APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Takdir Cinta Siluman Rubah

Takdir Cinta Siluman Rubah

Air mata Dean jatuh saat melihat Lee Dari pergi menjauh. Sejak terdampar di pulau terpencil, cinta beda dunia mereka tumbuh penuh risiko. Dean tahu kepergiannya mengancam nyawa Dari, karena gadis itu hanya bisa bertahan hidup di dekat jantung hatinya. Namun, Dean memilih pulang ke dunianya dan meninggalkan Dari sendirian. Dari menyaksikan pengkhianatan itu dengan pedih. Kepergian diam-diam Dean perlahan membunuhnya dalam kesedihan mendalam.
Bab
Bagikan

Bab 2

Besoknya tepat pukul 4 pagi mereka sudah bersiap untuk segera ke bandara. Mobil yang mereka pesan untuk mengantarkan mereka sudah menunggu di depan hotel.

“Sudah semuanya anak-anak?” tanya Pak Budi. “Jangan sampai ada yang ketinggalan,” tambah pak Budi mengingatkan

“Baik Pak,” jawab mereka serempak.

Hari itu jadwal mereka untuk belajar mengenai budaya Korea telah selesai dan saatnya mereka kembali ke Indonesia untuk melanjutkan pembelajaran di SMA Internasional Number One School (INOS).

Setelah cukup lama mereka menunggu di bandara akhirnya pesawat yang akan mereka naiki telah siap dan mereka pun segera masuk ke dalam pesawat.

Satu-persatu mengantre memasuki pesawat. Dean yang masih membawa boneka rubah di saku celananya sempat memegangnya sebentar untuk memastikannya bahwa boneka itu masih bersamanya.

Dean duduk di kursinya yang bersebelahan dengan Rafael. Seperti biasa mereka sempat bercanda sebelum akhirnya pesawat mulai lepas landas.

Dean meraih boneka rubah di dalam saku celananya dan menatapnya dalam-dalam. Dean benar-benar terpana melihat boneka rubah yang terlihat sangat cantik itu.

“Gila Lo. Boneka itu mau dibawa ke Indonesia?” tanya Rafael dengan wajah muka mengejek.

“Iya. Memangnya kenapa? Kenapa Lo ketawa gitu. Emang ada yang lucu?” tanya Dean.

Dean tak habis pikir mengapa Rafael seperti memandang rendah boneka rubah yang menurutnya sangat unik. Bagi Dean tak masalah dari manapun sebuah benda itu berada asalkan dirinya menyukainya maka ia akan membawanya sampai ke rumahnya yang seperti istana.

“Ya ngga apa-apa sih Cuma kok Lo mau sih bawa bawa boneka kucel itu ke Indonesia. Kalo Lo suka banget sama boneka kenapa ngga beli aja,” ucap Rafael.

“Ngga penting banget sih. Kenapa harus beli kalo emang aku suka sama yang ini.”

“Lagian kok cowok suka sama boneka. Jangan-jangan Lo ....” Rafael menghentikan kalimatnya. Namun, Dean merasa arah perkataan Rafael sepertinya akan merendahkannya.

“Kenapa! Lo mau bilang gue banci karena bawa boneka ini? Terserah Lo aja lah. Gue ngga peduli Lo mau bilang apa,” kata Dean yang saat itu langsung menutup matanya untuk tidur.

Dean merasa akan sangat buang-buang waktu menanggapi Rafael yang selalu mempermasalahkan boneka rubah yang dibawanya. Padahal Dean tak memandang bagaimana bentuk dan rupa sebuah benda. Ia bahkan menyimpan dengan baik mainan angklung kecil peninggalan ibunya yang harganya pun tak seberapa bahkan sampai bentuknya usang karena sudah sangat lama.

“Padahal gue ngga mau bilang gitu loh. Lo sendiri yang bilang,” ucap Rafael seolah belum ingin mengakhiri percakapan mereka, tapi Dean sudah enggan menanggapi Rafael sehingga ia memilih untuk mengacuhkannya.

Dean yang masih memegang boneka rubah itu dalam pangkuannya kembali memasukkannya ke dalam saku celananya. Masih dengan mata terpejam, Dean menarik kupluk Hoodie-nya hingga menutupi kedua matanya dan kembali tidur.

Baru sekitar setengah jam pesawat lepas landas tiba-tiba mengalami masalah. Seketika para siswa yang sempat menjalani matanya kembali terbangun dan merasa panik.

Pesawat oleng tak karuan membuat para awak pesawat yang ada di dalamnya kehilangan keseimbangan. Seorang pramugari mengingatkan untuk tetap tenang meski pesawat yang ditumpangi tengah bergoyang kuat.

“Aaaaaaaaaaa, ini kenapa kok pesawatnya begini,” ucap seorang siswa.

“Ya ampun apa pesawatnya akan jatuh,” ucap yang lain panik.

“Hush, jangan berkata begitu. Kita harus tetap tenang ya. Jangan lupa berdoa dan pastikan semuanya sudah memakai sabuk pengaman seperti yang tadi diinstruksikan,” kata pak Budi.

Keseimbangan pesawat semakin tidak stabil. Pesawat oleng ke kanan dan ke kiri dengan kecepatan yang juga tidak terkendali.

***

Rupanya bagian belakang pesawat terbakar hingga mengeluarkan api yang lumayan besar. Pilot masih mencoba mengendalikan pesawat dan meminta bantuan meski keadaannya sudah sangat buruk.

Pramugari mulai meminta semua penumpang menggunakan life jacket sesuai dengan instruksi yang diberikannya setelah mendapatkan perintah dari pilot karena pesawat akan melakukan pendaratan darurat.

Keadaan mereka yang tengah berada di atas lautan membuat mereka sangat panik. Pesawat terpaksa akan melakukan pendaratan darurat karena kerusakan mesin yang menyebabkan bagian belakang pesawat terbakar dan pesawat tak dapat terbang dengan stabil.

Ya Tuhan, apa pesawatnya akan jatuh, batin Dean.

Semua orang mulai berdoa dengan mata yang berkaca-kaca. Nada suara yang terdengar gemetaran serta teriakan-teriakan keras setiap kali pesawat oleng dengan keras dan tak terkendali.

“Aaaaaaaaaaa.”

“Ya Allah lindungi kami.”

“Selamatkanlah kami ya, Allah.”

“Lindungi kami ya Allah. Ampuni dosa kami.”

Teriakan dan suara isak tangis penumpang yang berdoa dengan suara tak begitu jelas mulai terdengar. Rupanya api di bagian belakang sudah terlalu besar hingga merambah ke sayap depan bagian kiri. Sementara itu sayap belakang telah habis terbakar.

Pesawat semakin tak terkendali. Posisi tak seimbang membuat pesawat miring dan beberapa orang penumpang di dalam pesawat tak beraturan.

Tas-tas di dalam kabin berjatuhan karena guncangan kuat dan pesawat yang terombang-ambing. Sementara itu badan pesawat tinggal beberapa meter lagi menyentuh permukaan lautan yang terlihat tak tenang.

Byur ... Darrrrr.

Suara pesawat yang akhirnya mendarat di lautan dan tak lama meledak terdengar begitu kuat hingga membuat ombak lautan berguncang semakin kuat.

Para penumpang yang sempat menyelamatkan diri berhasil berenang di lautan menggunakan life jacket yang dipakai sementara beberapa yang tidak selamat harus meninggal dunia terbakar api yang melalap badan pesawat.

Seketika air laut berubah warna menjadi merah dan pecahan-pecahan awak kapal terlihat berserakan di permukaan laut sebelum akhir tenggelam dan sisanya ada yang mengapung di tengah-tengah lautan.

Seseorang tampak mencoba berenang menyelamatkan diri menepi ke tepian pantai.

Dengan luka di sekujur tubuh yang terasa nyeri dan luka sayatan di kulitnya yang terlihat menganga membuat suara rintihan terdengar sesekali saat ia mencoba berenang ke tepian.

Udara yang dingin dengan deru ombak yang terus memacu dengan begitu kuat kian mendarat di telinga. Burung-burung yang berkicau sembari terbang kembali ke sangkar terus berduyun berterbangan di angkasa.

Dean masih berusaha menyelamatkan dirinya ke tepian dengan luka di tubuhnya yang terasa perih dengan sesekali darah yang menetes keluar.

Dean hampir sampai di tepian laut dengan hamparan pasir yang luas, namun ia masih harus berjuang sedikit lagi karena kakinya belum sampai memijak tanah.

"Akh," pekik Dean sembari menekan pinggiran luka di lengan tangannya.

Luka itu tak cukup serius hanya saja terasa perih saat terkena air laut yang notabenenya terasa asin bak air garam.

"Owh pedih sekali," ucap Dean lagi sembari meniup pelan lukanya yang terlihat menganga.

Tiba-tiba gulungan ombak terlihat datang dari arah belakang dan menggulung tubuhnya masuk ke dalamnya hingga akhirnya Dean terbawa gulungan ombak yang menerpa itu sampai ke tepian.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel JARAN GOYANG PENARI JAIPONG
8.3
Kamila tersulut cemburu saat melihat Abimanyu memadu kasih dengan sahabatnya sendiri. Demi merebut cinta, ia nekat mengamalkan Ajian Jaran Goyang dari Nyai Winarsih, sosok tua misterius yang awet muda. Tanpa disadari, tindakan Kamila justru menyeretnya masuk ke dalam pusaran sumpah masa lalu sang nyai. Obsesi buta ini membangkitkan petaka kuno yang telah terkubur puluhan tahun, kini mengancam nyawa mereka demi sebuah hubungan yang dipaksakan.
Sampul Novel Mengandung Anak Tuan Serigala
8.6
Dunia Fang Yi Lan, mahasiswi kedokteran jenius, runtuh saat memergoki pacarnya berselingkuh dengan adik tirinya. Alih-alih dilindungi, sang ayah malah memaksanya menikahi pria hidung belang. Yi Lan memilih kabur dan tidak sengaja menemukan pria tampan yang terluka parah. Saat tak sadarkan diri, pria itu berubah menjadi serigala hitam. Meski ketakutan, insting medis Yi Lan tetap menolongnya. Namun, serigala itu justru menandai lehernya dan menyerang Yi Lan demi memperoleh keturunan.
Sampul Novel Nilakandi
9.6
Enam tahun lamanya, Diwana tersiksa oleh mimpi berulang tentang gadis bergaun biru beraroma harum dan berlonceng, yang tak boleh ia sentuh atau ajak bicara karena aturan gaib. Batas antara khayalan dan kenyataan runtuh saat ia bertemu Nilakandi, sosok nyata yang sangat mirip dengan perempuan dalam tidurnya. Pertemuan ini perlahan menyingkap rahasia besar serta takdir misterius yang selama ini menyelubungi kehidupan Diwana.
Sampul Novel Pelangi Di Atas Singasari
8.6
Mahesa, anak dari Arjuna dan Ken Rukmini, terseret dalam konspirasi Kerajaan Pedang Wangi di tengah ancaman Joyorono serta militer Mong. Bersama Niken Wulandari, ia memilih bermitra dengan Mong untuk melibas lawan, tetapi justru berujung dikhianati. Demi melindungi tanah airnya, Mahesa wajib membongkar misteri masa lalu dan menghidupkan daya magis pusaka Wesi Wangi. Di sela intrik takhta, ia pun menyadari bahwa pemimpin sejati harus meredam ego demi keselamatan rakyat.
Sampul Novel SAMSARA
9.3
Sejak menginjak umur tujuh belas tahun, hidup Larasati Sinta tidak lagi sama karena berbagai kejadian ganjil terus menerornya. Situasi kian rumit dengan munculnya Erland Altair Januar. Walau hubungan mereka diawali kejadian buruk yang menciptakan jarak, senior idola sekolah itu justru pantang menyerah mendekati Laras demi menjadikannya pacar. Kini, Laras terjepit di antara teka-teki misterius yang membayangi dan obsesi Erland yang membingungkan.
Sampul Novel Jodoh Hamil Serigala Putih, Ditakdirkan untuk Kesempatan Kedua
8.1
Dua tahun menanti, kabar kehamilanku justru hancur saat memergoki Damian, Alpha kawanan Batu Hitam, selingkuh dengan Serafina yang sudah hamil duluan. Pengabdianku selama lima belas tahun sia-sia, dianggap cuma alat politik tak berguna oleh keluarganya. Di tengah pesta Bulan Purnama, aku memutuskan memutus ikatan takdir kami, lalu menghubungi Kaelan demi memulai rencana balas dendam yang membara.