APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terjebak Cinta Bu Guru

Terjebak Cinta Bu Guru

Penyesalan membayangi Ryuga Daksa selama tiga bulan setelah melewatkan malam bersama Claudia di sebuah pesta. Takdir mempertemukan mereka kembali saat Ryuga mengantar Aruna ke sekolah dan mendapati Claudia mengajar di sana. Namun, jalan Ryuga tidak mulus. Ia harus menghadapi rivalitas dari Dirga Disastra, murid Claudia yang juga jatuh cinta padanya. Siapakah yang akan dipilih Claudia, pria dari masa lalunya ataukah sang murid yang gigih?
Bab
Bagikan

Bab 2

Bertanya lagi. Ayolah. Claudia seketika berpikir keras. "Clau mau aja, Pak."

Itu saja. Semoga Ryuga percaya. Lagipula bisa-bisanya di saat-saat genting seperti ini muncul pertanyaan itu.

"Saya yakin bukan itu alasan utamanya," tolak Ryuga sambil menyugar rambutnya ke belakang.

Mana ada gadis yang rela melepas keperawanannya begitu saja. Pasti ada sesuatu. Ryuga hanya belum mengendus alasannya.

"Pak, Clau penasaran," ucap Claudia setelah beberapa saat.

"Soal?" Alis Ryuga naik sebelah.

Claudia mendadak mendapatkan ide untuk alasannya. "Okey okey gini ya, Pak. Fyi, Clau ini penulis dengan nama pena CLR. Pernah dengar?"

"Nggak," sahut Ryuga cuek. Kalaupun ada penulis yang Ryuga kenal, itu pasti dari buku bisnis.

Claudia mengibaskan rambutnya. "Biasanya Clau nulis cerita tuh yang aman-aman aja, soal remaja gitu, misalnya kayak judul Beautiful Plan yang baru tamat bulan kemarin. Nah, Clau berencana comeback dengan genre dewasa, Pak, berkat dari saran kenalan Clau."

Cewek itu belum selesai. Ekspresinya serius. "Clau pikir membaca cerita yang anu-anu aja nggak cukup. Clau mau praktik langsungnya. Ya dengan Pak Ryuga malam ini."

Selain cewek gila, Claudia dalah gadis aneh yang pernah Ryuga temui. Cewek manis yang semula tersemat mendadak pudar.

"Clau nggak mau mundur. Clau juga udah bertekad bakal buka segel keperawanan."

Sialan. Jadi, Ryuga terjebak di rasa penasaran cewek itu?

"Saya nggak mau terlibat dalam urusan kamu," beritahu Ryuga.

"Jadi, kita serius nggak jadi making love ini?" tanya Claudia kecewa.

"Nggak."

Ryuga sudah tak berada di atas tubuh Claudia. Itu sama saja menyiksa dirinya sendiri. Salah besar kalau tubuh Claudia tak menarik perhatiannya.

"Bener nih, Pak?" Claudia masih berharap.

"Atau Clau harus nuntasin ini sama orang lain?" lanjutnya.

Jika Claudia sedang memancing perhatian Ryuga, cewek itu berhasil. Badan Ryuga memutar arah padanya.

"Claudia," panggil Ryuga dengan suara beratnya.

"Hmm?" Claudia menyahut lembut. Jari-jari lentiknya menyentuh ujung rambut Ryuga yang sedikit ikal.

"Saya mau bobol keperawanan kamu kalau kamu terima permintaan saya."

"Apa?" Claudia menyahut santai.

"Ayo menikah," ajak Ryuga menatap gadis di bawah kukungannya itu dalam-dalam.

Ini durasi terlama Ryuga mengendalikan dirinya meskipun yang di bawah sana terus berdenyut-denyut.

"No," tolak Claudia mentah-mentah. Tanpa berpikir dua kali.

"Pak Ryuga kolot banget, sih ... Clau nggak akan hamil kali—

"Saya mau hamilin kamu."

"Astaga, Pak, mulutnya."

Mendadak Claudia merasa ngeri. Gairahnya menciut. Dia mendorong dada Ryuga agar cowok itu menyingkir dari atas tubuhnya.

"Nggak jadi deh, Pak, nggak usah."

Perut Claudia seketika mulas. Menikah adalah hal yang sakral. Claudia belum siap untuk itu.

"Kenapa?" heran Ryuga. "Menikah dengan saya adalah pilihan yang bagus, Claudia. Hidup kamu dijamin sejahtera."

Wow, percaya diri sekali. Claudia setuju jika itu menyangkut finansial.

"Lalu, alasan Pak Ryuga menikahi Clau?" Claudia bertanya balik. "Cuma mau ena-ena doang?"

Ryuga mengembuskan napas lelah. "Tentu nggak, Claudia. Kamu pikir otak saya isinya gawang perempuan aja?"

"Ya mana Clau tau," jawabnya sambil mengedikkan bahu.

