APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Terbongkarnya Perselingkuhan Suamiku

Terbongkarnya Perselingkuhan Suamiku

Saat kebohongan terbesar dari pasangan hidup akhirnya terungkap, keputusan krusial apa yang mesti diambil? Apakah Anda sanggup melapangkan dada untuk mengampuni serta membuka lembaran baru bersamanya? Ataukah Anda akan bertindak tegas dengan membawa kasus pengkhianatan ini ke jalur hukum di pengadilan? Kini, batin Anda dipaksa memilih antara perasaan cinta atau menegakkan keadilan demi menentukan arah masa depan yang terbaik.
Bab
Bagikan

Bab 1

Flora menatap pantulan wajahnya di cermin, terlihat seutas senyum manis di sana. hari ini adalah hari paling bahagia dalam hidupnya, sudah seharusnya hari ini di rayakan.

Dia sudah siap dengan gaun indah dengan hitam, sangat kontras dengan kulitnya yang putih bersih. Saat ini dia sudah tampak seperti bintang yang bersinar di tengah langit malam.

Dirinya yakin suaminya, Leo. Pasti melupakan hari yang bersejarah ini. Flora tak pernah mempermasalahkan hal ini karena memang suaminya seorang presidir di sebuah perusahaan ternama.

Tanggung jawabnya bukan pada keluarganya saja, melainkan banyak orang yang bersandar padanya.

Hari ini tepat 7 tahun mereka menikah, dia mendengar kalau 5 tahun awal pernikahan adalah masa yang paling sulit. tapi lihatlah kenyataan ini, Flora sangat bahagia karena mereka dapat melewati masa yang 'sulit' ini dengan bahagia.

Bukankah hal ini perlu di rayakan? Flora sudah memesan kamar hotel untuk merayakan hari bahagia ini.

Saat ini dia sudah siap, wajahnya sangat cantik bahkan jauh lebih muda 10 tahun dari umurnya.

"Mbok jagain anak-anak yaa ... Saya sama Tuan pulang besok agak siangan," ucap Flora sambil menuruni tangga.

Karena saat ini hari sabtu, besok anak-anak juga libur sekolah, jadi Flora bisa sedikit lebih tenang.

Mbok Ranti segera berlarian mendekati flora yang melangkah menuruni tangga. dan segera menganggukkan kepala tanda mengerti.

Flora melangkah keluar rumah dan segera naik ke mobil, mewahnya melaju meninggalkan istana megahnya menuju kantor di mana sang suami sedang berkutat dengan segudang tugasnya.

Di tempat lain, tepat dimana seorang pria dengan postur tubuh tegap dengan deretan otot tertata rapi di perutnya.

Keringat masih membasahi tubuhnya, adegan panas baru saja berakhir. Di sampingnya ada seorang wanita yang sedang terbaring lemas.

Matanya menatap sayup ke arah sang pria, dia menatap punggung kekar dan lebar yang baru saja memberi kehangatan pada tubuhnya.

Telfon kantor berdering kencang, menandakan bahwa ada seorang yang sedang menunggunya dan nunggu persetujuan.

"Halo," ucap Demian, sambil memakai celananya kembali.

"Nyonya Flora mau masuk, apakah rapat Bapak sudah selesai?" tanya sang resepsionis.

Mata Demian terbelalak, dia tak menyangka istrinya akan datang ke kantor. Dia segera melempar pandangan ke arah wanita yang masih berbaring di sofa dengan tubuh polosnya.

"Oke sebentar lagi selesai, suruh Nyonya tunggu 5 menit lagi." Demian segera menutup telepon dan segera menggendong wanita tersebut ke dalam kamar mandi.

Tidak lupa dia membereskan semua pakaian yang berceceran, "pakai ini, Flora ada di bawah," Demian berbisik lirih.

"Apa?" Mata wanita tersebut membulat sempurna, dia segera sadar dan merapikan dirinya. Tidak biasanya wanita itu kemari, kenapa mendadak seperti ini?

Demian segera merapikan diri dan ruangannya. Membereskan kertas yang berserakan dan tisu yang bertebaran di mana-mana.

Saat dirinya selesai, dalam waktu yang bersamaan pintu terbuka. Tubuhnya membeku, nyawanya serasa lepas dari jasad karena terkejut.

Sepasang tangan lembut memeluknya mesra, terasa hawa hangat yang berhembus di punggungnya.

Demian sedikit lega, setidaknya dia aman kali ini. Tidak ada kecurigaan padanya. Dia segera memutar badan dan memeluk mesra wanita di hadapannya.

Mata Flora menatap aneh ke arah kemeja yang di pakai suaminya, kenapa suaminya memasang kancing yang tidak sejajar, sehingga kerah kemeja naik sebelah. Tubuhnya juga berkeringat?

"Kau tidak apa-apa Sayang?" tanya Flora lembut.

"Ti-dak, aku baik-baik saja. Apa ada yang aneh?" jawab Demian yang masih belu sadar dengan kemejanya.

Flora menyapu ruangan dengan mata tajamnya mencoba mencari kejanggalan pada ruang kerja suaminya ini. Pasti ada yang tidak beres.

Matanya tertuju pada suatu benda yang berada di atas sofa, dia segera melangkah mendekatinya. Namun langkanya terhenti karena Demian menghalanginya.

Dia melempar tatapan penuh tanda tanya,

"Kau mau kemana?" tanya Demian gelisah.

"Ke sofa, emang kenapa?" sahut Flora.

Flora mendorong tubuh sang Suami dan meraih remot AC, memastikan suhu ruangan Demian. Alisnya bertaut, sejak kapan suaminya lupa untuk menghidupkan AC.

"Kamu mau uji nyali, kenapa AC nya nggak di hidupin?" Flora tersenyum manis.

Dia merasa bersalah telah mempunyai pemikiran buruk kepada suaminya akibat kemejanya itu. Dia melangkah mendekati sang Suami dan membuka kancing bajunya.

Demian meraih pinggul sempit dan menarik Flora kedalam dekapannya, sebisa mungkin dia untuk bersikap biasa saja agar istrinya tidak curiga.

Semoga dengan seperti ini Flora tidak curiga,

"Apakah aku melupakan sesuatu, sampai kau datang kemari tiba-tiba seperti ini?" tanya Demian sambil mengecup kening Flora.

Tepat seperti dugaan, sang suami sibuk dengan aktifitas kantor yang kian padat. Flora menarik kerah Demian dan mendekatkan bibirnya ke telinga.

"Aku sudah boking kamar di tempat pertama kita bertemu, jadi bisakah kita pergi sekarang?" Flora berbisik dan meninggalkan kecupan mesra.

Baru kali ini sang istri memiliki inisiatif, biasanya dia tak pernah seperti ini. Apa yang terjadi padanya, tetapi Demian menyukai Flora saat ini.

"Sepertinya kau sangat tidak sabar," ucap Demian tersenyum nakal, dia semakin mempererat dekapannya.

Flora membuka kancing kemeja Demian satu persatu, tatapan mata tajamnya menatap paras tampan yang selama ini telah memberikannya cinta tulus dulu.

Sebenarnya Flora ingin segera keluar dari ruangan ini, namun entah mengapa dia ingin memulai permainannya disini.

Jantung berdebar kian cepat, untung saja pengaruh obat perangsang masih bereaksi, kalau tidak. Dia tidak akan tau apa yang akan istrinya pikirkan.

Sementara seorang di dalam kamar mandi sudah menggigil kedinginan, entah kenapa wanita bodoh di luar sana menaikkan suhu AC. Saat ini ruangan ini seperti Kutub Utara, terlebih di kamar mandi.

Yang lebih menyebalkan lagi, kedua orang di luar sedang bercumbu mesra. Mau atau tidak dia harus menunggu mereka sampai selesai bertempur.

"Argh dasar bajingan," ucap wanita itu lirih.

Hanya kurang satu kancing lagi, maka otot kekar Demian terekspos bebas. Semua otot ini bagaikan roti tawar yang siap untuk di santap.

Jemari lentik Flora mulai membuka sisa kancing dan membuang kemeja Demian ke segala arah, perlahan dia membuka kancing pengait yang masih menahan pusaka hebatnya itu.

Terukir senyum nakal di wajah cantik Flora, tangan Demian sudah menari indah di punggung mulus Flora beberapa inci lagi sudah bisa melepas gaun yang melekat pada tubuh indahnya.

"Kau sangat cantik malam ini," ucap Demian mendekatkan wajahnya ke Flora.

Tak ada jawaban, jemari Flora bergerak semakin lincah membuka sabuk yang membentengi banteng yang sudah siap untuk bertempur.

"Sepertinya aku mencium bau betina lain disini," ucap Flora dengan tatapan tajam.

Nyawa Demian terasa benar-benar lepas dari tubuhnya kali ini, dia tak percaya dengan apa yang dia dengar.

"Maksud mu?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bingkai Suami, Keadilan Sengit Istri
9.7
Kupikir jaksa Baskara Aditama adalah penyelamat, tetapi dia justru menjebloskanku ke Lapas Cipinang demi melindungi Valerie. Tiga tahun menderita di penjara, aku bebas hanya untuk dipermalukan di pesta mereka hingga hampir mati akibat pendarahan internal. Baskara bahkan tega memalsukan rekam medis demi menutupi aksi kejinya. Kini, harapanku telah musnah dan berganti menjadi ambisi balas dendam membara. Aku bersumpah akan menghancurkan karier, reputasi, serta semua hal yang dia cintai.
Sampul Novel Dendam Cinta dan wanita
8.3
Zheyya, seorang gadis biasa, dipertemukan dengan Kanha yang berjiwa playboy. Walau kehidupan mereka bertolak belakang, rasa benci di dada perlahan terkikis oleh tumbuhnya benih-benih asmara. Lewat pergolakan antara obsesi egois dan keikhlasan hati, keduanya dipaksa memahami kapan harus berjuang atau merelakan. Hubungan ini membawa gejolak emosi bagai tetesan air di padang gersang. Akankah takdir menyatukan cinta mereka pada akhirnya?
Sampul Novel Dijodohin
8.0
Hidup selalu menuntut bayaran atas apa yang diberikan, sebuah realitas kelam yang terlambat disadari seorang gadis muda. Demi merengkuh kebahagiaan semu, ia terlanjur menyerahkan masa mudanya ke dalam jerat pernikahan yang dijodohkan. Kini, di usianya yang masih sangat belia, ia harus menanggung konsekuensi berat dari keputusan besar tersebut. Langkah itu telah mengubah seluruh takdir dan jalan hidupnya untuk selamanya.
Sampul Novel HASRAT, CINTA, DAN PENGORBANAN
9.1
Inara, seorang office girl di perusahaan migas Dhananjaya, terpaksa menjadi asisten pribadi Raka yang angkuh akibat kesalahannya. Di tengah hancurnya persahabatan Inara karena cinta segitiga antara Bara dan Alexa, Raka hadir mendekatinya. Namun, asmara mereka terhalang oleh kembalinya mantan istri Raka serta tekanan dari sang ibu tiri. Situasi kian rumit saat Daniel, kakak Raka yang difabel, mulai memanfaatkan Inara untuk agenda pribadinya.
Sampul Novel Saat Kupergi, Bunga Bermekaran
8.0
Kehamilan dari program bayi tabung keenam seharusnya menjadi kado terindah di tahun kedelapan pernikahan dengan Renaldo Santoso. Namun, bukti perselingkuhan Renaldo dengan teman masa kecilnya yang juga hamil menghancurkan segalanya. Sadar dikhianati oleh seluruh keluarga suaminya, sang istri memutuskan pergi tepat di hari jadi mereka, meninggalkan janji kebun mawar yang diingkari. Kini, saat Renaldo menyesal, mencari ke seluruh dunia, dan memohonnya kembali, semuanya telah terlambat.
Sampul Novel Terpaksa Berpisah
9.4
Pernikahan Sara hancur secara tragis setelah ia dikucilkan oleh keluarga suaminya hanya karena kesalahpahaman kecil. Enggan meratapi nasib, Sara memilih bangkit demi menuntut balas. Ia kini memimpin perusahaan sang kakek dan bertekad membongkar segala kebusukan keluarga Atkinson. Meski begitu, jalan balas dendamnya penuh rintangan. Akankah Sara berhasil menghancurkan mereka, atau justru Rion, sang mantan suami, yang akan maju untuk menghentikan misi besarnya?