APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Takdir 2 Dimensi

Takdir 2 Dimensi

Kehidupan Candy berubah drastis setelah ia menolong seekor kucing jalanan yang menawan. Tak disangka, kucing itu merupakan pangeran yang dikutuk oleh penyihir jahat. Kasih sayang tulus Candy berhasil mematahkan sihir hitam tersebut. Namun, saat cinta mulai bersemi di antara keduanya, mereka dihadapkan pada rintangan besar. Perbedaan dimensi mengancam hubungan mereka. Akankah takdir menyatukan sepasang kekasih yang terhalang oleh dua dunia yang berbeda ini?
Bab
Bagikan

Bab 3

Rupanya si Riya yang mengirimiku pesan.

[Kamu gak masuk sekolah, Can? Kenapa? Kesambet setan?] cecar Riya dari sebuah chat yang sebenarnya mengkhawatirkan keadaanku.

"Bukan! Kemarin hujan lebat plus petir, aku kaget dan sekarang demam," balasku sambil meletakkan ponsel pintar itu ke atas nakas.

Aku meninggalkan ponsel milikku untuk segera membersihkan diri dengan air hangat, kebiasaanku yang selalu mandi meski sedang dalam keadaan sakit.

Selesai dengan ritual mandi dan kawan-kawanya, aku mengambil lagi ponsel yang tadi aku letakkan di atas nakas.

[Udah gede masih takut saja sama petir,] ejek Riya yang masih berada di sekolah.

"Lah, kamu sendiri malah asik chat sama aku, apa gak dimarahin sama Pak Kumis Tebal," balasku dengan sedikit tanda tanya, ketika teman sebagkuku yang bawel itu berani chatingan saat pelajaran sedang dimulai.

[Kosong kok, beliau ada sedikit urusan tadi, lalu membrikan tugas paket halaman lima puluh sampai halaman lima puluh lima.]

Teman gesrekku itu memberi tahu tugas kepada diriku yang sekarang sedang duduk diatas kursi meja belajar, setelah sebelumnya mandi air hangat dan mengganti pakaian dengan yang baru.

"Wah ada tugas baru nih, tapi gak ada tugas untuk kelompok lagi 'kan, masalahnya kau gak akan kebagian kelompok kalau gak masuk begini," tanyaku dengan wajah khawatir.

[Kalaupun ada tugas kelompok, kamu tetap sama akulah, 'kan kita satu bangku, yakali aku cari penggantimu yang super komplit,] balasnya dengan sedikit tanda titik-titik panjang.

"Komplit ngeselin 'kan maksud kamu Ya." Aku membalas chat dari ria dengan wajah kesal.

"Meong."

Terdengar suara sweet neko yang sedari berada di bawah ranjangku, terlihat jika dia ingin sekali ikut duduk bersama denganku di kursi.

Aku beranjak dari kursi dan mengangkatnya kepangkuanku. Getar ponsel tidak lagi aku hiraukan. Aku siuk bermain dengan kucing kecil yang lucu itu.

"Tapi ngomong-ngomong kamu berasal dari mana sih, apa pemilikmu tidak mencarimu," monologku seorang diri sambil membelai lembut bulunya yang putih bersih dan juga halus.

"Ah biarin sajalah, lagian aku sudah terlanjur suka dengan kamu sweet, jangan pernah pergi dari aku ya," ocehku dengan tetap membelai bulunya yang begitu lembut.

Seakan dia tahu bahasaku, kucing lucu itu mengeong dan menggerakkan tangannya ke arahku.

"Lagian aku sudah lumayan baikan, kita kelantai bawah saja yuk," ujarku dengan menggendong tubuh kecil kucing kecil itu.

Aku berjalan menaiki tangga tanpa melihat ada salah satu tangga yang basah karena air hujan, hingga tubuhku oleng dan aku hanya bisa pasrah. Ku tutup mataku dan bersiap untuk merasakan sakitnya terjatuh dari lantai atas ke lantai bawah.

Namun saat aku sudah siap untuk sakit, tubuhku tidak merasakan benturan ataupun kesakitan, hanya sesuatu yang dingin dan juga empuk menjalar di tubuhku.

