APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tergoda Dekapan Sepupu

Tergoda Dekapan Sepupu

*Blurb* Lisa Anggraeni wanita muda yang berusia dua puluh delapan tahu, harus terjerat dengan rayuan sahabat suaminya. Lisa menikah dengan Riko- suaminya setelah dia lulus SMA, pernikahan keduanya baik-baik saja meskipun Lisa selalu mendapat perlakuan tidak baik dari ibunya sendiri. Karena, sering di sakiti dan di sepelekan. Akhirnya Riko dan Lisa memutuskan untuk indekost. Namun, siapa sangka kepindahan mereka justru menjadi petaka dan awal mula perselingkuhan Lisa dengan sahabat suaminya yang jauh lebih muda. Bastian- sahabat sekaligus saudara Riko yang sama-sama indekos dengan tempat yang berdekatan. Bastian mencoba merayu Lisa dan berselingkuh dengan wanita itu. Bagaimana kelanjutan kisah cinta Bastian dengan Lisa? Akankah keduanya bahagia? Lalu bagaimana dengan hubungan Riko dan Lisa?
Bab
Bagikan

Bab 3

Lelaki itu bangkit dan memakai pakaiannya, dia menghampiri Lisa yang masih ada di dalam kamar mandi. Bastian merasa khawatir takut terjadi apa-apa kepada Lisa. Karena, sedari tadi wanita itu belum juga keluar dari kamar mandi.

"Mbak! Kenapa lama sekali di kamar mandi?"

"Mbak! Tolong jangan seperti ini. Aku minta maaf!" Bastian berkata sambil menggedor-gedor pintu kamar mandi. Namun, tidak ada jawaban dari wanita itu.

Lisa tidak henti-hentinya menangis dan merutuki dirinya, bahkan wanita itu menyiram kewanitaannya dengan shower.

Bastia semakin khawatir, lelaki itu menggedor pintu kamar mandi dengan sangat kencang.

Tok... Tok... Tok...

"Mbak, tolong! bukan pintunya. Jangan buat aku semakin khawatir." Bastian berkata sambil menggedor- gedor pintu kamar mandi itu.

Namun, tidak ada jawaban dari wanita itu hanya bunyi air yang mengguyur saja terdengar. Karena, merasa sangat khawatir Bastian langsung mendobrak pintu kamar mandi itu.

Dengan dua kali dobrakan akhirnya pintu kamar mandi itu terbuka, betapa terkejutnya Bastian yang mendapati Lisa sedang menangis di bawah guyuran air shower dengan tubuh yang sudah membiru.

"Mbak, apa yang kamu lakukan?" Bastian berkata sambil mengangkat tubuh mungil yang sudah menggigil kedinginan itu.

Bastian meraih kimono dan memakaikannya kepada wanita itu.

"Maafkan aku, Mbak."

"Aku berjanji akan merahasiakan ini semua dan akan selalu ada untuk kamu." Bastian berkata sambil memeluk wanita itu.

Entah mengapa pelukan Bastian itu membuatnya tenang, padahal lelaki itu yang sudah melecehkannya.

"Kamu jahat, Bastian. Kenapa tega kau melakukan ini kepada aku?" Lisa berkata sambil terisak.

"Maaf, Mbak, aku khilaf. Karena, rasa cintaku ini membuat aku lupa diri." Ucap Bastian sambil mencium kening Lisa dengan penuh kasih.

Lisa semakin terisak, entah mengapa dia merasa takut jika sang suami tahu apa yang sudah menimpa dirinya. Wanita itu yakin bahwa sang suami pasti akan membenci dirinya dan bisa saja menceraikannya.

Lisa semakin terisak, dia merasa berdosa dan hina. Kini dia tidak ingin hidup lagi, mungkin dengan mengakhiri hidupnya dia tidak akan merasa bersalah dan berdosa lagi meskipun itu bukan murni kesalahannya.

Bastian semakin mengeratkan pelukannya, dia tidak ingin membuat Lisa depresi atau pun stress karena perlakuannya itu.

"Mbak, jangan menangis lagi. Aku akan bertanggung jawab dan tidak akan membeberkan masalah ini kepada siapa pun," Bastia berusaha meyakinkan Lisa.

Dengan segala upaya Bastian berusaha meyakinkan Lisa dan membuat wanita itu tidak merasa bersalah. Karena, dia tahu semua ini kesalahannya bukan Lisa.

Akhirnya, Lisa luluh juga dengan ucapan Bastian dan keduanya tidur sambil berpelukan.

Setelah beberapa jam tertidur, bastian mengerjapkan matanya dan melihat ke arah jam dinding yang berada tepat di hadapannya itu.

