APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Tak Apa Jadi Istri Kedua, yang Penting Soleha

Tak Apa Jadi Istri Kedua, yang Penting Soleha

Fika menjalani peran sebagai istri kedua dengan rasa percaya diri yang tinggi. Ia merasa posisinya jauh lebih unggul dibanding istri pertama sang suami. Di dalam hatinya, Fika bangga karena meyakini dirinya memiliki rupa yang lebih menawan. Bukan sekadar penampilan fisik, ia juga merasa tingkat ketakwaan serta pemahaman agamanya jauh lebih mendalam, sehingga ia menilai dirinya sebagai sosok yang lebih saleha dalam pernikahan tersebut.
Bab
Bagikan

Bab 1

TAK APA JADI ISTRI KEDUA, YANG PENTING SOLEHA (1)

"Walaupun statusku hanya sebagai istri kedua, tapi aku bisa bangga, sebab aku bisa lebih taat agama di banding istri pertama suamiku. Dan juga aku lebih cantik," ucap Fika dalam hati.

***

"Mas, Aku mau sholat dulu ya," aku bicara pada mas Ahmad. Mukena melekat manja di tubuhku yang langsing.

"Oh iya, tuh bilang sama Mbak Rina, jangan malas sholat. Ntar berdosa," sambungku lagi.

"Kamu tahu sendiri, Dek, si Rina itu paling gak bisa di bilangi. Nggak kayak kamu yang alim, rajin solat. Rina itu kebalikannya." jawab Mas Ahmad.

"Itulah sebabnya Mas lebih percaya sama kamu yang ngedidik anak-anak, Dek. Kalo Rina mah nggak bakalan bisa kasih pendidikan yang layak sama anak."

Aku meringis tipis mendengarnya.

"Iya, Mas. Tadi aku udah mandiin anak-anak. Mereka udah rapi dan tertidur sekarang," jawabku.

"Makasih, Sayang!"

Sebenarnya, mengurus Ririn dan Aldi, dua anak Mas Ahmad dan Mbak Rina adalah aktivitas yang membosankan. Tapi tak apa, demi memgambil hati suami, aku rela. Aku bisa tunjukkan kalau aku adalah ibu yang baik untuk anak-anak.

Sesaat setelah kami bicara, Mbak Rina lewat di depanku. Ih bikin ilfil aku aja. Makhluk gemuk, bulat, berlemak itu membuatku jijik. Istri pertama suamiku itu memang tak pandai merawat diri.

"Mbak, solat dong. Nih udah waktu ashar! Seharian dikamar mulu, apa nggak bosen?" Celetukku. Dan aku yakin Mas Ahmad mendengarkan ucapanku. Hah, wajar saja lemak di tubuhnya semakin menggunung, tuh liat kerjaannnya cuma mendem di kamar, kayak lagi bertelur saja.

"Iya, Alhamdulillah udah tadi," jawabnya.

Astaga, pasti bohong lagi. Mana mungkin dia serajin itu. Pasti dia menjawab begitu karena ingin menarik perhatian Mas Ahmad. Dasar tukang pencari muka.

Kusingkap sedikit jilbab lebar yang menutup kepalaku, hingga menampakkan sedikit bagian leherku yang mulus. Biarkan Mbak Rina iri dengan kecantikanku. Sebuah kalung hadiah ulang tahunku yang diberikan oleh Mas Ahmad kemarin terlilit indah mengitari leher cantik ini.

"Mas, sekali lagi terima kasih banyak hadiah kalung emasnya kemarin ya. Aku suka banget," ucapku sedikit keras. Sebelum Mbak Rina menjauh, aku harus membuatnya tahu kalau aku barusan mendapat hadiah dari Mas Ahmad. Aku tahu, selama pernikahan mereka, Mas Ahmad belum pernah memberinya hadiah. Sedangkan denganku, Mas Ahmad tak segan memberikan hadiah sebagus ini. Aku yakin Mbak Rina akan merasa cemburu berat karena ini. Ha haa, rasanya aku ingin terbahak.

Mendengar ucapanku, Mas Ahmad langsung mendekatiku. Matanya sedikit membulat. Mengapa dia nampak marah? Apa aku salah?

Mas Ahmad menarik tanganku.

"Sudah Mas bilang, jangan kasih tahu Rina kalau aku udah beliin kamu Kalung itu, Dek! Ntar dia bisa marah!" Mas Ahmad nampak bingung.

"Kenapa sih, Mas, Mbak Rina nggak boleh tahu?" Aku nggak mau kalah.

"Apa Mbak Rina lebih penting daripada aku, Mas? Kenapa Mas terlihat sangat takut sama dia? Sampe tega marah-marah gitu? Apa aku ini istri yang kurang solehah? Kurang patuh?" Aku mulai terisak.

"Nggak, nggak begitu, Sayang, kamu istri yang baik. Maafin mas ya, Sayang. Mas nggak bermaksud menganggapmu macam-macam." Mas Ahmad mengusap kepalaku.

