APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Bisa Lepas Dari Tuan Muda.

Tak Bisa Lepas Dari Tuan Muda.

Pernikahan impian Jesslyn hancur seketika saat sang kekasih absen di hari bahagia mereka. Keadaan kian memburuk ketika Max menuduhnya telah meracuni makanannya dengan zat terlarang. Kecewa berat karena difitnah dan tidak dipercayai, Jesslyn memutuskan pergi dan mengakhiri hubungan mereka selamanya. Meski terluka, ia bersumpah tak akan kembali dan yakin Max akan sangat menyesal saat kebenaran di balik semua ini akhirnya terungkap.
Bab
Bagikan

Bab 3

Wajah cantik Jesslyn basah, terguyur air mata yang sulit dihentikan. Hampir setiap menit Jesslyn melihat jam. Waktu acara sudah terlewat jauh. Satu persatu tamu undangan pun meninggalkan tempat acara. Sudah lama sekali ia menunggu kedatang Max. Namun, mempelai prianya tak juga datang.

“Brengsek!” Pekik Ron menendang tiang dekorasi yang hanya setinggi pinggangnya.

Prang!!! Seketika suara gaduh menggelegar, memenuhi ruang tunggu mempelai wanita. Ron sangat marah melihat putri satu-satunya sedih.

“Sebenarnya apa yang bajingann itu inginkan?!!!” Mengeram membayangkan wajah Max. “Aku akan mematahkan lehernya, tidak peduli bajingan itu adalah anak tuan sekalipun.”

Jesslyn menatap wajah ayahnya yang merah padam. Kepala menggeleng, tak ingin sang ayah menyakiti kekasihnya.

Tiba-tiba terdengar suara mengelegar. “Aku yang akan mematahkan lehernya terlebih dahulu sebelum kamu melakukannya, Ron.” Suara berat itu berasal dari ambang pintu. Terdengar tegas dan mengintimidasi.

Ron menoleh, melihat tuan dan nyonyanya datang. “Maaf, Tuan, Nyoya. Saat ini kami sedang tidak ingin melihat kalian.” Amarah Ron terhadap Max, berimbas kepada kedua orang tuanya yang tidak tahu menahu.

“Kamu memang pantas marah kepada kami, Ron. Sebenarnya, kami juga sangat malu menunjukan wajah kami kepada kalian. Untuk meminta maaf saja kami tidak sanggup, tapi Jessy juga putri kami. Sebagai orang tua kami harus ada saat dia bersedih,” jawab Jackson.

Mendengar penjelasan Jackson, Tangis Jesslyn pecah, tubuhnya luruh ke lantai. Berjongkok sambil memeluk lutut. Tubuh rapuh itu berguncang, bahunya naik turun seiring isakan. Suara tangisnya terdengar sangat memilukan.

Yasmine, ibu dari Max juga menghampiri dengan cepat. Begitu juga Cassandra, ibunda Jesslyn. Mereka membelai punggung Jesslyn dengan lembut berupaya menenangkan.

Jesslyn mangkat wajahnya. “Mommy, Max pasti datangkan? Dia sudah lama menantikan hari ini, dia pasti datangkan?” racau Jesslyn menatap Cassandra dan Yasmine bergantian.

Yasmine tidak tahu harus menjawab apa. Entah apa yang anak sulungnya lakukan sampai tidak hadir di hari pernikahan. Sebenarnya apa yang terjadi pada Max?

“Mommy Yas, Max sangat menyayangimu. Dia pasti menjawab panggilanmu, tolong katakan padanya untuk datang. Aku sudah menunggunya sejak tadi. Ayo, Mom, masih belum terlambat. Tolong minta Max datang.”

“Jess, cukup! memangnya apa yang kamu harapkan dari pria seperti itu!” bentak Ron, muak mendengar racuan putrinya yang mengemis kedatangan Max.

