APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sumpah Dalam Kubur

Sumpah Dalam Kubur

Hana merenggang nyawa secara tragis, dikubur hidup-hidup oleh mertua dan iparnya saat sang suami, Hadi, sedang pergi. Fitnah kejam pun disebar bahwa ia melarikan diri dengan pria lain, hingga membuat Hadi sakit parah akibat duka mendalam. Di tengah keserakahan keluarga yang memanfaatkan keadaan ini, arwah Hana menolak tenang. Ia bersiap bangkit dari kubur demi menuntut balas pada para pengkhianat. Kisah horor mencekam tentang dendam yang menembus batas kematian.
Bab
Bagikan

Bab 1

Tendangan demi tendangan terus dilayangkan oleh dua wanita, mereka terus menghantam seluruh tubuh Hana. Wanita itu berkali-kali meminta ampun. Namun, bukannya berhenti, tendangan dan injakan itu justru semakin brutal menyakiti tubuhnya.

Seluruh tubuh Hana benar-benar terasa sakit. Darah segar berkali-kali keluar dari mulutnya. Namun, mereka malah tertawa dengan keras melihat Hana yang terlihat lemah tak punya daya untuk melawan.

Salah satu dari dua wanita itu menjambak rambut Hana lalu dengan sekuat tenaga menyeretnya. Perih, seluruh tubuh Hana nyaris mati rasa.

"Bu ... am-ampun, Bu ...," ujar Hana terbata-bata, telinganya berdengung sakit karena beberapa tendangan yang berhasil mengenai kepalanya.

"Apa? Aku tak bisa mendengar suaramu." Wanita di sebelahnya tertawa.

Dua wanita itu menyeret Hana ke hadapan sebuah lubang yang telah digali sebelumnya. Hana menggeleng dengan kuat saat menyadari niat buruk kedua wanita itu.

"Ti-tidak, Bu ... jangan kubur aku!"

"Kenapa? Tempat terbaik untukmu ada di balik tanah ini, bukan di rumahku!" desis Lilis, wanita yang ia kenal sebagai adik iparnya. Hana menggeleng lalu menangkup tangan Lilis dengan pandangan penuh permohonan.

Lilis menarik tangannya, mengibas dengan jijik kemudian melirik pada sang ibu agar segera menyingkirkan Hana yang sudah babak belur tak berdaya.

"Kami sudah muak melihatmu, perempuan tak tahu diuntung! Aku sangat menyesal karena sudah merestui putraku untuk menikah denganmu. Dasar jalang mata duitan!" kata Risma--ibu mertua Hana--sambil menarik rambut sang menantu lalu mendorongnya sampai tersungkur ke tanah hutan yang lembab itu. 

Hana menitikkan air mata. Tangan dan seluruh tubuhnya gemetar ketakutan memikirkan kematian yang sebentar lagi akan merenggut nyawanya.

Mereka membenci Hana karena menganggap wanita itu tidak pantas menjadi bagian dari keluarga besar Kusuma.

Sejak awal, Hadi lah yang kekeuh ingin menikahinya, dia sama sekali tidak pernah mengincar harta pria itu. Hana sudah berkali-kali memutuskan hubungannya dengan Hadi. Namun, pria itu malah mengancam akan bunuh diri jika sang ibu masih tidak merestui, dengan berat hati, Bu Risma pun memberikan restu pada anaknya.

Dua tahun usia pernikahan mereka, bukan kebahagiaan yang Hana dapatkan. Namun, penindasan dari mertua dan ipar. Hadi tidak pernah tahu penderitaan sang istri selama ini, Risma dan Lilis terlalu pandai berakting di hadapan pria itu, seolah mereka adalah mertua dan ipar berhati malaikat.

Lalu sekarang, apa lagi kesalahannya hingga ia yang harus dikorbankan sampai separah ini?

Hana bangkit tertatih. Ia memandang Risma yang menatapnya dengan penuh kebencian. Lalu beralih ke Lilis yang fokus pada kamera, perempuan itu sedang merekam keadaan dirinya.

"Bu, Lis, a-apa salahku pada kalian kali ini?" tanya Hana penuh keberanian, tubuhnya yang setengah remuk dipaksa untuk berdiri.

"Kau ini wanita menjijikan!" Bu Risma menatap sinis. "Apa bagusnya anak yatim dan miskin sepertimu sampai Hadi begitu tergila-gila bahkan berani melawan perintah orang tuanya?"

"Kalau ibu mau begitu, aku akan meninggalkan Mas Hadi," kata Hana dengan tubuh gemetar menahan sakit akibat penyiksaan dua orang itu. Bukannya peduli, ibu dan anak itu malah tertawa dengan keras.

Lilis langsung menendang pangkal lutut Hana sehingga perempuan itu tersungkur ke tanah. Wanita itu merintih kesakitan dan menangis pilu dengan apa yang sudah keluarga suaminya lakukan.

