APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Pesona CEO Dingin

Terjebak Pesona CEO Dingin

Dunia Arlena runtuh seketika akibat pengkhianatan sang kekasih. Saat terpuruk, kecerobohan asisten membuatnya salah masuk kamar hingga kesuciannya direnggut oleh Leonard Hartanto, CEO yang sombong. Takdir tak terduga mempertemukan mereka lagi dalam sebuah perjodohan keluarga. Demi menghindari jodoh pilihan sang ibu, Leonard yang didera rasa bersalah memutuskan menikahi Arlena. Di tengah kepedihan hati dan masa lalu kelam Leonard, mampukah pernikahan rapuh ini bertahan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Beberapa minggu berlalu sejak pertemuan tegang mereka di kantor. Arlena dan Leonard menjalani hari-hari mereka dengan pikiran yang campur aduk. Keduanya berusaha menjalani kesepakatan untuk 'mencoba' menjalani perjodohan ini, meskipun ketegangan di antara mereka masih sering terasa seperti jarak yang tak terlihat.

Di satu sisi, Arlena masih dihantui perasaan luka yang dalam dan kekesalan terhadap Leonard. Namun, di sisi lain, ia mencoba merelakan, memulai hidup baru tanpa terus-menerus dibayangi trauma masa lalu.

Sementara itu, Leonard menjalani hari-harinya dengan perasaan yang tak pernah ia rasakan sebelumnya. Meski dirinya berusaha bersikap tegas dan profesional, ia merasa tergugah setiap kali teringat tatapan kecewa Arlena. Suatu hal di dalam dirinya seolah mendesaknya untuk melindungi wanita itu, untuk memperbaiki segala kesalahan yang telah ia lakukan.

---

Di Suatu Pagi, di Rumah Arlena

Arlena sedang duduk di ruang tamunya, menyesap teh hangat sambil memikirkan rencana ke depannya. Pagi itu ia merasa sedikit lega, karena akhirnya bisa meluangkan waktu untuk dirinya sendiri tanpa gangguan. Namun ketenangannya terhenti ketika ponselnya berdering. Nama Leonard tertera di layar.

"Ada apa lagi?" gumamnya sambil menatap ponsel dengan cemas.

Perasaannya bercampur antara enggan dan penasaran. Setelah menarik napas panjang, ia akhirnya menggeser ikon hijau untuk menerima panggilan.

"Ya, ada apa, Leonard?" tanyanya dengan nada dingin.

"Aku ingin kita bertemu hari ini. Ada sesuatu yang perlu kita bahas," jawab Leonard, suaranya terdengar tegas namun hangat.

"Bahas apa lagi? Bukankah kita sudah sepakat tentang semua ini?" Arlena mencoba mempertahankan nada dingin, meskipun ada sedikit kegugupan di hatinya.

"Ini tentang... rencana pernikahan kita," ucap Leonard. "Aku ingin mendiskusikan beberapa hal denganmu. Aku tahu ini mendadak, tapi bisakah kita bertemu?"

Arlena terdiam sejenak. Hatinya menimbang, namun akhirnya ia mengangguk pelan. "Baiklah, di mana kita bertemu?"

"Kafe di dekat kantormu. Aku akan menunggumu di sana jam 11," jawab Leonard, sebelum menutup telepon.

---

Di Kafe

Arlena tiba di kafe tepat waktu. Ia melihat Leonard sudah duduk di salah satu meja di sudut, tampak sibuk membaca sesuatu di ponselnya. Arlena menarik napas dalam-dalam, mencoba menenangkan dirinya sebelum menghampiri Leonard. Pria itu mendongak dan tersenyum singkat saat melihatnya datang, namun senyum itu tidak bisa menyembunyikan ketegangan di matanya.

"Terima kasih sudah datang, Arlena," Leonard memulai percakapan setelah mereka berdua duduk.

"Jadi, apa yang ingin kau bahas?" Arlena menyandarkan tubuhnya di kursi, menatap Leonard dengan ekspresi waspada.

Leonard menghela napas, menatap Arlena dengan tatapan serius. "Aku tahu hubungan kita tidak mudah. Tapi aku ingin kita benar-benar mempertimbangkan pernikahan ini dengan matang. Aku... tidak ingin membuatmu merasa terjebak atau terpaksa."

"Terjebak?" Arlena tersenyum pahit. "Apakah kita tidak memang sudah terjebak dalam situasi ini sejak awal?"

