APKDock Logo
Sampul Novel Suami Dadakanku Seorang Miliarder

Suami Dadakanku Seorang Miliarder

7.9 / 10.0
Samira Brisia, direktur sukses yang kerap dicap perawan tua oleh keluarganya, tidak sengaja menghabiskan malam bersama pria asing saat mabuk. Ternyata, lelaki itu adalah Morgan Francois, pegawai magang di perusahaannya. Demi menyelesaikan masalah masing-masing, mereka memutuskan untuk kawin kontrak. Namun, Samira terkejut saat mengetahui bahwa suami barunya itu sebenarnya seorang miliarder yang tengah menjalani hukuman rahasia.

Suami Dadakanku Seorang Miliarder Bab 1

"Lakukan tanpa ragu! Aku akan membayarmu!"

Dalam keadaan mabuk, Samira tengah mengalungkan tangannya pada seorang pria misterius yang memapahnya.

Tubuh Samira tidak berhenti menggelinjang bak cacing kepanasan di musim kemarau, sebab perpaduan alkohol dan gairahnya yang membuncah.

Sebelumnya, Samira pergi ke sebuah bar karena kepalanya begitu pusing dengan masalah yang menerpanya.

Bagaimana tidak, Samira, meski usianya sudah 34 tahun, cantik, dan memiliki kedudukan bagus di salah satu kantor besar, ia belum juga memiliki pasangan.

Belum lagi ia harus selalu mendapatkan cercaan dari sang ibu dan keluarga besarnya, yang selalu mengatai dirinya perawan tua dan tidak laku. Samira ingin membuktikan bahwa dirinya bisa menarik perhatian pria.

"Aku lelah selalu dicela perawan tua!" racau Samira.

Sesaat tatapannya terpaku pada bola mata gelap, di bawah alis tebal sang pria yang tak henti menggeram penuh damba.

Kini matanya terpejam rapat, menikmati gairah liar pria itu, dia seperti binatang buas yang seolah ingin memangsa tubuhnya bulat-bulat.

Ujung kuku jari-jemari Samira menancap di punggung kekar sang pria, sampai bekas kukunya yang panjang tercetak jelas di sana.

Pria itu menekannya lebih dalam lagi, membuat Samira benar-benar telah kehilangan akal atas tubuh dan kesadarannya!

Desahan dan lenguhan panjang terdengar memenuhi ruangan kamar yang nyaris tidak ada cahaya, diakhiri pelepasan keduanya.

***

"Oh Tuhan! Kenapa ini bisa terjadi!"

Saat terbangun oleh alarm ponselnya, Samira kaget mendapati dirinya tanpa busana dengan seorang pria yang tidak ia kenal di dalam kamar.

Sulur surya yang memenuhi ruangan kamar, hingga dengan jelas ia bisa melihat wajah pria dengan tubuh polos tertidur pulas di sampingnya.

Samira mengerjap kedua matanya guna mengumpulkan kesadaran dan ingatannya, bisa sampai ke tempat itu.

Rasanya, tubuhnya remuk akibat serangan liar pria tak dikenalnya ini. Belum lagi, noda darah di seprai, benar-benar merasa dirinya seorang gadis murahan.

Otak cerdasnya memutar cepat merunutkan kejadian semalam. Segera tersadar kesalahan yang ia lakukan, Samira panik langsung memunguti pakaian dan mengenakannya. Ia harus cepat-cepat pergi sebelum pria itu terbangun.

Samira meletakkan setumpuk uang di atas meja sebelum meninggalkan kamar.

Beberapa saat kemudian, sesampainya di rumah, Silva- sang Ibu sudah berdiri menunggunya. Wajahnya berubah jadi gusar sesaat setelah melihatnya datang.

Silva mengernyit bingung memandangi Samira dari ujung rambut hingga ujung kakinya.

"Kamu dari mana?" Dingin Silva bertanya.

Pertanyaan yang pasti terlontar melihat dirinya masih mengenakan seragam kerja kemarin.

Silva tentu bisa tahu dirinya tidak pulang semalaman hanya melihat pakaian, tas dan sepatu yang ia kenakan sekarang.

Pulang dengan penampilan acak-acakan. Pakaiannya basah dengan bau yang menyengat sebab perpaduan aroma alkohol dan keringat.

Padahal, Samira sudah menyemprotkan parfumnya sampai habis ke tubuhnya untuk menyamarkan bau alkohol semalam.