"Jangan berharap bisa lolos dari sini, lebih baik kau pergi saja ke neraka!" Lilis semakin murka. Setiap kali melihat wajah Hana, hatinya selalu sakit.

Masih hangat dalam ingatan Lilis bagaimana marahnya Surya kepadanya tempo hari ketika Lilis dengan sengaja menumpahkan air panas dan berhasil melukai punggung tangan Hana. Gadis itu marah karena Surya lagi-lagi selalu membela Hana.

Apalagi ketika dia mengetahui fakta kalau sang kekasih diam-diam menaruh hati pada istri kakaknya. Lilis yang dimabuk cinta langsung patah hati sekaligus murka. Lilis bersumpah akan membunuh Hana tanpa ampun.

"Kau mengguna-guna Mas Hadi dan Surya. Iya ... dasar murahan! Seharusnya dari awal aku sudah membunuhmu, kaulah yang merusak semuanya! Kau wanita iblis! Anak haram!"

Lontaran kalimat penuh hinaan dilayangkan pada Hana, perempuan itu menahan sakit di hatinya. Jadi, karena alasan itulah dia harus menerima penyiksaan sekeji ini? Percuma saja berteriak meminta tolong. Ibu mertua dan iparnya membawa Hana ke tengah hutan angker yang jauh dari pedesaan, mustahil untuknya melarikan diri. 

Kebencian Lilis pada Hana sudah berakar sejak lama. Hana yang selalu lebih unggul dari Lilis dalam segala bidang hal itu menyebabkan kecemburuan di hatinya. Lama-kelamaan dendam dalam hati Lilis tumbuh semakin subur. Dia ingin Hana mati, ditambah perkataan para tetangga yang selalu membandingkannya dengan Hana. 

Banyak orang yang menyukai Hana, dia termasuk seorang istri dan perempuan yang ramah. Terkecuali Bu Risma dan Lilis. Karena itulah dia menuduh Hana memakai guna-guna sehingga Surya dan Hadi jatuh hati padanya.

"Seharusnya sejak awal kau tak masuk di keluarga kami, Hana!" Ibu mertuanya menambahi.

Air mata berjatuhan membasahi wajah penuh lebam Hana. Hatinya terbakar amarah dan benar-benar sakit karena diperlakukan secara keji oleh dua wanita berhati setan di hadapannya.

"Aku akan meminta bayaran atas semua yang kuterima ini." Hana berjanji dalam hati. Dia menatap tajam ibu mertua dan iparnya. 

Hama berjanji akan meminta bayaran atas semua yang sudah dilakukan oleh mertua dan iparnya. Bahkan meski dia harus bersekutu dengan iblis sekali pun.

"Kenapa menatapku begitu? Berharap bisa kembali pulang dan memeluk Mas Hadi?" Lilis menginjak kepala Hana dengan kuat.

"Sudahlah!" Bu Risma memberi kode agar segera mengakhiri siksaan ini. "Awan, kubur dia hidup-hidup sekarang!"

Bu Risma menyuruh pria bertubuh kekar yang merupakan orang kepercayaannya untuk segera menyingkirkan Hana. Lilis mundur, membiarkan pria itu melempar tubuh Hana ke dalam galian tanah. Hana berontak. Namun, kekuatannya tidak sebanding, terlebih perempuan itu sudah benar-benar kehilangan tenaga akibat penyiksaan yang dilakukan oleh ibu mertua dan iparnya.

Hana menatap lesu, pandangan semakin kabur, tubuhnya penuh luka dan lebam. Ibu tiri dan iparnya terkekeh sinis menantikan detik-detik kematian Hana. Tidak ada sedikit pun sisi kemanusiaan dari dua wanita itu, seolah mereka sudah menantikan kematian Hana sejak lama.

"Bagaimana kalau ada yang tahu Hana dikuburkan di sini?" tanya Lilis pada sang ibu. 

"Tenang saja, hutan ini terkenal angker, tak ada satu pun orang yang berani mendatangi hutan ini. Mayat wanita itu tidak akan ditemukan."

Lilis tersenyum puas mendengar penjelasan ibunya. Tatapannya kembali tertuju pada Hana yang kini terkapar tanpa daya di dalam lubang kuburan. 

Gunawan--atau yang biasa dipanggil Awan--mencangkul tanah di sisi lubang kuburan, tanah itu menimbun tubuh Hana yang sudah kehilangan separuh kesadaran. Bayang-bayang penyiksaan Lilis dan bu Risma menari-nari dalam kepalanya, membuat dendam di hati Hana semakin memuncak.

Hana benar-benar sudah pasrah dengan hidupnya, tidak ada lagi yang tersisa. Pandangannya gelap dan sesak, tanah itu mengubur tubuhnya semakin dalam. Ingin keluar pun tak ada daya, hingga napas terakhirnya, Hana akan terus mengingat kejadian itu.

