APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Pesona Papi Gula

Terjebak Pesona Papi Gula

Kuliah seni Lizzie terancam putus setelah sang ayah menghentikan seluruh dukungan finansial akibat penolakannya menjadi dokter. Di tengah himpitan ekonomi, ia nekat menjalin hubungan dengan Daxon, seorang pria asing yang sangat kaya. Keputusan menjadi simpanan justru membawa keberuntungan bagi Lizzie. Daxon yang ternyata masih lajang tidak hanya mapan, tetapi juga sangat pandai memanjakan serta melindunginya dari berbagai kesulitan hidup.
Bab
Bagikan

Bab 2

Lizzie paling malas pergi ke kelas psikologi kriminal. Setiap sesinya terasa begitu lama. Tapi jika tidak mengikutinya Lizzie akan kena masalah. Padahal kelas itu tidak ada hubungannya dengan jurusan seni yang diambil. Hanya buang waktu, uang, dan juga menimbulkan stress tambahan. Tapi yang paling buruk dari itu semua adalah Levin dan Marie ada disana.

Tiba di kelas dia melihat sekeliling dengan putus asa, beberapa tempat sudah terisi apalagi bagian depannya. Mungkin gara-gara gosip ada pembicara untuk kelas kali ini, Lizzie merasa kelasnya padat dan sesak. “Oh sial … apa aku harus duduk dilantai sekarang? kenapa pula tiba-tiba orang-orang tertarik pada kelas psikologi kriminal?” Lizzie mengerang mengedarkan pandangan mencari kursi kosong mana saja yang bisa dia tempati.

“Lizzie!”

Oh, tidak jangan! Lizzie tidak suka itu, ekspresi mukanya langsung meringis begitu Marie melambaikan tangan padanya.

“Aku sudah menempati kursimu. Ayo kemari!” ujarnya lagi yang membuat Lizzie tidak punya pilihan selain mendekat. Senyuman gadis itu terlalu menawan, membuat Lizzie tidak sanggup menolak ketulusannya yang murni. Alhasil Lizzie berakhir duduk disebelah Levin. Memang tidak nyaman tapi sepertinya Lizzie perlu pembiasaan diri.

“Kau sudah lihat pesanku kan? sepertinya gosip itu benar. Kelas ini jadi sesak dengan para mahasiswi,” kata Marie.

“Ya,” sahut Lizzie acuh tak acuh. Dia melirik ke arah Levin yang membuat wajah setengah bosan. “Hei, apa kau membuat ekspresi kuda sejak datang di kelas?”

“Ya, dia memang begitu sejak awal,” jawab Marie yang langsung cepat menanggapi pertanyaan Lizzie untuk kekasihnya sambil terkekeh. “Dia tidak mau ikut kelas ini, tapi aku memaksa karena aku pikir justru ini akan bermanfaat baginya. Apalagi dari yang kudengar mereka mengundang pengacara kondang sebagai pembicara hari ini. Waktu aku berkunjung kerumah ayahmu bilang kau ingin jadi pengacara, ‘kan?”

“Seharusnya kau tidak terlalu mendengarkan omongan orang itu,” kata Levin menjawab kekasihnya sambil menguap. “Masih terlalu dini untuk membicarakan omong kosong itu.”

“Dasar berandalan durhaka,” ujar Lizzie ceplas ceplos seperti biasa, hal itu cukup menarik perhatian si pemuda kepadanya. “Lagipula aku benar-benar penasaran bagaimana bisa kalian yang bertolak belakang ini bisa berakhir bersama?”

Levin menatap Lizzie ketika pertanyaan itu terujar begitu saja dari bibirnya. Lizzie kurang lebih tahu apa yang dipikirkan oleh si pemuda disebelahnya. Kira-kira seperti ‘Kalau aku memang seberandalan itu, kenapa kau mau tidur denganku?’. Tapi Lizzie tidak ambil pusing.

Meski sekadar ceplas ceplos, tapi Lizzie serius dengan perkataannya. Marie adalah gadis yang baik. Dia berasal dari keluarga yang bersih dan cemara jika boleh dibilang. Marie memang bukan tipikal mahasiswi yang masuk jajaran terpintar se-universitas, tapi semua orang menyukainya. Lizzie pernah dengar bahwa alasan dia mengambil jurusan psikologi karena ingin menjadi seorang konselor dan membantu memecahkan permasalah semua orang dengan kontribusinya.

