APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sugar Baby Milik Mafia Tampan

Sugar Baby Milik Mafia Tampan

Max tidak pernah menduga bahwa keputusannya membawa pulang Ella dari tempat pelelangan akan mengubah hidupnya. Meski mulanya Max membenci gadis polos berpenampilan kurang gizi itu, kehadiran Ella perlahan membawa kehangatan di kediamannya yang dingin. Berbagai kejutan dari Ella menumbuhkan benih cinta di hati Max. Kini, hubungan mereka harus menghadapi ujian berat, mulai dari konflik internal hingga pertaruhan hidup dan mati. Sanggupkah cinta mereka bertahan?
Bab
Bagikan

Bab 1

Di tempat hiburan malam, Max menantang cecunguk yang menjebaknya. Ketika Max memasuki pintu yang salah. Seharusnya ia masuk ke tempat hiburan, namun ia justru masuk ke dalam club rahasia yang menjebaknya. Max diharuskan menghabiskan banyak uang di sana.

"Hanya pengusaha kaya dan berduit yang bisa masuk dan keluar dengan selamat. Apa kau berniat hanya untuk memata-matai kami? Jangan harap keluar dengan selamat kecuali kau membeli apa yang kami jual! Hehehe." Para preman itu tak tahu dengan siapa mereka berhadapan. Mafia kelas kambing.

"Saya akan membuang uang di sini! Apa yang kalian jual? Sebutkan harganya?" tanya Max sengit tak terima dianggap ingin melarikan diri karena tak memiliki uang banyak.

"Hah?! Yakin bisa beli dengan harga yang kami tawarkan? Kami menjual perempuan muda, sanggup untuk membelinya?" ejek pemilik club ilegal itu.

"Sebutkan harganya, dan berikan gadis rendahan yang paling murah, tapi akan kubayar 2 kali lebih mahal seharga gadis terbaik kalian! Uang bukan masalah untukku!" ego seorang lelaki tersentuh. Max sebagai billionaire tak akan kehabisan uang dalam satu hari. Bahkan dalam tidur pun ia tetap mencetak uang dan pundi-pundinya terus terisi dari perusahaannya serta bisnis kotornya.

"Baiklah, Tuan Sombong, akan kami urus."

"Cepat lakukan aku tak sudi berlama-lama bernafas di tempat pengap dan kotor seperti ini!" bentak Max

Max merasa terhina karena ia terjebak di tempat yang salah hingga ia harus melakukan transaksi jual beli seorang gadis yang tak pernah ia harapkan atau butuhkan. Hatinya telah lama menolak banyak perempuan.

"Maaf, Max, aku gak tau kalau pintu itu untuk masuk ke perdagangan gadis. Aku pikir pintu klub striptease." Agastara merasa bersalah dengan apa yang baru saja ia lakukan. Maksud hati ingin bersenang-senang di club striptease tapi malah berakhir di tempat ilegal di kota ini. Tempat yang paling tabu dimasuki untuk orang tak berduit. Sekali masuk ke sana pantang untuk tidak mengeluarkan uang. Dan hari ini Max terjebak di dalam sana dan harus membeli salah satu dari gadis yang ditawarkan. Ini sebagai sistem keamanan mereka para penjahat berkerah putih.

"Boss, ini kesempatan untuk kita membuang gadis liar yang dijual ayah tirinya pada kita. Orang tua aslinya tak jelas. Anak itu sedikit gila! Kadang menangis kadang galak seperti kucing liar! David saja tergigit olehnya. Kita bisa jual 10 kali lipat harga primadona di sini. Kita bisa untung banyak dan tak memelihara gadis itu terlalu lama."

"Ya cepat berikan!"

"Baik bos! Laksanakan!"

Setelah menunggu 30 menit, para bajingan itu datang menyeret seorang gadis lusuh berambut panjang, berbadan kurus dan kecil. Dilemparkannya gadis itu ke kaki Max.

"Aaaahh... sakit kau jelek!" umpat gadis itu kesakitan dan menendang tulang kering cecunguk yang melemparnya.

"Awww.. gadis inii ya.. Plak!" ia memukul begitu saja gadis itu tanpa kasihan. "Silakan bawa Tuan Max! Pembayaran sudah selesai"

"Hey kau, berdiri! Kau sudah aku beli, jangan bertingkah dan berani menyentuhku! Mengerti?!" sahut Max kesal. Tanpa melihat ada darah segar disudut bibir gadis itu.

"Mengerti! Aku juga tak suka menyentuh orang jelek!"

"Bilang apa?"

"Dan aku juga gak mau deket-deket orang sombong." Gerutunya

"Ulang sekali lagi?"

