APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Mau Lagi Menjadi Bayang-bayang Semu

Tak Mau Lagi Menjadi Bayang-bayang Semu

Demi kesembuhan kekasihnya yang demam, Keisha rela mendaki Gunung Forel dengan berlutut di setiap anak tangga untuk mendapatkan jimat keselamatan. Meski fisiknya terluka parah, ia segera kembali ke rumah sakit. Namun, di balik pintu bangsal, Keisha justru mendapati kenyataan pahit. Presley dan teman-temannya menertawakan ketulusannya, bahkan merekam aksi ekstremnya menggunakan drone sebagai alat penipuan. Keisha terpaku mendengar rekaman perjuangannya di tengah hujan yang dijadikan bahan lelucon oleh pria yang dicintainya.
Bab
Bagikan

Bab 6

Orang-orang di bawah panggung sontak terkejut dan menahan napas dengan desisan rendah. Sekelompok sahabat Presley saling bertukar pandang tak mengerti.

Sementara itu, Presley sendiri langsung membeku di tempat. Tangannya bergetar. Bahkan saat anggur merah tumpah ke jasnya pun, dia sama sekali tak sadar.

Lara mengangkat tangan kanannya dan memperlihatkan cincin berlian yang berkilauan di jari manisnya. "Tunanganku sudah melamarku dan orang tuaku juga setuju. Aku sebentar lagi akan menikah dengannya. Dia sangat lembut dan memperlakukanku dengan baik. Aku yakin semua orang di sini pasti akan memberi doa restu ...."

Keisha bisa merasakan hawa dingin menyelimuti seluruh tubuh Presley yang berdiri di sampingnya.

Tak lama kemudian, Presley tak mampu lagi menahan diri. Dia menerjang naik ke panggung dan merebut mikrofon dari tangan Lara, lalu menariknya turun dengan kasar.

Suasana pesta langsung membeku dan mencekam. Beberapa orang yang tahu tentang situasi sebenarnya, melirik ke arah Keisha dengan tatapan penuh ejekan, seolah ingin melucuti seluruh martabatnya.

"Aku ... aku ke toilet dulu." Dada Keisha bergerak naik-turun dengan hebat dan dia segera berlari keluar ruangan.

Namun baru berjalan beberapa langkah, telinganya menangkap suara pertengkaran sengit dari sudut lorong. Suaranya yang begitu familier dan penuh kemarahan, tak lain adalah suara Presley.

"Ngomong yang jelas, siapa yang mengizinkanmu menikah? Siapa yang kasih cincin ini padamu? Lara, kamu anggap aku apa?"

Lara menjawab dengan tenang, "Harusnya aku yang nanya seperti itu padamu. Tiga tahun lalu, kamu bilang mau mencari seorang pengganti untuk membantuku menyelesaikan aturan keluarga yang konyol itu."

"Aku pun pergi ke luar negeri dan menunggumu tiga tahun penuh. Tapi sekarang apa? Kamu masih saja berhubungan sama perempuan itu. Sudah tiga tahun, Presley, kamu masih belum menyelesaikannya?"

Presley panik membela diri, "Bukan begitu! Mengumpulkan 99 video itu nggak semudah yang kamu bayangkan. Tapi sekarang cuma tinggal dua lagi. Beri aku sedikit waktu, aku akan segera membawamu menemui orang tuaku! Lara, kamu nggak boleh menikah sama orang lain!"

Presley takut Lara benar-benar akan menikah, fia menggenggam pergelangan tangannya dengan erat.

Namun, Lara melepaskan genggamannya dengan paksa, lalu mencopot cincin di jarinya dan melemparkannya tepat ke arah Presley.

"Oke, aku nggak keberatan memberitahumu. Cincin pertunangan ini palsu. Tapi aku sudah nggak mau menunggu lagi. Aku ingin jawaban yang jelas sekarang, sebenarnya aku harus menunggu sampai kapan?"

Tangan Presley mengepal semakin kencang, tapi tetap saja dia tidak bisa memberi jawaban pasti pada Lara. Dia sendiri tidak tahu mengapa, padahal kemenangan sudah ada di depan mata.

Namun begitu teringat bahwa setelah 99 rekaman pengorbanan selesai, dia harus mencampakkan Keisha, dadanya terasa sesak. Keisha selalu begitu hati-hati di hadapannya, tidak pernah selancang Lara.

Mungkin ... mungkin karena dalam hati kecilnya dia merasa kasihan pada Keisha. Selama bertahun-tahun bersamanya, wanita itu sudah terlalu banyak menanggung penderitaan. Setelah semuanya selesai nanti, dia akan mencari cara untuk sedikit menebusnya.

Namun bagaimanapun juga, wanita yang kelak akan dia nikahi ... tetaplah Lara.

Dengan pikiran itu, Presley akhirnya berkata, "Aku akan mempercepat semuanya dan menikah denganmu ...."

Barulah senyum kembali muncul di wajah Lara. Dia melangkah maju, menempelkan bibirnya dan mencium pipi Presley dengan manja.

Semua itu terlihat jelas oleh Keisha. Wajahnya sudah pucat pasi, tubuhnya bergetar tak terkendali. Ingatan tentang malam mengerikan bersama para klien asing yang memaksanya minum hingga hampir menghancurkan kehormatannya itu kembali menghantam benaknya. Itu adalah pengalaman yang tidak akan pernah bisa dia lupakan.

Dua rekaman terakhir yang masih tersisa ... seperti apa lagi penderitaan yang menunggunya? Keisha tidak berani membayangkannya.

Dengan pikiran yang kosong, Keisha berlari terhuyung-huyung keluar dari pesta itu dan kembali ke rumah.

Sekitar satu jam kemudian, Presley baru menelepon untuk menanyakan keberadaannya. Keisha buru-buru mencari alasan, "Aku merasa nggak enak badan, jadi pulang lebih dulu. Sepertinya aku agak demam. Beberapa hari ini jangan datang menemuiku dulu, takutnya menularimu."

Di seberang telepon hanya terdengar keheningan. Keisha langsung menutup panggilan, lalu segera mengunci pintu kamarnya dari dalam.

Keesokan paginya, Keisha pergi ke kantor untuk mengurus pengunduran dirinya. Dengan membawa sebuah kotak berisi barang-barang pribadinya, dia berjalan keluar gedung dan berencana meninggalkan Kota Nordam malam ini juga.

Namun di luar dugaan, Presley ternyata sudah berdiri di depan kantornya. Dia bersandar santai di pintu mobil, menatap Keisha sambil tersenyum tipis.

Tangan Keisha bergetar. Kotak di pelukannya pun terlepas, barang-barang di dalamnya berserakan ke tanah.

Presley segera melangkah cepat dan membungkuk membantu memungut barang-barang itu sambil bertanya, "Kamu bilang lagi demam, kenapa nggak istirahat di rumah? Malah datang ke kantor beres-beres. Apa ini berarti kamu mengundurkan diri?"

Keisha terdiam sejenak, menggigit bibir lalu mengangguk pelan. "Ya, aku nggak mau kerja lagi."

Presley sudah selesai merapikan kotak itu, lalu menaruhnya ke bagasi mobil. Dengan nada santai, dia berkata, "Ya sudah kalau nggak mau kerja lagi, biar aku yang menanggungmu."

Presley menoleh dan menggandeng lengan Keisha dengan paksa. "Ayo, aku ajak kamu jalan-jalan, sekalian merayakan pengunduran dirimu."

Tanpa memberi kesempatan untuk menolak, Presley mendorong Keisha masuk ke kursi pengemudi.

"Keisha, pergelangan tanganku agak sakit. Kamu yang nyetir saja, aku yang tunjukkan jalan."

Sambil berkata demikian, dia sendiri duduk di kursi penumpang depan, kemudian mulai memberi arahan pada Keisha.

Mobil melaju setengah perjalanan, tiba-tiba Presley menyuruh berhenti. Dia berkata ingin membeli sesuatu di minimarket dan menyuruh Keisha menunggu di dalam mobil.

Namun setelah menunggu lama, Keisha tidak juga melihat sosok Presley kembali.

Mendadak, speaker mobil yang tersambung Bluetooth menyala otomatis. Suara asing bergema di dalam kabin, "Ayo ayo ayo, rekaman ke-98 sebentar lagi akan dimulai. Kevin, di pihakmu rekaman videonya terlihat normal, 'kan?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dewa Perang Terbaik
8.9
Daniel, sang Dewa Perang yang sangat disegani, tak pernah melupakan masa remajanya yang kelam dan penuh kelaparan. Kala itu, sepotong biskuit dari seorang gadis kecil menjadi penyelamat hidupnya. Demi membalas budi yang begitu berharga, Daniel kini memutuskan kembali ke kampung halaman. Ia bertekad menjadi pelindung bagi sosok penyelamatnya masa lalu, yang kini telah tumbuh dewasa menjadi seorang wanita muda berparas sangat jelita.
Sampul Novel Habis Manis Sepah Dibuang
9.3
Setelah disiram air dan dihina oleh seorang klien, Jocelyn tidak mendapatkan pembelaan dari atasannya, Michael. Pria itu malah memeluk asisten pribadinya dan memecat Jocelyn dengan dingin karena dianggap tidak becus bekerja. Enggan menerima perlakuan semena-mena tersebut, Jocelyn menyeka wajahnya, menenggak segelas alkohol, lalu menyiram balik wajah Michael sebelum akhirnya menyatakan keluar dari perusahaan. Kisah dalam novel modern ini berfokus pada harga diri Jocelyn yang menolak ditindas.
Sampul Novel Penyesalan dan Penderitaan
9.3
Selama sepuluh tahun, Vannie Lee dengan setia mendampingi Kenny Yang, meski ia hanya menerima sikap dingin dan pengabaian. Di tengah kesepian tanpa dukungan sang kekasih, Vannie harus berjuang sendirian melawan penyakit mematikan yang sangat menakutinya. Kini, saat sisa waktu Vannie hampir habis, penyesalan mendalam mulai menghantui Kenny. Bagaimana ia akan menghadapi kenyataan bahwa wanita yang disia-siakannya kini bersiap pergi selamanya?
Sampul Novel The Beautiful Replacement
8.0
Karir modeling Seraphine hancur, meninggalkannya dalam lilitan utang hingga hampir menjadi penghibur. Saat terpuruk, ia mendapat hak asuh keponakannya setelah sang kakak meninggal. Tak disangka, Arche, mantan kakak iparnya yang kaya raya, justru datang melamarnya. Sera berniat memanfaatkan kekayaan Arche demi melunasi utang-utangnya. Namun, ketulusan Arche perlahan menggoyahkan niat buruk tersebut. Akankah Sera tetap memanfaatkan Arche, atau malah jatuh cinta padanya?
Sampul Novel The hidden truth
8.5
Kehidupan tenangku mulai terusik seiring berjalannya waktu. Dalam kisah cinta modern penuh misteri ini, aku menelusuri rahasia yang sengaja disembunyikan di balik keseharian. Setiap tindakan membawaku lebih dekat pada fakta yang lama terkubur. Konflik batin serta tabir gelap dalam hubungan asmaraku perlahan terbuka, memaksaku menghadapi kenyataan pahit yang akhirnya mengubah seluruh jalannya takdir hidupku.
Sampul Novel Transmigrasi 2 Jiwa dalam 1 Raga
9.1
Pasca-kecelakaan maut, jiwa Berlian Alea yang berbakat terbangun dalam tubuh Athena Charlotte Lunch. Athena sendiri adalah sosok misterius dengan rahasia besar yang disembunyikan dari kembarannya, Atheon. Putus asa karena pengkhianatan dan kepahitan cinta, Athena sempat menyerah pada takdir. Kini, setelah raga tersebut diambil alih oleh Alea, mampukah ia menyelesaikan beban masa lalu Athena dan menegakkan keadilan yang selama ini dinanti oleh pemilik tubuh sebelumnya?