APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tawanan Cinta Tuan Jackson

Tawanan Cinta Tuan Jackson

Michelle Wilson, gadis 22 tahun, menolak lamaran Jackson Lee, miliarder tampan berputasi buruk. Bagi Michelle, kekayaan melimpah Jack tak mampu menutupi sifatnya yang gemar bergonta-ganti pasangan. Menikahi pria hidung belang seperti Jack adalah hal menjijikkan yang sangat ia hindari. Penolakan tegas ini tentu menjadi tamparan keras bagi sang miliarder. Bagaimana reaksi Jack saat pesona pemikatnya dipatahkan begitu saja oleh Michelle?
Bab
Bagikan

Bab 3

Hari ini Michelle akan pergi ke rumah Jackson. Ia sudah merasa yakin dengan keputusan yang telah ia ambil. Bagaimana pun, keluarganya harus terbebas dari hutang budi dari keluarga Lee. Meskipun ia harus menjadi pelayan untuk Jack. Jika tidak begitu, pria itu pasti tidak akan pernah berhenti mengganggu kehidupannya dan juga keluarganya.

"Michelle, kau yakin dengan keputusanmu?" tanya Rose terlihat khawatir dengan putrinya.

"Aku yakin, Bu. Sangat yakin!" jawab Michelle mantap.

"Tapi, apa tidak ada cara lain. Kenapa harus dengan cara seperti ini?" tanya tuan Wilson tidak setuju.

"Ini lebih baik, dari pada aku harus menikah dengannya."

Michelle segera menarik koper miliknya keluar dari kediaman. Rupanya di depan sudah ada mobil dan supir Jackson yang menjemputnya.

"Kau siapa?" tanya Michelle bingung.

"Saya supir Tuan Jackson yang diperintahkan untuk menjemput Anda. Silakan masuk." Supir itu membukakan pintu mobil bagian penumpang untuk Michelle.

Tanpa basa-basi lagi, gadis itu pun masuk. Sedangkan supir itu meletakkan koper miliknya ke bagasi belakang. Setelah selesai, ia segera menyusul ke mobil dan membawa Michelle menuju ke kediaman Jack.

***

Mobil berhenti di sebuah mansion mewah milik Jackson. Setelah sang supir membukakan pintu, Michelle langsung turun. Ia terperangah tak percaya menyaksikan pemandangan di hadapannya. Ia pikir, dia akan menjadi pelayan di kediaman keluarga Lee. Tidak disangka ia justru dibawa ke mansion milik Jack sendiri.

Luar biasa. Ia baru ingat jika Jack juga bukan orang sembarangan, sudah pasti ia akan memiliki kediamannya sendiri.

"Mari, Nona?" ujar supir laki-laki itu setelah mengeluarkan koper Michelle dari mobil dan membawakannya masuk.

Michelle mengikuti dari belakang. Saat masuk, ia dibuat makin tak percaya dengan pemandangan di dalam mansion. Selain mewah sekaligus megah, mansion itu juga memiliki puluhan pelayan dan penjaga. Fantastis.

"Selamat datang. Bagaimana, menyenangkan saat menuju kemari?"

Rasa takjub gadis itu perlahan sirna kala pemilik mension memperlihatkan wujudnya.

"Jadi, bisakah aku mulai bekerja sekarang?" tanya Michelle yang tidak ingin berlama-lama berhadapan dengan Jack.

"Oh, rupanya kau semangat sekali ingin bekerja di sini," ujar Jack sedikit tersenyum. Gadis itu tidak menjawabnya.

"Baiklah, kau bisa bekerja. Bibi An yang akan memberitahukan semuanya padamu. Dia kepala pelayan di sini."

Wanita paruh baya yang bernama An itu membungkuk hormat pada Michelle.

"Baiklah, aku pergi dulu. Nikmatilah hari mu bekerja di sini," ucap Jack berlalu pergi dengan di ikuti supirnya tadi meninggalkan mansion untuk menuju ke kantornya.

"Baik, Nona. Mari ikut saya," ujar pelayan itu setelah kepergian majikannya.

Dengan menyeret koper miliknya, Michelle mengikuti langkah wanita itu dari belakang.

"Ini adalah kamar Anda mulai sekarang," ucap pelayan An memperlihatkan sebuah kamar mewah untuk Michelle.

"Ini kamarku? Apa ini tidak salah bibi An?" ujar Michelle tidak percaya.

"Tidak, Nona. Ini memang kamar yang dipersiapkan Tuan untuk Anda," jawab pelayan wanita itu sungguh-sungguh.

"Kenapa tidak di kamar pelayan saja seperti yang lain?"

