APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sugar Daddy Dosenku

Sugar Daddy Dosenku

Kehidupan di kota besar membuat Nina, seorang mahasiswi penerima beasiswa, merasa terdesak secara finansial. Uang beasiswa yang ia terima ternyata tidak cukup untuk menutup biaya hidup sehari-hari sekaligus memuaskan keinginannya akan gaya hidup mewah. Didorong oleh tuntutan ekonomi dan hasrat memiliki barang-barang mahal, Nina akhirnya terjun ke dunia gelap penuh rahasia. Ia terperangkap dalam realitas kelam demi memenuhi ambisi pribadinya.
Bab
Bagikan

Bab 1

Nina melangkah masuk ke dalam kafe mewah dengan perasaan campur aduk. Sebagai seorang mahasiswa yang tengah berjuang menyelesaikan kuliah di tengah-tengah himpitan ekonomi, keputusan untuk bertemu dengan seorang pria yang menawarkan kehidupan lebih baik terasa seperti menjual jiwanya. Namun, ia telah memikirkannya matang-matang. Kehidupan tidak semudah yang dibayangkan, dan mungkin ini adalah satu-satunya cara untuk keluar dari keterpurukan.

Pria yang akan ditemuinya bukanlah sembarang orang. Namanya Andi, seorang pria mapan berusia 45 tahun yang selama ini hanya ia kenal melalui pesan singkat. Percakapan mereka di dunia maya terasa begitu realistis dan penuh janji. Andi menawarkan sesuatu yang lebih dari sekedar materi—perhatian, kenyamanan, dan rasa aman yang Nina selalu dambakan.

Nina menemukan Andi duduk di pojok kafe, mengenakan setelan jas yang rapi. Saat tatapan mereka bertemu, senyuman Andi mengembang, menyambut kedatangan Nina dengan antusiasme yang terkendali. Nina merasa gugup, tapi mencoba menutupi rasa gelisahnya dengan senyuman kecil.

"Selamat datang, Nina. Aku senang akhirnya kita bisa bertemu langsung," sapa Andi sambil berdiri dan menjabat tangan Nina dengan hangat.

"Iya, Pak Andi. Senang juga bisa bertemu," jawab Nina sambil duduk di kursi di depannya. Tangannya sedikit gemetar, tetapi ia berusaha tetap tenang.

Andi memesan dua cangkir kopi sebelum memulai percakapan yang lebih pribadi. "Kau terlihat jauh lebih cantik dari foto-foto yang kau kirimkan," ujarnya sambil mengamati Nina dari ujung rambut hingga ujung kaki.

Nina tersipu, mencoba menahan rasa malu yang mulai merayapi dirinya. "Terima kasih, Pak Andi. Anda juga terlihat... lebih berkarisma daripada di foto."

Andi tertawa kecil, senyumannya membuat Nina sedikit lebih rileks. "Kau tidak perlu gugup, Nina. Aku di sini hanya untuk berbincang dan mengenalmu lebih dekat. Anggap saja kita sedang bertemu teman lama."

Mereka berbincang tentang banyak hal—kuliah Nina, kehidupan sehari-hari, hingga obrolan ringan tentang tempat-tempat yang pernah Andi kunjungi. Nina mulai merasa lebih nyaman, meski ada sedikit rasa canggung yang tak dapat ia hilangkan sepenuhnya. Setelah beberapa saat, Andi mulai membicarakan topik yang lebih serius.

"Aku tahu hubungan ini mungkin terasa aneh bagimu, Nina," Andi memulai, menatap mata Nina dengan serius. "Tapi aku ingin kau tahu bahwa aku tidak akan memaksakan apa pun. Aku hanya ingin memastikan bahwa kau merasa nyaman dan tahu apa yang kau inginkan dari hubungan ini."

Nina menelan ludah, mencoba menata pikirannya sebelum menjawab. "Saya mengerti, Pak Andi. Saya sudah memikirkan ini dengan baik, dan saya tahu apa yang saya inginkan. Saya hanya berharap kita bisa saling menghormati dan... tidak ada paksaan."

Andi mengangguk, terlihat puas dengan jawaban Nina. "Itulah yang aku harapkan juga, Nina. Hubungan ini harus berdasarkan rasa saling percaya dan pengertian. Aku ingin kau merasa aman dan nyaman bersamaku."

Setelah obrolan itu, Andi mengajak Nina ke sebuah hotel yang tidak jauh dari kafe. Mereka berjalan berdua, dengan Andi yang terus-menerus memastikan bahwa Nina merasa nyaman. Di dalam kamar hotel yang mewah itu, Nina merasa sedikit canggung, meski Andi terus berusaha membuatnya merasa rileks.

"Minumlah sesuatu, Nina. Aku tahu ini mungkin terasa sedikit menegangkan untukmu," ujar Andi sambil menuangkan anggur ke dalam gelas dan menyodorkannya pada Nina.

Nina mengambil gelas itu dengan tangan yang sedikit gemetar, lalu meneguk anggur itu perlahan. Rasanya sedikit pahit di mulutnya, namun ia terus minum, berharap cairan itu bisa sedikit meredakan kegugupannya. Andi duduk di sebelahnya, menyentuh tangan Nina dengan lembut.

