APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Selingkuh Di Kala Aku Mengandung

Suamiku Selingkuh Di Kala Aku Mengandung

Memasuki usia kandungan sembilan bulan, kehidupan rumah tangga sang protagonis diuji oleh kedatangan Stella, wanita idaman suaminya. Stella tiba-tiba menumpang tinggal di rumah mereka dengan alasan tertentu. Setiap kali berpapasan, Stella selalu berakting seolah tertekan dan tersiksa oleh masa lalu. Bukannya melindungi sang istri yang hamil tua, sang suami malah menuduhnya sengaja memamerkan perut buncitnya demi menyakiti perasaan Stella. Konflik rumah tangga yang penuh misteri dan pengkhianatan ini pun dimulai.
Bab
Bagikan

Bab 2

Apalagi, demi bisa melahirkan anak-anak ini, aku sendiri yang merobek bagian bawah tubuhku hingga hancur lebur. Saat aku mengeluarkan bayi pertama dengan tangan gemetaran, dia sudah tidak lagi bernapas.

Dari lubang yang robek di bagian bawah tubuhku, darah langsung mengucur deras. Bayi keduaku tersangkut di robekan yang menganga itu.

Rambutku terasa lengket diliputi oleh darah yang mengering. Dalam pelukanku, janin yang berlumuran darah itu masih kupeluk erat. Mataku terbuka lebar, tetapi napasku sudah terhenti.

Entah bagaimana ekspresi Gordon saat dia melihat semua ini nanti? Namun sekarang, dia hanya sibuk merengkuh Stella ke dalam pelukannya.

Nada bicaranya dipenuhi rasa bersalah dan penyesalan, "Ini salahku! Aku nggak seharusnya membiarkan Claryne yang lagi hamil muncul di depanmu dan membuatmu sedih! Aku bersumpah, ini terakhir kalinya wanita itu mengandung anakku! Setelah ini, kamu nggak akan lagi melihat wanita hamil di rumah ini!"

"Kamu nggak tahu, Claryne sampai berani bohong padaku demi bikin aku luluh, katanya dia takut bayinya terlalu besar dan bisa membahayakan nyawanya, bahkan dokter pun katanya menyarankan dia untuk segera rawat inap."

"Padahal, dia bisa bertahan hidup tanpa makan tiga hari tiga malam di alam bebas, masa sekarang dia bilang takut melahirkan?"

Hatiku terasa sakit, napasku juga ikut tercekat.

Tubuh wanita hamil memang tidak bisa disamakan dengan orang biasa. Apalagi, sejak aku tahu mengandung anak kembar, keluhan demi keluhan selama kehamilan begitu menyiksa tubuhku.

Bahkan, aku sempat harus dirawat beberapa kali karena risiko keguguran.

Waktu pertama kali dikurung di loteng itu, aku sudah memohon berkali-kali. Aku bilang, kalau aku benar-benar dikurung sampai tiga hari, yang hilang bukan cuma satu nyawa, tapi tiga!

Namun, Gordon malah berdiri di hadapanku dan memberi perintah keras kepada kepala pelayan, "Cepat! Cari sungai paling kotor dan buang kunci ke sana! Siapa pun dilarang keras membuka pintu untuk Claryne! Tiga hari lagi, aku mau dia berlutut dan minta maaf ke Stella!"

Demi bertahan hidup, aku nekat mencopot lukisan dinding. Paku-paku menusuk ke tanganku hingga darah bercucuran. Kukuku patah semua saat memaksakan diri membuka jendela di loteng.

Sambil menahan rasa sakit yang luar biasa, aku mengumpulkan sisa tenaga untuk merangkak ke luar jendela dan berdiri di atas lis atap. Dengan tangan yang mencengkeram erat batu bata atap, aku perlahan-lahan menggeser langkahku dan berusaha melompat ke ruangan lain demi melarikan diri.

Akan tetapi ....

Di taman bawah, Gordon sedang mencengkeram erat Stella sambil mencium bibirnya dengan dalam dan penuh gairah. Ciuman mereka begitu panas hingga tampaknya sebentar lagi akan benar-benar kehilangan kendali.

Stella tiba-tiba mendorong Gordon dan menengadah ke arah loteng, lalu berteriak keras.

Gordon mendongak. Saat melihatku sedang berjuang menyelamatkan diri, dia langsung naik pitam. Dia yakin aku sengaja muncul lagi di hadapan Stella.

Gordon menyuruh orang memanggil mobil derek, lalu mengemudikannya sendiri. Dengan sekop logam yang besar, dia menekan perutku dan mendorongku kembali ke dalam loteng dengan kasar.

Rasa sakit yang tak tertahankan menjalar dari perutku. Darah mengalir tiada henti hingga membasahi kakiku.

Akhirnya, mataku membelalak dan dalam pelukanku ada seorang bayi yang berlumuran darah. Lalu, aku pun mengembuskan napas terakhir.

Gordon menyodorkan segelas susu ke bibir Stella.

"Aku sudah suruh orang membawa Claryne agar datang dan meminta maaf padamu. Kalau dia tulus, biar dia dibawa ke rumah sakit. Kalau nggak, biarkan saja dia melahirkan di loteng itu!"