Leonard terdiam, merasa tertampar oleh kenyataan yang diucapkan Arlena. Meski begitu, ia berusaha mengendalikan diri, mengangguk pelan. "Ya, mungkin benar. Tapi aku ingin kita memiliki hubungan yang baik, setidaknya... untuk menghormati ikatan ini. Aku ingin mencoba menjadi suami yang... layak untukmu."

Arlena terkejut mendengar ketulusan dalam nada suaranya. Ia tidak menyangka Leonard akan mengatakan hal semacam itu. Sekilas, ia melihat kesungguhan di mata pria itu-sesuatu yang membuatnya sedikit tersentuh, meskipun hatinya masih enggan menerima.

"Leonard... aku tidak tahu apakah aku bisa mempercayaimu. Setelah semua yang terjadi...," Arlena berhenti sejenak, menelan ludah. "Kau tahu, malam itu bukan sesuatu yang bisa aku lupakan begitu saja."

Leonard merunduk, mengangguk pelan. "Aku tahu. Dan aku minta maaf, Arlena. Aku tahu permintaan maafku tidak akan menghapus apa yang sudah terjadi. Tapi jika ada cara yang bisa kulakukan untuk membuatmu merasa lebih baik, aku akan melakukannya."

Arlena terdiam, berusaha memproses kata-kata Leonard. Ada nada tulus dalam ucapannya yang membuat hatinya goyah, meski masih ada ketidakpercayaan yang meliputi dirinya.

"Leonard... aku akan mencoba, tapi jangan harap aku bisa langsung menerima semuanya. Luka ini... tidak mudah sembuh."

Leonard mengangguk penuh pengertian. "Aku mengerti, Arlena. Aku tidak akan memaksamu. Kita bisa melangkah pelan-pelan. Aku hanya ingin kau tahu, aku sungguh berniat memperbaiki hubungan ini."

Arlena tersenyum kecil, senyum yang penuh kesedihan namun juga kelegaan. Mungkin, hanya mungkin, ia bisa memberikan kesempatan kecil untuk mencoba.

---

Hari-Hari yang Berjalan Pelan

Setelah pertemuan itu, hubungan mereka perlahan berubah. Leonard berusaha menunjukkan perhatiannya, meski Arlena masih menjaga jarak. Setiap kali mereka bertemu, ada ketegangan yang seolah tak kunjung hilang, namun juga ada percikan kecil harapan yang mulai tumbuh.

Suatu malam, Leonard menjemput Arlena untuk makan malam bersama. Malam itu terasa berbeda, keduanya berbicara dengan lebih santai, bahkan ada beberapa tawa yang mulai menghiasi percakapan mereka. Arlena perlahan mulai merasa nyaman, meskipun hatinya masih penuh keraguan.

"Arlena, aku tahu aku bukan pria sempurna, bahkan mungkin jauh dari itu. Tapi aku sungguh berharap kita bisa... memulai dari awal," ujar Leonard di tengah makan malam mereka, menatap Arlena dengan penuh harap.

Arlena terdiam, menatap pria di hadapannya. Malam itu, di balik segala kebingungan yang ia rasakan, ada secercah kehangatan yang membuatnya merasa bahwa mungkin, hanya mungkin, ia bisa mulai memaafkan pria ini.

---

Namun, ketika perasaan Arlena mulai perlahan membuka diri, masalah baru muncul. Di saat hubungan mereka mulai sedikit membaik, mantan kekasih Leonard, seorang wanita bernama Mira, tiba-tiba muncul di hadapan mereka.

Di suatu acara formal yang dihadiri Leonard dan Arlena, Mira datang menghampiri mereka. Dengan senyum angkuh dan tatapan penuh ejekan, ia memandang Arlena dari ujung kepala hingga ujung kaki.

"Oh, jadi ini istri barumu, Leonard?" Mira berbicara dengan nada meremehkan. "Tidak kusangka seleramu berubah drastis."

Arlena terkejut, namun ia mencoba tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh provokasi itu. Leonard, yang melihat ekspresi terluka di wajah Arlena, langsung menggenggam tangan istrinya dan menatap Mira dengan dingin.

"Mira, tolong jangan buat masalah," ucap Leonard dengan nada tegas. "Arlena adalah istriku, dan aku menghormatinya."

Mira tersenyum sinis, melipat tangannya di dada. "Oh, begitu ya? Tapi apakah kau sungguh yakin, Leonard? Karena dari yang aku lihat, kau masih tampak bimbang."

Arlena merasa hatinya sakit mendengar kata-kata itu, namun ia berusaha mempertahankan wibawanya. Sementara itu, Leonard menarik napas panjang, lalu menatap Mira dengan tatapan tajam.

