APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Janda Paling Setia

Suami Janda Paling Setia

Alfa Septian, pemuda tangguh yang mendedikasikan hidup demi menikahi Kinanti, seorang janda beranak dua. Namun, duka mendalam menerpa ketika sang istri berpulang pascamelahirkan putra mereka. Di tengah beban hidup yang kian menghimpit, bayang-bayang mendiang Kinanti terus mengiringi langkahnya. Kini, Alfa terjebak dalam dilema besar: tetap setia membesarkan anak-anak tirinya atau memilih pergi untuk merajut lembaran hidup yang baru.
Bab
Bagikan

Bab 1

Saat aku baru sampai di depan pintu rumah, aku mendengar ayah berteriak pada ibu, "Bagaimana ini, Ning?"

"Aku nggak tahu, Mas! Aku juga pusing mikirin anakmu si Alfa itu!" sarkas ibuku yang bernama Kemuning.

"Bagaimana bisa ia mau menikahi wanita lain, padahal Kamlia pulang minggu depan!" Ayah terlihat bejalan mondar-mandir sambil memijat dahinya.

Aku menoleh pada wanita yang aku bawa pulang, ia mengeratkan pegangannya di lenganku. Ia seperti ketakutan. Hari ini aku berencana mengenalkan Kinanti pada keluargaku. Aku ingin menikahi wanita yang aku cintai, bukan wanita yang akan dijodohkan padaku.

Mereka masih belum menyadari kehadiranku dan masih melanjutkan diskusi, yang terdengar seperti genderang bertalu-talu.

"Pokonya Alfa harus nikah sama Kamlia, Ning! Mas takut, juragan Siran mengungkit pertolongannya dulu!" putus bapak yang mungkin akan sangat sulit diubah.

"Assalamualaikum," potongku yang langsung membuat mereka menatap ke padaku.

Ayah dan ibu langsung berdiri dan berjalan menghampiri kami. Mereka menatap bengis pada wanita yang aku bawa pulang.

"Kau! Berani sekali ikut Alfa ke rumah ini! Bukankah sudah saya bilang? Saya tidak akan merestui kalian!" Ibu menunjuk tepat di wajah Kinanti.

Aku menangkap jari ibu lalu menurunkan tangannya perlahan. "Ibu, apa pun yang terjadi, aku hanya akan menikahi Kinanti, bukan Kamlia atau pun wanita lainnya!" ucapku dengan serius.

"Alfa!" bentak ayah.

"Ayah!" bentakku.

Kami bertatapan seperti musuh, apa pun yang akan mereka lakukan tidak akan membuatku membatalkan keinginanku untuk menikahi Kinanti. Justru semakin dilarang semakin kuat keinginanku untuk menikahinya. Seberapa pun marahnya mereka, tetap tidak akan merubah keputusanku.

"Kau berani membentak Ayah?" tanya ayah dengan mata yang sudah memerah menahan amarah.

Aku jelas sudah tahu dengan rencana mereka, karena itulah aku membawa Kinanti pulang. Untuk memberitahu mereka kalau aku tidak akan pernah menikahi Kamlia.

Mereka sudah menjodohkan kami sedari dulu, perjodohan yang terjadi karena Kamlia menyukaiku. Ayahku memiliki hutang budi pada Juragan Siran ayah Kamlia. Hutang budi yang sama sekali tidak ada hubungannya denganku.

Sekarang Kamlia sudah menyelesaikan pendidikan S1nya, ia kembali untuk menagih perjodohan itu. Selama empat tahun terakhir Kamlia beberapa kali menghubungiku. Saat libur semester, ia selalu mengabariku kalau sudah berada di kampung. Aku nggak pernah pulang jika aku tahu, Kamlia sedang libur di kampung.

"Ayah saja yang menikahi Kamlia!" Aku menyeringai, "Enak saja menjodohkan aku karena hutang budinya, Ayah."

Seketika aku terdiam dan berpikir, ternyata aku kurang ajar juga pada orang tua.

"Kau lihat? Karena kau, Alfa bahkan berani melawan kami, orang tuanya," ucap ibu sinis. "Dasar! Wanita siluman!"

"Kau lepaskan Alfa! Atau kau-" kata-kata ibu terputus begitu saja, ia hendak melayangkan pukulannya pada Kinanti.

"Atau apa, Ibu?" Salakku. Aku menarik Kinanti ke belakang badanku, aku akan melindunginya.

Sebelumnya suasana setegang ini tidak pernah terjadi di rumah kami. Kami sekeluarga biasa hidup rukun. Ayah dan ibu tidak pernah bertengkar setahuku. Aku dan adik perempuanku juga selalu akur sedari kami kecil.

Tapi mengapa? Ini hari pertama Kinanti datang ke rumahku, ia langsung mendapat hal yang sangat tidak menyenangkan. Apa salahnya kedua orang tuaku menyambutnya seperti tamu, hargailah dia sedikit saja.

"Saya akan tetap bersama Bang Alfa. Maafkan saya!" lirih Kinanti, ia masih terlihat sangat menghargai orang tuaku. Ia biarkan ibu memakinya tanpa membalas sedikit pun.

Aku mengajaknya pergi dari sini, suasana sangat tidak kondusif. Sebelum tetangga datang dan kami menjadi tontonan, lebih baik aku pergi dulu menjauh.

"Kita pulang," ajakku pada Kinanti. Ia masih bergelayut di lenganku, mungkin ia juga tidak sadar dengan apa yang sedang ia lakukan.

Kami lalu berjalan kembali ke motor, masih dapat ku dengar tetiakan ibu memanggilku dengan suara yang sangat kencang. "Alfa ... kembali! Kau tidak boleh menikahi wanita siluman itu."

"Mana ada siluman secantik ini," lirihku. Aku tahu mereka tidak dapat mendengar ucapanku lagi. Tapi ya biarkan saja.

Kami pulang menempuh perjalanan dua jam, sudah separuh jalan yang kami lewati, tapi kami masih diam hanyut dalam pikiran masing-masing. Langit yang tadi mendung sekarang sudah menurunkan rintik-rintiknya.

Kami masih beruntung ada banyak rumah warga di sekitar sini. Aku merasa tidak mungkin melanjutkan perjalanan karena jalanan licin. Aku putuskan untuk berteduh dulu di kedai kecil pinggir jalan.

"Kita berteduh dulu ya! Masih jauh nanti kamu sakit," ajakku.

"Iya, Bang!" balasnya, Kinanti mulai beberapa kali bersin.

Kami turun dari motor. Aku memesankannya roti dan teh hangat, semoga bisa membantu menghangatkan tubuhnya.

Hari sudah hampir sore, tapi masih belum ada tanda-tanda hujan akan berhenti.

"Bang, ini bagaimana?" tanyanya dengan sangat khawatir. "Aku harus pulang sebelum Maghrib, Bang!"

Aku paham betul dengan rasa khawatir Kinanti. kasihan sekali dia, harus berada di situasi seperti ini gara-gara aku. Besok akan aku pastikan Kamlia sendiri yang akan membatalkan perjodohan itu. Lalu ibu dan ayah akan merestui kami. Sebuah rencana sudah tersusun apik di otakku.

"Ya! kita harus pulang! Tapi janji jangan sakit setelah ini!" Aku memperingatinya.

Aku tahu betul, sakit bukanlah hal yang bisa di buat perjanjian, tapi aku ingin ia semangat karena pikiran akan mempengaruhi kondisi badan.

"Iya, Bang! Aku tidak akan sakit!" jawabnya dengan semangat.

Kami pun melanjutkan perjalanan, ya ampun dingin sekali. Terlihat di sepion Kinanti memeluk tubuhnya sendiri. Jika aku minta dia memelukku pasti tidak mau, akhirnya aku pendam sendiri keinginanku. Arghh ... andai kami sudah sah, aku akan minta ia memeluk pinggangku, walau keadaan panas terik sekali pun.

Kami sudah memasuki kampung tempat tinggal Kinanti. Hari sudah mulai gelap. Hujan tidak sederas tadi, hanya tinggal gerimis di sini. Aku langsung mengantarnya pulang.

Ia langsung turun dari motor terlihat tidak sabar untuk langsung masuk ke dalam rumahnya. Aku menahannya sejenak untuk berbicara.

"Maafkan sikap orang tua Abang ya, Kinan! Abang janji akan membereskan masalah ini dalam waktu satu Minggu. Kau harus percaya pada Abang! Abang akan menikahi kamu."

"Kalau orang tua Abang tetap tidak setuju, aku tidak akan memaksa, Bang!" Kinanti terlihat pasrah, berbeda dengan yang ia sampaikan di rumahku tadi.

Aku tidak suka ia menyerah, aku suka ia yang tadi bilang akan tetap bersamaku. Aku harus meyakinkannya kembali.

"Kinan, please!" aku memelas.

"Aku masuk dulu, Bang!" Ia berlari masuk ke dalam rumah tanpa menunggu aku menjawab.

Kubiarkan Kinanti menenangkan diri sejenak, aku harus selesaikan masalahku dengan Kamlia terlebih dahulu. Aku pasti menang jika hanya menyingkirkan Kamlia, karena aku punya kartu AS wanita itu. Aku menyeringai tidak sabar menunggu Kamlia kembali.

"Tunggu aku Kamlia! Aku akan mengejutkanmu!"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel DICERAI SUAMI DINIKAHI BOS KEJAM
9.3
Tiga tahun Hana menjadi istri penurut yang diabaikan Bima tanpa kehangatan. Begitu sang kakek berpulang, ia langsung diceraikan agar suaminya bisa bersama wanita idaman lain. Saat terpuruk, Hana malah dipertemukan dengan Matheo. Kesalahpahaman besar membuat bos yang kejam itu menuduhnya sebagai mata-mata. Pertemuan tak terduga dengan pria dingin tersebut seketika mengubah total seluruh garis kehidupan Hana selanjutnya.
Sampul Novel ISTRI GEMOY SUAMI LETOY
9.1
Lima tahun berumah tangga tanpa buah hati membuat Arman tega merundung fisik Monika yang gemuk. Tak tinggal diam, Monika membalas hinaan itu dengan mempertanyakan keperkasaan suaminya. Situasi kian rumit akibat tekanan mertua dan lingkungan. Puncaknya, Arman berselingkuh dan menikahi wanita langsing secara siri. Terluka oleh pengkhianatan ini, Monika merancang pembalasan dendam dengan mendekati sahabat suaminya, memicu drama perselingkuhan yang sengit.
Sampul Novel Mahkota Pewaris yang Dikhianati
9.0
Nyaris tewas akibat pengkhianatan orang tua dan keempat kakaknya demi seorang penipu, Emilia, sang pewaris sah Keluarga Hewitt, kini bangkit tanpa rasa takut. Sebagai dokter ternama sekaligus penilai harta karun berbakat, ia membungkam semua ejekan lewat kemampuannya. Saat dikucilkan karena dibuang oleh keluarganya sendiri, klan paling terpandang di kota justru hadir melindunginya dan memperlakukan Emilia bagai permata berharga.
Sampul Novel Selamat Jalan Adit
8.8
Kisah ini menyajikan realitas hidup apa adanya tanpa bumbu fiksi yang manis. Kejujuran menjadi fondasi utama, meski harus melewati kepedihan dan duka yang mendalam. Penulis menegaskan bahwa rasa cinta yang pernah tumbuh kini telah sepenuhnya padam tanpa menyisakan harapan sedikit pun. Masa lalu biarlah menjadi bagian dari sejarah yang tidak lagi memiliki kekuatan di masa sekarang. Sebuah ungkapan tulus tentang cara melepaskan sesuatu yang memang telah usai.
Sampul Novel Stay you
9.2
Kehidupan Naina yang bergelimang harta dan kasih sayang terasa damai, meski ia harus menjalani hari dalam kegelapan akibat kebutaan sejak kecil. Namun, segalanya berubah saat Arga hadir membawa kehangatan cinta yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Sayangnya, kisah asmara mereka terbentur tembok perbedaan kasta yang sangat tebal. Akankah ketulusan hati mereka mampu meruntuhkan perbedaan sosial tersebut, atau justru kenyataan pahit yang akan memisahkan keduanya?
Sampul Novel The Trill of Romance
9.2
Pemilik Glory Ranch, duda kaya berusia 27 tahun bernama Kian Dario, menaruh hati pada Ayu Soraya. Gadis asal Indonesia berumur 18 tahun itu baru saja datang lewat tangan kanan ayahnya. Namun, trauma akibat pengkhianatan masa lalu membuat Ayu menutup diri. Saat Kian berjuang keras mendekatinya, bahaya mengintai dari sosok misterius yang ingin menghancurkan hidup Kian. Kini, ia harus melindungi nyawa dan kebahagiaannya demi memenangkan cinta Ayu di tengah ancaman dendam.