Hmm, aku tahu betul kelemahan Mas Ahmad. Dia paling tidak bisa membuatku menangis. Marahnya pasti mereda bila melihatku begini. Aku memang jauh melebihi Mbak Rina dalam mengenali Mas Ahmad. Tak salah bila ternyata aku lebih bisa menguasai hati suami. Lagi pula aku jauh lebih muslimah di banding istri tuanya.

Lihat baju-bajuku, semuanya syar'i. Kerudungku lebar, dan aku lebih pandai mengaji. Jadi, meskipun aku istri kedua, orang-orang tak punya alasan untuk menjudgeku macam-macam. Justru ibu mertuaku jauh lebih menyukaiku daripada Mbak Rina, si menantu gemuknya itu.

"Mas, malam ini aku mau ikut pengajian. Jadi mas bisa anterin aku ya?" Pintaku sambil menatapnya.

"MasyaAllah, istriku ini benar-benar istri yang baik. Tentu mas mau anterin kamu ke pengajian." Pujinya. Aku tersenyum.

"Iya, Mas. Daripada sibuk ngumpul buat ghibah, mending aku kumpul sama ibu-ibu pengajian aja. Lebih bermakna untuk dunia dan akhirat," ujarku.

Sejak dinikahi oleh Mas Ahmad, aku memilih untuk sering-sering melakukan sesuatu yang berbau agama. Aku ingin menunjukkan pada orang-orang yang memandangku rendah hanya karena aku seorang istri kedua. Aku ingin menunjukan pada mereka jika aku ini adalah istri kedua yang berkelas dan alim. Bukan seperti mereka yang bar-bar dan tukang julid.

Aku, Rika Asriani, adalah seorang istri kedua yang lebih baik dari yang mereka pikirkan. Lihat, aku sering ke masjid, ikut pengajian, dan aku juga cantik sehingga bisa nembuat suamiku jatuh cinta. Sedangkan mereka, huuuh, meskipun mereka istri satu-satunya, toh tetap menderita. Mana di ajak susah juga sama suami mereka. Sedangkan aku, Mas Ahmad mana rela membuatku hidup susah, bahkan seujung kuku oun dia tak rela melihat kulit mulusku terbakar matahari. Aku tetap jauh lebih beruntung di banding orang-orang yang sering menyebutku pelakor.

"Mas, aku mau mengajak Mas untuk mengantarku ke kamar Mbak Rina," ucapku pada Mas Ahmad.

"Kenapa harus di antar, Sayang?" dia mengecup keningku.

"Aku hanya ingin ajakin dia pada kebaikan, Mas. Tapi aku takut ntar dia marah," ujarku.

"Baiklah,"

Mas Ahmad mengandeng tanganku. Kami akan menghampiri Mbak Rina. Aku membuka pintu kamar kakak maduku tersebut. Ku tarik gagang pintu dan kulihat wanita itu sibuk di depan monitor. Huuh, dia selalu sibuk mengurusi pekerjaan. Sejak suaminya menikahiku, kulihat wanita itu terlalu sibuk dengan pekerjaannya. Sampai tak bisa mengurusi suaminya. Tapi tak apa, aku jauh lebih bisa mengurus suaminya dengan baik. Hahaa....

"Mbak, apa Mbak sibuk?" ujarku menyapa.

"Nggak terlalu." Jawabnya tanpa menoleh.

"Mbak, sesekali kita sholat isya di masjid, yuk! Ntar habis itu kita langsung ikut pengajian. Hitung-hitung cari pahala, Mbak!" ujarku.

"Terimakasih, Fik. Tapi Maaf. Kerjaan aku belum selesai. Jadi kayaknya aku solat di rumah aja," jawabnya.

"Ya Allah, Mbak. Demi pekerjaan Mbak rela mengabaikan panggilan Allah. Istighfar, Mbak. Aku ajak mbak sholat ke masjid untuk mendekatkan diri pada Allah. Sholat berjamaah itu lebih besar pahalanya, Mbak. Apalagi selepas itu kita ikut pengajian juga," ujarku.

Aku melirik ke arah Mas Ahmad. Dia mengangguk tersenyum. Aku tahu dia salut padaku. Kau lihat Mas, aku ini istri yang dekat pada Tuhan. Tidak seperti istri pertamamu yang jauh dari penciptanya. Kadang aku heran, kenapa tak ia ceraikan saja si Tia ini. Istri yang tak pandai merawat suami itu hanya menambah beban saja.

"Aku udah bilang, aku lagi banyak kerjaan. Jadi kalau kamu mau ke masjid pergi aja. Kalau niat kamu ingin cari pahala, untuk wanita solat di rumah lebih baik dari pada di masjid."

Upps, jawaban macam apa ini? Dia ingin merendahkan aku di depan Mas Ahmad? Ngimpi kamu, Rina!

"Niat aku baik, Mbak. Aku mau ajak mbak ke kebaikan! Harusnya mbak jangan jawab gitu, sesuaikan sama adab, Mbak! Pelajari soal sopan santun, agar bisa mendekatkan diri sama Tuhan!" pukasku.

