APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Surgaku Tak Lagi Sempurna

Surgaku Tak Lagi Sempurna

Dunia Nadira yang indah seketika runtuh tanpa sisa. Padahal, sarjana seni kriya ini hampir meraih segalanya: pekerjaan impian di depan mata dan rencana pernikahan dengan seorang calon dokter. Namun, takdir berkata lain saat badai masalah menghancurkan seluruh rencana masa depannya. Kini, di tengah kehancuran dan keputusasaan, Nadira harus mengumpulkan sisa-sisa kekuatannya untuk bangkit kembali, hanya dengan mengandalkan satu-satunya tumpuan dan surga terakhir yang tersisa.
Bab
Bagikan

Bab 3

Juni 2013

Awal pertemuan kami terjadi pada sebuah gallery kerajinan gerabah yang berada pada daerah Jakarta selatan.

Saat itu aku masih terhitung sebagai seorang mahasiswa baru semester dua, seorang mahasiswa yang masih begitu lugu namun sudah memiliki beban yang cukup berat di pundaknya.

Hasil tani kedua orang tuaku sedang tidak bagus kala itu, berhektar – hektar sawah pada desaku terkena serangan hama tikus hingga membuat banyaknya petani yang merugi karena hasil panen yang tidak sebagus dan sebanyak biasanya, bapak dan ibukku adalah salah satunya.

Meskipun biaya kuliahku sudah mendapatkan cukup banyak potongan karena aku adalah salah satu mahasiswa yang masuk memalui jalur prestasi berkat puluhan sertifikat yang kudapatkan sejak saat sekolah menengah pertama hingga sekolah menengah atas.

Sertifikat yang awal mulanya sempat dianggap tidak berguna oleh bapak, waktu itu beliau berpikir apa yang bisa dibanggakan dari sertifikat hasil lomba menganyam, menenun, hingga membatik itu. Saat itu baik bapak dan ibuk masih belum mengerti bagaimana tingginya nilai dari sebuah seni hingga aku harus bersitegang pada bapak selama satu minggu lebih karena memilih untuk mengambil jurusan seni bukannya guru atau perawat seperti yang bapak impikan.

Bapak punya cita – cita melihat anaknya memakai baju dinas PNS, namun aku memiliki pemikiran berbeda. Sejak kecil aku telah sangat jatuh cinta pada dunia seni, seni kriya khususnya. Saat orang lain akan kesal jika mendapat tugas seni budaya maka aku akan mengerjakannya dengan sepenuh hati bahkan tidak memiliki beban apa pun, seni itu indah dan unik.

Kembali lagi pada sebuah gallery yang menjadi tempat awal aku bertemu dengan mas Abyan, dikarenakan berbagai macam alasan di atas dimana ditarik sebuah kesimpulan bahwa orang tuaku punya cukup kesulitan untuk membiayai hidupku di kota Jakarta dan membuatku akhirnya berinisiatif menjadi karyawan magang pada galery kerajinan gerabah itu.

Dengan bantuan seorang teman sesama prodi, aku di kenalkan oleh Mbak Dewi, owner dari gallery kerajinan gerabah itu. Aku diberikan kepercayaan untuk menjadi pegawai magang pada galerynya sembari belajar mengenai seluk beluk dunia gerabah yang ternyata banyak sekali yang belum ku ketahui, sambil menyelam minum air pikirku kala itu.

Saat itu aku sedang melakukan tugas rutin, membersihkan segala debu yang mungkin menempel pada gerabah yang terpajang pada setiap rak. Mengelapnya satu persatu dengan sangat hati – hati agar tidak terjatuh dan pecah hingga..

~prangg, aku sempat sedikit melonjak karena terkaget, memeriksa segala gerabah yang berada di dekatku.

Semuanya aman, aku kembali memeriksa pada rak lain yang berada pada ujung gallery, dan benar saja kulihat sesosok laki – laki tengah memunguti pecahan gerabah dengan ditemani suara omelan dari sosok perempuan berpakaian formal itu.

Ada sedikit kelegaan di hati kala mengetahui jika bukan diriku lah penyebab suara pecahan tadi. Kulangkahkan kakiku mendekati dua sosok itu.

