APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Wasiat Dari Suamiku

Suami Wasiat Dari Suamiku

Kebahagiaan Lina atas kehamilannya hancur saat sang suami, Arief, tewas akibat kecelakaan yang disebabkan oleh Andi yang mengemudi dalam kondisi mabuk. Sebelum mengembuskan napas terakhir, Arief meninggalkan wasiat tak terduga: ia meminta Lina untuk menikah dengan Andi demi menjamin masa depannya. Kini Lina didera dilema batin karena harus hidup bersama pembunuh suaminya. Apakah pernikahan paksa ini akan berujung pada penebusan dosa Andi atau justru penderitaan baru?
Bab
Bagikan

Bab 3

Lina tidak tahu lagi berapa lama dia sudah duduk di ruang rumah sakit itu, menatap tubuh Arief yang terbaring kaku. Setiap detik terasa begitu lama, namun begitu juga setiap detik yang lewat terasa begitu sia-sia. Semua yang mereka impikan, semua rencana mereka, kini telah hancur. Dia merasa seperti berada di dalam sebuah mimpi buruk yang tidak pernah berakhir. Tidak ada lagi senyum Arief, tidak ada lagi suara tawa yang mengisi hari-harinya. Kini hanya ada kesepian yang mendalam, seakan seluruh dunia telah hilang.

Namun, ada satu hal yang tak bisa Lina abaikan-kalimat terakhir yang diucapkan Arief. "Dia akan jadi pengganti aku." Siapa yang dimaksud Arief? Mengapa Arief berkata seperti itu? Lina tidak bisa memahaminya. Saat itu, semuanya terasa kabur. Di tengah kesedihan yang begitu mendalam, ada satu pertanyaan yang terus berputar di pikirannya: apakah ia harus menerima seorang pengganti?

Lina berusaha menenangkan dirinya sendiri. Mungkin Arief hanya berbicara dalam keadaan yang kacau, dalam keadaan yang tidak sadar. Mungkin itu hanya sebuah hal yang terucap karena rasa sakit. Namun, entah mengapa, kata-kata itu terus menggema di dalam dirinya. Ia tidak bisa mengabaikannya begitu saja.

Keputusan yang Sulit

Lina berjalan keluar dari rumah sakit dengan langkah yang hampa. Di luar, hujan turun dengan derasnya, seperti langit pun menangis bersama dirinya. Di antara kebisingan dunia yang terus berputar, Lina merasa seperti dirinya terjebak di dalam keheningan yang sepi. Semua orang di sekitarnya tampak begitu sibuk, namun bagi Lina, dunia ini terasa begitu kosong.

Setelah beberapa hari mengurus keperluan pemakaman dan menangani segala hal yang berkaitan dengan Arief, Lina merasa dirinya semakin terpuruk. Setiap sudut rumah mereka mengingatkannya pada kenangan-kenangan manis bersama Arief. Tertawa bersama, merencanakan masa depan, berbicara tentang anak yang akan mereka miliki. Semua itu kini menjadi kenangan yang begitu menyakitkan.

Lina duduk di sofa, memandangi sebuah foto keluarga kecil yang mereka ambil beberapa bulan yang lalu. Arief tersenyum dengan bangga, sementara Lina memeluk perutnya yang mulai membesar. Mereka tampak begitu bahagia, penuh dengan harapan untuk masa depan yang gemilang. Tapi kini, semua itu hanya sebuah ilusi yang sudah berakhir.

Telepon di meja sampingnya berdering. Lina menatap layar ponsel yang menunjukkan nama yang tidak ia kenali. Dia ragu sejenak, namun akhirnya mengangkat telepon itu.

"Halo?"

Suara di ujung sana terdengar gugup, namun jelas. "Bu Lina, ini saya, Andi."

Lina terdiam sejenak. Andi. Pria yang telah merenggut Arief darinya. Pria yang secara tidak langsung telah mengubah seluruh hidupnya dalam sekejap. Lina merasa hatinya bergejolak mendengar nama itu.

"Kenapa kamu menelepon saya?" Tanya Lina, suaranya serak dan datar, meskipun dalam hati ada kebencian yang tak bisa ia sembunyikan.

Andi di sisi lain telepon terdiam beberapa detik sebelum menjawab. "Saya tahu... saya tahu saya tidak layak untuk meminta maaf, Bu Lina. Saya tidak bisa mengembalikan semuanya, tapi saya hanya ingin berbicara dengan Anda. Saya ingin bertanggung jawab atas apa yang terjadi... atas kecelakaan itu."

