
Tak Mau Lagi Menjadi Bayang-bayang Semu
Bab 8
Melihat Keisha yang seperti kehilangan jiwa, Presley segera mendekat, lalu menggenggam erat kedua tangannya. Suaranya penuh rasa bersalah.
"Maaf, Keisha, aku nggak nyangka mobil itu tiba-tiba mengalami kerusakan, bahkan sampai membuatmu terluka dan harus dirawat di rumah sakit. Tenang saja, mobil itu sudah aku kirim ke tempat pembongkaran dan aku jamin hal seperti ini nggak akan pernah terjadi lagi!"
Mendengar kata-kata itu, Keisha hanya ingin tertawa. Buru-buru membuang mobil itu? Pasti karena takut dirinya menemukan kebenaran, 'kan?
Kalau saja hari itu bluetooth mobil tidak kebetulan rusak hingga membuatnya mendengar rencana busuk mereka, mungkin Keisha benar-benar akan tertipu oleh ucapannya.
Sekarang, dia tidak akan pernah percaya lagi pada sepatah kata pun yang keluar dari mulut Presley.
Presley kembali berkata, "Keisha, dokter bilang luka-lukamu nggak parah, sebentar lagi kamu bisa keluar. Besok kita langsung urus kepulanganmu, lalu aku akan bawa kamu naik kapal pesiar. Anggap saja sebagai kompensasi dariku, gimana?"
Keisha mengernyit, tak percaya. Kemudian, dia menarik tangannya dari genggaman Presley. "Presley, lukaku saja belum sembuh, tapi kamu sudah mau bawa aku naik kapal pesiar? Apa kamu begitu terburu-buru?"
Saat menanyakan itu, bibir Keisha sampai bergetar. Pria ini begitu terburu-buru membawanya untuk merekam video ke-99 itu ya?
Presley pun agak terkejut dengan reaksi Keisha. Setelah keterkejutan singkat, dia segera menimpali, "Keisha, kamu bicara apa? Aku cuma ingin ajak kamu bersantai, itu saja. Lagian, kapal pesiar sudah kupesan, aku yakin kamu bakal suka. Tolong jangan tolak aku ya?"
Keisha menoleh, memejamkan mata dengan pasrah. Harapan terakhirnya pada Presley benar-benar lenyap. Pria ini memang sudah tak sabar menikahi Lara.
Beberapa saat kemudian, Keisha berkata pelan, "Baiklah."
Melihat Keisha yang begitu patuh, Presley seketika merasa cemas. Tadi dia mengira Keisha sudah mengetahui rencananya sehingga tiba-tiba menanyakan hal seperti itu. Namun, dia segera menepis pikiran itu.
Selama tiga tahun ini, dia berhasil menipu Keisha. Karena cinta Keisha yang tulus tanpa kecurigaan sedikit pun, Keisha tak pernah menyadari ada yang salah. Kali ini pun pasti sama.
Besok adalah yang terakhir. Dia sudah menyiapkan semuanya, membuat semuanya terlihat seperti kecelakaan di kapal pesiar, lalu merekam video ke-99 itu. Setelah besok, dia akan berhasil menyelesaikan tugasnya, mengucapkan selamat tinggal pada Keisha, dan menikahi Lara.
Kecemasan tadi mungkin hanya karena memikirkan akan segera berpisah dengan Keisha, makanya timbul rasa tak terbiasa. Sudahlah, setelah semuanya selesai, dia akan memilih cara yang paling lembut untuk berpisah. Kompensasi untuk Keisha juga tak akan berkurang sedikit pun. Semua ... hanya menunggu besok.
Setelah berpikir sejenak, Presley menunduk, mendaratkan sebuah ciuman lembut di kening Keisha. "Keisha, istirahatlah. Besok aku akan jemput kamu tepat waktu. Kita naik kapal pesiar bersama."
Kemudian, dia menyelimuti Keisha, bangkit, dan melangkah pergi.
Saat Presley hampir sampai di pintu, Keisha tiba-tiba memanggilnya, "Presley, apa kamu tahu? Aku dulu benar-benar sangat mencintaimu."
Presley sempat tertegun, tetapi segera tersenyum. "Kenapa tiba-tiba bicara begitu? Aku juga benar-benar mencintaimu, Keisha. Istirahatlah baik-baik. Sampai jumpa besok."
Begitu melihat bayangan Presley benar-benar lenyap dari ruang rawat, pandangan Keisha meredup. Dia mengambil ponsel, lalu menekan nomor yang baru saja dikirimkan ibunya. "Halo, Pak Har. Ibuku bilang kamu sudah janji akan membantuku dalam hal apa pun. Apa benar?"
Tanpa ragu, pria di seberang menjawab, "Benar, apa pun yang kamu butuhkan, bisa langsung beri tahu aku."
Keisha menarik napas dalam-dalam, lalu berbicara dengan tenang, "Aku ingin kamu membantuku pergi dari sini besok pagi, sebelum siapa pun mengetahuinya. Lebih baik jangan sampai ada orang yang sadar."
Pukul 5 dini hari, sekelompok pengawal berpakaian hitam masuk ke ruang rawat Keisha. Mereka mengawalnya melalui jalur rahasia, keluar dari rumah sakit, lalu naik mobil menuju bandara.
Sesaat sebelum pesawat lepas landas, Keisha mengeluarkan ponselnya dan mengirimkan pesan singkat untuk Presley.
[ Presley, kamu sudah menipuku 98 kali. Untuk yang ke-99 ini, silakan cari orang lain. ]
Setelah mengirimkan pesan itu, dia langsung menghapus semua kontak Presley. Pesawat perlahan lepas landas, membawanya menuju Kota Souta, ke arah rumahnya.
Anda Mungkin Juga Suka





