
Suamiku Selingkuh Di Kala Aku Mengandung
Bab 4
Kepala pelayan menelan ludah, lalu memberanikan diri untuk melanjutkan jawabannya, "Nyonya ... sudah nggak bernapas lagi ...."
Suara Gordon mulai terdengar panik. Namun, saat aku mencoba mendengarnya lebih jelas, suaranya kembali berubah menjadi dingin dan penuh amarah. "Teruskan saja sandiwaranya! Aku mau lihat sampai kapan dia bisa berpura-pura seperti itu!"
"Dia dulu bisa bertahan hidup di alam liar dalam kondisi seberat apa pun, bahkan bisa menahan napas di bawah air sampai belasan menit! Dia pasti sedang menakuti kalian yang nggak paham soal medis! Panggil dokter pribadiku, aku mau bongkar sendiri kebohongannya!"
Kepala pelayan membelalakkan mata. "Tuan Gordon, anak di dalam kandungan Nyonya juga sudah ...."
"Kamu kerja sama siapa sebenarnya?" Gordon memotong dengan tidak sabar.
"Aku yang bayar gajimu atau dia?"
"Baik ... saya akan segera memanggil dokter ...." Kepala pelayan hanya bisa menarik napas panjang, lalu buru-buru meninggalkan tempat itu.
Stella segera merapat pada Gordon dan bersandar manja. "Kak Gordon jangan marah, nanti sakit sendiri, lho ...."
"Wanita seperti Claryne memang jago merebut hati orang! Baru beberapa tahun, rumah ini sudah seperti miliknya!" Ucapan Gordon itu bagaikan tamparan keras yang menyadarkanku dari segala ilusi yang selama ini kupertahankan.
Tiga tahun. Dalam waktu sesingkat itu, dia telah melupakan semua janji yang dulu diucapkan dengan penuh cinta.
Di hari pernikahan kami, Gordon menatapku dengan penuh kasih dan berkata, "Rumah ini milikmu. Mulai sekarang, kamu satu-satunya nyonya di rumah ini."
Air mataku mengalir deras tak tertahankan.
Tadi aku masih sempat berkhayal. Kupikir, jika Gordon tahu aku mati karena gagal melahirkan, mungkin ... mungkin, dia akan menyesal ... akan merasa sedikit bersalah ....
Betapa bodohnya aku saat itu, sama bodohnya dengan sekarang yang masih berharap padanya. Saat itu, aku benar-benar percaya bahwa Gordon akan mencintaiku selamanya.
Padahal, dulu Gordon dan Stella adalah pasangan masa kecil dan dijodohkan dalam ikatan keluarga terpandang. Namun, kemudian diketahui bahwa Stella memiliki masalah medis dan tidak bisa hamil secara alami.
Itulah sebabnya dia naik pesawat ke luar negeri dan memutus semua hubungan dengan Gordon.
Dengan mulutnya sendiri, dia berkata, "Gordon adalah satu-satunya pewaris keluarga. Bagaimana mungkin dia tega menikah dengan pria yang garis keturunannya akan berakhir karena dirinya?"
Demi melupakan rasa sakit akibat perpisahan, Gordon memutuskan bergabung dengan tim ekspedisi alam liar. Kebetulan, aku adalah pemimpin tim ekspedisi itu.
Saat melamarku, dia mengatakan bahwa aku adalah sosok yang berani dan tangguh. Aku adalah perwujudan dari semua kebaikan di dunia.
Dia juga mengatakan bahwa aku adalah orang kepercayaannya saat dia tersesat dan tempat di mana hatinya berlabuh.
Setelah menikah, dia mulai menganggap eksplorasi alam terlalu berbahaya. Dia memintaku berhenti dari pekerjaan dan fokus hamil, demi memberikan penerus bagi keluarganya.
Namun saat itu, tubuh Gordon sudah hancur akibat mabuk-mabukan dan bergadang selama masa putus dari Stella. Di tengah tekanan dari orang tua Gordon yang terus mendesakku untuk segera hamil, aku tetap bertahan. Sambil merawat tubuhnya agar pulih, aku juga berjuang untuk program kehamilan.
Akhirnya, di tahun ketiga pernikahan, aku hamil anak kembar.
Orang tua Gordon begitu bahagia hingga langsung mengadakan konferensi pers dan mengumumkan bahwa anak yang kulahirkan kelak akan menjadi satu-satunya pewaris resmi perusahaan mereka.
Di saat itulah, Stella kembali dari luar negeri.
Selain itu, dia juga mengatakan, "Aku nggak tertarik dengan ahli waris perusahaan. Asalkan bisa hidup dengan Gordon, aku sudah merasa puas seumur hidup."
Sejak saat itu, Gordon mulai sering tidak pulang malam. Kemeja putihnya dipenuhi bekas lipstik merah yang tak bisa hilang. Aku tegas mengajukan gugatan cerai, tapi Gordon menolaknya dengan alasan bahwa anak dalam kandunganku adalah penerus keluarganya dan tidak mau melepaskanku.
Selain itu, dia mengatakan bahwa dia membawa Stella pulang karena Stella sedang sakit dan tidak ada yang bisa merawatnya.
Berhubung Stella tidak bisa punya anak, dia tidak tahan melihatku yang sedang hamil besar. Oleh karena itu, aku yang sudah mendekati masa persalinan, dikurung di loteng kosong yang terbengkalai.
Gordon benar-benar pantas dihukum seberat-beratnya!
Tak lama kemudian, dokter pun datang. Sebagai sahabat pribadi Gordon, Elliot selama ini memang bertanggung jawab atas kondisi kesehatan Gordon.
Gordon menyilangkan tangan di dada sambil berjalan di belakang Elliot dengan perasaan marah. "Claryne, ayo kita lihat ... sampai sejauh mana kamu bisa mainkan drama ini!"
Anda Mungkin Juga Suka