Stella menyesap susu sedikit demi sedikit, tapi tetap saja tersedak. Dia terbatuk hingga matanya berair dan tampak begitu menyedihkan.

"Kak Gordon nggak boleh begitu ke Kak Claryne. Melahirkan itu berbahaya sekali bagi wanita ...."

Gordon menghela napas dan memandang lembut gadis di pelukannya.

"Kamu itu terlalu baik makanya suka ditindas sama wanita seperti Claryne. Claryne itu ahli bertahan hidup di alam liar. Di tempat yang nggak ada makanan dan air pun dia bisa bertahan sampai tiga hari! Sedangkan kamu ... minum susu saja masih bisa tersedak."

Gordon mengusap ujung hidung Stella dengan lembut sambil bercanda, "Kamu bilang melahirkan itu berbahaya, seperti kamu sendiri sudah pernah melahirkan saja!"

Tatapan Stella sempat menunjukkan kepanikan, tapi dia segera menunduk dan mengubah nada bicaranya menjadi sedih. "Cuma Kak Gordon yang bisa melihat sisi rapuh di balik ketegaranku."

Lalu, dia menengadah lagi dengan mata berkaca-kaca sambil menggigit bibirnya. Dia merangkul leher Gordon sambil membusungkan dada dan menggesekkan tubuhnya ke dada pria itu.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Menantu, Bukan Pembantu
9.2
Pernikahan atas dasar cinta yang kuat dengan Reza, pria dari kalangan terpandang, awalnya terasa indah bagi Fera. Namun, impian indahnya lenyap seketika saat kenyataan pahit mulai menerpa. Fera kini harus menghadapi tekanan luar biasa dari keluarga sang suami yang mengubah total jalan hidupnya. Di tengah badai cobaan yang terus menguji ketabahan, mampukah ia bertahan sebagai menantu di keluarga tersebut, atau justru memilih menyerah pada takdir barunya?
Sampul Novel Breaking Bad: Menikah dengan Iblis
7.8
Pernikahanku berubah menjadi neraka saat menyadari suamiku adalah pria berhati iblis. Tubuhku kian melemah, memicu kecurigaan bahwa dia tengah meracuniku perlahan. Berbagai kejanggalan pun mulai terungkap, mulai dari pelayan yang memata-matai hingga keraguan atas asal-usul anak kandungku sendiri. Terperangkap dalam rumah tangga yang menyiksa ini, aku bertekad membongkar seluruh rahasia kelamnya serta menuntut balas dendam, walau harus mempertaruhkan nyawaku.
Sampul Novel Calon Istri Tuan Muda Dingin
8.9
Demi menanti kekasihnya, Fandra Alatas menolak desakan keluarga untuk menikah dan memberikan ahli waris. Namun, wasiat sang kakek membuat ibu dan neneknya menjodohkan dirinya dengan Vivana Rosiana. Vivana pun terpaksa menetap di kediaman Alatas walau ditentang keras oleh Fandra. Saat benih cinta mulai tumbuh di hati Fandra untuk Vivana, kekasih masa lalunya kembali hadir. Kini ia bimbang di antara dua hati, sementara rahasia janji Vivana mulai terkuak.
Sampul Novel Dikhianati Saat Hati Masih Percaya
9.3
Nayara terpaksa menikah siri dengan Darryl Adraya demi melunasi utang. Kejadian ini membuat Arkan Ravendra kehilangan calon pengantinnya dan bersumpah untuk merebut Nayara kembali. Di sisi lain, Laras yang merupakan istri sah Darryl merasa dikhianati hingga terjerumus ke dalam perselingkuhan. Kini, Nayara terjebak di antara obsesi keluarga Arkan dan hinaan keluarga Darryl. Akankah ada cinta yang tumbuh di tengah paksaan, atau justru kehancuran yang tersisa akibat balas dendam?
Sampul Novel Gadis Tanpa Ayah
8.8
Suci mengalami trauma mendalam setelah mengetahui kenyataan pahit bahwa dirinya lahir dari korban pemerkosaan. Kebenaran kelam ini menghancurkan jiwanya hingga ia kehilangan pegangan hidup. Saat ia berjuang menghadapi krisis batin tersebut, kekasihnya yang merupakan seorang polisi datang untuk melamarnya. Sayangnya, bayang-bayang masa lalu yang kelam itu justru melahirkan keraguan besar di hati Suci untuk menerima pinangan dan melangkah ke jenjang pernikahan.
Sampul Novel Gairah Bad Boy Salah Sasaran
8.6
Elang, mahasiswa nakal di kampusnya, berniat memikat Syahreni yang jelita dalam acara malam keakraban di alam terbuka. Namun, akibat pengaruh alkohol, rencananya berantakan. Ia salah masuk tenda dan malah terlibat dalam momen intim bersama Nindya, dosen pembimbingnya sendiri. Alih-alih mendapatkan gadis impiannya, Elang kini harus menghadapi konsekuensi besar dan kemarahan sang dosen akibat gairah malam itu yang salah sasaran.