Yasmine memejamkan mata dengan erat. Hatinya sakit mendengar putra kesayangan dihina. Tetapi, tak bisa membela karena Max memang salah.

Dengan cepat Jesslyn berdiri, berlari menghampiri daddynya. “Tidak, Dad. Max bukan pria seperti itu. Dia sangat mencintaiku, dia pasti datang.”

“Jess, Cukup. Dimana harga dirimu?”

“Harga diri?” Jesslyn tersenyum miris lalu tertawa frustasi seperti orang gila. “Sudah tidak ada, Dad. Aku sudah menyerahkan semuanya pada Max.”

“Jesslyn.” Prak!!! Wajah basah Jesslyn terhempas. Satu tamparan keras mendarat di pipi kirinya. Semua orang tercengang, itu adalah kali pertama Ron menampar Jesslyn.

Segera, Cassandra, Yasmine, Jackson dan Daisy menghampiri Jesslyn untuk mmeriksa keadaannya. Cassandra melihat pipi Jesslyn yang memerah, langsung memeluk erat.

“Cukup Ron! Kendalikan dirimu jika tidak ingin menyesal,” tegas Cassandra memperingati. Ron memalingkan wajah.

“Jika membutuh pelampiasan, kamu bisa menghajarku, Ron. Jessy tidak bersalah.” Jackson ikut menimpali.

Ron melirik tajam sambil mengepalkan tangan erat-erat, siap menghantam wajah tampan tuannya yang sangat mirip dengan Max.

Dua tatapan tajam saling beradu. Yang satu murka dan yang satu lagi siap menerima pukulan.

Tiba-tiba tangan lembut meraihnya. Jesslyn menggeleng, meminta ayahnya untuk tidak melayangkan tinju. “Jangan rusak hubunganmu dengan Daddy Jackson hanya karena aku. Hubungan kalian sangat berharga, Dad. Kumohon," pinta Jesslyn memelas.

Hati besar putrinya membuat Ron melunak. Dia menghela napas seraya melepas amarah. Kepalan tangan terbuka, lantas beranjak. Baru tiga langkah berjalan Ron berhenti.

Tanpa memutar tubuhnya ia berkata, “jangan coba mencegahku untuk menghajar pria itu,” pintanya kembali berjalan. Ron sampai tak sudi menyebut nama Max.

Semuanya menatap kepergian Ron. Pria paruh baya itu memang butuh menyendiri untuk menenangkan pikiran.

"Sebaiknya kamu pulang dan beristirahat, Jess," pinta Jackson.

"Tidak, Dad. Bagaimana jika Max datang?" tolak Jesslyn cepat. Ia sangat yakin kekasihnya akan datang.

"Daddy akan memerintah orang untuk berjaga di sini. Jika Max datang, daddy akan langsung menghubungimu." Jackson hanya beralasan untuk membuat Jesslyn tenang dan mau segera pulang. Padahal ia sendiri yakin jika putranya tidak akan datang.

"Sungguh, Dad?"

Jackson meraih tangan Jesslyn, "ya. Sekarang kamu tunggu saja di rumah."

Jesslyn berhamburan memeluk Jackson. Meski bukan ayah kandung. Hubungan Jesslyn dan Jackson sangat dekat. Jackson dan istrinya sudah menganggap Jesslyn sebagai putri mereka. Yang meminta Jesslyn memanggil daddy dan mommy saja dirinya dan sang istri.

"Tolong tetap cari Max, Dad. Aku takut terjadi sesuatu padanya. Max sempat terlihat murung kemarin."

"Tentu, baby."

"Kumohon jangan marahi Max saat dia kembali. Max pasti memiliki alasan yang kuat."

Jackson menghela napas berat, tak yakin bisa menahan diri untuk menghajar putra bodohnya.

"Kumohon, Dad," ulang Jesslyn memelas.

"Baiklah, tapi jangan minta daddy untuk menghentikan daddy-mu memberi Max pelajaran."

Jesslyn mengangguk lemah, "ya, daddy Ron tidak bisa dihentikan."

-tbc-

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Romantis Bagaikan Buih
8.5
Keputusan Chinta Luna sudah bulat untuk menanggalkan nama lamanya. Meski petugas administrasi telah memperingatkan rumitnya mengurus perubahan dokumen penting seperti ijazah, paspor, dan kartu identitas, ia tetap teguh menandatangani formulir pengajuan. Mulai saat itu, ia resmi melepaskan masa lalu dan memilih nama baru, Cahya Arjuna, sebuah nama yang membawa harapan baru sebagai lentera penerang dalam perjalanan panjang hidupnya.
Sampul Novel Lovely Rivalry
8.5
Di SMA Melody, Kayana Setyawan, si Ratu Es kaya raya, terlibat rivalitas sengit dengan Naruga Indra, pemuda sederhana yang genius fisika. Perbedaan kasta memicu perseteruan tajam di antara mereka. Namun, sebuah insiden berdarah di sekolah memaksa keduanya bersatu. Memadukan kekuasaan harta Kayana dan logika tajam Ruga, mereka menyelidiki misteri siswa yang koma. Di tengah persaingan ini, benih cinta tak terduga mulai menguji integritas dan menyatukan perbedaan dunia mereka.
Sampul Novel Miss Liar
8.1
Sandra, gadis yatim piatu yang kabur dari kejaran rentenir desa, nekat memakai ijazah palsu demi bertahan hidup di kota besar. Sambil mencari ibu kandungnya, ia memendam hasrat balas dendam atas masa lalunya. Perjalanannya mempertemukan Sandra dengan Hardy, seorang CEO stasiun TV yang peduli padanya, serta Bayu, miliarder pemilik hotel yang menyamar. Di tengah persaingan cinta dan ambisi ini, Sandra juga harus menghadapi pengkhianatan dari sahabat kecilnya, Nina.
Sampul Novel Pesona Menantu Eksklusif
9.5
Kisah romansa dewasa khusus pembaca usia 21 tahun ke atas ini mengupas momen intens di malam pertama sepasang kekasih. Fokus utama cerita tertuju pada pengalaman mendalam sang mempelai wanita yang memiliki gairah seksual sangat tinggi. Suasana malam pengantin yang penuh gejolak emosi serta sensasi fisik tersebut digambarkan secara gamblang melalui jeritan ekspresif yang memenuhi seluruh penjuru ruangan.
Sampul Novel Terpikat Pesona Guru Muda
8.7
Maya Ailenn, siswi populer yang tidak tertarik pada lelaki sebayanya, justru menaruh hati pada pria dewasa. Ketertarikan ini menyeretnya ke dalam cinta segitiga rumit dengan gurunya sendiri, Dewangga, dan tunangannya yang bernama Sarah. Walau menyadari Dewangga akan segera melangsungkan pernikahan, Maya tidak mau mundur. Ia bahkan rela menyerahkan hal paling bernilai dalam hidupnya demi merebut sang guru. Akankah obsesi Maya berhasil, atau ia harus menelan kekalahan pahit dari Sarah?
Sampul Novel Berkah Kekonyolan Gue Yang Gila! "Seribu Nyawa, Jatuh Berkali-kali"
9.2
Nasib buruk seolah enggan pergi dari hidupku. Mulai dari rasa tidak percaya diri terhadap fisik sendiri, hingga berbagai kecelakaan fatal yang anehnya selalu bisa kulewati dengan selamat. Urusan asmara pun berantakan; aku mudah jatuh cinta, sering gagal, bahkan kerap jadi bahan tertawaan orang lain. Puncaknya, trauma berat akibat ilmu pelet sempat merusak jiwa dan ragaku. Kini, semua penderitaan ekstrem itu terasa sangat konyol jika kuingat kembali.