun, lagi-lagi yang didapatinya dari wajah Kanya hanyalah kepanikan besar juga sorot matany yang tak fokus.

"Mas... aku harus gimana? Semuanya gelap... aku gak bisa lihat kamu."

Sebutir air mata meleleh membasahi pipi Kanya, dan ia pun mulai terisak pedih. Membuat Adipati seketika terbelalak sempurna dan di detik yang sama pula ia melambai-lambaikan tangannya. Mencoba untuk mengecek kondisi penglihatan Kanya, tapi nihil... kedua mata Kanya tak sekalipun bereaksi dengan gerakannya dan hal itu membuat jantung Adipati berhenti berdetak.

Dengan gemetar, ia menggerakan tangannya untuk menyeka air mata Kanya, lalu dengan sedih ia meraih perempuan itu ke dalam pelukannya.

"Ayo... kita pergi ke rumah sakit, Kanya. Tak boleh lusa. Kita pergi ke sana sekarang," gumamnya seraya mengusap pelan punggung Kanya untuk sekadar menenangkannya.

***

"Multiple Sclerosis yang diderita pasien sudah sangat parah. Obat-obatan yang dikonsumsi sudah menyebabkan efek samping yang mengkhawatirkan. Sekarang mungkin hanya saraf matanya yang rusak, tapi setelah ini mungkin gejalanya akan semakinmemburuk. Entah itu menyerang saraf motoriknya, atau bahkan kehilangan kemampuan untuk bicara. Saat ini cara yang mungkin bisa dilakukan untuk mencegah kerusakan saraf lebih banyak lagi," ujar dokter itu menjelaskan pelan-pelan.

"Kalau begitu jadwalkan operasinya secepat mungkin. Kalau dengan operasi bisa membuat istriku sembuh, maka lakukanlah."

"Gak bisa mendadak, pak. Pasien harus menjalani beberapa mengecekan untuk memastikan kondisi tubuhnya sebelum memutuskan dilakukan tindakan pembedahan, apakah kondisi pasien memungkinkan untuk menjalani operasi atau tidak. Sebab, peluang dalam proses operasi ini hanya 50:50 yang artinya ada banyak resiko yang akan ditanggung. Setelah saya mengatakan hal ini apa bapak tetap bersedia untuk menyetujui opsi ini?"

Seketika Adipati pun dibuat membeku di tempatnya. Dengan susah payah ia menelan ludah dan menghela napas berat beberapa kali, sebelum kemudian menoleh sedih ke arah Kanya yang sedari tadi hanya duduk dan menatap lurus ke depan dengan sorot mata kosong.

"Kanya... bagaimana keputusanmu? Apa kamu bersedia untuk menjalani operasi? Jika 'iya' aku mohon kamu tetap tenang, kesampingkan tentang kemungkinan 50% terburuknya, karena kamu masih punya 50% untuk tetap sembuh."

Namun, Kanya tak langsung menjawab. Ia lebih dulu bangkit berdiri dan menatap kosong ke depan dengan kedua bola matanya yang bergerak resah, berusaha mencari-cari titik fokus. Walaupun sejatinya yang ia lihat hanya kegelapan yang pekat.

 "Pulang," gumam Kanya lirih.

"Ya, kanya?" sahut Adipati bertanya. Sebab tak satu patah kata pun ia dengar dengan jelas apa isi dari gumaman Kanya padanya.

"Aku mau pulang, Mas. Kita pulang sekarang," ulangnya dengan suara yang tercekat.

Mendengar hal itu, Adipati pun hanya bisa menghela napas berat dan melayangkan tatapan penuh rasa sesal pada dokter yang duduk di hadapannya.

Ia berpamitan pada dokter itu dan sesegera mungkin membawa Kanya keluar dari ruang konsultasi itu. Dengan penuh kehati-hatian, Adipati memapah sang istri menuju lobi rumah sakit dan keluar dari sana untuk segera naik ke dalam mobilnya yang terparkir tak jauh dari sana.

"Gimana perasaan kamu sekarang?" tanya Adipati lembut, sembari memasangkan sabuk pengaman. Kemudian duduk dengan tenang di kursi kemudinya.

Mesin mobil dinyalakan, tetapi Kanya tak kunjung menjawab, sehingga pada akhirnya Adipati pun memilih untuk melajukan mobil itu dan tak lagi bertanya pada Kanya. Namun, belum setengah perjalan, tiba-tiba Kanya pun bersuara-

"Aku takut, Mas. Sekarang perasaanku gak karuan. Aku cuma mau pulang... aku mau ketemu Santi."

Adipati melirik ke arah Kanya sejenak untuk sekadar mendapati raut pedih yang tercipta di wajah cantik istrinya itu  , sebelum kemudian ia pun kembali memfokuskan pandangannya pada jalanan dihadapannya.

"Maafin aku, ya, Kanya. Aku gak bermaksud menambah beban pikiran kamu. Kendalinya ada di tangan kamu. Operasi memang jalan yang terlalu riskan, nanti aku bakal nyoba nyari informasi apa kiranya tetap ada pengobatan herbal yang bisa seenggaknya mengurangi atau menghambat penyakit kamu."

"Kamu gak perlu minta maaf, Mas. Untuk operasinya akan aku pertimbangkan, tapi gak dalam waktu sekarang. Aku butuh waktu buat mempertimbanhkannya dulu, gapapa kan? Terus hari ini aku gak tidur di kamar kita, ya? Aku gak marah sama kamu, gak sama sekali. Cuma entah kenapa sekarang aku ngerasa pengen ketemu Santi terus pengen sekamar sama dia dulu. Tiba-tiba aja aku inget kenangan yang dulu-dulu... aku kangen ngobrol banyak hal sama dia. Kali ini aku mau membuat kenangan manis sama Santi karena takut aku gak punya cukup waktu buat ketemu dia lagi."

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel CEO Iblis Azhar
9.3
Citra didera pergolakan batin yang hebat. Di satu sisi, ia membenci kekejaman Azhar, namun di sisi lain, ketakutan kehilangan pria itu merayap saat rasa cinta mulai bersemi. Azhar sendiri awalnya hanya berniat memperbudak Citra demi memuaskan hasratnya. Namun lambat laun, naluri untuk melindungi wanita itu justru menguasai dirinya. Hubungan yang sarat akan luka ini pun berkembang menjadi ikatan rumit, membuktikan hadirnya rasa yang tepat di waktu yang salah.
Sampul Novel Hasrat Aneh Rahasiaku
9.4
Kehidupan biasaku runtuh seketika usai mengintip lewat jendela dan melihat rahasia kelam tetanggaku. Ada Dela yang tomboy kini menjelma jadi penggoda, Pak RW yang disegani memamerkan sisi liarnya, serta Rifan yang lugu justru larut dalam ritual penuh gairah itu. Walau cuma mengamati, hasrat ganjil mulai membayangi malam-malamku. Terperangkap rasa penasaran sekaligus ketegangan, aku terseret makin dalam ke dunia terlarang yang mereka tutupi rapat-rapat.
Sampul Novel Perangkap Cinta Pebisnis Gelap
8.5
Kehidupan bebas Arshia Clarikson, mantan atlet drift berusia 19 tahun yang berparas cantik dan keras kepala, seketika berubah rumit. Ia bertemu Dante Alghieri Kingston, pria berumur 35 tahun yang sangat terobsesi padanya. Di sisi Dante, Shia merasakan sensasi mendebarkan yang memadukan perlindungan dan rasa sakit. Sayangnya, tatapan mengancam dari Dante justru membuat Shia merasa kian terjebak dalam batasan berbahaya yang mencekam dan begitu sulit ia hindari.
Sampul Novel PRIME MINISTRE'S DAUGHTER
8.2
Demi menikahi Eleanore, putri perdana menteri yang berhati dingin, Ken rela menghalalkan segala cara. Sayangnya, pernikahan impian keponakan raja ini berubah menjadi mimpi buruk saat Ken mengungkap sebuah rahasia kelam masa lalu istrinya. Rasa cinta Ken seketika berubah menjadi kebencian yang mendalam. Meski menderita dan terus disakiti akibat perubahan sikap suaminya yang sangat drastis, Eleanore memilih bertahan demi cinta di tengah konflik masa lalu yang sulit termaafkan.
Sampul Novel Selingkuh Sebelum Akad
8.2
Mimpi Feya membina pernikahan bahagia sirna seketika. Pengkhianatan menyakitkan sang tunangan menjelang hari sakral memaksa hubungan mereka kandas di tengah jalan. Kini, ia terjebak dalam dilema hidup yang teramat berat. Haruskah ia berdamai dengan masa lalu demi membuka lembaran baru yang lebih bahagia? Ataukah kepedihan mendalam di hatinya justru memicu hasrat untuk menuntut balas atas luka yang telah digoreskan?
Sampul Novel Terjebak Cinta Masa Lalu
9.8
Kecelakaan sang putri memaksa Amanda bertemu kembali dengan Pandu, mantan suaminya, setelah enam tahun berpisah. Selama ini, Amanda sukses menyembunyikan fakta tentang anak kembar mereka. Namun, rahasia besar tersebut kini terancam runtuh saat Pandu menyadari kemiripan fisik yang sangat mencolok pada putra Amanda. Di tengah situasi yang penuh emosi, Pandu pun menuntut penjelasan jujur apakah kedua anak itu adalah darah dagingnya yang sengaja disembunyikan.