Karpet tebal yang agak basah karena sedikit tetesan air hujan sudah menyambut tubuhku yang tadi terjatuh.

"Non Candy sedang apa tiduran di atas karpet," ujar lembut wanita paruh baya membuatku memaksa untuk melihat keadaan di sekelilingku, kelopak mataku perlahan terbuka dan tampak aku berada di sekitar ruang tamu, padahal tadi aku hampir tergelincir dari lantai atas.

"Loh, kok aku ada di sini ya, Bik, tadi 'kan aku terpeleset karena ada air di lantai atas," ucapku sedikit bingung dengan semua kejadian yang menimpaku itu.

"Non Candy masih mn6gigau kayaknya, kalau jatuh dari lantai atas ya langsung melayang arwahnya, Non. Tapi Non sedari tadi bibi lihat hanya tiduran di sini saja," terang asisten rumah tangga ynag selalu menemaniku saat rumah terasa begitu sepi.

"Begitu ya, Bik."

Wanita paruh baya itu mengangguk mantap.

'Aneh sih, padahal alu tadi hapir saja jatuh loh,' batinku seorang diri.

"Meong." Lagi-lagi kucing kecil itu membuyarkan segala kejanggalan yang tadi aku alami.

"Non candy mau apa, biar bibi buatkan untuk Non Candy," tawar wanita paruh baya itu kepada diriku.

"Aku mau kue coklat, bik, sekalian jus jambunya ya," pintaku dengan sopan. Bagaimanapun asisten rumah tangga itu adalah orang tua yang harus aku hormati selain Bunda dan juga Ayah.

Setelah bobi itu pergi ke dapur untuk mebuat kue coklat untukku, aku menyalakan televisi yang menampilkan adegan jambak-jambakan antara dua wanita paruh baa yang memperebutkan satu pria.

"Hah, kalau memang suaminya gak setia ya tinggalin saja sih, kenapa harus berebut dengan pelakor," kataku dengan wajah kesal.

Kucing kecil itu masih setia berada di sampingku. Dia tidur di atas sofa dengan nyaman.

"Enak ya jadi kamu sweet, kerjanya hanya makan, tidur, main itu saja."

Aku bermonolog ria dengan hewan peliharaan yang aku anggap sebagai hewan biasa seperti binatang rumahan lainnya.

"Eh sweet, kamu tahu gak. Tadi malam aku berhalusinasi melihat pangeran tampan memanggil namaku."

Kalau orang lain melihat aku bicara dengan seekor kucing, akan datang julukan orang gila kepadaku.

Untungnya, aku bicara di dalam rumah dengan alibi melihat televisi.

Kucing kecil itu hanya mengeong berulang kali. Curhatku dengan seekor kucing terhenti saat wanita paruh baya itu sudah meletakkan kue coklat buatannya untuk aku santap sambil melihat televisi di atas meja.

"Silahkan dimakan Non kuenya, kalau ada apa-apa nanti cari bibi di dapur ya," pinta wanita paruh baya itu begitu ramah kepadaku.

"Iya, Bik, terima kasih ya sudah repot-repot membuatkan kue untukku."

Aku memasukkan beberapa kue kedalam mulutku, lalu detk erikutnya perutku terasa begitu sakit karena sesuatu.

Aku berteriak-teriak seperti orang yang sedang kesurupan massa di depan televisi.

Sweet Neko segera turun ke bawah dan memberikan aku segelas air dengan cara menggunakan kepalanya, seolah memintaku untuk segera meminumnya.

Aku berdiri dengan kepayahan, rasa lemas mulai menjalar disekujur tubuhku.

Dengan langkah yang hampir habis dan sisa tenaga yang tidak banyak, aku meraih gelas berisi air yang dibawa sweet neko untukku. Detik kemudian aku mulai melemah dan memejamkan mataku.

Samar-samar saat aku masih terbaring lemah, aku mendengar suara asisten rumah tangga yang baru seminggu dipekerjakan oleh Bunda karena alasan kasihan.

"Bos anak majikan saya sudah beres, dia tergeletak tidak sadarkan diri setelah saya beri bubuk tidur di dalam makanannya."

