APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sweet Lollipops

Sweet Lollipops

Chika Nada Juwita, seorang gadis periang berbadan gempal, jatuh hati kepada murid pindahan baru bernama Kevin Devano. Sayangnya, Kevin adalah sosok yang sangat dingin, angkuh, serta perfeksionis dalam menentukan kekasih. Meski kriteria pasangan Kevin terlampau tinggi, Chika enggan berputus asa. Ia terus berjuang dengan gigih demi memikat hati sang pujaan. Akankah ketulusan serta kehangatan Chika berhasil meruntuhkan sikap kaku dan benteng pertahanan Kevin yang begitu kokoh?
Bab
Bagikan

Bab 2

Dalam suasana kelas yang begitu tenang, dan tampak begitu nyaman. Mereka semua belajar dengan penuh konsentrasi, mendengarkan penjelasan dari Bu Maya, yang kebetulan hari ini mengajar bahasa Inggris untuk menggantikan, Mr. Leo yang kebetulan hari ini sedang tidak masuk.

Kevin juga tampak sangat fokus mendengarkan penjelasan dari Bu Maya. Lain halnya dengan Chika, karna sekarang pikirannya sedang tidak tenang. Jantungnya berdetak-detak begitu kencang, bahkan serasa mau copot. Sambil memandang wajah Kevin yang begitu serius, dan membuat tingkat kegentingannya naik 2 kali lipat dari wajah aslinya, membuat Chika seakan benar-benar gila.

'Ya Tuhan, jantung Chika kenapa ya? apa Chika sakit jantung? Please Tuhan jangan ambil nyawa Chika sekarang, Tuhan, karna Chika masih pengen lihat Kevin.' Dalam hati Chika.

Lalu Chika pun kembali menatap ke arah Kevin, tentu saja dengan senyuman yang tidak jelas. Sambil bertopang dagu dengan mata berbinar penuh imajinasi.

"Lu ngapain lihatin gua begitu?" ketus Kevin.

Dan seketika Chika langsung menurunkan tangannya sendiri dan duduk di posisi semula.

Sinis Kevin melirik ke arah Chika. "Jangan macem-macem," lirih Kevin.

Chika langsung menggelengkan kepalanya. "Iya, Chika gak macem-macem kok!"

Sepanjang pelajaran itu, mereka hanya saling terdiam tanpa saling bicara dan Chika diam-diam mencuri pandang ke arah Kevin. Tapi saat Kevin mulai menyadarinya, dia kembali berpura-pura tak melihatnya.

***

Tring ....

Terdengar bel istirahat, dan mereka semua berlarian keluar kelas. Lain halnya dengan Kevin, dia menunggu sampai yang lain keluar dulu, karna dia malas berdesak-desakkan.

Dan melihat Kevin yang masih santai di dalam kelas tentu saja Chika juga tidak mau buru-buru keluar, padahal, biasanya dia yang paling pertama lari ke kantin untuk mencari tempat serta memborong makanan kantin. Tapi khusus hari ini, tiba-tiba rasa lapar dan nafsu makannya mendadak hilang.

"Kevin, kamu gak ke kantin?" tanya Chika.

Dan Kevin menengok sesaat ke arah Chika, tapi dia tak berbicara apa pun hanya tatapan datar.

'Astaga' dalam hati Chika.

Lalu Kevin pergi begitu saja tanpa sepatah pun kata.

"Ya ampun, Kevin jutek banget sih sama Chika, memangnya Chika salah apa?"

Dan tak lama Cindy pun datang menghampiri Chika.

"Chika, kok tumben sih, kamu gak ke kantin?"

"Iya, soalnya tadi Chika ...."

"Chika kenapa? Chika ada masalah? cerita dong sama Cindy."

"Chika tadi lagi nemenin, Kevin ngobrol."

"Kevin, si anak baru itu?"

"Iya, siapa lagi."

"Emangnya dia mau, ngobrol sama, Chika?"

Chika menggelengkan kepalanya. "Enggak sih, Chika di cuekin hehe, Kevin orangnya dingin."

"Duh, kasihan Chika, yang sabar ya, Chika."

"Iya, Cindy."

"Sini peluk," Cindy pun memeluk Chika.

Chika dan Cindy adalah best Friends forever. Mereka sudah tidak bisa terpisahkan sejak dalam kandungan, walaupun mereka terlahir dari dua ibu yang berbeda, tapi mereka seperti memiliki telepati, mungkin karna sejak bayi mereka sudah sering bertemu karna rumah mereka yang bersebelahan. Cindy dan Chika ibarat sebuah angka 10, Cindy bagian angka satunya, dan Chika bagian angka nolnya. Mereka saling melengkapi.

"Eh, Cindy, rasanya jatuh cinta pada pandangan pertama itu seperti apa ya?"

