APKDock Logo
Sampul Novel Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku

Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku

9.4 / 10.0
Setelah suaminya dikabarkan meninggal dan meninggalkan utang, seorang ibu rela menjual rumah warisan serta bekerja keras demi putranya. Namun, saat sekarat, ia mendapati fakta bahwa kematian suaminya hanyalah rekayasa untuk mencuci uang bersama selingkuhannya. Lebih kejam lagi, sang putra sengaja membiarkannya tewas demi klaim asuransi miliaran rupiah. Kini, ia terbangun kembali tepat di hari sandiwara kematian suaminya dimulai untuk mengubah takdirnya.

Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku Bab 1

Di kehidupan lalu, suamiku tiba-tiba mengalami pendarahan otak dan meninggal. Dia juga meninggalkan sejumlah besar utang. Demi putraku yang masih SMA, aku menjual rumah yang diwariskan orang tuaku dan bekerja 3 pekerjaan untuk membayar utang.

Setelah terlalu banyak bekerja, aku jatuh sakit dan akhirnya masuk rumah sakit. Di samping ranjang pasien, putraku yang sudah diterima di universitas bergengsi malah menelepon dengan gembira.

“Halo? Ayah, ini aku. Wanita ini sudah mau mati. Aku ada belikan asuransi untuknya. Kita setidaknya bisa dapat kompensasi 10 miliar. Kamu dan Bibi Susi cepat kembali dari luar negeri.”

Bibi Susi yang dimaksudnya adalah teman semasa kecil dan juga tetangga suamiku. Ternyata, yang disebut utang itu adalah hasil pencucian uang dalam jumlah besar yang dilakukan suamiku dan kekasih gelapnya. Demi menutupinya, mereka membuat pembukuan palsu, bahkan berpura-pura mati untuk menghindari tanggung jawab hukum.

Sementara itu, demi menjadi anak orang kaya, putraku membiarkanku mati karena kelelahan.

Saat membuka kembali mataku, aku sudah kembali ke hari di mana suamiku berpura-pura mati.

“Apa ini istrinya Marco? Suamimu alami pendarahan otak, tapi gagal diselamatkan. Dia sudah meninggal 1 jam lalu.”

Setengah jam sebelumnya, aku menerima telepon dari sebuah rumah sakit swasta yang terletak di dekat rumah. Aku buru-buru datang, tetapi malah menerima kabar kematian suamiku pada saat baru masuk.

Yohan, putraku sudah menunggu di tempat ini. Dia mendongak dan menatapku dengan mata berlinang air mata sambil berkata, “Ibu, Ayah sudah meninggal.”

Aku menatap jasad suamiku yang ditutup kain putih, lalu menatap putraku yang terlihat sangat sedih. Ini semua terasa bagaikan mimpi.

Di kehidupan sebelumnya, saat melihat putraku yang seperti ini, aku merasa sangat sedih dan langsung memeluknya sambil berkata, “Yohan, tenang saja. Meski cuma tersisa kita berdua, Ibu juga nggak akan biarkan kamu hidup susah.”

Dua hari setelah Marco meninggal, ada orang yang datang ke rumah untuk menagih utang. Aku baru tahu ternyata suamiku berjudi online dan berutang puluhan miliar. Demi tidak membuat Yohan khawatir, aku tidak memberitahunya mengenai situasi keluarga. Aku menjual rumah di ibu kota yang diwariskan orang tuaku, lalu meminjam uang dari teman dan kerabat untuk membayar utang itu.

Saat ini, Yohan berada di tahun ke-3 SMA dan membutuhkan banyak uang untuk pendidikan. Ditambah dengan dia juga lumayan boros dan suka membeli barang-barang bermerek, gajiku mulai tidak mampu untuk menutupi biaya hidup kami.

