APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tentara Langit Penjaga Hati

Tentara Langit Penjaga Hati

Kegagalan pernikahan masa lalu membuat Letnan Satu Wardana kehilangan rasa percaya diri untuk kembali membuka hati. Namun, pertemuannya dengan Zanna mengubah segalanya. Wardana harus berjuang keras demi mendekati wanita tersebut, sementara Zanna yang didera trauma mendalam telah bersumpah untuk menutup diri dari pria mana pun seumur hidupnya. Mampukah ketulusan dan perjuangan gigih sang tentara meruntuhkan benteng pertahanan kokoh yang dibangun Zanna?
Bab
Bagikan

Bab 3

Bangunan dengan dinding bergambar aneka binatang dan bunga warna warni berdiri dengan kokoh. Empat ruangan belajar, satu aula, serta satu ruangan untuk staf pengajar. Berbagai macam permainan untuk melatih motorik anak juga terpasang di halamannya. Wardana mengandenga tangan kecil Ken memasuki gerbang bangunan tersebut. PAUD Permata Hati tempat sekolah Ken. Beberapa guru menyambut kedatangan muri-murid yang sebagian besar masih ditemani ibu mereka, tetapi tidak dengan Ken.

Bu Anggun dan Miss Irawati guru kelas Mentari—kelas Ken—terlihat tersenyum saat melihat Ken berjalan manja satu langkah di belakang papanya. Ken memberikan salam pada dua gurunya lalu meletakkan tas serta kotak bekalnya di tempat yang sudah disediaka. Wardana berbincang sebentar dengan dua guru anaknya tersebut. Meminta waktu untuk membahas tentang perubahan sikap Ken akhir-akhir ini.

“Assalamuaikum Bu. mohon ijin minta waktu sebentar untuk membahas tentang Ken, bisakah?” tanya Wardana sopan pada dua perempuan yang masih lajang tersebut.

“Waalaikumsalam, Pak. Insyaallah bisa. Nanti dengan Bu Anggun saja, kebetulan saya ada pembelajaran bahasa inggris di kelas langit,” jawab Miss Irawati dengan lembut. Guru Ken yang satu ini memang sejak dari pertama sudah mencuri perhatian duda keren tersebut. ‘Adem kalau lihat wajah Miss Ira’ begitu kata hati Wardana.

“Dengan siapa saja bisa Miss. Terimakasih atas waktunya,” jawab Wardana dengan senyum yang membuat Bu Anggun semakin terpesona.

“Mari Pak. Kebetulan pagi ini kelas Ken ada pembelajaran Agama bersama Ustad Fahmi. Slahkan ke kantor,” Bu Anggun mempersilahkan Wardana untuk menunggu di kantor terlebih dahulu.

Ruangan lima kali lima meter dengan beberapa set meja dan kursi kerja untuk staf pengajar di PAUD ini. Satu set sofa terletak di tengah-tengah ruangan yang berfungsi untuk menerima tamu. Berhadapan langsung dengan meja kepala sekolah. Wardana menunggu Bu Anggun sambil memperhatikann sekeliling ruangan. Ring… ring… tanda bel masuk berbunyi. Tidak lama Bu Anggun memasuki ruangan kantor lantas duduk di hadapan Wardana.

“Maaf Bu sebelumnya kalau mengganggu waktu Bu Anggun,” Wardana membuka percakapan.

“Nggak apa-apa, Pak. Semua demi tumbuh kembang Ken. Apa yang ingin Bapak tenyakan tentang Ken?” jawab Bu Anggun dengan lembut. Tatapan kagumnya tidak bisa lepas dari wajah duda muda itu.

“Beberapa hari terakhir Ken seperti malas untuk bersekolah. Apalagi dua hari terakhir Ken sama sekali tidak mau berangkat kalau tidak dibujuk terlebih dahulu,” jelas Wardana.

“Memang Pak, di dalam kelas Ken juga lebih banyak melamun, seperti tidak fokus dalam menerima pelajaran. Saya dan Miss Ira sebagai wali kelas Ken sudah menanyakan pada Ken dan melakukan observasi pada aktifitas Ken selama di sekolah, dan kami sudah mendapatkan hasil….” Bu Anggun sejenak menghela napas mengingat apa yang terjadi pada anak didiknya tersebut.

“Apa hasilnya, Bu?” Wardana penasaran karena Bu Anggun menjeda penjelasannya.