"Saya tanya, kamu mau menikah dengan saya?"

Keduanya berpandangan lama. Claudia memutus kontak mata yang bisa membuat imannya lemah.

"Nggak. Makasih."

Setelah itu hanya deru napas keduanya yang terdengar. Sampai pada akhirnya Ryuga mengangguk kecil dan bangkit dari tempat tidur. Meninggalkan Claudia dengan gairahnya yang masih tersisa.

Baru menyentuh knop pintu kamar mandi, Ryuga terdiam sesaat. Dia sama sekali tk menolehkan wajahnya, “Saya harap kamu nggak menuntaskannya sama laki-laki lain.”

****

"Clau, lo beneran nggak mau tinggal bareng gue aja?"

Hari ini sudah berapa kali Claudia mendengar tawaran serupa dari teman-temannya. Kalau yang ini Claire Lee, sahabat Claudia sejak kuliah.

"Nggak, Clau udah pindahan ini. Yakali pindah lagi," jawab Clau seraya terkekeh.

"Lo nggak mau pap gitu?" Clara mendelik sebal karena Claudia belum memperlihatkan tempat tinggalnya yang baru.

Seharian ini Claudia sibuk. Sejak pagi dia menempuh perjalanan sekitar tiga jam hingga sampai tiba di kamar loteng. Lalu, tentu Claudia membeli beberapa keperluan yang harus dibeli dan bercengkrama dengan Larissa.

Larissa adalah pemilik kamar loteng ini. Rumahnya cukup luas. Claudia bahkan ditawari untuk tinggal bersama di rumah bawah karena masih memiliki beberapa kamar kosong. Namun, Claudia menolak karena merasa tak enak. Meskipun Larissa adalah kenalan ayahnya, tetap saja segan bagi Claudia untuk menerima tawaran baik tersebut.

"Besok aja, sih. Sekarang udah malem, gelap."

Lebih tepatnya Clau malas, sih. Lagipula tak ada yang menarik dari kamar lotengnya. Pandangan Clau mengedar. Rambut sepunggungnya tersibak angin malam. Claudia hanya menggunakan cardigan tipis. Tangannya merabai kalung pick gitar berwarna hitam yang sudah tiga bulan terpasang di lehernya.

Senyum kecil terbit di bibirnya. Claudia penasaran tentang bagaimana cowok yang hampir membobol keperawanannya itu. Ryuga mungkin tak ingat jika kalung pick gitar miliknya tertinggal. Claudia ingin mengembalikan, semoga saja dia bisa bertemu lagi lain kali.

“Gue denger dari Sam, tempat yang lo tinggalin itu punya sepupunya. Bener?”

Pandangan Claudia turun ke bawah. Kucing jalanan melintas beberapa kali. Ingatkan Claudia untuk membeli makanan kucing nanti. Tubuhnya memutar ke belakang dan bersandar di pembatas pagar. Claudia mengernyit heran.

Seorang cowok tengah duduk dengan satu tangan menahan tubuh ke belakang dan satu tangan memegangi rokok. Tatapannya mengarah pada padanya. Tajam sekali.

Claudia melirik ke kiri dan kanan. Tak ada orang lain selain dirinya. Jadi, cowok itu memperhatikannya?

"Clau, lo masih di sana?"

Sedari tadi Claudia belum menggubris apa yang diucapkan oleh sahabatnya itu. Claudia berdekhem. "Claire, udah dulu, ya."

Karena takut pada cowok tersebut, Claudia lebih baik segera masuk ke dalam. Lagipula siapa dia? Bukankah loteng ini seutuhnya milik Claudia? Maksudnya, Larissa menyewakan hanya untuk Claudia.

"Claudia Mada."

Suara itu berhasil membuat Claudia menghentikkan langkahnya. Persis di sebelah cowok itu duduk.

Claudia menolehkan wajah dan cowok itu tengah meliriknya. Dari atas sampai bawah. Tidak sopan!

"A-apa?"

Mengapa Claudia mendadak gugup? Dia mengeratkan cardigan yang dipakainya. Memang salah Claudia yang hanya mengenakan tanktop.

"Tau nama Clau darimana?" Claudia jelas memicing heran.

Cowok itu mendengus. Satu tangan yang bebas dari rokok mengambil sebuah kotak makan di sampingnya.

"Nyokap," jawabnya singkat. "Ambil," titahnya.

"Tante Larissa?" tanya Claudia memastikan.

Cowok itu mengangguk lagi. Detik setelahnya dia berdiri. Claudia tak kaget jika cowok itu lebih jangkung darinya.

"Kamu pasti Dirga anaknya Tante Larissa?"

"Ck, ngapain masih nanya," dengusnya.

Claudia melotot kaget. Bibirnya menyunggingkan senyum. Rasa takut yang semula melingkupinya mendadak sirna.

"Dirga yang dulu kalau main suka jadi anak Clau 'kan?"

Ingatan tentang masa kecil Claudia hadir. Dulu dia cukup sering bermain rumah-rumahan. Jelas ada ayah, ibu, dan anak. Dirgalah yang tak pernah protes dijadikan seorang anak.

"Ngapain dibahas, sih," gumam Dirga memalingkan wajah. Merasa malu dengan masa kecilnya. Kalau tidak salah umurnya masih delapan tahun waktu itu.

"Kamu udah gede sekarang," ucap Claudia tanpa permisi mengusap kepala Dirga pelan.

Baru beberapa detik, Dirga menepis lengan Claudia kelewat kasar. Tenaganya terlalu kuat sampai Claudia tersentak kaget.

"Iya, gue udah gede. Jadi, jangan coba-coba memperlakukan gue sebagai anak kecil," jawabnya ketus.

"Tapi kamu paling suka kalau Clau elus rambut kamu—

"Itu dulu Claudia," potong Dirga dengan berani.

Claudia terdiam sebentar. "Kamu panggil Clau nggak pake "Mbak" lagi?"

***

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Guru Tampan Seorang Yakuza
8.1
Demi membalas dendam atas kematian orang tuanya yang tewas secara licik, Akeno Taoka menyamar. Anggota Yakuza dari klan Barakujaga ini menjadi guru SMA di Tatsuno demi mendekati Reina Akinara. Reina adalah putri dari Tuan Kudesai, pemimpin klan musuh yang jadi targetnya. Namun, di tengah misi rahasia tersebut, sebuah fakta mengejutkan tentang identitas asli Reina mendadak terungkap. Akankah dendam Akeno tetap membara, atau ia justru luluh oleh pesona targetnya?
Sampul Novel Istri Yang Diabaikan
9.5
Saat hamil tua, Lili mengalami kemalangan akibat kelalaian suaminya, Azzam. Ia terjatuh tanpa ada yang menolong hingga harus kehilangan sang buah hati. Walau Azzam sangat menyesali perbuatannya dan bertekad untuk berubah sewaktu Lili dalam kondisi kritis, situasi justru kian memburuk. Desakan tiada henti dari sang ibu mertua membuat Lili akhirnya memilih kabur dari rumah. Kini, Azzam harus berjuang melacak istrinya demi memperbaiki ikatan pernikahan mereka yang telah retak.
Sampul Novel My Hot and Cool CEO
9.6
Niat baik Mel menolong Ezio Clay, aktor idolanya, malah membawanya ke malam tak terduga dengan Axel Nolan Xavier, sang taipan berlian. Terpesona oleh Mel, Axel menggunakan kekuasaannya demi mengikat gadis itu dalam pernikahan kontrak. Ketegangan memuncak kala rahasia terungkap bahwa Ezio sebenarnya adik kandung Axel yang melarikan diri. Ezio pun bertekad merebut Mel. Di antara perseteruan saudara ini, Mel mulai goyah karena kenyamanan yang ia rasakan pada Axel terus tumbuh.
Sampul Novel My Korean Girl
8.5
Dalam sekuel kelima Ellite Bad Boys, hidup Alex diselimuti bayang-bayang kelam akibat mengkhianati sahabatnya sendiri. Takdir kemudian mempertemukannya dengan Park Jin Hye, gadis asal Korea yang membawa secercah harapan baru. Sayangnya, sisi gelap dalam diri Alex terlampau kuat. Alih-alih berubah, ia justru menyeret Jin Hye ke dalam pusaran dunianya yang penuh bahaya dan kejahatan. Mampukah jalinan asmara mereka bertahan di tengah ancaman kriminalitas yang terus mengintai?
Sampul Novel SKANDAL CEO MESUM
8.4
Axel Biantara Wijaya, CEO sukses PT. Wijaya Karya Reality yang tampan, kerap menjadi sorotan karena skandalnya dengan model-model ternama. Di balik kemewahan dan dominasinya di bisnis properti, takdir mempertemukannya dengan Aulia Putri. Aulia adalah perempuan mandiri dari keluarga sederhana yang terbiasa bekerja keras sejak kuliah. Pertemuan tak terduga ini mulai mengubah hidup sang miliarder. Akankah Axel rela melepas masa lalunya yang liar demi mengejar cinta sejati Aulia?
Sampul Novel Sorry For Something
8.2
Masa depan Mahika Bayuni Kaniha hancur ketika ia mengandung di usia belia. Bukannya bertanggung jawab, Gentala Anggasta Gumilar malah mendesaknya melakukan aborsi demi ambisi menjadi selebritas. Mahika pun pergi, bertekad merawat bayinya seorang diri. Bertahun-tahun berlalu, Gentala telah sukses menjadi aktor ternama. Namun, kekosongan batinnya mendadak terusik saat tak sengaja berpapasan kembali dengan Mahika yang kini didampingi seorang anak yang sangat mirip dengannya.