APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suamiku Duda Muda

Suamiku Duda Muda

Demi menyelamatkan bisnis ayahnya yang nyaris bangkrut, Lisa terpaksa menerima pernikahan kontrak dengan seorang duda muda bernama Gionino. Pernikahan kedua bagi Gio ini didasari oleh kesepakatan rahasia antar-keluarga. Di tengah keterpaksaan tersebut, Lisa dirundung keraguan akan sifat asli sang suami serta alasan perceraiannya terdahulu. Mampukah Lisa bertahan dalam mahligai rumah tangga ini sekaligus mengungkap misteri kelam di balik status duda yang disandang Gio?
Bab
Bagikan

Bab 1

"Huh!"

Oseng, oseng, oseng.

Suara alat dapur yang tengah sibuk mengikuti irama dan kemauan dari pemiliknya, setiap pagi sudah menjadi kewajiban Lisa membuat sarapan dan bekal, pemuda itu, maksudnya sang suami tidak mau makan selain dari apa yang dia buatkan.

Kenalkan dia, Lisa Tunggal Dewi, dia anak tunggal dari keluarga sederhana yang menggantungkan kehidupan dari usaha percetakan kecil di satu kampung. Lulusannya sebagai sarjana awalnya begitu didedikasikan, tapi setelah perintah menikah kala itu, siang tanpa badai, mengubah semuanya.

Dia harus menikah demi menyelamatkan nasib usaha kecil ayahnya yang hampir terlindas jaman, usaha itu mimpi ayahnya, walau dia bisa berjanji bekerja dengan penghasilan yang besar, tetap saja usaha percetakan itu ingin terus ayahnya kembangkan, bila usaha itu lenyap, lebih baik ayahnya mati saja.

Duar,

Mau tidak mau dia harus menikah dengan pemuda bernama Gionino ini, memang dia masih muda, terpaut dua tahun dari Lisa, hanya saja dia sudah menjadi duda setelah menikah selama satu bulan.

Gugatan sang mantan istri melayang begitu saja, semua dibuat gempar, dan di sini Lisa menjadi poros nama baik, mengembalikan nama baik Gio sekaligus usaha keluarga itu, termasuk usaha ayahnya yang ternyata kerja sama di sana.

"Ica!" seru Gio, dia baru bangun tidur, entah lidahnya mengulat atau apa, memanggil Lisa begitu sulit, yang ada Gio selalu memanggil Ica dan Ica. "Ica!"

"Iya, aku di dapur, cuci piring, Gi!" balas Lisa berteriak, suara gemericik air akan menjadi alasan telinga Gio tak mendengarnya, pasti akan mengomel kalau Lisa tak membalasnya. "Aku di sini!" berteriak sekali lagi sampai Gio mengintip ke dapur.

Ica, Ica ... sebal kalau namanya diganti.

Gio berjalan mendekat, rambutnya masih acak dan wajahnya bentuk bantal, mengambil duduk langganan biasanya, menyendok nasi yang sudah Lisa siapkan.

"Kenapa tidak mandi dulu, hem? Kan enak kalau sudah mandi, kamu jadi bisa langsung kerja, Gi." mengeringkan tangannya, dia sudah mandi, berharap bisa berangkat lebih awal. Duda satu ini susah sekali diatur, selalu membuatnya hampir telat berulang kali. "Enak?" bertanya lagi meskipun yang tadi belum dijawab.

Gio mengangguk, dia selalu menyenangkan kalau makan, tak pernah menolak atau bahkan mengkritik rasa masakan Lisa, sejak mereka menikah itu yang menjadi pertimbangan Lisa, secara fisik suaminya itu sempurna, sikapnya juga hanya menyebalkan sedikit, tapi entah kenapa satu bulan sudah mendapatkan surat gugatan dari istrinya, kisah yang dikenal penuh akan cinta, padahal suaminya itu bukan yang suka KDRT juga.

Sampai detik ini belum Lisa temukan jawabannya, dia sempat menduga masalah ranjang, mungkin Gio meminta lebih hingga mantan istrinya jengah, tapi tidak. Gio memperlakukannya dengan lembut di malam pertama itu meskipun belum ada cinta nyata sampai sekarang diantara keduanya, maksudnya tidak ada yang mau mengaku secara terang-terangan, Lisa sering menganggap pernikahan dan rumah tangga ini hanya permainan Gio dan keluarganya saja.