"Aku lembur di kantor tadi malam, Mam," sahut Samira menjauhkan mulutnya yang masih tercium aroma alkoholnya.

Awalnya Samira ingin mengakui saja apa yang sudah terjadi tadi malam. Namun, hati kecilnya belum siap mengungkapkan permainan gilanya itu. Bukan waktu yang tepat sekarang, yang ada Silva akan semakin menyudutkannya.

Kedua mata Silva menyipit menelisik di wajahnya. Silva yang gemar dunia kelab malam itu segera tahu apa yang sudah dilakukan Samira.

"Jangan bohong kamu, Samira! Apa bosmu yang duda itu yang memakaimu? Atau, pria hidung belang di kelab malam?" Silva sedikit menurunkan nada suaranya, dagunya terangkat tinggi menatap Samira dengan tatapan merendahkan.

"Mam, a-aku---"

Ucapan Samira terhenti, seketika ia berjengit kaget, sejurus melihat kemunculan Philip- papinya dari ruang tamu.

"Papi?" desis Samira mulai bingung melihat kehadiran Philip pagi-pagi ada di sana.

Sejak perceraian kedua orang tuanya, baru ini Philip menginjakkan kakinya lagi di rumah itu.

Selama ini hubungan Silva dan Philip juga tidak pernah baik.

Melihat Philip datang tanpa memberitahunya, Samira mulai panik dan di pikirannya penuh tanda tanya. Tangannya mengepal hingga ujung kukunya yang runcing, seakan menembus kulit mulus telapak tangannya yang banjir keringat.

Tidak menyangka Silva akan mengadukannya ke Philip hanya karena tidak pulang semalaman.

"Benarkah itu, Samira?" Datar Philip bertanya menghampirinya, menyentuh wajahnya yang memutih seolah darah berhenti mengalir di sana.

"Sebenarnya, aku pergi dengan kekasihku ..."

Samira tidak ingin memperkeruh suasana yang hanya menjadikan dirinya semakin menyedihkan. Pikirnya mengaku-ngaku kencan dengan seseorang maka semuanya akan kelar.

Melihat Philip masih menunggu kejujurannya, Samira memilih berbohong dan berkata, "Sebenarnya aku pergi dengan kekasihku, Pi. Dan ... karena kami mabuk semalaman sampai aku pun tidak pulang."

Mendengarnya, segaris senyum kecil terbit dari bibir Philip.

"Terimakasih sudah menjelaskannya, Sayang. Apa kamu bisa membawanya malam ini bertemu dengan Papi?"

Jantung Samira langsung meloncat dari tempatnya. Ia pun sudah tidak tahu kemana mencari pria tadi malam itu.

Tapi ... mengingat dirinya harus cepat-cepat ke kantor, tanpa perlu berpikir-pikir Samira hanya mengangguk cepat.

Melirik jam di pergelangan tangannya, Samira segera berpamitan. Gegas membersihkan tubuhnya. Rasa sakit di sekujur tubuhnya terlebih di pangkal kedua kakinya cuma diabaikannya.

Sesaat mematut diri di depan cermin sebelum keluar dari kamar.

Ia harus tiba lebih cepat di kantor, mengingat pembicaraannya dengan pak Baroto kemarin sore. Pria tua berusia 60 tahun merupakan direksi di kantor tempatnya bekerja, yang mempercayakannya menginterview seseorang di kantor hari ini.

Kebetulan pak Baroto ada kunjungan bisnis ke luar kota. Samira Brisia sebagai direktur Utama yang dipercayakan menggantikan tugasnya.

Tiba di kantor, Samira sudah ditunggu oleh Miriam, HRD perusahaan, di ruang direksi.

Belum lagi sebelumnya, Samira harus menyiapkan berkas-berkas terkait calon pegawai itu dikirim oleh atasannya.

'Morgan Francois, 25 tahun sebagai pegawai magang?' Samira mengernyit dahi kebingungan. Memang pak Baroto tidak memberitahu nama dan jabatan seseorang yang akan di interviewnya itu semalam.

Tapi ... kalau cuma pegawai magang tidak perlu meng-interviewnya di ruangan direksi.

Ragu karena hal seperti itu belum pernah terjadi selama ia menjabat sebagai Direktur Utama di sana. Alih-alih pegawai magang mendahuluinya ke ruangan direksi.

Sejenak Samira merenung, tapi mau tak mau Samira hanya bisa menurut melakukan perintah dari Pak Baroto.

Langkahnya gegas menuju ruangan direksi. 'Sial, sudah terlambat sepuluh menit!'

Samira mengetuk pintu sekedar memberitahu kedatangannya. Namun, di dalam ruangan ia dikagetkan oleh pegawai magang, yang tengah menunggunya di kursi depan meja pak Baroto.

Samira ternganga, beberapa detik hanya terdiam bisu, kedua bola matanya melebar sempurna. Benar-benar tidak bisa dipercaya, atau dirinya belum sadar sepenuhnya dari alkohol yang masih mengendap dalam tubuhnya.

Bagaimana bisa pria yang bersamanya semalam ada di sini?

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi Suami Dadakanku Seorang Miliarder

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel ASI untuk Pak Guru
8.5
Jenara Atmisly, siswi berprestasi, menyimpan rahasia medis yang memalukan. Ia mengidap galaktorea, kondisi hormon yang membuatnya memproduksi ASI tanpa pernah hamil. Saat rasa sakit akibat penumpukan cairan itu tak tertahankan di sekolah, ia terpaksa meminta bantuan gurunya. Insiden tak terduga di ruang guru tersebut mengubah segalanya. Rahasia ini menjadi awal mula hubungan asmara mereka yang rumit, menantang, dan penuh risiko.
Sampul Novel I Fall Endlessly
8.1
Kasih sayang mendalam sebagai ibu memaksa Neva Zetrix mengesampingkan harga dirinya demi melindungi sang anak yang tak berdosa. Setiap hari, ia harus tunduk dan bersikap rendah hati di hadapan Brian Anderson yang sangat dominan. Neva terpaksa bertahan hidup di tengah tekanan batin yang begitu menyiksa. Hubungan yang penuh ketimpangan ini menuntut pengorbanan luar biasa dari Neva, yang rela melakukan apa saja demi keselamatan buah hatinya tercinta.
Sampul Novel Menaklukkan Duda Dingin
8.7
Demi berguru pada desainer legendaris Adam Smith, Amber Lim, sosialita bereputasi buruk yang ingin bertobat, nekat menembus musim dingin utara yang mematikan. Sialnya, ia dirampok dan terdampar di hutan beku. Kini, satu-satunya harapan hidup Amber bergantung pada Tuan Dingin, seorang duda misterius pembenci wanita yang dicap kanibal oleh warga. Akankah Amber berhasil meluluhkan hati pria itu, atau justru menjadi korban kebenciannya?
Sampul Novel P. S. I LOVE YOU
8.5
Kehidupan Cyra Alesha, mahasiswi berumur dua puluh tahun yang bekerja paruh waktu di kota besar, berubah drastis akibat kesalahpahaman dengan Felix Domil. CEO muda yang kejam sekaligus pewaris tunggal tersebut tega menyiksa dan menginjak harga diri Cyra. Di tengah penderitaan itu, Cyra justru terpikat oleh pesona sang miliarder. Kini, ia dihadapkan pada pilihan sulit: terus bertahan menghadapi kekejaman Felix atau memilih berontak untuk membebaskan dirinya.
Sampul Novel Pengorbanannya, Kebencian Butanya
8.0
Baskara tega memaksaku mendonorkan sumsum tulang untuk Rania, tunangannya. Hubungan masa kecil kami berubah jadi kebencian akibat fitnah video asusila dari Rania. Baskara pun menyiksaku dan menculik orang tuaku hingga mereka tewas terjatuh dari gedung di depan mataku. Saat aku menyembunyikan penyakit parahku, Baskara malah memintaku mati. Tanpa ragu, kupenuhi permintaannya lalu melompat ke jurang maut.
Sampul Novel SUAMI BLANGSAKKU TERNYATA PENGUSAHA
8.5
Dio harus menelan pil pahit setiap hari akibat perlakuan buruk mertuanya. Meski dicap miskin karena hanya berprofesi sebagai pedagang cendol, Marisa sang istri tetap setia mendampinginya dengan tulus. Namun, di balik penderitaan tersebut, Dio sebenarnya adalah pewaris tunggal dari dinasti keluarga paling kaya raya. Akankah ia terus bersabar menghadapi hinaan mertuanya, ataukah rahasia besar mengenai identitas aslinya akan segera terungkap dan membalikkan keadaan?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan