APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Selebku Menolak untuk Cerai

Suami Selebku Menolak untuk Cerai

Tujuh tahun mendampingi seorang aktor terkenal dan menikah rahasia selama lima tahun hanya menyisakan sakit hati dan tukak lambung bagi sang istri. Setelah dikhianati demi aktris lain dan diabaikan saat nyawanya terancam dalam bencana longsor, ia akhirnya memilih menyerah dan mengajukan perceraian. Namun, sang suami justru kehilangan akal, memohon agar tidak ditinggalkan, bahkan nekat membongkar pernikahan rahasia mereka di panggung penghargaan. Sayangnya, penyesalan itu sudah terlambat.
Bab
Bagikan

Bab 2

Malam itu, Liam baru tiba di rumah pada dini hari. Aku tidak bisa tidur karena kesakitan. Jadi, aku mau tak mau bangkit untuk minum obat pereda rasa sakit.

“Nih! Aku sengaja bawakan camilan malam untukmu.”

Liam melempar beberapa kotak satai sisa mereka ke meja. Perhatiannya tertuju pada kontrak yang ditaruh di samping meja. Dia sama sekali tidak menyadari wajahku yang pucat dan dahiku yang berkeringat dingin.

Duk! Aku membuang satai-satai itu ke tong sampah.

Aku punya penyakit maag dan Liam juga mengetahuinya. Hanya saja, dia tidak pernah peduli.

“Kamu gila, ya? Aku sudah baik hati bawakan makanan untukmu, tapi kamu malah ngambek! Aku kan cuma suruh kamu minum-minum dikit!”

“Maagku kambuh, aku nggak bisa makan pedas.”

Liam langsung terpaku di tempat, ekspresinya terlihat agak canggung. Kemudian, dia melangkah maju dan menggenggam tanganku dengan penuh perhatian.

“Aku lupa. Kamu nggak menyalahkanku, ‘kan?”

Liam menatapku dengan tampang memelas.

Dari jarak sedekat ini, aku bisa mencium aroma parfum yang bukan miliknya. Ketika teringat ucapan sekelompok orang yang kutemui tadi, aku langsung merasa mual.

“Elisa sengaja. Dari awal, dia sudah ....”

“Evelyn! Kamu sendiri yang nggak kompeten, tapi kamu masih mau memfitnah orang! Kenapa kamu berubah jadi begini!”

Sebelum aku selesai berbicara, Liam sudah menyela ucapanku. Kemudian, dia langsung melepaskan tanganku dan berjalan masuk ke kamar.

Aku menatap punggung Liam sambil menertawakan diriku sendiri. Meskipun aku memberi tahu Liam faktanya, dia juga tidak akan percaya padaku.

Keesokan paginya, Liam membangunkan aku.

Kerja sama terbaru Liam adalah sebuah ajang pencarian bakat. Di acara ini, Liam menjadi juri. Setelah tiba di studio, aku baru tahu bahwa di kompetisi menyanyi ini, Elisa diundang sebagai bintang tamu.

Sesuai dugaan, begitu syuting dimulai, kamera tidak berhenti menangkap interaksi mesra Liam dengan Elisa entah secara sengaja atau tidak. Baru saja syuting berakhir, Liam langsung menarik Elisa ke belakang panggung.

Mereka berjalan melewatiku dan langsung duduk di ruang istirahat, seolah-olah tidak melihatku. Elisa menoleh dan tersenyum tipis padaku. Matanya dipenuhi dengan rasa bangga.

Selama tujuh tahun ini, demi karier Liam, aku selalu berada di sampingnya dengan status sebagai asistennya. Aku bahkan meninggalkan karierku di bidang finansial demi mencurahkan seluruh perhatian dan sumber dayaku kepadanya.

Sekarang, Liam sudah tidak membutuhkan aku. Sementara itu, aku masih harus melihatnya memamerkan cinta pertamanya setiap hari.

Di dalam ruang istirahat, ada sutradara yang menemani Liam dan Elisa. Entah apa yang sedang dibicarakan mereka, terdengar suara tawa manja Elisa dari waktu ke waktu.