Sejauh yang Lizzie tahu, Marie tinggal bersama dengan Levin. Bajingan tampan tapi sudah Lizzie cap sebagai si muka kuda yang bercita-cita menjadi pengacara. Herannya, dia tidak mau mengakui hal itu didepan kekasihnya tapi di depan Lizzie jelas-jelas Levin menyatakan keras-keras soal impiannya itu. Obrolan yang mengalir begitu saja setelah mereka tidur bersama. Ya, Lizzie tahu bahwa dia tidak pantas duduk disebelah Marie, saat dia sudah mencicipi kekasihnya diatas ranjang. Tapi satu hal yang pasti, Levin tidak cukup baik untuk Marie, semua orang mungkin sudah tahu itu.

“Karena dia mempesona,” kata Marie setelah jeda lama dengan wajahnya yang merona merah. Gadis itu menggigit bibir bawahnya malu-malu sambil melirik wajah kekasihnya. Levin langsung bereaksi menggaruk rambutnya yang berantakan sambil melirik kearah lain.

Pemandangan itu agak … entahlah bisa dibilang merusak suasana hati? Lizzie memutar bola matanya, mengeluarkan pena dan kertas sesaat setelah sang Professor menempati posisinya di depan. Samar dia mendengar wanita itu bilang tentang pembicara yang akan mengisi kelasnya. Seseorang yang katanya adalah teman dia dibangku kuliah. Basa basi yang tidak menarik dan bisa dibilang sangat membosankan bagi Lizzie.

“Jadi tolong arahkan perhatianmu pada Pak Daxon—”

Lizzie membeku, mendengar nama itu. Sedikit demi sedikit dia mendongak dan matanya langsung melebar ke arah pria yang ada didepan sana. Daxon benar-benar definisi dari pria paling menggiurkan, mulai dari ujung rambutnya yang di semir rapi hingag ujung sepatu kulitnya yang mengkilap. Bagaimana bisa pria itu berdiri dikelasnya sebagai pembicara pula? Lizzie menatap pria itu, mulutnya ternganga. Ini tidak mungkin. Sama sekali tidak bisa dia percaya. Daxon seharusnya hanya pria yang lewat di mimpinya, persis seperti yang dia katakan pada pria itu pagi ini.

Panas merekah di dalam perutnya, rasa melilit yang menyebalkan langsung membuat dia mual. Apalagi pagi ini dia sudah bersikap seperti seorang femme fatal, padahal kenyataannya Lizzie hanya seorang mahasiswi tanpa dukungan orangtua yang mencari uang secara instan.

“Seperti yang dikatakan oleh beliau, saya adalah seorang pengacara,” kata Daxon melipat kedua tangannya seraya bersandar di meja. Pembawaan pria itu agak berbeda dengan yang Lizzie ingat. “Jadi, ada yang bisa menjelaskan padaku tentang psikologi kriminal?”

“Yah, Pak,” Marie mengangkat tangannya, membuat pandangan Daxon terarah pada meja yang mereka tempati. Oh, sial. Lizzie tidak punya pilihan selain memalingkan muka, bersikap sealami mungkin ketika Marie bicara disebelahnya.

Tapi alih-alih bersikap natural Lizzie justru menenggelamkan kepalanya di atas meja sebelum kemudain menghantamkannya ke atas buku sketsanya. “Kenapa, jadi begini semesta? Kenapa kau melakukan ini kepadaku?” Dia menggeram dalam hati.

Dalam situasi itu Lizzie hanya mendengarkan Marie menjelaskan apa yang dia ketahui, saat itu Lizzie pikir Daxon mungkin tidak akan peduli dia mengarahkan pandangannya ke depan. Saat itulah, pandangan mata mereka bertemu. Lizzie tidak ingin berperasangka bahwa Daxon memang sejak awal menatapnya dan bukan pada Marie. Wajahnya langsung memucat, jantungnya berdegup lebih kencang. Bahkan disaat seperti itu, Lizzie bisa melihat bahwa pria itu malah tersenyum kepada dia.

Sialnya Lizzie kontan langsung tidak bisa fokus. Malah kelebatan bayangan yang terjadi diantara mereka semalam mulai berdatangan seperti sedang memutar film. Daxon yang membelikannya minuman, Daxon yang menyeret dia kerumahnya, Daxon yang dihisapnya, Daxon yang menyentuhnya seolah dia adalah barang paling berharga di dunia, Daxon pria yang menidurinya semalam hingga dia kewalahan. Wajah Lizzie langsung merah padam. Ini tidak bagus.