"Emm, gimana ya?" Cindy garuk-garuk kepala, "Cindy kan jomblo, Chika,"

"Oh, iya, lupa hehe,"

"Ah, Chika, mah sengaja ya ngeledekin, Cindy,"

"Ah, Cindy jangan ngambek dong, pokoknya Chika doain biar Cindy bisa nemuin cinta pertama Cindy, kaya Chika sekarang,"

"Wah, emang Chika udah pacaran sama Kevin,"

"Emm, belum sih, tapi lagi otw kok,"

"Chika yakin, kalau Chika bakalan dapetin Kevin?" tanya Cindy.

"Ya, Ya-yakin ... lah," jawab Chika ragu-ragu.

"Jangan ragu-ragu dong, Chika, harus semangat,"

"Iy-iya semangat dong, Chika mah! Semangat 45 pokoknya, selama ini, 'kan gak ada di kamus Chika yang namanya kata menyerah, tapi ...."

"Tapi apa?"

"Tapi, Cindy bantuin Chika ya, hehehe,"

"SIAP!" Cindy langsung formasi hormat, "Buat Chika apa sih, yang enggak!" jawab Cindy penuh yakin.

"Wah, thanks my best friends," Kembali Chika dan Cindy berpelukan ala Teletubbies.

Sementara itu di kantin, tampak Kevin sedang duduk sendirian sambil menyantap semangkuk bakso. Lalu datanglah Naysila si bintang sekolah menghampirinya.

"Hey, Kevin, sendirian aja?" sapa Naysila.

Kevin meliriknya sesaat, "Kelihatannya gimana? Gue sendiri, 'kan?" tanya balik Kevin.

"Iya, hehe." Naysila garuk-garuk kepala.

"Terus kenapa nanya?" ketus Kevin.

"Ya, basa-basilah, Kevin," Naysila mengulurkan tangannya, "kenalin, Aku Naysila, panggil aku Sila," ucapnya sambil tersenyum manis, penuh percaya diri.

Kevin melihat kearah Naysila sesaat, lalu dia kembali menyantap baksonya lagi, tanpa menghiraukan tangan Naysila yang sudah tidak sabar untuk dijabatnya.

Seketika Naysila langsung menghela nafas panjang dan memanyunkan bibirnya, karna kesal di abaikan oleh Kevin, padahal sebelumnya tidak ada lelaki yang mengabaikan dirinya seperti ini. Tapi meski pun begitu dia tidak peduli dengan perlakuan Kevin, dia malah duduk di samping Kevin sambil melihat Kevin yang sedang asyik memakan bakso.

Dan tak lama Chika dan Cindy pun juga menyusul Kevin yang sedang berada di kantin.

"Ih, Kevin ama siapa tuh?" tukas Chika yang mulai merasa khawatir.

"Itu, kayaknya si anak klas sebelah deh dari 11C, kalau gak salah namanya Naysila," sahut Cindy.

"Hah?!  Naysila?"

"Iya, Naysila yang  selebgram sekaligus, vloger," jelas Cindy.

"What?! aduh kalah saing dong gue."

"Tenang, Chika, kamu pasti bisa kok dapetin Kevin, ya walaupun lawanya, Naysila si Cewek Popular itu," ujar Cindy yang mencoba meyakinkan Chika.

"Tapi, apa kamu yakin, kalau Chika bisa dapatin hatinya, Kevin?" tanya Chika yang ragu.

"Ya enggak sih," ucap Cindy refleks.

"CINDY!"

"Uppss!" Cindy segera menutup mulutnya yang keceplosan itu.

"Ah, bodo amat mau dia model-lah selebgram-lah, vloger-lah, tukang cukur-lah, pokoknya, Kevin miliknya Chika, dan Chika pasti bisa dapetin hatinya Kevin, yeah!" ucap Chika penuh percaya diri sambil mengepalkan tangan ala pahlawan revolusi.

Dan tanpa ragu Chika pun berjalan menghampiri Kevin dan juga Naysila. Dengan penuh yakin Chika duduk di antara mereka berdua.

"Hay, Kevin, aku duduk di sebelah kamu ya," ucap Chika sambil tersenyum manis. Hal itu tentu saja membuat Naysila menjadi sedikit kesal. Dia merasa terganggu dengan kedatangan Chika.

"Eh siapa sih lu?" tanya Naysila.

"Gue, Chika!" jawab Chika.

"Eh, Karung Beras, lu ngapain sih nyempil di sini? udah kaya upilnya Bejo, aja deh!" ketus Naysila.

"Ye, suka-suka gue dong, emang ini bangku kantin milik Nenek Moyang lu?!" ketus balik Chika. 'lagian mana ada upil segede gue' batin Chika.

"Eh, tapi lu ganggu gue sama Kevin! Lu tahu, 'kan kalau ada dua orang, yang satu laki-laki dan satunya perempuan sedang duduk, berarti yang ketiganya setan, dan elu tu setannya!" hina Naysila.

"Ye, mana ada setan seimut gue, lu tu, Nenek Lampir," sahut Chika.

"Eh, enak aja, dasar Kuda Nil! berani lu ya ngatain gue, Nenek Lampir! Ayo sini lawan gue!" Naysila pun langsung berdiri sambil menggulung lengan bajunya.

"Wah, lu nantangin, Sumo, ya?!" tantang balik Chika. Dan suara berisik mereka pun langsung mengundang seluruh perhatian isi kantin.

"Chika! semangat!" teriak Cindy sambil mengepalkan tangan ke atas. Dan dari kubu berseberangan ada teman-teman Naysila yang juga tak mau kalah menyemangati Naysila.

"Sila! semangat ya! Ingat semut sama gajah masih menangan semut, jadi jangan takut ya, jangan lupa baca doa!" teriak Lala sahabat dari Naysila.

TENG! TENG! TENG! TENGG!

1. 2 . 3 GO!

Mereka berdua pun memulai aksi jambak-jambakan di kantin sekolah,  dan di saksikan oleh para penghuni kantin lainnya. Terlihat begitu semarak, riuh sorak, dan tepuk tangan yang menyemangati mereka berdua bak sedang mengikuti lomba 17-an.

Bersbung....

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Dijual Suami Demi Pekerjaan
8.6
Dikhianati oleh suaminya sendiri yang kejam, seorang wanita dijadikan barang barter dan dikirim ke kediaman asing untuk menjadi ibu susu. Namun, situasi berubah drastis saat ia justru memikat perhatian sang tuan rumah—seorang pria berkuasa dengan fisik atletis dan aura maskulin yang kuat. Di balik kemewahan dan ketertarikan intens pria tersebut, tersimpan sebuah misteri besar yang siap mengguncang dunia. Akankah ia menemukan pelarian atau justru terjerat lebih dalam?
Sampul Novel Gairah Duda Keren
8.1
Moreno Dava Mahendra menjadi pria dingin dan galak setelah ditinggal wafat sang istri, namun pesona duda tampan ini tetap memikat banyak orang. Sementara itu, Aira Cecilia terpaksa bekerja di rumah bordil karena jeratan utang sang ayah. Sebuah jebakan tak terduga mempertemukan mereka hingga berakhir di ranjang yang sama. Moreno terkejut menyadari paras Cecil sangat mirip mendiang istrinya, hingga ia menuntut pernikahan. Mampukah cinta tumbuh di antara luka masa lalu mereka?
Sampul Novel Istri Pengganti Yang Tak Dicintai
9.6
Demi memulihkan nama baiknya dari fitnah pencurian, Keira terpaksa menjadi istri Ezra Leighton, pria yang seharusnya menikahi mendiang saudarinya. Namun, Ezra yang didera kesedihan mendalam hanya memandang Keira dengan kebencian. Di tengah dinginnya pernikahan tanpa cinta ini, Keira berjuang bertahan. Tanpa diduga, tabir misteri seputar kecelakaan maut saudarinya perlahan mulai tersingkap dan siap mengubah jalan hidup mereka.
Sampul Novel Obsesi sang Billionaire
8.4
Demi mendapatkan keturunan yang tak kunjung hadir dari sang istri, Evander Alywar Miller, seorang CEO sekaligus mafia kejam, mengincar Rossie Casaundra. Rossie, yang bekerja sebagai pengurus kuda di perkebunannya, dijebak lewat rencana licik yang membuat ayahnya yang sakit mendekam di penjara. Terdesak demi menyelamatkan sang ayah, Rossie terpaksa menyetujui kontrak pernikahan tanpa rasa cinta ini. Akankah kebencian mendalam di antara mereka bisa berubah menjadi cinta?
Sampul Novel Rintangan Cinta Abadi
8.1
Kehidupan Aria, seorang miliarder metropolis, terusik saat Luna, cinta masa kecilnya, kembali dengan rahasia kelam yang memicu pengkhianatan. Situasi rumit ini menyeret Rian, sahabat Aria yang bimbang antara loyalitas dan rasa cintanya pada Luna. Kehadiran Maya menciptakan cinta segitiga yang pelik, sementara Evan datang mengungkap misteri masa lalu yang mengejutkan. Di tengah kekacauan ini, Nina membawa harapan baru bagi hubungan rumit keenam tokoh tersebut.
Sampul Novel Terbongkarnya Perselingkuhan Suamiku
8.9
Saat kebohongan terbesar dari pasangan hidup akhirnya terungkap, keputusan krusial apa yang mesti diambil? Apakah Anda sanggup melapangkan dada untuk mengampuni serta membuka lembaran baru bersamanya? Ataukah Anda akan bertindak tegas dengan membawa kasus pengkhianatan ini ke jalur hukum di pengadilan? Kini, batin Anda dipaksa memilih antara perasaan cinta atau menegakkan keadilan demi menentukan arah masa depan yang terbaik.