Aku menatap kontrak kerja sama yang belum selesai kubaca. Kata-kata di atas kertas putih itu tiba-tiba terlihat bagaikan benang kusut.

“Ya ampun! Elisa perhatian banget sama Kak Liam!”

Saat mendengar tawa sutradara, aku tidak dapat menahan diri dan melirik ke arah ruang istirahat lagi. Kaca yang sedikit transparan itu memantulkan bayangan dua orang.

Elisa sedang menggenggam tisu dan dengan lembut menyeka sisa kopi yang masih menempel di sudut bibir Liam. Dari sudut pandangku, mereka berdua terlihat seperti sedang berciuman bak pasangan yang sedang berada dalam fase bulan madu.

Perasaan pasrah menjalar di seluruh tubuhku.

Aku dan Liam sudah bersama selama tujuh tahun. Lima tahun yang lalu, kami mendaftarkan pernikahan kami.

Setelah menikah, karier Liam berangsur-angsur membaik. Sumber daya dan koneksiku sudah tidak lagi memuaskannya. Dia pun membiarkan orang lain menginjak-injak harga diriku demi mendapatkan satu demi satu kerja sama baru.

Meskipun dia tidak bersedia mengungkapkan hubungan kami, aku juga tidak mempermasalahkannya. Sekarang, untuk pertama kalinya, niat untuk bercerai dengannya muncul dalam benakku.

Ketika jam makan siang, begitu makanan Liam disajikan, Elisa secara alami mengambil daun ketumbar dari piringnya dan menaruhnya ke piring Liam.

Aku secara refleks hendak menghentikan Elisa, tetapi aku malah melihat Liam hanya tersenyum padanya, seolah-olah ini adalah hal yang sudah sering terjadi.

Sutradara berkata sambil tersenyum, “Kalian masih bilang kalian itu bukan pasangan. Dinilai dari kekompakan kalian, jangan-jangan, kalian sudah nikah!”

“Kami benar-benar cuma teman biasa,” jelas Liam sambil tersenyum.

Namun, senyuman Elisa yang berada di sampingnya langsung membeku. Kemudian, dia tersadar kembali dan berujar, “Dia memang suka makan daun ketumbar. Dulu, aku juga selalu merawatnya seperti ini.”

Ucapan Elisa yang sederhana itu langsung membuat hatiku terasa sedingin es. Ternyata Liam menyukai daun ketumbar?

Namun, pertama kali aku memasak untuknya, gara-gara ada beberapa helai daun ketumbar di tumis daging sapi itu, dia langsung membuang semua makanan beserta peralatan makannya ke tong sampah, lalu berlari ke kamar mandi dengan tampang jijik dan memuntahkan makanannya.

“Sudah kubilang aku nggak suka makan daun ketumbar! Kenapa kamu malah sengaja masak pakai daun ketumbar!”

Ternyata, dia merasa jijik pada daun ketumbar dalam tumis daging sapi itu karena itu mengingatkannya pada seseorang. Aku tidak berhenti memperhatikan ekspresi Liam. Dari awal sampai akhirnya, ekspresinya terlihat santai.

Ketika berbalik untuk pergi, ponselku tiba-tiba jatuh ke lantai. Layarnya pun menyala dan semua orang melihat foto Liam yang kugunakan sebagai latar belakang ponselku.

Sebelum aku sempat mengambilnya, sutradara sudah memungut ponselku dan berkata, “Bukannya penggemar itu nggak boleh jadi asisten? Kamu ....”

Sutradara tidak berhenti melirikku dan Liam secara bergantian.

“Dalam kegiatan tim sebelumnya, aku kalah dalam permainan jujur dan tantangan.”

Setelah mendengar jawabanku, Liam sepertinya merasa lega.

Elisa juga menambahkan, “Foto latar belakang ponselku lebih bagus!”

Kemudian, aku mengikuti arah pandang sutradara dan menoleh ke arah ponsel Elisa. Itu adalah fotonya dengan Liam di bawah pertunjukan kembang api. Mereka saling bersandar di tepi danau dan bibir mereka nyaris bersentuhan.

“Liam paling suka kembang api. Dulu, aku pernah berjanji akan menemaninya menonton kembang api. Kemarin, aku akhirnya memenuhi janjiku itu. Gimana, Evelyn? Bagus, ‘kan?”

Elisa memandangku sambil tersenyum. Ketika bertemu pandang dengan tatapan penuh provokasinya, aku hanya tersenyum dan menjawab, “Bagus, mirip foto pasangan.”

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Yang Di hina Miskin Jadi Kaya
8.0
Sering direndahkan keluarga suaminya, Andi, karena hidup sederhana, Nur bertekad mengubah nasib. Rasa sakit hati itu ia jadikan cambuk untuk merintis usaha sendiri dari bawah. Berkat perjuangan kerasnya, Nur berhasil menjelma menjadi pebisnis sukses yang kaya raya. Namun, saat berada di puncak keberhasilan finansial tersebut, ia justru harus menghadapi ujian berat berupa pengkhianatan dari sosok yang sangat ia percayai.
Sampul Novel BUKAN SUAMI RAHASIA
8.1
Dua tahun Ava dan Jay terjebak pernikahan paksa. Saat Jay asyik berselingkuh, Ava membalasnya lewat hubungan rahasia bersama pria kaya terpandang. Walau sama-sama ingin berpisah, perceraian mustahil dilakukan. Akhirnya, Jay mengizinkan Ava menjalin kasih dengan lelaki lain demi menjaga status mereka. Namun, mampukah rahasia besar ini terus tersimpan rapat? Akankah sandiwara pernikahan mereka bertahan selamanya tanpa pernah terbongkar?
Sampul Novel Cinta Terkubur dalam Arus Sungai
8.0
Sebagai putri kandung yang diabaikan, ia harus berbagi nasib buruk diculik bersama adiknya yang lebih disayangi. Kejamnya, orang tua mereka justru lega saat jari yang dipotong penculik bukan milik sang adik. Ketika rencana penyelamatan gagal, demi melindungi si bungsu, orang tua mereka memfitnah sang kakak hingga ia disiksa sampai mati. Penyesalan terlambat datang saat jasadnya yang hancur ditemukan, mendorong orang tua mereka kehilangan akal sehat dan menuntut balas dendam.
Sampul Novel Dendam Sang Pelukis: Cinta yang Ditebus
8.6
Alana Maheswari menderita di pernikahan ketiganya. Damian, sang tunangan, tega menyiksanya demi Elina. Setelah karier melukisnya hancur dan dirinya dibuang terluka di hutan, Alana enggan menyerah. Demi menyelamatkan keluarga serta bisnisnya, ia menghubungi pria misterius dari masa lalunya. Alana pun merelakan semua asetnya demi menjalani pernikahan kontrak sebagai jalan keluar untuk membalas dendam.
Sampul Novel Ibuku Memilih Murid dan Mengorbankanku
8.5
Lahir dari ketidaksengajaan membuat tokoh utama novel remaja ini dibenci ibu kandungnya. Sang ibu lebih menyayangi muridnya, namun murka dan menampar anaknya saat murid kesayangan menyatakan cinta. Bahkan ketika mengidap Alzheimer, sang ibu melupakan darah dagingnya sendiri dan hanya mengingat sang murid. Sayangnya, tidak ada satu pun murid yang datang menjenguk di masa tuanya. Mereka semua menyimpan kebencian mendalam yang sama seperti yang dirasakan sang anak selama ini.
Sampul Novel Jerat Cinta Mafia Kejam
8.2
Terbuang dari rumah sendiri akibat keserakahan kerabatnya, Kinanti memilih mengasingkan diri ke Amerika demi kedamaian. Namun, takdir justru menyeretnya kembali ke hadapan Brian, pemimpin mafia kejam yang sejak lama terobsesi padanya. Jika dulu ia bisa lari, kini Kinanti tak berkutik di bawah dominasi mutlak Brian. Di tengah ancaman keluarga pamannya yang terus mengusik, mampukah ia lolos dari cengkeraman cinta sang mafia?