"Awan, kau harus memastikan untuk tutup mulut. Tidak boleh ada siapa pun yang mengetahui kejadian ini selain kita."

Bu Risma mulai membuat peringatan pada kaki tangannya, pria itu hanya mengangguk dengan kepala sedikit merunduk, sebenarnya dia kasihan melihat istri majikannya dihajar habis-habisan oleh dua wanita itu, tapi apa daya, dia sendiri tidak berani untuk melerai karena dia tahu seperti apa sifat Bu Risma jika sudah murka.

"Upahmu akan kutambahkan. Jadi, tutuplah mulutmu selamanya tentang kematian Hana, jangan biarkan siapa pun tahu apalagi Hadi."

"Baik, Bu. Saya mengerti."

Setelah merasa puas dan memastikan kalau Hana benar-benar sudah mati, Bu Risma langsung beranjak dari sana.

"Ayo kita pergi. Biar dia mati dan tubuhnya dimakan binatang buas di hutan ini."

Awan tak berani membantah. Lilis pun mempercayai semua yang dikatakan dan dilakukan ibunya. Ketiga orang tersebut memasuki mobil yang terparkir di sisi jalan dekat hutan, mobil itu melaju meninggalkan tubuh Hana yang terkubur di dalam tanah seorang diri.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cerita 21+
8.8
Khusus bagi pembaca dewasa, nikmati antologi kisah cinta fantasi yang penuh dengan kejutan tak terduga. Buku ini menyajikan deretan skenario imajinatif yang mendebarkan sekaligus luar biasa untuk memicu fantasi terdalam Anda. Setiap babnya dirancang secara unik guna menghadirkan sensasi intens bagi siapa saja yang mendambakan pelarian naratif yang memikat. Pastikan usia Anda telah mencukupi sebelum memutuskan untuk mulai menjelajahi seluruh rangkaian cerita ini.
Sampul Novel Cinta Dari Masalalu
9.7
Setelah sebelas tahun berlalu, perasaan Ratih kepada Arsenna, teman SMA yang pernah ia cintai, mendadak terusik kembali akibat sebuah pertemuan tidak terduga. Hubungan mereka kian rumit saat mimpi-mimpi aneh yang saling terhubung mulai datang secara misterius. Berada di batas antara kenyataan dan dunia fantasi yang tidak biasa, mampukah keduanya memahami takdir ini? Simak perjuangan Ratih dan Arsenna mengungkap ikatan masa lalu mereka agar bisa bersatu di masa kini.
Sampul Novel Goyangan Pohon Beringin
8.2
Hubungan erat Adrian dan Wandi kini renggang sejak kemunculan Hesta. Gadis penuh misteri itu begitu memikat Adrian, tetapi Wandi justru melihat sosok mengerikan dalam dirinya. Wandi berjuang keras memperingatkan sahabatnya bahwa Hesta bukanlah manusia. Sejak mereka mengunjungi beringin tua yang angker, teror mistis mulai membayangi. Di tengah ancaman bahaya, sanggupkah Adrian menyadari kenyataan? Apakah asmara beda alam ini akan terwujud, atau malah berujung pada kehancuran?
Sampul Novel Ibuku Kuyang?
8.2
Kecurigaanku memuncak saat Ibu tiba-tiba enggan makan bersama kami. Suasana desa pun makin mencekam dengan rumor hilangnya bayi-bayi secara misterius. Keanehan berlanjut karena setiap tengah malam, Ibu selalu menghilang tanpa jejak. Rahasia gelap apa yang sebenarnya dia sembunyikan? Aku mulai meragukan sosok yang telah melahirkanku tersebut. Apakah dia benar-benar manusia biasa, ataukah sesosok siluman mengerikan?
Sampul Novel Immortal Soul
9.1
Di dunia ini, kekuatan kultivasi hanya dikuasai oleh pemilik ikatan spiritual yang kuat, sementara mereka yang berakar fana ditakdirkan hidup biasa saja. Mo Wuji terperangkap dalam kasta fana tersebut karena keterbatasan bakatnya. Namun, ia menolak tunduk pada nasib yang tidak adil ini. Saksikan perjuangan keras Mo Wuji dalam menembus batas kemampuan dan melampaui takdir kelamnya demi membuktikan bahwa seorang manusia biasa juga bisa menjadi luar biasa.
Sampul Novel Perempuan Bersuami Dua
9.6
Kehidupan rumah tangga Mak Bayah sangat tidak biasa. Dukun desa ini tinggal bersama dua suami sekaligus dalam satu rumah secara damai. Namun, keharmonisan tersebut menyimpan misteri besar. Di balik itu semua, Mak Bayah memiliki ambisi yang sangat gelap. Mengandalkan ilmu hitam dan kemampuan mistisnya, ia siap melakukan apa saja demi memikat pria mana pun yang ia dambakan. Saat obsesinya telah memuncak, tidak ada satu orang pun yang mampu menghentikan niatnya.