Dengan tatapan penuh harap Wardana memandang guru berambut hitam sebatas pundak itu. Jelas Bu Anggun yang ditatap seketika merona pipinya. Wardana melihat perubahan itu lalu berdehem untuk keluar dari situasi yang bisa membuat salah paham pada guru anaknya.

“Ehem…”

“Eh, maaf Pak. Saya mewakili pihak sekolah sebelumnya meminta maaf pada Bapak selaku orang tua Ken. Kami merasa kecolongan karena hal ini terjadi di sekolah kami. Ken mendapat perundungan dari beberapa murid dari kelas di atas Ken. Rupanya hal itu yang membuat Ken jadi rendah diri dan tidak mau bersekolah,” penjelasan Bu Anggun cukup membuat Wardana terkejut. Dirinya sama sekali tidak menyangka kalau anaknya akan mengalami hal yang melukai perasaannya.

“Lalu pihak sekolah sudah mengambil tindakan apa pada anak yang melakukan perundungan terhadap Ken? Dan bagaimana reaksi orang tuanya mengetahui anaknya sudah berbuat jahat demikian?” jujur Wardana merasa penasaran dengan hal tersebut.

“Kami sudah memberikan peringatan dan skorsing selama satu minggu. Kebetulan hari ini Pak Wardana datang ke sekolah. Maka kami akan menjembatani mediasi antara Bapak dengan orang tua anak tersebut untuk meminta maaf pada Bapak dan Ken,” Bu Anggun meminta ijin untuk menghubungi orang tua kakak kelas Ken tersebut.

Tidak lama datanglah Murwani dengan seorang perempuan paruh baya. Wardana tersenyum masam mendapati kenyataan kalau anak sambung mantan istrinya sudah melukai hati anak kandungnya. Murwani tampak terkejut melihat Wardana sudah menunggu di kantor. Tadi Bu Anggun mengabarkan kalau orang tua murid yang mendapat perundungan dari anak sambungnya sudah hadir di sekolah, tetapi justru ada mantan suaminya di sana. Berarti Ken yang mendapat perlakuan buruk dari Edo anak suaminya sekarang.

Wardana merasa beruntung karena yang menjadi mediator adalah Miss Ira, sehingga dirinya tidak merasa canggung. Wardana mendengarkan penuturan perempuan paruh baya yang datang bersama Murwani. Dengan lantang dan tegas perempuan yang ternyata ibu Prapto tersebut membela Edo cucu kesayangannya. Tanpa tahu kejadian yang sebenarnya, nenek tersebut justru menyalahkan Ken. Sampai-sampai menyalahkan ibunya Ken yang tidak becus mendidik Ken. Tanpa sadar Wardana tertawa sambil memandang sinis kearah Murwani. Sedang yang ditatap hanya menunduk.

“Kenapa anda tertawa! Lelaki macam begini yang nggak bisa mendidik bini, makanya anaknya juga ikut bengal!” bentak Bu Nenden—nenek Edo—pada Wardana tanpa mau mendengar penjelasan dari Miss Ira yang tahu kejadian sebenarnya.

Dengan masih tersenyum Wardana hanya mengucapkan terimakasih dan meminta maaf pada Bu Nenden dengan tetap melirik tajam pada mantan istrinya. Justru Bu Nenden merasa tidak dihormati oleh Wardana karena tawa lelaki berhidung mancung itu belum juga reda. Miss Ira yang melihat gelagat tidak baik segera menengahi dan menjelaskan apa yang sebenarnya terjadi antara Ken dengan Edo. Pada awal penjelasan Bu Nenden tidak percaya bahkan tidak terima jika Edo yang dituduh melakukan perundungan, tetapi setelah Miss Ira memanggil Pak Ahmad—penjaga sekolah—dan Bu Esmeralda—ibu teman akrab Edo—yang menyaksikan kejadian tersebut selain Miss Ira.

Setelah mendengar penuturan para, Murwani meminta maaf pada Wardana. Saat mantan istrinya itu ingin meminta maaf pada Ken, papanya langsung melarangnya. Wardana hanya tidak mau Ken kembali terluka. Biar cukup hanya dirinya yang menerima hal penoreh hati ini. Kali ini tidak hanya Wardana yang terluka tetapi Murwani juga merasa hancur saat dirinya dilarang menemui Ken. Hatinya begitu rindu dengan anak sulungnya. Celoteh Ken yang dulu terasa berisik di telinganya sekarang begitu dirindukannya.

Murwani telihat murung setelah keluar dari kantor PAUD. Jalannya terasa lamban hingga tertinggal jauh oleh mertuanya. Saat melewati ruang kelas Ken, airmata Murwani sudah tidak terbendung lagi. Perempuan yang sebelum menikah berprofesi sebagai model yang cukup diperhitungkan sepak terjangnya di atas catwalk itu, baru merasa menyesal telah meninggalkan anak lelakinya. Semakin teriris batin Murwani saat mendapati anak sambungnya justru berbuat jahat pada anak kandungnya.

Tatapan nanar Murwani hanya tertuju pada bocah berkulit bersih dengan mata agak sipit. Hati Murwani terasa tercabik setelah menerima kenyataan kalau dirinya sekarang hanya bisa memandang dari kejauhan tanpa bisa memeluk raga kecil yang dulu selalu diabaikannya. Akhirnya hanya penyesalan yang membuat dirinya bagai di neraka dunia. Terlebih karena tersiksa rindu pada buah hatinya. Pukulan keras di bahu kanan Murwani membuat perempuan yang sedangserius melihat kedalam kelas mentari terkejut setengah mati.

“Ngapain kamu masih di sini? Ditunggu dari tadi nggak muncul-muncul ternyata malah bengong kayak sapi ompong aja. Buruan, kesiangan kita nanti!” suara Bu Nenden lumayan kencang hingga membuat beberapa orang yang melintas menatap heran kearah mereka.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya saat koma, tetapi setelah sadar, ia malah menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi meninggalkan segalanya dan menuju bandara.
Sampul Novel Find Me In Your Memory
8.6
Sessil pernah melewati kisah cinta singkat yang membara bersama Andrew di resort, hingga pria itu pergi tanpa kabar. Setahun berlalu, Andrew tiba-tiba kembali sebagai tunangan sepupu Sessil dan berpura-pura asing dengannya. Namun, sebuah insiden kematian mendadak mengubah segalanya saat Andrew justru memilih menikahi Sessil. Sanggupkah Sessil bertahan dalam ikatan pernikahan paksa dengan pria yang dahulu mencampakkannya?
Sampul Novel Gadis Penyuka Hujan
8.5
Setiap kali rintik hujan membasahi malam yang dingin, seorang siswi SMA kembali terjerat dalam memori kelam masa lalunya. Di balik tirai air itu, ia memendam duka mendalam serta realitas pahit sebagai remaja yang sedang mengandung. Perjalanan emosional ini menyoroti perjuangannya menghadapi luka lama yang terbuka kembali, sembari memikul beban hidup yang teramat berat di usia muda. Kisah pilu tentang rahasia, kesedihan, dan kenyataan hidup yang tak terelakkan.
Sampul Novel Kuhempaskan Suami Benalu dan Keluarganya
8.6
Hidup Shanum hancur seketika saat Arya, suaminya, membawa Anara pulang sebagai istri kedua. Selain dikhianati, ia juga dicap mandul dan dituduh sebagai parasit oleh mertuanya yang sombong. Namun, Shanum tidak mau terus terpuruk dalam kesedihan. Dengan kepala dingin, ia mulai menyusun rencana balas dendam yang berkelas. Kini, saatnya membongkar siapa benalu sesungguhnya. Shanum siap mendepak suami serta mertua tidak tahu diri itu dari kehidupannya untuk selamanya.
Sampul Novel Lovely Rivalry
8.5
Di SMA Melody, Kayana Setyawan, si Ratu Es kaya raya, terlibat rivalitas sengit dengan Naruga Indra, pemuda sederhana yang genius fisika. Perbedaan kasta memicu perseteruan tajam di antara mereka. Namun, sebuah insiden berdarah di sekolah memaksa keduanya bersatu. Memadukan kekuasaan harta Kayana dan logika tajam Ruga, mereka menyelidiki misteri siswa yang koma. Di tengah persaingan ini, benih cinta tak terduga mulai menguji integritas dan menyatukan perbedaan dunia mereka.
Sampul Novel Skandal Panas Presdir Tampan
8.0
Damien D'Arcy, pemilik hotel mewah yang kerap mempermainkan wanita, mengalami perubahan hidup total setelah bertemu Chiara, seorang resepsionis di Italia. Tujuh tahun pasca-hilangnya Chiara, Damien hidup menderita akibat masalah kesuburan dan kehilangan harta demi kompensasi cerai. Saat kembali ke Italia, sebuah prosedur donor darah mengungkap rahasia besar: ia bertemu anak yang sangat mirip dengannya dan Chiara yang kini bersikap dingin.