"Apa tuan budek?"

"Berani kau berkata sembarangan padaku? Apa perluku tambah luka di bibirmu?" ancam Max

"Luka ini bukan yang pertama!" gadis ini masih saja sengit tak takut dengan ancaman Max.

"Jangan berlaku kurang ajar aku gak segan-segan menghukummu dengan rotan lentur yang bisa melukai kulit tipismu! Ingat itu! Kau aku beli karena terpaksa! Akan aku jadikan keset di rumahku!"

"Lepaskan saja aku, aku bukan keset!"

"Lepaskan? Lalu kau di tangkap mereka dan dijual lagi? Enak saja mereka akan untung banyak."

"Aku bisa berlari sangat kencang seperti kijang. Aku tak akan tertangkap!"

"Kau tak akan bisa kabur dariku."

"Aku akan sembunyi di kolong jembatan."

"Kau miliku sekarang! Nyawamu juga miliku!"

"Aku tak ada gunanya. Minta kembali saja uangmu pada ayahku."

"Terlihat, memang kau tak ada gunanya! Ayahmu sudah menjualmu! Artinya kau itu sampah! Mengerti?"

"Mengapa tuan membeli sampah apa tuan seorang pemulung? Cih!"

"Mulutmu itu kupastikan akan membawa banyak masalah! Park masukan dalam bagasi, aku tak sudi semobil dengan dia!"

"Baik Tuan Max."

"Huh? Ak.. aku gak mau.. aku bisa mati di dalam sana! Lepaskan! Aku akan ganti uang tuan berapa pun. Maafkan aku.. jangan di bagasi!"

"Dengan apa aku mengganti uangku? Dengan badanmu saja tak akan ada yang mau! Masuk sekarang atau kuseret di belakang mobil!"

"Kalo gitu biarkan aku mati!"

"Kalau tak mau masuk ke dalam bagasi, maka kau akan mati sekarang juga dengan tanganku! Masuk!"

Di 20 menit perjalanan menuju rumah Max menyuruh Park untuk berhenti.

"Pinggirkan mobil Park! Buka bagasinya, aku takut ia mati kehabisan udara. Lalu tutup lagi, dan lanjutkan perjalanan!"

"Laksanakan tuan."

Park pun membuka dan menemukan gadis itu tertidur dengan air mata yang masih menggenang dengan menghisap ibu jari seperti bayi.

"Bagaimana kondisinya?"

"Saya kurang pasti apa ia pingsan atau tidur, tapi ia masih bernapas. Seperti ini."

Park memberikan foto yang ia ambil baru saja.

"Park selidiki latar belakang gadis itu. Aku tak mau nanti dituduh penculikan anak dibawah umur." Max menatap foto gadis itu ada yang aneh dengan gadis itu.

"Mengapa ia seperti bayi, mengisap jempolnya dan meringkuk? Apa ia selama ini hidup di jalan?" pikir Max dalam hati.

Setelah perjalanan 45 menit sampailah di mansion yang mewah dan megah dengan pengamanan berlapis.

"Paman Austin... Letakan gadis itu di kamar belakang dekat dapur. Jauhkan dariku. Awasi dan jangan sampai kabur. Laporkan segala ulahnya!"

"Baik tuan Max."

"Park bangunkan gadis itu!"

"Sepertinya ia sulit dibangunkan tuan, sudah saya guncang. Apa ia pingsan?"

"Ini pasti akal-akalan dia saja, sudah angkat dan baringkan di kamarnya. Jauhkan dari kediamanku ya! Jangan biarkan ia di dalam rumah utama!"

"Apa pekerjaannya tuan Max?" tanya Paman Austin.

"Aku belum tahu guna dari gadis ini.. biarkan saja dulu sampai saya tahu guna gadis ini di sini."

"Siap Tuan."

Dalam benaknya Max berpikir soal gadis liar itu, sesuatu membuatnya terusik.

"Apa aku terlalu kejam ya? Bagaimana kalau ia benar-benar pingsan dan kekurangan oksigen?"

"Aaaah.. kenapa aku memikirkan gadis lusuh itu yang bahkan namanya saja aku gak tau! Matanya liar dan wajahnya konyol! Bicaranya seperti anak kecil."

Pada saat makan malam Max teringat dengan gadis liar itu, entah mengapa ia penasaran.

"Paman Austin apa gadis liar itu sudah dikasih makan?"

"Sudah tuan sepertinya ia hanya mau makan mie saja."

"Sekarang sedang apa gadis itu?"

