APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel TAKDIR CINTA SANG PRAJURIT

TAKDIR CINTA SANG PRAJURIT

Zanna Kirania paham betul konsekuensi menjadi istri tentara. Baru tiga bulan membina rumah tangga, sang suami, Adiyasa, langsung dikirim bertugas ke Pulau Natuna. Setelah dua tahun terpisah jarak Bandung-Natuna, Zanna akhirnya menyusul dan tinggal di mess sederhana di sana. Kehidupan sosialitanya seketika berubah total di tengah keterbatasan fasilitas pulau terpencil. Mampukah Zanna beradaptasi dan bertahan melewati segala rintangan sebagai seorang istri prajurit?
Bab
Bagikan

Bab 2

Ditinggal sang Ayah tercinta merupakan suatu pukulan berat baginya. Namun, disisi lain Zanna bersyukur bisa mewujudkan impian Ayahnya untuk menikah di depan sang Ayah.

Meski bukan pernikahan seperti ini yang diharapkan. Zanna berusaha ikhlas, walau berat, ia pun memilih melanjutkan rencana pernikahannya bersama Adiyasa. Persiapan pun sudah rampung. Sungguh, Adiyasa mampu memahami kondisi istrinya. 

Hari yang dinanti pun tiba ….

Adiyasa dan Zanna melangsungkan pernikahan resmi mereka. Semua berbahagia, keluarga, sahabat, ikut mendoakan. Ibu Miranda -Mama Zanna- meski sedih karena menyaksikan pernikahan putrinya tanpa kehadiran sang suami, tetap berusaha tegar. 

Sebuah gedung berkelas di kota Bandung itu menjadi saksi kebahagiaan mereka. Setelah menjalani seluruh proses, acara selesai, hanya lelah yang mereka rasakan. Tentu kebahagiaan itu tetap dirasakan. Zanna pun membawa serta sang Mama pulang ke rumah barunya yang baru dibeli Adiyasa di sebuah perumahan elite di Bandung. Cukup mewah. Adiyasa sangat tahu selera sang istri. 

Rumah mewah dengan kesan Amerika style itu dilengkapi dengan berbagai barang mewah dan elegan akan ditempati Adiyasa dan Zanna yang membawa serta Mama Zanna untuk tinggal bersama. 

Sejak kematian sang Ayah, sebagai putri tunggal, Zanna ingin sang Mama tinggal bersamanya. Ia tak ingin, Mamanya hidup seorang diri dan jauh darinya. Awalnya, Mamanya menolak. Tak terbiasa jauh dari Ayahnya, akan sulit untuk berziarah ke makam sang Ayah. Namun, Zanna meyakini Mamanya, jika rindu, ia siap mengantarkan berziarah ke makam sang Ayah kapanpun.

Atas permintaan sang suami, Zanna pun meninggalkan pekerjaannya sebagai pramugari. Sebuah keputusan besar yang sulit tetapi harus diambilnya.

Hari-hari Zanna kini sebagai ibu rumah tangga saja. Menyiapkan segala keperluan sang suami. Mama Zanna mulai membiasakan diri hidup di tengah kota dengan segala kemacetan dan udara yang tidak seasri di rumah lamanya. 

Tanpa terasa pernikahan mereka sudah berjalan tiga bulan. Kehamilan yang dinanti belum juga menunjukkan tanda-tanda. Sang Mama mulai menanyakan kehadiran sang cucu. Maklum, ia kadang merasa kesepian di rumah saat Adiyasa bekerja dan Zanna pun mempunyai kegiatan lain di luar rumah. 

"Zanna, kamu kapan mau hamil?" tanya Ibu Miranda saat bersantai dengan Zanna di balkon rumahnya sambil menikmati udara senja. 

"Doain secepatnya ya, Ma, insya Allah, kami enggak menunda kok. Mungkin Allah masih ingin kita pacaran saja." Zanna berusaha menghibur sang Mama. 

Ibu Miranda berusaha tersenyum. Meski ada kekahawatiran jika anak atau menantunya itu ada keluhan medis yang tidak diketahui. 

"Kalian sudah cek ke dokter? Ya ... Kalau ada masalah kan bisa cepat ditangani."

"Insya Allah, semua baik-baik aja, Ma," jawab Zanna tersenyum. 

-----

Tak seperti biasanya, Adiyasa pulang telat malam ini. Zanna pun merasakan kekhawatiran. Ia pun mencoba menghubungi sang suami, tetapi ponselnya tak aktif.

Kecemasan Zanna pun berakhir, setelah mobil Adiyasa memasuki rumah mewah mereka. Zanna pun bergegas membuka pintu dan saat pintu terbuka, ia heran, wajah Adiyasa terlihat murung. Ada keletihan yang tersirat diwajahnya dan ada sesuatu yang ia sembunyikan. 