Lina menghela napas berat. "Tanggung jawab? Apa yang bisa kamu lakukan sekarang, Andi? Apa yang bisa kamu lakukan untuk mengembalikan Arief? Untuk mengembalikan semuanya?" Lina menahan air matanya. "Dia meninggal karena kecelakaan yang kamu sebabkan. Kamu merusak hidup saya, Andi."

Andi terdengar sangat menyesal. "Saya tidak ingat apa yang terjadi, Bu Lina. Saya... saya hanya tahu saya berada di sana, dalam keadaan mabuk. Saya... saya sangat menyesal. Tapi saya... saya merasa seperti hidup saya tidak ada artinya sekarang. Saya tidak tahu bagaimana saya bisa menebus semuanya."

Lina menutup matanya, mencoba menenangkan dirinya. "Kamu... tidak bisa menebus apapun. Arief sudah pergi, Andi. Tidak ada yang bisa mengubah itu."

Namun, Andi tidak menyerah begitu saja. "Saya tahu, Bu Lina. Tapi saya... saya ingin membantu Anda. Saya ingin... saya ingin menjaga Anda dan anak Arief. Saya ingin memastikan Anda tidak sendirian. Itu saja yang bisa saya lakukan."

Lina merasa ada rasa cemas yang tumbuh di dadanya. Kenapa Andi berkata seperti itu? Apakah ia benar-benar merasa menyesal, ataukah ada niat lain di balik kata-katanya? Lina tidak tahu apa yang harus ia percayai lagi. Arief yang begitu ia cintai kini sudah tiada, dan kini Andi muncul dengan niat yang tak jelas.

Lina menatap foto Arief di mejanya. Kenapa Arief menginginkan Andi untuk menjaga dirinya? Apakah itu benar-benar demi kebaikan dirinya? Atau mungkin... ada sesuatu yang lebih besar yang ingin Arief sampaikan sebelum ia pergi?

Pertemuan Tak Terduga

Lina akhirnya memutuskan untuk bertemu dengan Andi, meskipun hatinya penuh dengan keraguan. Hari itu, hujan turun deras, seakan dunia masih berduka bersama dirinya. Ketika ia sampai di sebuah kafe kecil di pinggir kota, ia melihat Andi duduk menunggu di sudut meja, terlihat cemas.

Andi berdiri begitu melihat Lina masuk, dan Lina bisa melihat betapa gugupnya pria itu. Andi mengenakan pakaian yang sederhana, namun terlihat rapi, dengan ekspresi wajah yang penuh penyesalan.

"Bu Lina..." Andi menyapa dengan suara pelan, seakan takut mengganggu kedamaian yang ada di sekitar mereka.

Lina duduk di hadapan Andi tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Ia hanya memandang pria itu dengan tatapan kosong. Andi menundukkan kepala, menunggu Lina untuk berbicara terlebih dahulu.

Akhirnya, Lina membuka suara. "Kenapa kamu menghubungi saya? Apa yang kamu inginkan?"

Andi menghela napas berat. "Saya tahu... saya tak punya hak untuk meminta apapun. Tapi saya ingin... saya ingin meminta maaf yang tulus. Saya tahu tak ada yang bisa mengembalikan apa yang telah saya lakukan. Tapi saya... saya ingin menawarkan diri untuk membantu Anda, Bu Lina. Saya ingin memastikan Anda tidak sendiri. Saya akan berusaha melindungi Anda dan anak Arief."

Lina mendengus pelan. "Melindungi saya?" kata-katanya terkesan sinis. "Kamu merusak hidup saya, Andi. Kamu mengambil suami saya, dan sekarang kamu ingin melindungi saya?"

Andi tampak semakin tertekan. "Saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan. Saya... saya hanya ingin menebus apa yang saya bisa, Bu Lina. Saya ingin membantu, karena saya merasa bersalah... sangat bersalah."

Lina terdiam, merasakan perasaan yang bercampur aduk. Di satu sisi, ia ingin membenci Andi, namun di sisi lain, ada perasaan kosong yang ia rasakan, sebuah kehampaan yang entah bagaimana semakin besar. Andi mungkin bukan orang yang tepat untuk menggantikan Arief, tetapi perasaan itu-perasaan kehilangan-membuat Lina mulai mempertanyakan banyak hal.

"Jadi, kamu ingin menjadi pengganti Arief?" tanya Lina dengan suara pelan namun penuh tekanan.

Andi menatapnya dengan serius. "Tidak, Bu Lina. Tidak ada yang bisa menggantikan Arief. Saya hanya ingin membantu Anda... menjadi pendamping yang bisa Anda andalkan, jika Anda mengizinkannya."