"Mira, aku tidak ingin mendengar apapun darimu lagi. Aku sudah membuat pilihan, dan pilihan itu adalah Arlena. Jadi, tolong, pergi dari sini."

Mira terdiam sejenak, lalu dengan tatapan tajam, ia berbalik dan pergi. Setelah kepergian Mira, Arlena merasa hatinya masih sakit. Ia tahu bahwa bayang-bayang masa lalu Leonard akan selalu menjadi ujian bagi hubungannya. Namun, malam itu, saat Leonard menggenggam tangannya erat, ia merasakan sedikit ketulusan di sana.

Mungkin, hanya mungkin, Leonard benar-benar tulus ingin memperbaiki semuanya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Kita Sudah Sampai Ujung
8.5
Vanesa akhirnya menyadari pernikahan kontrak lima tahunnya dengan Steven adalah kebohongan besar setelah mengetahui anak yang diasuhnya merupakan anak kandung suaminya dengan wanita lain. Saat sang madu membawa surat cerai di tengah kabar kehamilannya, Vanesa memilih pergi dan mengembalikan anak itu. Mengabaikan masa lalu, ia bangkit menjadi wanita mandiri yang kaya raya. Penyesalan pun datang dari keluarga pencela hingga Steven yang mabuk dan menolak meresmikan perceraian mereka.
Sampul Novel Dendam Mengubur Cinta
8.8
Setelah tujuh tahun bersama, aku meninggalkan Deon saat dia dipenjara demi bersama sahabatnya. Begitu bebas dan sukses kembali, Deon memaksaku menikah sebagai bentuk balas dendam. Di balik citra pernikahan yang harmonis, dia menyiksa batin dengan membawa wanita lain—termasuk adik kandungku—ke ranjang kami. Deon tidak pernah tahu bahwa demi membersihkan namanya, aku rela menyusup ke sarang mafia hingga kehilangan ginjal dan setengah hatiku. Kini, waktuku untuk bertahan hidup hampir habis.
Sampul Novel DILEMA SUAMI BAYARAN
9.6
Duda bernama Barra Farzan ingin bahagia dengan menikahi Astra, anak konglomerat yang menawan. Sialnya, pesta pernikahan mereka yang meriah mendadak kacau saat seorang wanita datang menampar Astra. Perempuan itu mengaku istri sah Barra yang dicampakkan bersama anak mereka. Astra pun dituduh sebagai perebut suami orang. Apa misteri kelam yang ditutupi Barra? Akankah pernikahan mereka bertahan, atau Barra cuma berstatus suami bayaran?
Sampul Novel Dimanjakan oleh Suami Misterius
9.7
Demi merebut warisan sang ibu, Erina terpaksa menikahi programmer sederhana berparas tampan. Namun, misteri masa lalu perlahan terungkap usai tiga tahun berlalu sejak ia kehilangan dua bayi kembarnya. Meski tak pernah berhubungan dengan pria lain, Erina mendadak hamil lagi dan mendapati anak-anaknya ternyata masih hidup. Siapa sebenarnya sosok sang suami? Mengapa pria yang dianggap miskin itu sangat serupa dengan miliarder terkenal di televisi?
Sampul Novel Godaan Cinta: Biarkan Aku Menjadi Budakmu
8.1
Angela nekat hamil anak Jeremy secara sembunyi-sembunyi walau sadar dirinya cuma dimanfaatkan. Demi bisa lepas dari cengkeraman Jeremy yang kejam, ia sengaja memicu kemarahan pria itu. Sayang, pelarian Angela gagal setelah Jeremy melacak keberadaannya. Saat Angela pasrah dan memohon dilepaskan, kehadiran anak mereka justru membalikkan keadaan. Jeremy yang berhati dingin kini malah berbalik ingin mengabdi dan melayani Angela serta buah hati mereka.
Sampul Novel My Mysterious Husband
9.7
Dua kali gagal menikah membuat Elsa Anindita menutup rapat hatinya. Saat putus asa, ia menerima tawaran kawin kontrak dari Alvaro, pria difabel yang sebenarnya adalah CEO sukses yang sedang menyamar. Elsa bersedia menikah demi mahar 500 juta rupiah. Namun, pernikahan ini menyimpan rahasia besar. Alvaro ternyata adalah Dika, pria dari masa lalu yang dulu meninggalkannya di pelaminan. Akankah cinta mereka bersemi kembali di tengah rahasia ini?