"Oke, sekarang mau kita bicara adab? Sekarang aku tanya kamu, kamu nyelonong masuk ke kamar aku tanpa permisi, apa itu bisa di bilang perilaku beradab?"

Astaga... Apa yang dia katakan? Akan kubungkam mulutmu di hadapan Mas Ahmad, Mbak Rina!

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Arus yang Membuatku Liar
9.6
Novel romantis modern Arus yang Membuatku Liar mengisahkan tindakan kejam seorang suami yang tega mengaktifkan alat pengontrol pada tubuh istrinya ke tingkat tertinggi saat berada di tempat umum. Di tengah keramaian, sang istri seketika kehilangan kekuatan hingga terjatuh lemas di lantai. Alih-alih mendapatkan pertolongan tulus, ia justru menjadi pusat perhatian dan dikelilingi oleh pria-pria asing dengan niat buruk yang mulai mendekatinya dalam situasi tak berdaya tersebut.
Sampul Novel Dark Love
8.0
Demi membalas kematian tragis sang ibu, Albert Kenzi Erdinata menargetkan Akira, anak dari perempuan yang ia benci. Setelah merenggut kehormatan Akira melalui penculikan, Albert menjadikannya asisten pribadi untuk melanjutkan siksaan fisik dan batinnya. Namun, interaksi intensif mereka justru menumbuhkan perasaan cinta yang tak terduga. Di tengah terbukanya misteri masa lalu, Albert kini dihadapkan pada pilihan sulit antara menuntaskan dendamnya atau memilih cinta.
Sampul Novel Dikejar Mantan Suami
8.1
Pasca-bercerai dari Haris Prayoga, Ningsih Widyastuti menutup rapat hatinya dan bekerja sebagai pelayan di rumah makan Faiz Wibisono. Walau awalnya sama-sama enggan terlibat asmara, kedekatan membuat perasaan cinta tumbuh di antara Ningsih dan Faiz. Sayang, hubungan mereka terhalang oleh obsesi Haris. Diliputi penyesalan mendalam, sang mantan suami terus mengejar Ningsih dan memicu berbagai kekacauan demi mendapatkan kembali cinta lamanya.
Sampul Novel Fallin Love With Jerk Billionaire
7.8
Kehidupan Thania Moran, gadis kaya yang polos dan periang, berubah drastis setelah mengenal Zachary Devon. Zach merupakan pebisnis muda sukses di Amerika yang berwatak dingin dan kerap meremehkan perempuan. Walau sempat saling membenci, Thania justru terpikat pada pria berbahaya tersebut. Konflik meruncing saat orang tua Thania menjodohkannya dengan cinta pertamanya. Namun, ketulusan Thania perlahan meluluhkan hati Zach yang selama ini dikenal sebagai playboy sombong.
Sampul Novel Gadis Kedai
9.6
+++21.. ATTENTION PLEASE .!!. Not for kids.!!!🙏🙏🙏 Tuan dan nyonya Vladislava meninggal saat Tatiana Vladislava putri semata wayang mereka berusia tiga belas tahun . Semenjak itu , Tatiana Vladislava tinggal bersama nenek Vasilisa Vladislava yang mempunyai kedai makanan Russia di Moscow . Tatiana Vladislava mempunyai dua teman laki sepermainan sewaktu masa kecil yang bernama Sevastyan Dvoryanstvo dan Matteo. Sevastyan Dvoryanstvo anak keturunan bangsawan, sedangkan matteo dari latar belakang broken home. Ayahnya matteo seorang tukang kebun yang pemabuk , suka berjudi dan main perempuan. Sedangkan ibunya seorang pembantu. Dulu ibunya Matteo sempat stress karena kelakuan suaminya dan sempat hendak menggugurkan kandungannya dengan minum banyak bir hangat tapi kandungannya tidak gugur malah melahirkan Matteo. Karena sikap kedua orang tuanya yang tidak perduli pada Matteo itu membuat Matteo tumbuh menjadi seorang pria pemabuk yang suka berjudi dan suka bergonta ganti pasangan sex . Ya, matteo mewarisi kelakuan buruk almarhum ayahnya. Tanpa di sangka-sangka mereka di sinyalir terlibat dalam kasus pembunuhan. Mereka menjawab...bukan saya pembunuhnya sadis. Sebetulnya siapa yang di bunuh .?
Sampul Novel Gairah Gadis Penghuni Kos
8.5
Di usia 35 tahun, arsitek bernama Aldi Reynaldi sibuk mengelola rumah kos eksklusif wanita berkapasitas 30 kamar yang selalu terisi penuh. Sikapnya yang tulus dalam membantu berbagai masalah para penyewa membuat hubungan mereka sangat akrab. Sebagai bentuk balas budi atas kebaikannya, para gadis penghuni kos mulai menaruh perhatian besar pada seluruh kebutuhan hidup Aldi, bahkan hingga menyentuh ranah intim yang tak pernah ia duga sebelumnya.