Bastian terlonjak, dia tahu bahwa sebentar. karena, sebentar lagi kedua anak Lisa pulang dari sekolah. Lelaki itu pun akhirnya membangunkan wanita yang berada di sampingnya itu.

"Mbak, bangun. Ini sudah siang dan jam anak-anak pulang sekolah." Ucap Bastian sambil menggoyang-goyangkan tubuh Lisa.

Lisa mengerjapkan matanya, dia tampak kaget melihat Bastian berada di sampingnya. Namun, dia mengingat-ingat apa yang sudah terjadi sambil mengusap wajahnya secara kasar.

Bastian melihat Lisa yang tampak kelelahan, dia tidak tega jika wanita itu keluar sendiri menjemput kedua anaknya.

"Mbak istirahat saja, biarkan aku saja yang menjemput anak-anak." Bastian berkata sambil mencium kening Lisa lalu bangkit dan keluar dari kamar wanita itu.

Lisa memejamkan matanya, dia sudah merasa menjadi wanita yang tidak tahu diri. Wanita itu tidak habis pikir mengapa dia sangat menikmati pergumulannya dengan Bastian.

Hari sudah menjelang sore, Lisa berkutat di dapur menyiapkan makan malam untuk sang suami dan kedua anaknya. Namun, dia tidak bisa fokus karena mengingat kejadian dengan Bastian tadi.

Setelah selesai, Lisa masuk ke dalam kamar mandi wanita itu ingin membersihkan tubuhnya yang sudah mulai gerah.

Lisa berdiri di depan cermin yang berada di dalam kamar mandi. Wanita itu memandangi tubuhnya, dia tidak tahu apa yang membua Bastian menyukainya hingga membuat lelaki itu berbuat nekat.

Beberapa menit kemduian Lisa lekuar dari kamar mandi dan dia sudah melihat sang suami yang duduk bersandar di atas ranjang.

"Sudah datang, Mas." Ucap Lisa sambil menjabat tangan sang suami dan menciumnya.

"Sudah, Sayang. Kamu masak apa hari ini, hem?" Tanya Riko sambil benagkit dan berjalan menuju kamar mandi.

Lisa mengenakan pakaian, setelah selesai dia berjalan keluar untuk memanggil kedua anaknya yang kamarnya berada di lantai bawah.

Saat sedang menuruni anak tangga dan hampir sampai di lantai bawah, tangannya ditarik oleh Bastian dan memeluk tubuh rampingnya.

"Bastian lepaskan, kamu sudah gila, ya? Bagaimana jika ada yang melihat, hah!" Lisa berkata dengan suara pelan dengan penuh penekanan.

Bukannya dilepaskan, Bastian membalikkan tubuh Lisa dan melumat lembut bibir wanita tersebut. Kemudian dilepaskan sambil tersenyum

"Manis, aku suka. Terima kasih, sayang." Bastian berkata sambil memegang dagu Lisa, kemudian laki-laki itu berjalan menaiki anak tangga meninggalkan Lisa yang masih berdiri mematung.

Hati Lisa bergemuruh dan berdebar-debar, entah mengapa sebutan sayang dari Bastian membuatnya salah tingkah. Tiba-tiba saja dia ingat tujuan awalnya turun.

Lisa kembali menuruni anak tangga dan memanggil kedua anaknya, setelah selesai memanggil mereka wanita itu kembali berjalan menaiki anak tangga menuju kamarnya.

Saat Lisa akan masuk ke dalam kamarnya, ternyata di balkon tempatnya tinggak sang suami bersama teman-temannya dan juga Bastian duduk santai sambil berbincang-bincang.

Lisa menghela nafas panjang berusaha menetralisirkan perasaannya. Jantungnya berdebar-debar melihat tatapan nakal dari Bastian.

"Mas, ayo makan dulu!" Ajak Lisa kepada sang suami.

"Ayo semua makan dulu," Lisa juga menawarkan kepada teman- teman Riko.

Lisa dan Riko berjalan masuk ke dalam kamarnya, sedangkan Bastian masih menatap ke arah wanita yang sudah di cicipinya itu.

Setelah mereka selesai makan, kedua anaknya kembali turun dan masuk ke kamar mereka. Sedangkan Riko kembali duduk santai bersama teman-temannya.

Lisa merebahkan tubuhnya di atas kasur yang berada di lantai sambil menonton televisi.

Tiba-tiba saja, Bastian masuk ke dalam tanpa permisi terlebih dahulu. Laki-laki itu duduk di samping Lisa dan melumat bibir wanita itu sambil tangannya meremas gundukan kenyal milik Lisa.

"Ehm ... ehm ... " suara Lisa yang tertahan.

Setelah puas melumat bibir seksi Lisa, Bastian bangkit dan berjalan menuju lemari pendingin lelaki itu mengambil satu bungkus bongkahan es batu.

Mata Lisa masih membulat sempurna, dia tidak menyangka bahwa Bastian sangat pintar memanfaatkan waktu dalam kesempitan. Namun, tidak bisa di pungkiri bahwa dia juga sangat menikmati cumbuan lelaki itu.

"Love you, sayang. Aku suka bibirmu, manis." Ucap Bastian lirih sambil berjalan keluar.

Wajah Lisa merah merona seperti kepiting rebus, dia salah tingkah dengan ucaoan Bastian.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Affair With Santa
8.4
Di bawah cuaca ekstrem New York yang membekukan, seorang gadis gigih bertahan di dekat pohon besar demi menanti seseorang. Tanpa alas kaki yang memadai, tubuhnya perlahan mati rasa dan mulai kehilangan keseimbangan akibat hipotermia di taman yang sunyi. Namun, tepat sebelum ia pingsan, sesosok pria misterius datang mendekapnya dengan erat dan hangat. Ucapan dengan nada rendah dari pria asing tersebut menjadi memori terakhir yang terekam sebelum ia sepenuhnya tidak sadarkan diri.
Sampul Novel Cinta hilang kembali pulang
9.4
Rachel sangat berharap Nathan mengizinkannya pergi membawa putri mereka, Key. Akan tetapi, amarah membuat Nathan menolak mentah-mentah permintaan itu karena enggan ditinggalkan lagi. Nathan menegaskan Key hidup bahagia bersamanya dan melarang Rachel mendekat. Di balik sikap kerasnya menahan Rachel, tersimpan rasa cinta yang begitu besar. Nathan sama sekali tidak berniat menyakiti; ia hanya ingin memastikan Rachel dan Key selalu berada di sisinya.
Sampul Novel Dia Lebih Dari yang Kamu Pikirkan
9.0
Samuel, sang taipan senjata global, menggemparkan publik saat mendekati Marsha, perempuan yang kerap dipandang sebelah mata dan dinilai hanya mengandalkan kecantikan. Namun, opini publik berbalik saat rahasia Marsha terbongkar. Ia ternyata seorang ilmuwan genius, ahli medis, dan pewaris sah sindikat bawah tanah. Di balik segala huru-hara tersebut, Samuel justru mengeluh di media sosial karena sang istri yang bersikap dingin dan menganggap dirinya sebagai musuh.
Sampul Novel Gejolak Hati dan Logika
7.8
Olivia menghadapi dilema besar antara cinta dan trauma masa lalu. Ia mencintai Rendra, bosnya yang kaya, namun logikanya menolak pernikahan. Luka mendalam akibat kematian sang ibu karena KDRT serta kegagalan cinta saudara perempuannya memicu ketakutan hebat akan pengkhianatan. Terlebih, kakak dan adiknya sangat menentang hubungan ini. Di tengah bayang-bayang kelam masa lalu, mampukah Olivia membuka hati, memercayai Rendra, dan memilih kebahagiaannya sendiri?
Sampul Novel Kekasihku Meninggalkanku di Hari Pernikahan
8.0
Hari pernikahan Cherish hancur seketika saat Diego pergi begitu saja setelah menerima sebuah telepon. Kejadian itu membuat nenek Cherish murka hingga muntah darah dan akhirnya meninggal di rumah sakit tanpa ada yang membantu. Di tengah kedukaan di kamar mayat, Diego justru menghubungi Cherish untuk meminta donor darah bagi Zoey yang terluka. Dengan tegas, Cherish mengakhiri hubungan mereka dan pergi. Kini, Diego bersujud di bawah guyuran hujan, memohon kesempatan kedua dan rela memberikan segalanya demi Cherish kembali.
Sampul Novel Kurang dari tiga
9.2
Hubungan cinta Raka dan Cherry kini terancam retak akibat kehadiran Nadia. Raka merasa terus dikesampingkan oleh sang kekasih, yang selalu mendahulukan sahabat berkacamata tebalnya tersebut. Emosi Raka akhirnya memuncak begitu menyadari dirinya cuma menjadi prioritas kedua bagi Cherry. Namun, rasa cemburu yang membakar ini malah mengantarkan Raka pada sebuah titik balik tak terduga dalam hidupnya. Sanggupkah jalinan asmara mereka bertahan di tengah renggangnya prioritas Cherry?