APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku yang Lumpuh Adalah Taipan Misterius

Suamiku yang Lumpuh Adalah Taipan Misterius

Lana, gadis desa yang tumbuh bersama neneknya, mendadak dibawa pulang oleh keluarga Rahayu. Bukannya disambut hangat, ia malah dipaksa menjadi pengantin pengganti bagi Saras untuk menikahi Jehan, pria lumpuh dari keluarga Sahid yang di ambang kehancuran. Demi sang nenek, Lana menerima pernikahan ini. Di malam pertama, ia dan Jehan sepakat berpisah dalam dua tahun. Namun, mampukah Lana menjaga rahasia identitasnya dari sang suami? Di saat pria lain mengejarnya, siapakah yang akan memenangkan hatinya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Tak lama setelah Lana duduk, pergelangan kakinya membengkak. Dia duduk di tempat tidur untuk sekian lama, tetapi Jehan belum juga keluar dari kamar mandi. Dia ingin memijat kakinya, jadi dia menggoyangkan kakinya untuk melepas sepatu.

Tanpa diduga, dia menggunakan terlalu banyak kekuatan dan secara tidak sengaja membuat sepatunya terlempar. Tepat pada saat ini, pintu kamar mandi terbuka, dan sepatu itu mendarat di hadapan Jehan.

Lana dan Jehan saling memandang.

Jehan melirik sepatu di hadapannya dan wanita yang sedang duduk di tempat tidur itu.

Gaun pengantinnya yang putih bersih terlihat kusut, dan rambutnya berantakan. Meskipun demikian, matanya tampak menyilaukan seperti sinar matahari.

Begitu tatapan Jehan mendarat di leher mulus wanita itu, dia mengerutkan kening. "Di mana kalung itu?"

Lana, yang sedang memikirkan cara untuk mendapatkan sepatunya kembali tanpa merasa canggung, tertegun ketika mendengar pertanyaan pria itu. "Kalung apa?"

Wajah Jehan berubah muram. Dia tidak tahu apakah Lana berpura-pura bodoh atau tidak. "Hadiah pernikahan yang dijanjikan ayahmu untuk diberikan padaku. Itu adalah kalung ibuku. Beliau meninggalkan kalung itu untukku."

Lana berpikir sejenak, tetapi dia tidak ingat Yudi pernah mengatakan apa pun tentang kalung itu.

Wajah Jehan memerah karena marah. Lana khawatir mungkin pria ini akan mencekiknya sampai mati karena dorongan hati. Jika Keluarga Rahayu yang tak berperasaan mengetahui bahwa dia telah menyinggung Jehan, mereka akan berhenti membiayai pengobatan neneknya.

Lana memikirkan ini dan mendecak, seolah-olah dia mengingat sesuatu. "Oh, maksudmu kalung itu? Aku lupa membawanya. Aku akan segera pulang dan mengambilnya untukmu."

Jehan mengangguk sementara wajahnya melembut.

Meskipun dari luar Lana tampak tenang, di dalam hatinya dia sungguh panik. Bagaimana dia bisa menemukan kalung itu? Dia bahkan tidak tahu seperti apa bentuknya. Dia melirik Jehan dan melihat cincin unik di jarinya. Meski terlihat sederhana, cincin emas merah itu bertahtakan permata serta ukiran kata-kata misterius.

'Tunggu, sepertinya aku pernah melihatnya di suatu tempat,' pikirnya.

Tiba-tiba, di benak Lana terlintas bahwa dia pernah melihat Saras, yang dianggap sebagai putri Yudi dan Arini selama 20 tahun terakhir ini, mengenakan kalung seperti itu.

Perasaan yang tak bisa dijelaskan muncul di hati Jehan ketika dia melihat raut wajah Lana yang berubah-ubah. "Sana mandi," desaknya sambil memalingkan muka.

"Apa?" Lana tercengang.

Jehan berbalik dan menatap matanya, "Kamu kotor, cepat mandi."

Baru setelah Lana menunduk dan melihat dirinya sendiri, dia menyadari bahwa gaunnya kotor dengan tanah karena dia jatuh sebelumnya. Akan tetapi, dia lupa dan duduk di tempat tidur yang sudah dihias dengan indah. Lana segera bangkit dan berjalan tertatih-tatih menuju kamar mandi. Sebelum masuk ke dalam, dia tidak lupa mengambil sepatu yang menghalangi jalannya dan meletakkannya di pinggir.

Senyum tersungging di sudut bibir Jehan.

Duduk di bak mandi, Lana menekan dadanya dan merasakan jantungnya yang berdebar kencang di jari-jarinya. Dia ketakutan setengah mati.

Jehan sepertinya bukan seseorang yang bisa dihadapi dengan mudah. Lana takut pria itu akan melemparnya ke laut untuk santapan hiu jika dia menyinggung perasaannya. Pikiran bahwa dia akan menghabiskan malam pernikahannya dengan seorang pria yang begitu mengintimidasi membuatnya ketakutan.

Dengan rasa takut yang menghantuinya, Lana duduk di bak mandi untuk waktu yang lama. Akhirnya, dia keluar dan mengeringkan tubuhnya dengan handuk, tetapi tiba-tiba menyadari bahwa dia lupa membawa piamanya.

Itu semua salah Jehan yang membuatnya terburu-buru.

Dia mengutuk Jehan di dalam hati, lalu dia menempelkan telinganya ke pintu untuk mencoba apakah dia bisa mendengar sesuatu di kamar.

Apa Jehan akan menunggunya di kamar?

Setelah beberapa saat berlalu dan memastikan tidak ada suara di luar pintu, Lana membungkus dirinya dengan handuk mandi lalu membuka pintu.