Kalimat itu membuatku sedikit shock, orang yang dipercaya Bunda malah menusuk kami dari belakang.

Beberapa detik kemudian deru mesin yang dimatikan, terparkir tepat di halaman.

"Selamat siang bos," ucap asisten rumah tangga kami kepada seseorang yang dia anggap sebagai bosnya.

"Jadi rumah mewah ini kosong tanpa ada penghuninya?" katanya lagi dengan nada tegas.

Entah apa yang sedang mereka lakukan, tubuhku tidak bisa ku gerakkan. Namun detik berikutnya sesuatu terjadi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Alice and The Blue Sea
8.6
Nyawa Alice terselamatkan dari gulungan ombak maut berkat aksi heroik Archer. Sosok misterius penolongnya itu ternyata adalah duyung jantan, fakta luar biasa yang baru Alice percayai setelah menyentuh ekor berototnya sendiri. Usai kejadian ajaib tersebut, Archer meminta bantuan kepada Alice. Akankah kehidupan tenang Alice berubah sepenuhnya setelah terikat takdir dengan sang penghuni samudra? Ikuti kisah fantasi romantis modern yang penuh keajaiban ini.
Sampul Novel Berpura-pura Amnesia Membuatnya Kehilangan Segalanya
8.1
Pasangan beta-ku, Kyan, mendadak hilang ingatan usai diserang serigala liar. Dia melupakan kehamilanku dan justru berpaling pada Gamma Evelyn. Setelah dihina sebagai kasta rendah, aku memutuskan ikatan kami. Namun, saat aku bersiap mendampingi Raja Alpha, Kyan kembali dengan penyesalan mendalam dan menanyakan anak kami. Dengan dingin, aku menegaskan janin itu telah tiada lalu pergi memulai hidup baru.
Sampul Novel Collateral Fate
9.5
Dalam misi penyelamatan berisiko tinggi, Letnan Arya Pradipta dari pasukan khusus berjuang membebaskan Alana Weston, relawan yang ditawan teroris internasional. Namun, situasi berubah mencekam saat keduanya terjebak di wilayah musuh yang mematikan. Di tengah pelarian yang mengancam nyawa, Arya menyadari bahwa penculikan Alana bukanlah kriminalitas biasa, melainkan bagian dari konspirasi politik skala besar yang kini mengincar keselamatan mereka.
Sampul Novel Kembalinya Sang Penguasa
9.0
Insiden ledakan rumah yang menewaskan sepasang suami istri membuat polisi dan militer gempar. Kehilangan putri mereka menjadi pertanda bangkitnya Red Everlasting Dragon, sang penguasa legendaris yang ditakuti dunia. Ia memutuskan turun gunung untuk menuntut balas atas kematian orang tuanya sekaligus menyelamatkan adiknya yang diculik. Dengan kemurkaan yang membara, ia bersumpah melibas semua pelaku dan siap mengguncang tatanan dunia dari timur hingga barat.
Sampul Novel Kiss for Prince Kouza
9.3
Saat mendaki gunung dengan rekan kerjanya, Myan mengalami nasib nahas terjatuh ke jurang. Bukannya tewas, ia justru tersadar di sebuah padang rumput asing yang misterius. Di sana, seorang pria asing berbusana unik tiba-tiba turun dari kuda putihnya, lalu berlutut memberi hormat. Lelaki misterius itu menyebut Myan sebagai sosok Sang Pembebas yang dinanti-nantikan. Siapa sebenarnya bangsawan itu dan ke mana Myan terlempar? Kisah petualangan Myan di dunia baru yang penuh misteri pun dimulai.
Sampul Novel Mencari Seorang Gadis Selama 20 Tahun
8.0
Demi menemukan gadis masa kecil yang memikat hatinya dua dekade lalu, CEO tampan blasteran, Axel Narendra, memutuskan pulang ke Indonesia. Namun, langkahnya terhalang oleh pengkhianatan anak buahnya sendiri yang berujung pada penawanan dirinya. Di tengah pusaran konspirasi besar ini, Axel harus berjuang meloloskan diri. Mampukah ia menumpas para pembelot di gurita bisnis internasionalnya sekaligus bersatu kembali dengan cinta sejati yang tengah dicarinya?