Oleh karena itu, aku bekerja 3 pekerjaan setiap hari tanpa beristirahat. Aku juga hanya makan acar dan mie instan, tetapi tetap memperhatikan nutrisi Yohan dan memasakkan banyak makanan bergizi seperti abalone, teripang, dan sebagainya. Selain itu, aku bahkan pekerjakan guru les privat yang biayanya jutaan per sesi untuk Yohan.

Setelahnya, aku jatuh sakit dan masuk rumah sakit. Aku masih berjuang keras untuk hidup, tetapi di saat-saat kritis, aku mendengar percakapan Yohan dengan suster.

“Keadaan pasien sangat gawat. Kami butuh walinya memutuskan apa dia mau dioperasi atau nggak secepat mungkin. Keinginannya untuk hidup sangat kuat sehingga dia masih memiliki peluang untuk hidup.”

Aku mengerahkan hampir seluruh tenagaku untuk bernapas dengan harapan bisa bertahan hidup. Namun, putra yang sudah kusayangi selama lebih dari 20 tahun itu malah menjawab dengan sangat dingin, “Nggak usah. Kami nggak punya uang sebanyak itu untuk operasi.”

Meskipun tidak membuka mata, aku dapat mendengar suara di sekitar.

Kenapa putraku berkata begitu? Situasi keluarga kami memang tidak sekaya saat suamiku masih hidup, tetapi aku juga memiliki sedikit tabungan setelah bekerja keras bertahun-tahun. Bahkan 3 hari yang lalu, aku baru menyerahkan selembar kartu bank berisi uang 400 juta kepada putraku untuk membantunya membeli rumah.

Perawat merasa tidak tega dan lanjut bertanya, “Yakin nggak mau operasi? Biaya operasinya nggak lebih dari 100 juta. Kamu nggak bisa pinjam dari teman atau kerabat dulu?”

Namun, Yohan malah menyela ucapan perawat dengan tidak sabar, “Punya peluang hidup nggak berarti pasti bisa hidup. Kalau gagal, bukankah 100 juta itu akan melayang dengan sia-sia?”

Perawat itu pun menghela napas. Tanpa persetujuan wali, rumah sakit tidak dapat mengoperasiku. Aku dipindahkan ke unit perawatan intensif. Mereka menyebutnya sebagai perawatan konservatif, tetapi itu sebenarnya tidak berbeda dengan menunggu mati.

Aku yang berbaring di ranjang pasien tidak mengerti kenapa putraku tega menolak biaya operasiku yang hanya membutuhkan biaya 100 juta. Sampai aku sadar kembali sebelum meninggal, aku berusaha membuka mata dan melihat putraku yang berdiri di ujung ranjang pasien.

Melihat EKG-ku yang berangsur-angsur melemah, dia tersenyum gembira dan menelepon seseorang untuk melaporkan keadaanku.

“Ayah, Ibu sudah mau mati. Kamu dan Bibi Susi beres-beres saja dulu. Kalian sudah boleh pulang dengan bawa uangnya. Aku sudah belikan asuransi ratusan juta untuknya. Habis dia mati, kita paling nggak bisa dapat kompensasi 10 miliar.”

Suara dari ujung telepon terdengar jelas. Itu adalah suara suamiku yang sudah meninggal 6 tahun lalu. Sementara itu, Bibi Susi yang dimaksud putraku adalah teman semasa kecil suamiku.

Yohan tidak tahu aku masih bisa mendengar. Dia dengan bangganya membahas kehidupan gembira mereka kelak.

“Beberapa tahun ini, aku sudah hampir nggak tahan, tapi malah harus lanjut sandiwara. Kalau bukan karena Ibu, aku sudah pergi ke luar negeri untuk jadi orang kaya. Tapi, kematiannya nggak sia-sia. Kita bisa dapat tambahan 10 miliar. Sudah lama aku incar rumah di ibu kota itu. Kebetulan, uang ini bisa jadi tambahan buatku.”

Air mata mengalir dari sudut mataku. Dari percakapan mereka, aku sudah memahami semuanya. Ternyata utang itu hanyalah jebakan yang disusun suamiku dan selingkuhannya. Mereka membuat pembukuan palsu untuk menutupi pencucian uang yang dilakukan mereka.

Sementara itu, putra yang kulindungi mati-matian ternyata mengetahui semua fakta ini, juga diam-diam membantu mereka. Suami dan putra yang seharusnya adalah orang terdekatku malah memanfaatkan aku tanpa belas kasihan.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Suamiku Pura-pura Mati Demi Menipu Uangku

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Direndahkan Oleh Keluarga Suami
8.9
Jasmine Bintang, yang memiliki keterbatasan fisik sejak lahir, kerap mengecewakan sang ibu. Harapan indahnya untuk bahagia bersama Ardan Mahendra, suaminya yang sukses, sirna ketika keluarga Ardan terus merendahkannya. Kehadiran Anindya, mantan kekasih Ardan yang membongkar kepalsuan pernikahan mereka, kian memperparah penderitaan Jasmine. Saat Jasmine memilih bercerai demi harga dirinya, Ardan justru menolak keras dan mengancam tidak akan melepaskannya.
Sampul Novel Istri Untuk Tuan Alex
7.9
Demi melindungi kehormatan ibu angkatnya, Gadis rela menjadi pengantin pengganti. Namun, kesalahpahaman fatal membuat Alex sangat membenci dan memperlakukannya dengan buruk. Tidak tinggal diam, Gadis berani melawan kekejaman tersebut sambil terus menyembunyikan rahasia besar tentang identitas aslinya. Akankah Alex mampu membongkar misteri yang tersimpan rapat ini? Temukan kelanjutan kisah penuh ketegangan dan luapan emosi mereka selengkapnya di Bakisah.
Sampul Novel KARENA MANTANMU, KUNIKAHI ADIKMU
8.6
Randika mengurus ekspansi bisnis keluarga Baskoro di Bali bersama mentornya, Charli. Di sana, ia terpikat oleh kemandirian Andini Wijaya, seorang pemilik sekolah. Namun, hubungan mereka menghadapi ujian berat saat mantan kekasih Andini, Junot, tiba-tiba muncul kembali. Masalah kian rumit karena Lily, adik Andini, bertekad merebut Randika demi membuktikan diri kepada ayah mereka, Sigit Wijaya. Akankah cinta Randika dan Andini bertahan di tengah bayang masa lalu dan ambisi keluarga?
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, Amber Lim, sosialita bereputasi buruk yang ingin bertobat, nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Sialnya, ia dirampok dan terdampar di hutan beku. Kini, satu-satunya harapan hidup Amber bergantung pada Tuan Dingin, seorang duda misterius pembenci wanita yang dicap kanibal oleh warga. Akankah Amber berhasil meluluhkan hati pria itu, atau justru menjadi korban kebenciannya?
Sampul Novel Menjadi Orang Ketiga Dipernikahan
7.9
Pernikahan hasil perjodohan Mira Aditya dengan Rafiq Jaya berujung pilu. Di balik ikatan tersebut, Rafiq rupanya telah menikahi Elena Faris, cinta masa lalunya, secara diam-diam. Terasing di rumah sendiri dan terus didera kepedihan mendalam membuat Mira berada di titik nadir. Di tengah kekecewaan serta hampa yang kian menyiksa, ia pun kini harus menentukan pilihan sulit: tetap bertahan dalam kepalsuan atau melangkah pergi demi meraih kebebasannya.
Sampul Novel My Bad Boss
8.6
Xavier Narendra Maximilian sangat yakin takkan pernah mau menikah karena baginya wanita hanya teman ranjang semata. Namun, keyakinan sang miliarder goyah setelah ia mengenal sekretarisnya, Adeeva Adelia Albert, yang bersikap dingin dan acuh padanya. Meski Adeeva awalnya menganggap bosnya itu sebagai kesialan terbesar, Xavier justru merasa ia adalah berkah. Kini, rasa benci di antara mereka telah sirna, berganti menjadi hari-hari penuh romansa yang indah.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan