APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Dari Alam Lain

Suami Dari Alam Lain

Tiga sahabat, termasuk Indri, terjerat dilema cinta yang rumit setelah terpikat oleh ketampanan seorang pria asal Uwentira. Kota gaib terbesar di Indonesia tersebut menyimpan daya tarik mistis yang begitu kuat. Kini, mereka dihadapkan pada keputusan besar yang akan menentukan takdir hidup mereka. Haruskah mereka bertahan di dunia nyata, atau justru memilih tinggal selamanya di alam gaib demi mengejar cinta? Kisah fantasi penuh misteri romantis.
Bab
Bagikan

Bab 3

Bismillah

     "SUAMI DARI ALAM LAIN"

#part_4

#by: R.D. Lestari.

   "Indri, makan. Kamu pasti suka," ia menawarkan makanan yang tersedia di atas meja. Ada steak,udang goreng, daging sapi barbeque,salad,roti-roti, buah-buahan segar dan mahal.

    Aku mencoba beberapa menu yang sukses membuat lidahku bergoyang karena kenikmatan rasanya.

   Lelaki tampan itu nampak senyum-senyum melihatku yang kalap menikmati makanan nikmat tanpa memperdulikannya.

   "In...," ia mengulurkan tangannya. Tubuhku seketika beku. Mau ngapain dia?

   Kurasakan usapan lembut tangannya di dekat bibirku.

   "He-he-he, kamu makan nya belepotan," ia terkekeh. Wajahku berubah merah padam. Beruntung ruangan temaram karena hanya di sinari beberapa lilin sebagai pemanis.

   "Terimakasih, Pak Bima," ujarku. Wajahnya tampak amat tampan terkena cahaya lilin.

   "Aku belum terlalu tua, oia berapa umurmu?" ia menyunggingkan senyumnya.

   "Dua puluh satu," sahutku.

   "Aku dua puluh enam. Kita terpaut hanya lima tahun," ucapnya.

   "Jadi saya harus panggil apa?" mataku memutar, bingung.

   "Kakak aja, lebih nyaman di dengar," ia memundurkan tubuhnya dan bersandar di kursi.

    "Iya, Kak Bima," lirihku.

    "Nah, iya, kan enak di dengar. Mmm, kamu sudah punya pacar?"

   Aku salah tingkah. Mau jawab apa? kalau bilang masih jomblo, malu-maluin ga ya?

    "Mmm, belum Kak,"jawabku.

    "Owhh, ya-ya-ya," ia manggut-mamggut sambil senyum-senyum.

    "Saya sudah kenyang, Kak. Boleh saya kembali ke kamar," aku beranjak dan menggeser kursi, bersiap untuk kembali ke kamar.

    "Ayo, aku antar," tawarnya. Ia pun beranjak dari duduknya dan berjalan beriringan denganku menuju kamar.

    Hatiku bergetar hebat ketika ia di sampingku. Tubuhnya yang tinggi dan atletis membuatku kagum. Tampan dan juga wangi tubuhnya membuatku berandai-andai. Jika punya suami setampan ini, pasti aku tak akan pernah bisa jauh-jauh. Nguwel-nguwel di keteknya pasti asik.

    Aku sempat meliriknya, hidung dan matanya serta kulit putihnya memang mempesona.

      Dugh!

     "Aww!"

      Karena asik menatap wajahnya, aku tak menyadari jika kakiku menyandung sesuatu hingga tubuhku limbung dan jatuh ke lantai.

    "In, kamu tak apa-apa?" serta merta Bima membantuku berdiri. Aku meringis kesakitan.

    "Te--Terima kasih, Kak," ucapku pelan. Ia mengangguk dan kami melanjutkan langkah menuju kamar.

    "Besok pagi aku yang akan mengantar kalian, tidurlah yang nyenyak malam ini," paparnya ketika sudah sampai di muka pintu kamar.

    Aku hanya mengangguk dan tersenyum tipis padanya. Berarti malam ini malam terakhir aku melihatnya. Ia berbalik dan berjalan meninggalkan aku yang masih tegak mematung. Dengan wajah tertunduk aku membuka pintu. Melangkah gontai mendekati kedua temanku yang masih terlelap tidur. Merebahkan tubuh dan ikut tidur sambil memeluk guling, berharap bermimpi indah malam ini. Seindah pemandangan yang tersedia di kamar ini.

***

   "In ... In, bangun dong, jangan tiduran terus. Kita sudah di tunggu nih ," suara Sri membuatku terpaksa membuka mata, padahal masih sangat mengantuk.

   "Masih, pagi. Tuh lihat masih gelap belum nampak matahari," aku mengerjap dan menunjuk arah jendela. Diluar masih gelap. Berarti masih subuh.

   "Tapi, In. Jam di handphone sudah menunjukkan waktu jam tujuh pagi," Rena menyahut.

    "Ada yang tidak beres dengan tempat ini, In. Ayo kita segera pergi. Lama-lama aku takut," Sri bergidik ngeri.

    "Ayolah kita segera berkemas. Aku mandi dulu," aku segera melompat dari ranjang empuk yang membuatku nyaman tertidur, segera berlari menuju kamar mandi.

    "Sri, Ren, kalian sudah lihat dalam lemari, ga? Itu isinya pakaian mewah semua," ucapku ketika keluar dari kamar mandi dengan masih menggunakan handuk.

     "Serius, In?" mereka serentak menatapku dengan pandangan tak percaya.

     Kedua temanku itu lantas berbalik dan berebut membuka pintu lemari. Mereka terpaku melihat semua benda-benda mewah di hadapan mereka.

    "Boleh bawa satu, ga, ya?" Rena mengambil satu tas dan bergaya di depan cermin.

    "Jangan, Ren! bukan punya kita!" aku mencegahnya untuk mengambil barang itu.

   "Huh, iya--iya, aku tahu," ia mencebik dan kembali duduk di atas ranjang.

    Tok! Tok! Tok!

    "Maaf Nona-Nona, tuan Bima sudah menunggu di bawah," seru seseorang dari luar kamar.

    "Cepat, In. Kita sudah di tunggu," desak Sri. Aku pun mengangguk dan segera bersiap-siap.

***

      Mata kami terperangah melihat Bima sudah menunggu kami, ia sedang bersandar di sebelah mobil lamborgini kuning dengan gaya casual . Memakai kaos polo berwarna senada dengan mobilnya , celana jeans dan sepatu Nike. Keren , teramat keren. Kami yang melihat sontak melongo karena ketampanannya. Apalagi ketika ia memakai kaca mata hitamnya. Jantungku nyaris copot karena nya.

    "Gaess! ganteng banget!" Sri mencengkeram lenganku .

    "Hust! tahan , jaga image!" seruku . Padahal hatiku juga melonjak-lonjak tak karuan.

      Ia kemudian melambaikan tangan dan menyuruh kami naik ke mobil mewahnya. Kami berjingkat dan sedikit berlari menuju ke arah Bima. Rena dan Sri mulai tebar pesona. Hanya aku sendiri yang bersikap biasa saja. Padahal aku tahu beberapa kali Bima melirik ke arahku , tapi aku pura-pura tak tahu.

      Aku melirik jam di handphone. Jam delapan, tapi suasana masih terlihat seperti jam lima subuh, dan sedari kemarin tak ada sinyal. Aneh. Sebenarnya di mana kami? kenapa di dalam hutan ada mobil mewah?

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta di Ranjang Jenderal
8.7
Demi kesembuhan sang ayah, Navila rela mengorbankan kesuciannya kepada seorang prajurit Erdan. Transaksi satu malam itu rupanya berbuntut panjang saat sang Jenderal justru terpikat dan menginginkannya lebih jauh. Sayang, romansa mereka terbentur konflik berdarah antara dua kerajaan yang berseteru. Di tengah sempitnya waktu dan kecamuk perang besar yang melanda kedua kubu, mampukah ketulusan cinta mereka bertahan dan tersampaikan?
Sampul Novel Dokter Iblis Yang Tak Tertandingi
9.4
Wasiat terakhir sang guru setelah wafat membuat Zhao Erhu terkejut. Ia diutus turun gunung untuk mencari tujuh kakak seperguruan dengan misi yang tidak biasa. Demi menyelamatkan nyawa mereka dari bahaya besar yang mengancam, Erhu harus meniduri ketujuh wanita tersebut. Meski instruksi aneh ini terdengar sangat membingungkan bagi semua orang, sang guru menegaskan bahwa hubungan intim itu adalah satu-satunya jalan keluar untuk bertahan hidup.
Sampul Novel Kisah Heroik Sang Menantu
9.6
Baru sehari menikah, sang protagonis langsung menyaksikan kebrutalan di kediaman Keluarga Kuncoro saat ayah mertuanya menyiksa sang ibu mertua. Alih-alih dihargai karena mencoba melerai, ia justru dicaci dan diperkenalkan pada tradisi kekerasan keluarga tersebut. Namun, ketika suaminya sendiri mencoba melakukan tindakan fisik yang sama terhadap dirinya, ia tidak merasa takut. Momen penindasan ini justru menjadi kesempatan emas yang ia tunggu-tunggu untuk membongkar kekuatan super rahasianya.
Sampul Novel Luna Jatuh Cinta pada Alpha Lain Setelah Pasangannya Mengkhianatinya
9.2
Saat pesta ulang tahun Alpha Marc Dale, ia membawa kembali mantan pasangan sejatinya, Lucy Burton, yang dahulu disiksanya. Namun, tepat pada hari jadi kami, saya menyaksikan Marc memeluk dan menandai Lucy di kamar. Meski Marc berdalih itu adalah hukuman, Lucy justru mengejek saya dengan memamerkan cincin pernikahan yang persis seperti kepunyaan saya. Pengkhianatan keji ini seketika menghancurkan jiwa serigala saya dalam kepedihan yang teramat sangat.
Sampul Novel Not A Perfect Marriage
9.5
Ivy Marionet menjalani pernikahan rumit yang penuh rahasia dengan seorang ksatria kerajaan. Ia harus berjuang keras demi menyembunyikan identitas aslinya yang misterius. Keadaan kian genting saat campur tangan Putra Mahkota Winter membuat Ivy terancam hukuman mati di tangan suaminya sendiri. Siapa sebenarnya sosok Ivy? Di tengah intrik dan bahaya yang mengintai, mampukah ia mengungkap kebenaran sekaligus menyelamatkan diri dari eksekusi yang membayangi hidupnya?
Sampul Novel Axia : The Assassin Who Reincarnated Into The Princess of The Kingdom
8.3
Ma Axia, pembunuh legendaris Tiongkok berjuluk iblis berdarah dingin, tewas dikhianati organisasinya sendiri akibat perkara upah. Namun, jiwanya justru bertransmigrasi ke raga permaisuri Kerajaan Zhang yang terkenal lemah dan tidak berdaya. Berbekal memori serta keahlian bertarung dari masa lalunya, Axia harus menjalani takdir baru dalam tubuh wanita yang kerap dipandang sebelah mata. Mampukah sang pembunuh bayaran profesional menaklukkan dunia barunya ini?