"Mas, kamu kenapa? Capek ya?" Zanna membawa tas sang suami dan mengajaknya beristirahat sejenak di sofa. 

"Enggak, Sayang, hanya capek aja, macet banget jalanan sore tadi," ujar Adiyasa menutupi segalanya. 

Ada hal yang ingin ia sampaikan. Tetapi lidahnya kelu. Adiyasa pun takut jika berita yang akan risampaikannya ini justru membuat masalah baru bagi sang istri. Apalagi pernikahan mereka baru seumur jagung. Pastinya, sedang ingin bermesraan selalu. 

"Mas mandi dulu ya. Kamu tolong siapin air hangat ya, Sayang," kata lelaki yang masih memakai seragam kebanggaannya itu. 

"Baik, Komandan!" ujar Zanna meledek. 

Setelah berganti pakaian dan membersihkan badan, Adiyasa pun mengajak istri dan Ibu mertuanya itu makan malam. Sambil memikirkan bagaimana cara menyampaikan hal ini pada istri dan Ibu mertuanya, ia mencoba menikmati rendang ayam dan capcay goreng,  kesukaannya. 

Sambil makan, Zanna pun berusaha mencairkan suasana. Ia tahu, ada sesuatu yang disembunyikan Adiyasa darinya. Entah apa.

Namun, tiba-tiba Mamanya justru membuat suasana menjadi tak nyaman. Adiyasa yang lelah pun, semakin dibuat tak menentu perasaannya. 

"Adi,  cobalah kamu luangkan waktu berdua sama istrimu. Jangan hanya sibuk bekerja, gimana kalian mau cepat kasih Mama cucu. Mama kan kesepian," ujar Ibu Miranda yang membuat sang menantu menghentikan makanannya. 

Hening sejenak ….

"Insya Allah, Ma, bantu doanya ya," ujar Adiyasa yang tetap bersikap santun.

"Mama pasti doakan kalian, tetapi kalian juga harus berusaha. Jangan terlalu capek. Kalau perlu, ke dokter cek ulang biar kalau di antara kalian ada masalah, bisa cepat dicari solusinya," Bu Miranda mulai ketus. 

Netra Zanna dan Adiyasa pun saling menatap dengan pikirannya masing-masing. Mungkin bagi Adiyasa, tak elok jika rumah tangganya terlalu diikut campur sang mertua.

Tetapi, ia tetap berusaha bersikap sopan. Berharap wanita yang telah melahirkan wanita yang dicintainya itu bisa memahami pekerjaannya sebagai seorang prajurit. 

"Ma, anak itu kan rezeki dari Allah. Ya kita gak menunda kok, tetapi dikasihnya Allah aja." Zanna berusaha mencairkan suasana. 

Adiyasa pun semakin tak nyaman. Ia memutuskan berpamitan ke kamar. Zanna menjadi tak enak, sang suami tak menuntaskan makanannya. Semua karena perkataan sang Mama. 

"Ma, kan aku udah bilang tadi. Kasihan kan Mas Adi enggak selesai makanannya." Zanna pun memasang wajah kesal. 

Mamanya pun kesal, ia pergi begitu saja dari meja makan dan mengunci pintu kamar. Zanna pun pusing dibuatnya. Zanna akhirnya membereskan meja makan. Ia menyiapkan segelas teh susu hangat buat sang suami. Kebiasaan Adiyasa sebelum tertidur. Ia meminum segelas teh susu hangat 

------

Zanna pun membuka pintu kamar. Ia memberikan segelas teh susu itu ke suaminya yang sedang membaca sebuah buku. Zanna pun berusaha mencairkan suasana dengan mengajak Adiyasa berbicara sambil bergelayut manja di bahu sang suami. 

"Mas, maafin sikap Mama tadi ya. A-aku …."

"Enggak apa, Sayang. Mas paham kok. Mama juga pasti rindu kan kehadiran seorang cucu. Kamu tolong kasih pengertian ke Mama ya, sebagai seorang prajurit Mas harus siap jika sewaktu-waktu ada tugas mendadak."

"Iya, Mas, besok Zanna akan bicara sama Mama," ujar Zanna tersenyum. 

Kini Adiyasa yang kebingungan. Ia tak harus berkata apa, soal penugasannya ke sebuah pulau yang jauh dari Bandung. Sebagai pengantin baru, ia harus berjauhan dengan sang istri. Pastinya tak mudah juga untuk Zanna. 

Mampukah ia menjalaninya? 

Adiyasa pun akhirnya menarik nafas panjang. Mau tidak mau, ia harus menyampaikannya. Hal ini, harus cepat diungkapkan. Adiyasa pun berharap sebagai istri seorang prajurit, bisa menerima segala resikonya. 

"Sayang … a-aku …." Bibir Adiyasa tiba-tiba kelu. 

"Ada apa, Mas?" tanya Zanna heran. 

Adiyasa pun kembali menarik nafas panjang. 

"Sayang, Mas mendapat tugas ke luar kota Bandung. Mungkin cukup lama. Gimana, kamu siap?" Adiyasa berusaha pelan-pelan berbicara, takut terjadi penolakan dari sang istri. 

"Sebagai seorang istri, aku kan harus siap, Mas," ujarnya tersenyum. 

"Alhamdulillah," Adiyasa bernafas lega. 

"Memang tugas ke mana, Mas? Aku siap kok jika harus menemani kamu, Mas."

"Lihat nanti ya. Aku belum tahu situasi di sana. Nanti jika kondisinya memungkinkan, baru aku jemput kamu, Sayang," ujar Adiyasa memeluk erat sang istri di ranjang empuk mereka. 

"Loh, memang ditugasin ke mana, Mas?"

Adiyasa kembali kelu, bibirnya seolah terkunci. Hatinya kembali berdegup kencang. Mungkinkah … Zanna akan marah? Ahh … kondisi ini tak membuat nyaman.

"K-ke N-natuna, Sayang …." 

"Apa, Mas? Natuna?" ujar Zanna yang kaget dan langsung turun dari ranjang. 

Apakah Zanna siap menjalani LDR di saat usia pernikahannya baru genap 3 bulan? 

Bersambung ….

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Yang Di hina Miskin Jadi Kaya
8.0
Sering direndahkan keluarga suaminya, Andi, karena hidup sederhana, Nur bertekad mengubah nasib. Rasa sakit hati itu ia jadikan cambuk untuk merintis usaha sendiri dari bawah. Berkat perjuangan kerasnya, Nur berhasil menjelma menjadi pebisnis sukses yang kaya raya. Namun, saat berada di puncak keberhasilan finansial tersebut, ia justru harus menghadapi ujian berat berupa pengkhianatan dari sosok yang sangat ia percayai.
Sampul Novel Hingga Menjadi Kita
9.7
Nissa, seorang siswi SMA, jatuh cinta pada guru Bahasa Indonesianya yang tampan, Ilyas. Ia melakukan berbagai cara untuk menarik perhatian sang guru di sekolah. Namun, akankah Ilyas membalas perasaan muridnya? Ataukah perbedaan usia dan status sosial menjadi penghalang mereka? Di tengah keraguan ini, Ilyas dihadapkan pada pilihan untuk menikahi wanita dewasa. Akankah cinta remaja Nissa berbalas manis atau berakhir bertepuk sebelah tangan?
Sampul Novel IDENTITAS LAIN NYONYA BRUNO
8.0
Kehilangan calon bayinya akibat racun dari Bernard Benson, sang kakak ipar, meninggalkan luka mendalam bagi Nana. Kini, ia juga harus menghadapi kenyataan bahwa suaminya, Bruno, masih terbaring koma setelah kecelakaan yang didalangi musuh yang sama. Di negeri asing tanpa kerabat, Nana berjuang sendirian demi merawat sang suami sekaligus menyelamatkan nyawa mereka dari ancaman maut. Sanggupkah ia bertahan melawan kekejaman Bernard, atau terpaksa melepas Bruno ke pelukan rival cintanya?
Sampul Novel MINE
8.9
MINE
Pertikaian Ana dengan pengusaha dingin yang menjadi pembicara tamu di kampusnya mengubah segalanya. Meski muak, takdir terus mengikat mereka bersama. Siapa sangka, pria menyebalkan itu adalah sosok yang selama ini dinanti Ana. Sikap sang miliarder yang perlahan berubah membuat Ana terjebak di antara benci dan cinta. Namun, saat perasaan mulai tumbuh, teror berbahaya datang mengancam mereka. Mampukah hubungan penuh rintangan ini bertahan?
Sampul Novel My Devil Bodyguard
8.1
Vello, seorang mahasiswi yang sering dirundung, mengira hidupnya akan aman saat Dexter datang sebagai pengawalnya. Namun, sang pelindung justru berubah menjadi sosok kejam yang menjebloskannya ke dalam siksaan dan penderitaan batin. Anehnya, meski terjebak dalam neraka yang diciptakan oleh Dexter, Vello enggan pergi. Walaupun peluang untuk meloloskan diri selalu terbuka lebar, ia secara sadar memilih bertahan dan tidak mau selangkah pun menjauh dari sisi sang bodyguard.
Sampul Novel Your Lies Heart
9.7
Kehidupan Anita dalam pernikahan tanpa cinta dengan anggota keluarga politisi terpandang terasa sangat hampa, meski bergelimang harta. Namun, takdir mempertemukannya dengan seorang jurnalis muda yang menawan melalui sebuah peristiwa tak terduga. Hubungan yang kian erat di antara mereka menumbuhkan benih cinta terlarang yang membara. Menyadari kenyataan pahit bahwa hubungan itu mustahil terwujud, keduanya terpaksa membohongi perasaan sendiri demi menyembunyikan rasa sakit.