Namun, lagi-lagi perkiraannya dipatahkan, keluarga itu baik kepadanya.

"Mau sampai kapan bengong?" Gio sudah selesai. "Makan cepat, Ica. Aku antar ke kantor!" ini, tiba-tiba suka memutuskan segala hal.

"Iya, aku makan cepat." Lisa mendengus, sekali saja suaminya itu memanggil nama aslinya, hanya saat dia menikah, setelah itu jangan harap, dia hanya akan mendengarkan Ica dan Ica.

"Ica!"

"Iya, ini baru selesai. Tunggu sebentar tinggal kucir rambut!" herannya walau tanpa cinta yang mendasar, pertengkaran mereka sangat minim, Lisa yang sudah dewasa dalam pemikiran bisa menerima sikap Gio, sedang Gio yang tak pernah salah memutuskan sesuatu, jadi tak ada yang mengundang sakit hati, hanya sebuah rasa penasaran yang belum bisa Lisa mengerti sampai hampir satu tahun menikah dengan Gio.

"Terima kasih sudah diantar, nanti aku naik ojek saja. Aku kabari kalau pulang, Gi. Hati-hati ya!"

Gio mengangguk, seperti biasanya tak menjawab hanya anggukan saja. Mobil biru itu melaju mengikuti angin, Gio tersenyum simpul dan samar setelah menjauh, melirik ekspresi Lisa dari spionnya, wanita itu, istrinya yang kedua, pemilik dunianya.

***

"Lis, tumben sekali datang lagi, apa dunia baik-baik saja?" tawa mengudara dari teman satu ruangannya, Renata.

Lisa bergeleng sambil memejamkan mata, kebiasaan kalau sudah mendapatkan keuntungan hari ini, itu jelas tak akan gratis dari suaminya yang penuh dendam, dendam-dendam menyebalkan sebenarnya, tidak melibatkam emosi yang bagaimana juga.

"Gio minta apa lagi?" Renata meledek, dia yang paling tahu kegundahan sebelum pernikahan itu berlangsung. "Dia tidak mengantarmu, kan?"

Brak!

Yang ada di ruangan itu sama kagetnya, Lisa menjatuhkan kepalanya sendiri ke meja, setiap pagi akan selalu ada drama di rumahnya, Gio yang minta ini dan itu, Gio yang mendadak diam, terkadang juga sebal tanpa alasan, walau itu tidak membuat sakit hati yang berlebih, setidaknya selama kurang lebih satu tahun ini pagi Lisa tak pernah tenang seperti jaman masih perawan.

"Kakakku juga berkencan dengan pria yang lebih mudah, lebih darimu malah, dia terpaut enam tahun. Kemarin, dia tanya masalah itu, emmm ... itu-"

"Ranjang?" potong Lisa menebak, selalu itu yang ditanyakan kalau menikah dengan yang lebih muda. "Jangan ditanya, maksudku setiap orang berbeda dalam hal itu, belum tentu masih muda atau lebih tua menjadi patokan, merek-"

Renata hentikan, "Aku sedang bertanya soal suamimu, kenalan kakakku itu kurang lebih sama dengan Gio, kalau Gio bagaimana? Apalagi dia kan duda, pasti dia lebih hot ya?" kedua alis Renata naik-turun bergantian.

Ahahahahah,

Lisa garuk tengkuknya, mendadak panas dan gatal saja seolah Gio ada di ruangan itu. Dia hanya menjawab dengan gedikan bahu, Renata mungkin membayangkan benar kalau Gio itu hot, walaupun tak bisa Lisa elak juga, yang pasti suami istri pasti punya cara sendiri untuk melakukannya, termasuk waktu dan berapa kalinya.

Pertanyaan Renata membuat Lisa kembali ingat pada moment malam pertama mereka setelah satu hari penuh bertemu keluarga selepas menikah.

Bukan hanya Lisa yang kikuk, tapi Gio juga. Dengan label duda yang disandangnya, tak membuat Gio terlihat begitu pengalaman, mencium Lisa saja terasa kaku, walau Lisa belum pernah berciuman, setidaknya dia bisa membayangkan selihai apa para aktor drama itu, Gio tak seperti itu sampai dia berfikir suaminya digugat karena kurang memuaskan, padahal beberapa menit kemudian Lisa merasa puas.

"Kan jadi malu kalau ingat itu!" Lisa rutuki dirinya sendiri.

Suara Gio kembali terdengar, dia masih ingat setelah selesai Gio membisikan apa kepadanya.

"Terima kasih, Ica. Biarkan hanya aku saja yang melakukan ini denganmu."

Seperti ada sayatan luka di suara itu dan jadilah banyak praduga di kepala Lisa setelahnya tentang kondisi sang suami. Namun, kebisuan Gio tak membuatnya mudah mendapatkan jawaban, terlebih lagi mereka satu keluarga putus hubungan dengan mantan istri Gio, sepertinya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aldrich Delano And His Wound
8.0
Kebahagiaan Aldrich begitu membuncah saat mengetahui kehamilan Ara. Langkah besar ini ia ambil sebagai bentuk penebusan atas dosa-dosa masa lalunya. Ara yang selalu setia mendampingi keputusan Aldrich mulai menyadari bahwa masa sulit mereka belum usai. Alih-alih membawa kedamaian, kehamilan Ara justru menjadi titik awal dari babak baru yang penuh ujian. Badai konflik yang jauh lebih besar kini siap menguji ketahanan hubungan mereka berdua.
Sampul Novel Anak Yang Terbuang
9.7
Farhan dibesarkan neneknya tanpa pernah tahu siapa orang tuanya. Saat sang nenek tiada, ia mengadu nasib ke Jakarta untuk bertahan hidup dan melacak ayah kandungnya. Tak diduga, Farhan malah bekerja menjadi sopir pribadi seorang wanita menawan yang ternyata ibu tirinya sendiri. Tanpa mengetahui hubungan darah itu, sebuah peristiwa tak terduga membuat wanita itu hamil. Kini, rahasia besar masa lalu siap mengancam masa depan hubungan mereka yang pelik.
Sampul Novel Cinta yang Jatuh Tanpa Gema
8.1
Rumi tak sengaja bertemu mantan iparnya saat periksa kehamilan. Di tengah tuntutan untuk kembali pada Aryan—miliarder yang dulu mengabaikan pernikahan mereka demi wanita lain hingga memicu kematian ibu Rumi—ia diingatkan akan perjuangan sang mantan suami mencarinya. Namun, luka masa lalu akibat pesan suara kejam Aryan tak bisa terhapus. Dengan tenang, Rumi menunjukkan cincin di jarinya, menegaskan bahwa ia telah memulai hidup baru yang sederhana dan meninggalkan masa lalu kelamnya di Kota Daro.
Sampul Novel Hancur Karena Cinta yang Berkhianat
9.5
Di puncak kesuksesan kariernya setelah tiga tahun menikah, Aluna siap menanti kehadiran buah hati. Namun, kebahagiaan saat ingin membagikan kabar kehamilannya sirna seketika. Di kantor, ia memergoki Raka bersama wanita lain dan seorang anak kecil. Tanpa penyesalan, sang suami justru dingin meminta cerai demi mereka yang tak sedarah. Akankah Raka menyesal nanti setelah sadar telah membuang darah dagingnya sendiri?
Sampul Novel Ketika Cinta Tak Mendapat Musimnya
8.7
Tujuh tahun mendampingi Navish sebagai sekretaris sekaligus kekasih rupanya tidak menjamin kebahagiaan Cassia. Pengkhianatan Navish yang bertunangan dengan wanita lain membuat Cassia hancur dan berniat mundur. Meski Navish tiba-tiba membatalkan pertunangan itu secara publik, kejutan pahit menanti Cassia di sebuah acara lelang. Alih-alih dilamar, Cassia harus menghadapi kenyataan pahit saat sosok cinta sejati Navish muncul dengan wajah yang sangat mirip dengannya. Cassia pun tersadar bahwa selama ini dirinya hanyalah pengganti.
Sampul Novel Misteri Birahi Kampung Cilendir
9.5
Kehidupan duda Reza berubah drastis setelah pindah ke lingkungan baru dan mengenal Naila. Di balik sosoknya sebagai ustazah yang taat dan anggun, Naila menyimpan ketertarikan mendalam pada Reza. Hubungan yang kian dekat menguji keyakinan mereka, menciptakan konflik batin antara kepatuhan agama dan keinginan yang melanggar batas. Ketika setiap pertemuan mengobarkan ket ketegangan emosional, sanggupkah mereka bertahan, atau justru hanyut dalam pesona cinta terlarang?