"Saya tidak tahu, tuan yang memintanya."

"Cih! Orang itu pasti memiliki maksud lain," batin Michelle yang merasa curiga dengan Jack yang memperlakukannya berbeda. Ah, tapi sudahlah. Itu justru bagus untuknya, setidaknya derajatnya tidak akan jatuh bila harus tidur di kamar pelayan.

"Baiklah, terima kasih kalau begitu bibi An," ucap Michelle kemudian.

"Baik. Dan ini seragam untuk Anda bekerja." Pelayan An memberikan pakaian pelayan khas di mansion Jack yang ia ambil dari salah satu pelayan yang ikut dengannya juga.

"Terima kasih," ucap Michelle setelah menerima pakaian itu.

"Anda berganti  lah dan setelah itu kembali ke depan. Saya dan pelayan yang lain akan menunggu dan memberitahu apa saja yang akan Anda kerjakan selama bekerja di sini."

"Hmm," angguk Michelle.

Setelah itu pelayan An dan pelayan satunya undur diri dari kamar Michelle. Seusai menutup pintu, gadis itu segera mengganti pakaiannya.

Michelle menatap dirinya di cermin. Penampilannya kini telah berubah menjadi seorang pelayan.

"Cih, jika bukan karena sayang dengan keluarga ku, aku takkan sudi menjadi pelayan Jack sialan itu!" umpatnya dengan kesal. Lantas, bergegas keluar menemui pelayan An di ruang utama.

***

Setelah mendapat penjelasan banyak dari pelayan An, Michelle langsung melakukan pekerjaan membereskan mansion dengan pelayan lain. Ia tidak percaya, hidupnya yang selama ini seperti tuan putri mendadak berubah dalam sekejap dengan menjadi seorang pelayan.

Awalnya ia melakukan pekerjaannya dengan baik. Namun, tidak lama kemudian, ia merasa risih saat mendengar pelayan lain berbisik-bisik membicarakan dirinya.

"Menyebalkan!" desisnya pelan. Lantas bergegas pergi dari tempatnya dan keluar dari mansion untuk membuang plastik kantong sampah di luar.

Michelle menyeka keringat yang mengucur di dahinya. Cuaca saat ini sangat panas dan dia lelah karena tidak biasa bekerja bersih-bersih seperti yang ia lakukan sekarang ini.

"Dia sungguhan kaya, tapi untuk apa dia masih menagih hutang dari keluargaku?" gumamnya sambil menatap sekeliling mansion serta halaman yang begitu luas milik Jack.

"Tempat ini begitu luas. Sepertinya aku harus mencari jalan keluar yang aman untuk bisa kabur dari sini jika terjadi apa-apa denganku," ucapnya diselingi tawa hambar.

Setelah puas dengan isi pikirannya, ia pun kembali masuk.

***

"Bibi An, aku ingin tanya sesuatu padamu," kata Michelle ketika mereka tengah menikmati makan siang.

"Tanya apa, Nona?" ujar pelayan itu dengan sopan.

"Sejak kapan Jack, ah, maksudku tuan Jackson tinggal di mansion ini. Kenapa dia tidak tinggal di kediaman Lee, bukankah dia pewaris keluarga itu?"

"Tuan sudah lama tinggal di mansion ini, Nona. Itu karena dia tidak ingin selalu bergantung pada status keluarga Lee. Maka dari itu, dia mendirikan perusahaan sendiri agar tidak perlu tinggal di kediaman Lee lagi dan hidup mandiri."

"Mandiri? Lalu kenapa dia membutuhkan pelayan?" sahut Michelle berniat menyindir.

Pelayan itu hanya tersenyum. "Bagaimanapun, tuan adalah pria lajang yang belum memiliki istri. Tentu saja dia perlu membutuhkan seorang pelayan untuk mengurusinya dan juga kediamannya."

Jawaban menohok pelayan An menusuk tepat ke hati Michelle. Apa maksudnya tadi dia balas menyindir dirinya karena tidak setuju menikah dengan Jack dan malah memilih menjadi pelayannya, begitu?

Lagipula siapa yang sudi jadi istri pria gila itu, pikirnya.

"Apa ada yang ingin Anda tanyakan lagi, Nona?" tanya pelayan itu menyadarkan Michelle dari lamunannya.

"Ah, tidak ada. Terima kasih," jawab Michelle berusaha tersenyum.

"Baiklah, kalau begitu saya permisi."

Gadis itu mengangguk bersamaan dengan pelayan An yang pergi dari hadapannya.

Di tempat lain, Jack tengah mengawasi Michelle di kantornya sendiri lewat kamera pengawas yang sudah ia pasang di penjuru mansion-nya serta telah terhubung dengan laptop miliknya. Ia sangat penasaran dengan kerja gadis itu, dan apa kira-kira yang akan dia lakukan selama dirinya tidak ada.

Setelah melihat Michelle selesai berbicara dengan pelayan An, ia segera meraih ponselnya dan segera menghubungi nomor kepala pelayannya itu.

"Apa saja yang dia lakukan selama di mansion?" tanya Jack pada pelayan An di seberang sana.

"Dia bekerja dengan sewajarnya, Tuan."

"Tidak melakukan hal yang mencurigakan?"

"Tidak, Tuan."

"Baiklah, awasi dia terus."

Setelah itu panggilan ia matikan. Pria itu menatap kembali layar monitor yang memperlihatkan Michelle tengah sibuk bekerja di mansion-nya.

Ia mendadak tersenyum melihat Michelle mengenakan pakaian pelayan. Terlihat sangat seksi menurutnya.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Kembali Bukan Untuk Cinta
9.8
Setelah insiden malam pengantin yang menjebak Bara, Ayla diusir hingga harus mengasingkan diri ke luar negeri. Di sana, ia membangun kehidupan yang mapan dan merawat anaknya tanpa pernah diketahui Bara. Kini, takdir memaksanya pulang demi menuntaskan sebuah misi rahasia yang mempertaruhkan reputasinya. Walau dicap sebagai wanita murahan dan harus menghadapi pria yang ia benci, Ayla pantang mundur demi memperjuangkan tujuan krusial hidupnya.
Sampul Novel Delasio
8.0
Kebiasaan Alesio mempermainkan wanita hancur seketika saat Adela mempermalukannya di depan publik. Namun, ketika musuh-musuh berdatangan untuk menjatuhkan Alesio, Adela justru hadir menyelamatkannya. Dari sana, hubungan mereka berkembang menjadi persahabatan erat. Sayangnya, kedekatan ini perlahan menguak rahasia kelam masa lalu yang saling terikat. Saat luka lama terungkap, Alesio memilih menjauh dan menyesali persahabatan yang kini dianggapnya tak pernah boleh ada.
Sampul Novel ISTRI YANG TERSISIHKAN
9.5
Demi bersanding dengan Andre, Aisyah Zuhaira rela mengabaikan restu orang tuanya. Namun, impian indahnya hancur saat sang suami dan mertua mulai memperlakukannya dengan sangat kejam tanpa alasan yang jelas. Di tengah siksaan batin tersebut, sebuah rahasia kelam yang selama ini tersembunyi akhirnya mulai terkuak. Kini, Aisyah dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam penderitaan atau melangkah pergi meninggalkan pernikahan ini.
Sampul Novel Penjara Cinta Tuan Billionare
8.7
Dominique Anastasia berjuang keras menjauh dari Haiden Aramgyan, mantan pacar yang menjadi mimpi buruknya. Walau dikenal sebagai miliarder sukses yang memikat banyak wanita, bagi Dominique, Haiden adalah sosok posesif yang sangat mendikte. Sebaliknya, kekayaan melimpah tidak menghentikan obsesi Haiden untuk terus memburu Dominique. Bagi pria itu, daya tarik manis sang mantan adalah segalanya, dan ia bertekad untuk kembali mengurung Dominique dalam genggamannya.
Sampul Novel Terjebak Dalam Janji Miliarder
8.5
Akibat kondisi mental ibunya, Nadira terus-menerus menghadapi cemoohan orang. Demi melunasi biaya medis sang ibu, ia terpaksa mengambil jalan pintas dengan bekerja di dunia malam yang keras. Di saat terdesak, seorang miliarder datang menawarkan kesepakatan besar yang bisa mengubah hidupnya. Namun, harga dari kesuksesan baru ini ternyata sangat mahal. Nadira kini terjebak dalam dilema besar, meragukan keputusannya sendiri sambil terus mencari jalan menuju kebahagiaan sejati.
Sampul Novel Terlahir Kembali Setelah Dicelakai Suamiku
8.9
Saat putra mereka mengalami diseksi aorta, sang suami yang merupakan spesialis jantung justru menyalahkan istri dan anaknya atas kematian teman masa kecilnya, Sophia. Setelah meracuni keluarganya sendiri sebagai aksi balas dendam, sang istri tiba-tiba terbangun di hari suaminya menerima telepon dari Sophia di kehidupan kedua. Dalam novel romantis misteri ini, sang istri memilih menyelamatkan putranya sendiri tanpa memohon pada suaminya, tetapi sang suami justru berakhir berlutut meminta maaf.