Lina menatap Andi dengan mata yang tajam, merasakan beban yang begitu berat di dadanya. "Saya tidak tahu, Andi... Saya benar-benar tidak tahu."

Andi mengangguk, merasakan kekecewaan yang jelas terlihat di wajahnya. "Saya mengerti, Bu Lina. Saya hanya ingin Anda tahu bahwa saya ada untuk Anda. Apapun yang Anda butuhkan."

Lina memejamkan mata sejenak, berusaha untuk berpikir jernih di tengah kekacauan yang ada dalam hatinya. Apakah dia harus menerima Andi? Apa yang harus dia lakukan dengan wasiat Arief? Atau, apakah ini semua hanya akan membuatnya semakin hancur?

Namun, satu hal yang jelas: Lina tidak bisa terus hidup dalam bayang-bayang Arief. Dia harus memilih jalan hidupnya, meski itu sulit.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel After You
9.8
Kiren terjebak dalam dilema batin akibat hubungan rahasianya dengan Fabian, pacar sahabatnya, Aurel. Alih-alih sembuh dari trauma masa lalu, Kiren justru kian terpuruk dalam kepedihan baru. Ia terpaksa menyembunyikan perselingkuhan ini karena sadar posisinya hanya sebagai wanita simpanan. Di sisi lain, Fabian cuma memanfaatkan Kiren demi memuaskan hasrat yang tak diperolehnya dari Aurel, tanpa memedulikan perasaan Kiren yang hancur.
Sampul Novel Benci dan Cinta Tak Bisa Dipisahkan
9.3
Demi misi rahasia, Komandan Rayan Elvard yang dingin memilih menikahi Liora Avanira, anak angkat yang menggantikan posisi kakaknya dalam perjodohan. Meski pernikahan ini berawal dari perintah atasan tanpa rasa cinta, sikap dingin Liora justru memicu obsesi berbahaya dalam diri Rayan. Di tengah ancaman musuh masa lalu yang mengincar nyawanya, Liora kini terjebak dalam dilema karena harus bergantung pada sosok suami yang menjadi sumber penderitaannya.
Sampul Novel [BUKAN] PELAKOR
8.0
Penantian empat tahun Irish berujung hancur setelah Galen mengkhianatinya. Pria yang dulu berjanji setia itu malah menikah dengan perempuan lain. Enggan meratapi nasib atas janji manis yang kini menjadi dusta, Irish memutuskan untuk bertindak ekstrem. Demi memperjuangkan cinta dan masa depannya, ia nekat menyusup sebagai orang ketiga dalam pernikahan Galen. Irish bertekad merebut kembali pria itu. Akankah Galen kembali padanya, ataukah aksi nekat Irish ini berakhir sia-sia?
Sampul Novel Deviant Love
9.5
Kehidupan Windy hancur total pasca-kematian Jimmy. Tak lama setelah itu, rangkaian pembunuhan sadis mulai meneror orang-orang terdekat di sekitarnya. Tragisnya, pola kejahatan ini malah membuat Windy dituduh sebagai dalang di balik semua kekejian tersebut. Di tengah desakan tudingan publik, ia juga harus bertahan dari ancaman mematikan sosok misterius yang mengincar nyawanya. Windy kini terjebak dalam teka-teki mencekam: apakah sang pembantai dan peneror itu adalah orang yang sama?
Sampul Novel Dipaksa Menikah dengan Hartawan Misterius
8.4
Hidup Chelsea Kurniawan hancur sejak ibunya tiada, ia terus ditindas oleh ayah dan ibu tirinya. Puncaknya, ia dipaksa menikahi Tristan Sudrajat untuk menggantikan Cheline. Chelsea sempat melarikan diri hingga terlibat cinta satu malam dengan pria asing, tetapi ia tetap tertangkap lalu dinikahkan. Di luar dugaan, Tristan sangat menyayangi dan memperlakukannya dengan baik. Namun, Tristan menyimpan rahasia besar tentang identitas aslinya sebagai miliarder misterius.
Sampul Novel Dua Sisi
8.1
Kegagalan asmara yang bertubi-tubi, mulai dari menyukai gurunya sendiri hingga terpikat kekasih orang, membuat CEO ADITAMA Group, Revan Aditama Perkasa, mati rasa terhadap cinta dan pernikahan. Di tengah apatismenya, sang ayah justru menuntutnya menikahi seorang wanita dari Suku Anak Dalam. Revan menentang keras rencana itu. Baginya, menikahi perempuan yang dianggap primitif tersebut sangat tidak masuk akal dan bertolak belakang dengan kehidupan modernnya yang serbaintelektual.