"Sejak tadi ia bersembunyi dan ketiduran di dalam lemari. Menangis lirih kadang meraung seperti sedang terguncang. Sepertinya ia jarang tidur di kasur dan sangat takut dengan orang asing. Rambutnya kusut, badannya penuh bekas luka. Seperti anak jalanan pada umumnya."

"Panggilkan dokter dan periksa. Aku tak mau ia bawa penyakit atau mati di sini."

"Baik tuan!"

"Menyusahkan saja! Apakah Tuhan sedang menghukumku? Maksudnya apa Tuhan mengirim gadis liar itu ke rumah ini? Aku tak mau lagi disusahkan dengan mahluk bernama wanita! Apa tak sebaiknya aku kirim ke panti asuhan? Atau rumah sakit jiwa?"

Max berpikir dalam benaknya, Gara-gara Agastara kini dia memiliki beban hidup yang tak menyenangkan.

"Awas kau Agastara, karenamu aku jadi terbebani seorang gadis yang tak tahu mau aku apakan!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Akhir Cinta yang Getir
9.7
Menunggu selama tiga jam sia-sia, Arissa harus menghadapi kenyataan pahit tentang kekasihnya, Eldino Marven. Pria miliarder itu rupanya berpura-pura lumpuh demi menghindari pernikahan dengan Arissa, yang hanya dianggapnya sebagai pengasuh gratis. Kebohongan Eldino terbongkar lewat video mesra bersama Adena Horian, yang bahkan memakai gaun pengantin rancangan Arissa. Merasa dikhianati setelah melihat kemesraan mereka, Arissa membuang kuenya dan memutuskan menyerah. Ia langsung menghubungi ibunya untuk menerima tawaran kencan buta.
Sampul Novel Budak di atas Ranjang - Season 2
8.8
Demi melunasi utang judi sang ayah dan menyelamatkannya dari sekapan, Izabelle terpaksa menyerahkan kesuciannya kepada Jordan Heron. Bos mafia yang kejam itu merebut kehormatannya dalam sebuah transaksi dingin demi mencegah keluarganya menjadi gelandangan. Terjebak bersama pria keji yang baru ia temui, Izabelle kini harus menjalani takdir kelam penuh penderitaan dan kehinaan. Bagaimanakah kelanjutan nasib malangnya di tangan sang bajingan?
Sampul Novel Dua Istri CEO: Istri Simpanan Suamiku
8.0
Demi mengamankan warisan, Adam menikahi Maya yang naif, walau hatinya milik Sabrina. Hubungan gelapnya tertutup rapat berkat kelicikannya. Namun, rahasia itu perlahan tercium. Saat kebenaran terungkap, Adam harus memilih: mempertahankan kekayaan atau cinta sejatinya.
Sampul Novel Kebersamaan Tanpa Cinta
9.0
Sepuluh tahun bertahan tanpa cinta di sisi Arga membuat Amanda menyerah. Setelah masa kesepakatan mereka berakhir, ia bertekad membawa putrinya, Adele, pergi jauh. Hubungan dingin ini sempat menghasilkan kehamilan setelah satu malam Arga mabuk dan kehilangan kendali. Walau difasilitasi sebuah vila untuk melahirkan, Amanda harus menerima syarat kejam: anaknya dilarang memanggil Arga sebagai ayah. Arga tetap berlagak lajang di depan publik dan menegaskan tidak akan pernah mengakui keberadaan darah dagingnya sendiri.
Sampul Novel Ketika Mertua Ikut Campur
8.0
Rumah tangga Salwa dan Lutfan terancam runtuh akibat dominasi ibu mertua yang terlalu mendikte. Ketegangan memuncak ketika sang mertua menempatkan asisten rumah tangga baru di rumah mereka. Salwa yang curiga merasakan ada maksud terselubung dari kedatangan pelayan tersebut. Benar saja, sebuah misteri besar dan konspirasi rahasia mulai terkuak secara perlahan. Kini, kekuatan cinta Salwa dan Lutfan benar-benar diuji dalam menghadapi rencana licik ini.
Sampul Novel Menikahi Ayah Kekasihku
8.0
Celeste terpaksa menikahi taipan berkuasa, Dominic Mercer. Namun, pernikahan ini menjadi mimpi buruk saat ia menyadari bahwa suami barunya adalah ayah kandung Adrian Mercer, pria yang menjadi kekasih rahasianya selama tiga tahun. Kini Celeste terjebak dalam dilema besar di rumah tangga barunya yang dingin. Ia harus memilih antara jujur atau terus bungkam. Jika rahasia ini tercium oleh Dominic yang kejam, bahaya besar siap menghancurkan hidup Celeste dan Adrian.