“Biar saya bantu kakak,” ucapku ramah membawa sebuah sapu dan serok sampah.

Laki – laki itu menolehkan tubuhnya memandangiku dari posisi jongkoknya, aku dapat melihatnya yang sempat terdiam untuk beberapa saat sebelum akhirnya berdiri.

Ku ambil alih pecahan gerabah itu dan dengan segera ku bersihkan semua tanpa tersisa.

“Maaf kak, sesuai peraturan yang ada di gallery pengunjung yang memecahkan barang harus mengganti rugi sebesar harga barangnya,” ucapku dengan seyum seramah mungkin.

Sosok perempuan yang setelah itu ku kenal sebagai mbak Arhesa nampak masih sangat jutek bahkan sama sekali tak tersenyum atau menunjukkan rasa bersalahnya karena telah menyebabkan salah satu gerabah berukuran besar itu pecah.

“Adik saya yang mecahin tadi, dia yang bakalan ganti,” jawabnya padaku sebelum akhirnya melengos pergi keluar gallery.

Meninggalkan ku bersama sosok lelaki yang akhirnya memperkenalkan dirinya padaku, “Perkenalkan nama ku Abyan,” ucapnya mengulurkan tangan padaku dengan senyuman lebar hingga membuat deretan giginya terlihat.

Tak ada yang tahu bahwa setelah perkenalan itu kami menjadi semakin intens hingga akhirnya menjalin hubungan setelah dua bulan masa pendekatan.

***

Juni 2017

Mataku mengerjap, memandangi atap plafon putih yang menjadi pemandangan pertama yang ku lihat saat itu. Tubuhku masih kaku dan terasa sakit, terdengar sebuah suara di sampingku, seperti suara mesin yang berbunyi teratur persis dengan detakan jantungku saat itu.

Ku coba untuk memandangi ruangan sekitar walaupun terharang dengan leherku yang sangat kaku dan sakit, ruangan itu kosong tak ada satu pun yang kulihat. Tidak ibuk, bapak, atau pun mas Abyan di mana waktu itu suaranya adalah suara terakhir yang ku dengar sebelum semuanya kembali sunyi.

Beberapa saat terjebak pada ruangan sunyi itu hingga akhirnya aku mendegar suara pintu terbuka, dan tak lama sosok perempuan datang dengan wajah yang sulit ku deskripsikan, antara senang, sedih atau terharu, entahlah aku tidak begitu yakin.

“Pak, buk, mbak Dira sudah bangun,” serunya segera berlari keluar dari pintu kembali meninggalkanku sendiri di ruangan sunyi itu.

Dia adalah Syifa, adikku yang seharusnya masih berada di Jogja dan menjalani masa terakhir sekolah menengah pertamanya itu.

“Ya Allah nduk, alhamdulillah,” ku dengar kembali suara itu, suara yang sangat kurindukan, ibuk.

Ibuk menghamburkan pelukannya pada tubuh kakuku itu, menangis sejadi – jadinya hingga aku bisa merasakan bahuku yang basah karena air matanya.

“Alhamdulillah, Alhamdulillah,” kudengar juga suara lain, suara bapak penuh syukur meskipun terdengar getaran di dalamnya.

“Apa bapak juga menangis?” pikirku.

Tubuh ibu berangkat dari tubuh kakuku saat sosok lelaki paruh baya dengan jas putihnya serta dua orang perawat dengan seragam birunya memasuki ruangan itu lalu mengambil alih posisi ibu.

Dokter itu melebarkan kelopak mataku dengan jarinya lalu mengangkat sebuah benda kecil seperti senter hingga membuatku berkedip cepat karena masih belum cukup siap menerima sinar seterang itu.

“Pasien sudah melewati kondisi vegetatifnya, setelah ini kita bisa segera melakukan kraniotomi,” ucapnya samar – samar masih dapat di tangkap oleh daun telingaku.

Aku tidak mengerti apa yang dimaksud dengan ucapnnya itu, kratomi, kranitomi atau apalah itu aku sama sekali tidak mengerti.

Saat sang dokter akan menjelaskan itu pada bapak dan ibu aku merasakan sebuah sengatan kecil pada tanganku saat salah satu dari perawat itu menyuntikkan sebuah cairan melalui jarum infus, dan tak lama kembali membuat kedua mataku berat.

Sebelum aku bisa mendengarkan penjelasan dari sang dokter semuanya telah kembali gelap dan sunyi.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Budak Cinta
8.4
Saat sedang hamil, aku harus menghadapi kenyataan mengerikan. Selama tiga tahun ini, Liam Barnes yang merupakan kekasihku sendiri, membiarkan kembarannya, Lucas, meniduriku. Pengkhianatan kejam ini dilakukan Liam sebagai bentuk balas dendam demi cinta pertamanya, Vivian Quinn. Namun, reaksi berbeda ditunjukkan Lucas saat aku mengonfrontasinya. Di hadapanku, ia justru berlutut khidmat, mencium kakiku, dan bersumpah bahwa kesetiaannya kini sepenuhnya hanya milikku.
Sampul Novel Dikhianati Tunangan dan Sepupu Tercinta
8.8
Pengkhianatan Fredi dengan sepupuku, Lydia, saat berlibur di Bali menghancurkan segalanya. Hubungan kami diputus sepihak, lalu dia dan ibunya terus merendahkanku hingga karierku runtuh. Di masa sulit ini, Hendra yang merupakan kakak sepupu Fredi datang menyelamatkanku. Ketika Fredi kembali mencoba menjatuhkanku dalam sebuah pesta, aku tidak lagi gentar karena ada Hendra di sisiku. Dengan perasaan yang telah mati, aku nyatakan padanya bahwa rasa cintaku sudah sirna.
Sampul Novel Pendekar Sembilan Matahari
9.5
Demi berguru pada Empat Sesepuh, Chen Long rela bertahan dari segala penindasan di Perguruan Tong Lam Pai. Impian itu kandas saat ia ditolak, namun takdir mempertemukannya dengan seorang koki tua misterius yang mengangkatnya sebagai murid. Chen Long segera menyadari bahwa sang koki adalah sosok sakti mandraguna. Sayang, perjalanan cintanya dengan Xiao Liong Li penuh rintangan hingga memisahkan mereka selama lima belas tahun. Di tengah pencarian, kesetiaan Chen Long diuji oleh banyak wanita yang terpikat padanya.
Sampul Novel SKANDAL CEO MESUM
8.4
Axel Biantara Wijaya, CEO sukses PT. Wijaya Karya Reality yang tampan, kerap menjadi sorotan karena skandalnya dengan model-model ternama. Di balik kemewahan dan dominasinya di bisnis properti, takdir mempertemukannya dengan Aulia Putri. Aulia adalah perempuan mandiri dari keluarga sederhana yang terbiasa bekerja keras sejak kuliah. Pertemuan tak terduga ini mulai mengubah hidup sang miliarder. Akankah Axel rela melepas masa lalunya yang liar demi mengejar cinta sejati Aulia?
Sampul Novel Suamiku Memilih Selingkuhannya
9.1
Kirana hancur saat tahu Arya berselingkuh dengan cinta lamanya. Sang suami berdalih pernikahan mereka hanyalah perjodohan tanpa cinta, melupakan janji suci yang pernah diucapkan. Di tengah luka dikhianati, Kirana harus berjuang sendirian menghadapi kehamilan berisiko tinggi yang mengancam nyawanya. Ia sengaja merahasiakan kondisi ini dari Arya yang telah pergi meninggalkannya. Mampukah Kirana bertahan hidup, dan bagaimanakah kelanjutan takdir pernikahan mereka?
Sampul Novel SUAMIKU SEORANG PENDUSTA.
7.8
Demi melindungi aset sang ayah, pewaris tunggal Kinanti Hans terpaksa menikahi Bramasta. Malang, cinta yang ia percayai selama dua belas tahun rupanya palsu. Bram mengkhianatinya dengan menikahi Neni, sahabat sekaligus mantan kekasihnya sendiri. Demi merebut kekayaan Kinanti, mereka tega bersekongkol melenyapkan nyawa anak dan ibu Kinanti secara keji. Kini, Kinanti pun berada di ujung tanduk, menjadi sasaran terakhir dari konspirasi busuk sang suami.