"Aku ingin kau tahu bahwa kau sangat menarik bagiku, Nina. Aku sudah lama menantikan momen ini," bisik Andi di telinga Nina, membuat jantungnya berdebar lebih kencang.

Nina menatap Andi, mencoba membaca maksud dari perkataannya. "Saya juga, Pak Andi. Saya... ingin mencoba menjalaninya."

Andi tersenyum, lalu menarik Nina ke dalam pelukannya. Sentuhan pertama mereka terasa begitu intens, penuh dengan gairah yang selama ini terpendam. Nina bisa merasakan tubuhnya mulai merespons sentuhan Andi, meski ada sedikit keraguan yang masih membayang di benaknya.

Andi membimbing Nina menuju tempat tidur, menciuminya dengan penuh gairah. Nina mengikuti setiap gerakan Andi, meski di dalam hatinya masih ada sedikit ketakutan. Ia tahu bahwa ia telah memilih jalan ini, dan tidak ada jalan untuk kembali.

Di atas ranjang yang empuk itu, Andi mulai mengeksplorasi tubuh Nina dengan tangan-tangannya yang terampil. Ia mencium setiap inci tubuh Nina, membangkitkan sensasi yang belum pernah Nina rasakan sebelumnya. Gairah mulai menguasai Nina, mengalahkan rasa takut yang tadi menghantuinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bos, Istri Anda Minta Cerai
9.1
Sella Wisara akhirnya diusir oleh Wildan Bramantio demi Aisha, setelah enam tahun bertahan dalam pernikahan yang menyiksa. Tanpa tangis, Sella langsung menyetujui perceraian tersebut. Namun, Wildan justru meradang saat mendapati mantan istrinya itu hidup bahagia bersama lelaki lain. Meski terus mendapat hinaan, Sella tetap tegas menolak kehadiran Wildan. Menyaksikan tatapan mesra Sella pada pria baru tersebut membuat Wildan kehilangan akal sehatnya karena terbakar cemburu.
Sampul Novel BUKAN ANAK HARAM
9.2
Terinspirasi kisah nyata, novel ini mengisahkan kepedihan Kartika yang dijual ibu kandungnya ke prostitusi. Di tengah nestapa, ia jatuh cinta lalu mengandung Dania. Kelahiran putrinya membawa babak baru yang penuh rintangan. Ikuti perjuangan hidup dua generasi perempuan ini melawan takdir kejam demi meraih kebahagiaan. Kisah menyentuh tentang keteguhan hati dr. Dania yang kini telah meraih sukses besar di Singapura.
Sampul Novel Dua Pria, Satu Permaisuri
9.6
Meskipun kehilangan penglihatannya sejak kecil, Wulan berhasil tumbuh menjadi terapis pijat terkenal berkat bimbingan ibu asuhnya. Namun, rutinitasnya di tempat kerja mendadak berubah drastis saat seorang pelanggan penting dan berpengaruh datang berkunjung. Pria misterius yang menginginkan sensasi berbeda tersebut secara mengejutkan menarik pakaian Wulan, lalu menuangkan minyak pijat ke dadanya demi mendapatkan layanan yang tidak biasa.
Sampul Novel Fantasi Gilaku
8.0
Alice, istri yang selama tujuh tahun pernikahannya belum pernah merasakan kepuasan dari David, suaminya yang diam-diam ternyata gay dan berselingkuh dengan mantan pacarnya. Alih-alih marah, Alice justru menikmati melihat suaminya bersama pria lain. Pertemuannya dengan Jane, wanita yang trauma karena pernah dilecehkan dan diperkosa oleh pria, membuat keduanya menemukan kecocokan yang tak terduga. Mereka menjalin hubungan terlarang yang menggetarkan, hingga Alice memutuskan menceraikan David demi Jane. Namun, hadirnya Steve membuat Alice jatuh cinta lagi, memicu kecemburuan Jane. Bisakah tiga hati menemukan bahagia? Sebuah kisah tentang tabu, hasrat, dan cinta yang tak biasa.
Sampul Novel Real or Dream
9.0
Clarista terkejut saat dicium tiba-tiba oleh Augfar, pria asing tampan nan kaya yang mengklaimnya sebagai calon istri di pesta tunangan sahabatnya. Rupanya, Augfar sengaja menjaga reputasinya dari skandal sejak SMA demi menanti Clarista, cinta pertamanya. Pertemuan tak terduga ini memicu berbagai kejutan manis yang menguji perasaan mereka. Ikuti kisah cinta dewasa yang penuh gairah antara Augfar dan Clarista untuk menemukan semua jawaban dalam Real or Dream.
Sampul Novel TERTAWAN CINTA PERTAMA
8.8
Demi menutupi rasa sukanya, Gian kerap menjahili Briani semasa sekolah. Namun, kesalahpahaman fatal membuat Gian mengira Briani wanita panggilan hingga tega menodainya saat mabuk. Mereka pun berpisah tanpa Gian sadari Briani tengah hamil. Bertahun-tahun kemudian, takdir mempertemukan mereka lagi di kantor rekan kerja Gian. Akankah Gian mampu mendapatkan kembali cinta pertamanya, ataukah kepedihan masa lalu justru membuat Briani kian membencinya?