"Ah!"

Dia mencengkeram handuk dengan satu tangan dan memelototi Jehan, yang sedang duduk di kamar. "Kenapa kamu masih berada di sini?"

"Ini kamar kita, kenapa aku tidak boleh berada di sini?" Jehan tampak sama terkejutnya. Dia tidak tahu harus melihat ke arah mana. "Kenapa kamu tidak mengenakan piama?"

"Aku lupa membawanya."

Lana bergegas jalan untuk mencari piamanya. Yudi sudah membeli beberapa pakaian mahal untuk membuat Jehan terkesan, tetapi semuanya tidak nyaman untuk dikenakan, jadi dia mengeluarkan piama lamanya.

Dahi Jehan berkerut. Dia tidak mengerti kenapa putri dari Keluarga Rahayu mengenakan piama lusuh seperti itu.

"Pelayan sudah menyiapkan gaun tidur baru untukmu. Ada di sana." Dia menunjuk ke arah pintu.

Lana meletakkan piamanya, berjalan tertatih-tatih ke pintu, meraih dinding untuk menopang tubuhnya, dan mengambil gaun tidur sutra berenda. Tiba-tiba, sesuatu jatuh dari gaun tidur itu.

Dia mengambilnya dan melihat bahwa itu adalah salep.

"Apa ini untukku?"

Lana menatap Jehan dengan heran. Matanya berbinar seperti berlian yang membuat Jehan kembali memalingkan wajahnya.

"Apa lagi yang kamu tunggu?" tanya Jehan sebelum berdeham. "Apa kamu mengharapkanku untuk mengoleskan salep itu padamu?"

Setelah itu, dia memutar kursi rodanya dan pergi.

Lana baru menyadari setelah beberapa lama bahwa salep itu untuk pergelangan kakinya. Dia sangat terkejut dengan tindakan tersebut sehingga dia hampir membuangnya.

Apa Jehan peduli padanya?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel (bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
9.6
Kehidupan mapan Davina Hadinata runtuh usai menjalin kasih dengan Aria Wardana yang ternyata telah beristri. Tak cukup difitnah Aria hingga kehilangan pekerjaan, bisnis ayah Vina pun hancur akibat skandal kakaknya. Petaka kian memuncak ketika istri Aria nekat mengakhiri hidup. Hal ini memicu murka Rajata Bagaskara yang ingin membalas dendam atas kematian keponakannya. Rajata menodai Vina hingga hamil. Di tengah kemiskinan dan penderitaan mendalam, Vina harus berjuang bertahan hidup.
Sampul Novel CEO Iblis Azhar
9.3
Citra didera pergolakan batin yang hebat. Di satu sisi, ia membenci kekejaman Azhar, namun di sisi lain, ketakutan kehilangan pria itu merayap saat rasa cinta mulai bersemi. Azhar sendiri awalnya hanya berniat memperbudak Citra demi memuaskan hasratnya. Namun lambat laun, naluri untuk melindungi wanita itu justru menguasai dirinya. Hubungan yang sarat akan luka ini pun berkembang menjadi ikatan rumit, membuktikan hadirnya rasa yang tepat di waktu yang salah.
Sampul Novel Cinta CEO untuk Renata
9.1
Renata, wanita blasteran Jerman-Bali, hancur akibat pengkhianatan Rangga dan tewasnya sang tunangan, Kim. Ia pun mengasingkan diri ke Jerman. Namun di sana, ia justru kembali berhadapan dengan Rangga dan Maharatih yang licik. Akibat rencana jahat mereka lewat obat perangsang, Renata akhirnya mengandung anak dari Alexander Maxwell, seorang CEO tampan. Meski Maharatih terus berulah, pengakuan jujur Rangga akhirnya menyingkap seluruh kebenaran pahit itu.
Sampul Novel Cintamu Dibayar Dengan Surat
8.3
Akibat sebuah insiden fatal, Rio terpaksa menikahi Sintia Wijaya. Tiga tahun pernikahan berjalan tanpa cinta, Rio bahkan memilih menikahi Clara, mantan kekasihnya. Ia sangat membenci Sintia yang dituduh memanfaatkan kekayaannya demi pengobatan sang ibu, hingga tega menolak mengakui Dika sebagai anak kandungnya. Namun, badai besar mulai mengguncang rumah tangga mereka ketika istri kedua Rio datang membawa sebuah surat perjanjian rahasia yang tak terduga.
Sampul Novel Istri Kedua Tuan Abraham
8.5
Demi mewujudkan pesan terakhir Mikhaela yang sedang sekarat, Abraham Wijaya terpaksa menikahi asisten rumah tangganya, Jihan. Walau awalnya enggan, Jihan menerima pernikahan kedua ini sebagai bentuk balas budi. Konflik memuncak ketika Jihan mengandung, memicu perubahan sikap Abraham dan rasa cemburu buta Mikhaela yang berujung pada pengusiran Jihan. Kini, Jihan bimbang antara melarikan diri bersama bayinya atau bertahan demi cinta yang kian bersemi.
Sampul Novel Kekasih Bayaran
8.1
Demi melunasi utang sang ibu, Tiara terpaksa menjadi kekasih bayaran Adrian Wiratama. Namun, Adrian justru mencampakkannya demi menikahi tunangan pilihannya. Terluka karena hanya dianggap wanita simpanan, Tiara pergi dalam keadaan mengandung. Ia lalu menikahi pria lain demi ketenangan, tetapi hidupnya tetap sengsara karena suami barunya membenci anak tersebut. Penderitaan Tiara memuncak saat Adrian kembali dan merebut paksa putranya hingga ia nyaris gila.