APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius

Terjebak Pernikahan dengan CEO Misterius

Pasca kematian ayahnya, hidup Aurora Vallen berubah drastis akibat desakan pernikahan kontrak dari CEO misterius, Kael Vireaux. Kael hanya memanfaatkan Aurora sebagai alat balas dendam masa lalunya. Namun, keberanian tak terduga dari Aurora perlahan mengikis rencana dingin tersebut. Di balik pernikahan formal ini, keduanya kini bimbang antara terjebak oleh dendam lama yang menyakitkan atau memilih tunduk pada benih asmara yang mulai tumbuh di antara mereka.
Bab
Bagikan

Bab 1

Hujan mengaburkan air mata Aurora Vallen. Sorot matanya masih menatap makam baru milik sang Ayah, Matthew Vallen. Seakan semua hal baik telah ditarik dari kehidupannya, Aurora hanya mampu terdiam, menyadari bahwa saat ini ia tidak memiliki siapa pun di dunia ini.

Ibunya, Isabelle telah meninggal sejak ia remaja. Kini ia harus merelakan ayahnya juga, dan menerima kenyataan bahwa ia harus menanggung semua hutang peninggalan ayahnya, dan juga harus segera angkat kaki dari rumah rumah yang telah menjadi disita sebagai jaminan.

Bahkan itu pun tak lantas membebaskan Aurora dari warisan hutang. Entah apa yang harus ia lakukan setelah ini. Ia tak lagi memiliki sandaran dan pijakan untuk bertahan.

Lonceng gereja berdentang beberapa kali, menandakan bahwa ia telah terlalu lama berada di sini. Tubuhnya basah, terlihat sedikit menggigil, tapi ia tahan sebisa mungkin karena tak lagi memiliki tempat untuk kembali.

"Dad, aku harus kemana sekarang?" gumamnya pelan. 

"Nona, sudah waktunya untuk pergi. Saya tidak bisa menunggu terlalu lama lagi." Petugas gereja mendekat, memberikan peringatan terakhir pada Aurora untuk segera pergi dari pemakaman.

Aurora mendongak, menatap petugas itu dengan air mata yang tertutup guyuran hujan. "Maafkan aku, aku akan segera pergi setelah ini. Anda boleh kembali, tak perlu menungguku lagi."

"Tapi saya harus memastikan Anda untuk pergi dari sini sekarang juga, Nona. Gerbang utama pemakaman akan segera ditutup oleh penjaga."

Ya, ini adalah pemakaman tertutup milik gereja tempat ayahnya biasa beribadah. Mereka memberikan bantuan pemakaman yang layak, dan saat ini Aurora harus mengikuti aturan dari mereka. Ia memang terlalu lama menunda waktu perginya sejak beberapa jam yang lalu.

"Baik, saya akan pergi sekarang juga. Terima kasih atas bantuannya, Tuan. Saya akan berkunjung lagi setelah semua urusan saya selesai." Aurora mencoba tersenyum, berlagak tegar di tengah kekacauan yang bahkan ia sendiri belum bisa menemukan jalan keluarnya.

Aurora berjalan menuju pelataran gereja untuk mengambil koper besar miliknya-satu-satunya harta yang tersisa. Untuk kali ini, ia tak ada pilihan lain untuk menginap di penginapan kecil yang tak memerlukan banyak biaya sambil menyusun kembali rencana hidupnya.

Ah, sial.

Seharusnya Aurora saat ini sedang merayakan kelulusannya sebelum menjalankan perusahaan milik ayahnya. Namun siapa sangka, hanya dalam satu malam, takdir telah mempermainkannya.

Di ujung jalan sebelum jalan raya, ia melihat ada penginapan kecil. Sambil menyeret kopernya, ia berjalan enggan menuju ke sana.

Petugas gereja tadi tidak berbohong. Penjaga makam telah menutup gerbang makam saat ia menoleh untuk terakhir kalinya. Aurora menghela napasnya panjang, kembali mencoba tersenyum sambil melambaikan tangan ke arah makam.

"Bye, Dad. Aku akan kembali lagi lain waktu."

Langkah kaki Aurora kembali menjejak di pinggiran aspal yang kotor terkena cipratan tanah basah. Jejak langkahnya terlihat jelas, meski sedetik kemudian telah menghilang karena guyuran hujan.

Sampai akhirnya, sebuah mobil hitam mendadak berhenti di hadapannya, memaksa Aurora untuk berhenti sejenak. Ia memicingkan mata, mencari tahu siapa yang berada di dalam sana, tapi semua kaca dipasang kaca film hitam yang membuatnya tak mampu menembus ke dalam.

Pintu kemudi terbuka perlahan, satu payung besar berwarna hitam menggantung di bawah pria berperawakan tinggi besar, mengenakan setelan jas hitam. 

"Nona Aurora Vallen?" 

Aurora memperhatikan pria itu sejenak. Garis wajahnya tegas, membuatnya sedikit bergidik ngeri. "Ya, aku. Ada masalah apa?" 

Pria berjas hitam itu mengambil sebuah kartu nama dari saku jasnya, lalu menyodorkan pada Aurora. "Tuan Vireaux ingin bertemu. Ada tawaran yang bisa mengubah hidup Anda."

Aurora menerima kartu nama itu, membaca sekilas satu nama yang tertera di sana-Kael Vireaux.

"Apa maksudnya ini? Siapa Kael Vireaux?" 

Sekeras apa pun Aurora mencoba mengingat satu nama itu, tapi ia tak pernah mendengarnya. Tawaran apa yang dimaksud? Seolah-olah pria misterius itu telah mengetahui masalah yang sedang ia hadapi saat ini.

"Kalau Anda ingin tahu siapa Tuan Vireaux, silakan hubungi nomor yang ada di sana, atau langsung datang ke alamat yang ada di belakang kartu nama. Itu adalah alamat penthouse milik Tuan Vireaux. Anda bisa menemuinya di sana."

Pria itu tak menunggu jawaban dari Aurora. Ia segera berbalik, bersama dengan payung hitamnya yang tak sedetik pun ia bagi bersama dengan Aurora.

"Tunggu!" seru Aurora.

Hujan mulai mereda, menyisakan rintik halus. Namun ia tetap tak bisa melihat siapa yang ada di dalam mobil itu. 

Pria berjas tadi berbalik, menunggu Aurora berkata.

"Darimana Anda tahu namaku? Apa aku pernah mengenal Anda sebelumnya? Atau... Kael Vireaux?"

"Kalau Anda ingin mengetahui hal-hal itu, silakan bertanya pada Tuan Vireaux. Saya yakin beliau akan menjawabnya dengan baik. Datanglah secepatnya. Tuan Vireaux tahu bahwa Anda tak memiliki waktu banyak untuk berpikir. Selamat sore."

Tak ada percakapan lagi. Pria berjas itu kembali masuk ke dalam mobil, meninggalkan Aurora yang masih berdiri di bawah gerimis halus. Setelah mobil itu berlalu, Aurora kembali melihat kartu nama yang telah basah.

"Kael Vireaux? Aku tidak pernah mendengar nama ini sebelumnya. Siapa dia? Kenapa tiba-tiba memberi penawaran? Aneh sekali."

Meskipun begitu, Aurora tetap menjejalkan kartu nama itu di saku celananya. Tubuhnya semakin menggigil. Ia mempercepat langkahnya ke penginapan sambil terus menyeret koper besarnya. Ia berharap tidak ada basah yang menyelinap kesana. 

***

Ruangan yang disewa Aurora tidak begitu buruk. Semuanya layak, meski sangat berbeda jauh dengan kamarnya sendiri. Kasurnya tetap empuk, hanya sprei nya saja yang terlihat usang, dan sedikit bau pengap.

Namun Aurora tidak sedang dalam keadaan bisa menawar semua itu. Hanya ruangan ini yang mampu ia sewa untuk beberapa hari ini. 

Setelah mandi dan mengganti pakaian, dia membenamkan tubuhnya di bawah selimut. Kartu nama yang diberikan oleh pria berjas hitam tadi kembali dia ambil. Dia kembali mengulang nama yang tertera di sana.

"Kael Vireaux... Kael... apa temannya daddy? Kenapa dia tahu namaku?"

Ucapan pria berjas tadi kembali terngiang, membuat Aurora merasa kesal. 

"Hah! Tawaran yang bisa mengubah hidupku? Tahu apa dia soal hidupku??"

Harga dirinya seakan tercoreng karena ucapan itu. Meskipun pada faktanya dia memang sedang berada di dasar, dan tak ada tangga keluar yang bisa menyelamatkannya, tapi entah kenapa harga dirinya masih terlalu tinggi untuk menggapai pertolongan misterius itu.

"Apa dia tahu kalau aku kelilit hutang?" bisiknya lagi, setelah berguling beberapa kali ke kiri dan kanan, mencari posisi nyaman untuk tidur.

"Tapi... kenapa dia tidak datang sendiri? Malah menyuruh orang untuk memberikan kartu nama ini."

Aurora kembali membaca jabatan yang tertera di bawah nama Kael Vireaux. 

"CEO... wajar saja," gumamnya lagi. "Tapi sorry, Tuan CEO, aku akan berusaha sendiri."

Aurora meletakkan kartu nama itu di nakas samping ranjang, lalu ia memejamkan matanya. Hari ini terlalu berat untuknya, sampai ia tak tahu harus bereaksi apa selain mencerna semuanya secara perlahan.

Urusan hutang dan lainnya, akan ia pikirkan setelah bangun nanti. Setidaknya... malam ini... ia hanya ingin tidur dengan tenang.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Crazy Marriage (Pernikahan Paksaan)
9.2
Di usia 19 tahun, Vintari terpaksa mengubur mimpinya demi pernikahan kontrak akibat perjodohan orang tua. Bersanding dengan Zeus Ducan yang jauh lebih dewasa terasa bagai siksaan, sementara Zeus hanya menganggapnya gadis ceroboh yang merepotkan. Namun, ketika rasa nyaman mulai hadir, sebuah kenyataan pahit terbongkar. Zayn, lelaki yang selama ini dicintai Vintari, rupanya adik tiri dari suaminya sendiri. Kini, ia terjebak dilema rumit antara Zeus dan cinta masa lalunya.
Sampul Novel I LOVE YOU PAK PENGHULU
9.8
Seorang gadis jatuh cinta pada pandangan pertama kepada seorang penghulu berparas rupawan yang ia temui di hari pernikahan sang kakak. Walau pria idaman tersebut berwatak sangat dingin dan acuh tak acuh, hal itu tidak menyurutkan langkahnya. Ia pun gencar meluncurkan berbagai rayuan manis untuk meluluhkan hati sang penghulu yang beku. Akankah segala usaha dan gombalannya mampu meruntuhkan sikap cuek pria tersebut hingga akhirnya ia mau membuka hati?
Sampul Novel Mengejar Dosen Duren
9.4
Jelita terbangun dengan tragis setelah tubuhnya dipinjam oleh Elizabeth, hantu istri dosennya, Daniel Danuarja. Elizabeth ternyata memanfaatkan raga Jelita untuk bercinta dengan Daniel hingga merenggut kesuciannya. Saat sadar, Jelita mendapati arwah Elizabeth mulai memudar dan hampir musnah. Di tengah amarah besar akibat dikhianati, kini Jelita harus terjebak dalam pusaran skandal yang rumit bersama dosennya tersebut.
Sampul Novel Pernikahan Ketiga
8.8
Kayra Angelina Atmaja, anak dari pengusaha yang kejam, dirundung duka mendalam di balik kemewahannya. Status janda muda disandangnya setelah pernikahan pertama berujung tragis dan yang kedua kandas seketika usai ijab kabul. Di tengah depresi akibat cibiran publik, Tuan Bima berjuang menyelidiki pelaku yang membongkar rahasia masa lalu Kayra di rumah sakit jiwa. Mampukah pernikahan ketiganya mengakhiri kutukan nasib dan membimbingnya ke cinta sejati?
Sampul Novel Rasa Tertinggal
8.9
Hubungan Sarah dan Reyhan hancur akibat kesalahpahaman fatal. Dua tahun berlalu sejak perpisahan itu, dan Sarah memilih menyimpan rahasia besar tersebut seorang diri. Saat takdir mempertemukan mereka kembali, segalanya telah berubah. Di tengah bayang-bayang luka masa lalu yang belum sepenuhnya pulih, mereka dipaksa menghadapi sisa-sisa perasaan cinta yang dahulu ada, meski kini situasi dan keadaan tidak lagi mendukung kebersamaan mereka.
Sampul Novel Scandal Married With CEO
8.9
Penyatuan dua dinasti bisnis besar lewat pernikahan Sean Gibert dan Qiena William terlihat tanpa cela. Sean adalah pemimpin yang ambisius, sedangkan Qiena merupakan direktur cerdas sekaligus ibu berbakti. Namun, tuntutan dari Sean memicu keretakan di balik citra ideal mereka. Di tengah badai tersebut, Qiena justru merasakan cinta sejati pertamanya pada Jack. Kini, ia dihadapkan pada dilema besar: bertahan demi keutuhan keluarga atau mengejar kebahagiaannya bersama pria lain.