Singkatnya kelas berakhir jauh lebih lama daripada yang biasanya tapi setidaknya Lizzie cukup bernyali besar mengikuti kelas hingga usai. Semua orang mulai mengemasi barang mereka. “Sampai jumpa nanti, Lizzie sayang,” ujar Marie yang langsung beringsut dan bergegas keluar bersama kekasihnya Levin. Saat itulah, Lizzie tidak cukup mengantisipasi bahwa Daxon mendekat kearah mejanya.

Bayangkan saja dia berdiri dalam pakaian dalam lucu.

“Oke pakaian dalam,” kata Lizzie lebih kepada dirinya sendiri untuk menetralisir kegugupan. “Harus membayangkan dia dalam pakaian dalam.”

“Kalau kau kebetulan mencari sukarelawan untuk itu, aku rasa aku cukup senggang.”

“Apa?” pekik Lizzie, menatap kearah sumber suara.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Desakan Perceraian dari Saudara Laki-Laki
8.5
Setelah diceraikan saat hamil dan diusir oleh ibu mertua serta putri angkat bernama Linda Santoso, hidup Sita Hartanto berubah total. Sita ternyata merupakan putri kandung Keluarga Syailendra yang hilang. Ia kini dilindungi oleh enam kakak laki-laki kandungnya yang luar biasa sukses—mulai dari pengusaha raksasa, ilmuwan AI, ahli bedah, pianis, pengacara, hingga aktor terkenal. Ketika mantan suaminya memohon untuk rujuk kembali, ia harus menghadapi rintangan berat dari para kakak Sita yang protektif.
Sampul Novel Dibuang, Bangkit, Menang!
8.1
Tiga tahun mengabdi sebagai istri, Cindy justru diceraikan demi perempuan lain dan menjadi bahan cemoohan sekota. Namun, ia bangkit membuktikan bakat terpendamnya hingga mencapai kesuksesan luar biasa. Saat sang mantan menyesal dan memohon untuk rujuk, Cindy menolaknya dengan dingin. Di saat bersamaan, suami barunya yang tampan datang melindungi Cindy dan memperingatkan sang mantan agar tidak berani mengusik kehidupan mereka lagi.
Sampul Novel Kakak Iparku, Pengagum Rahasiaku
8.1
Niat seorang istri memberi kejutan intim untuk suaminya di asrama proyek konstruksi berubah menjadi situasi menegangkan. Setelah melepas pakaian dan bersembunyi di lemari, bukan suaminya yang datang, melainkan tiga rekan kerjanya. Ketiga pria itu justru terangsang oleh pakaian dalam yang tertinggal dan melampiaskannya pada bibi koki di sana. Menyaksikan adegan panas tersebut, sang istri ikut terangsang hingga tanpa sadar mendesah. Seketika, pandangan ketiga pria itu langsung tertuju ke arah lemarinya.
Sampul Novel MR. AKSA
9.1
Demi berbakti, aku terpaksa setuju menikah muda dengan pria asing pilihan orang tua. Namun, duniaku seketika hancur saat mengetahui rahasia besar bahwa calon suamiku tidak menyukai perempuan. Aku tak habis pikir mengapa orang tuaku tega menjodohkanku dengannya. Kini aku terjebak dalam dilema yang menyiksa, meratapi nasib buruk ini sambil berharap ada jalan untuk melarikan diri. Aku sangat membutuhkan bantuan agar bisa lepas dari jeratan pernikahan yang tidak normal ini.
Sampul Novel My Crazy Teacher
8.6
Arka Bimantara, guru pengganti rupawan sekaligus cucu pemilik SMA elite di Bandung, menjadi idola baru para siswi. Namun, fokus Arka hanya terkunci pada Nayena Lim, siswi pintar penerima beasiswa. Terpikat pesona Naya, Arka memakai segala taktik untuk mendekatinya. Ia bahkan nekat melanggar batasan etika guru dan memanfaatkan pengaruh besarnya demi memastikan gadis itu tunduk pada semua kemauannya.
Sampul Novel Nafkah Sulit Selingkuh Elit
7.8
Nasihat guru Tias tentang pentingnya kemandirian finansial bagi seorang istri kini menjadi kenyataan pahit. Di tengah perjuangannya menghadapi nafkah yang serbaterbatas dari sang suami, ia justru mengungkap kenyataan yang sangat menyakitkan. Suaminya ternyata berselingkuh di belakangnya. Pengkhianatan tersebut kian memuncak saat sang suami melakukan tindakan fatal di luar akal sehat yang menyulut kemarahan besar Tias. Mampukah ia bertahan melewati badai rumah tangga ini?