APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Suami Adikku Mantanku

Suami Adikku Mantanku

Mantan kekasih yang dulu pergi dan menorehkan luka mendalam tiba-tiba kembali hadir dalam hidupku. Namun, kepulangannya membawa kenyataan yang jauh lebih menyakitkan: ia kini telah resmi menjadi suami dari adik kandungku sendiri. Di tengah ikatan keluarga yang kini terasa begitu menyesakkan, aku terjebak dalam pergolakan batin yang hebat, dipaksa menghadapi bayang-bayang masa lalu yang belum sepenuhnya usai.
Bab
Bagikan

Bab 2

Sosok laki laki itu sepertinya sangat familiar denganku, namun siapa dia aku benar benar lupa. Rambut gondrong di ikat kebelakang dan berkacamata itu mengingatkanku pada seseorang, Rama. Mungkinkah dia Rama? Mantan kekasihku yang pernah menorehkan luka di hatiku dulu?

Ah, mungkin cuma mirip saja. Rama kan rambutnya tidak pernah gondrong, dia selalu memotong cepak rambutnya, dia juga tak pernah memakai kacamata. Dan tak mungkin juga dia masih lajang, bukankah dulu kata Mamanya dia akan di jodohkan dengan anak teman lamanya. Tak mungkin lah pokoknya itu Rama.

"Kak, kok bengong sih?" kata Vania sambil menepuk pundakku, sontak aku pun kaget.

"Eh maaf ya. Ayok mari silahkan masuk," kataku mempersilahkan Vania dan laki laki itu masuk.

"Gita, ini ada Tante Vania datang loh," teriakku memanggil putri kesayanganku yang sedang menonton televisi.

Dia memang sangat dekat sekali dengan Vania, maklum sejak Gita lahir, Vania selalu bersamanya. Tak jarang Gita lebih memilih tidur bersama Vania.

"Tante, Gita kangen banget loh sama Tante. Nanti bobok disini kan?" kata putriku sambil memeluk Vania.

Saat Gita memeluk Vania, entah mengapa laki laki itu, terus menerus mengamati Gita seakan akan menelitinya.

"Tante juga kangen banget sama Gita. Maaf ya sayang, malam ini Tante nggak bisa menginap, minggu depan saja ya," katanya sambil mencium pucuk rambut Gita.

"Yah, Tante nggak asik nih. Kalau begitu aku lanjutin lihat barbie aja deh," kata Gita, biasa dia selalu merajuk saat Vania tak menginap.

"Ye ngambek yahh?? Kebetulan banget kamu lagi nonton film barbie, nih tadi Tante beliin kamu boneka Barbie lho. Tapi nggak boleh ngambek lagi lho," kata Vania sambil memberikan dua buah boneka barbie pada Gita.

Gita pun mengangguk dan segera mengambil boneka boneka itu kemudian dia kembali masuk ke ruang tengah.

Laki laki yang wajahnya mirip Rama itu, masih terus mengamati Gita, hingga dia sudah tak terlihat lagi. Kenapa sampai sebegitunya dia melihat putriku.

"Silahkan di makan snacknya Mas, maaf tak ada camilan lain. Seadanya saja ya Mas," kataku mencoba membuka obrolan dengannya, namun hanya dibalas dengan anggukan dan senyum simpul. Senyum yang tak asing bagiku.

"Tuh kan, gara gara Si Gita, sampai lupa ngenalin cowokku ke Kakak. Mas Ridwan belum pulang juga ya Kak?"

"Belum Van. Paling juga sebentar lagi sudah pulang. Sebentar ya aku mau shalat magrib sebelum waktunya habis. Kamu sudah shalat Van?" tanyaku.

"Sudah Mbak tadi,"

Aku pun berlalu dari mereka. Kulihat dari ekor mataku, laki laki tadi sempat memcuri pnadang padaku, ah benar benar membingungkan.

Setelah shalat aku pun segera kembali menuju ruang tamu, Vania mungkin tak tahu kalau aku datang, dia terlihat bergelayut manja pada cowoknya. Hemmm memang benar benar harus cepat menikah nih!

"Ehem ehem"

Aku pura pura batuk, dan Vania pun kaget langsung melepaskan diri dari pacarnya.

"Eh, sudah selesai ya Kak shalatnya." kata Vania sambil salah tigkah sepertinya.

"Bagaimana kuliahmu Van?"

"Baik kok Kak. Nunggu Mas Ridwan kelamaan ya. Ya sudah aku kenalin deh, ini pacarku Kak, lebih tepatnya calon suamiku. Namanya Mas Adit,"

Ternyata namanya Adit, Alhamdulillah berarti dia bukan Rama kan, mantanku dulu. Memang sangat wajar sekali kalau di dunia ini banyak sekali orang yang wajahnya mirip. Si Adit tersenyum kepadaku sambil menganggukan kepalanya.

" Mas Adit, sudah benar benar seriuskah dengan adik ku?"

"Aku serius Kak. Aku ingin segera menikahinya," jawabnya sambil tersemyum, namun ada sorot berbeda dari matanya, kurasa.

Suara itu, suara berat itu, mirip sekali dengan suara Rama.

"Apakah Mas Adit sudah siap menghadapi sifat adik ku yang mungkin masih kekanak kanakan, secara umurnya kan masih sangat muda. Apa sudah di pertimbangkan lagi,"

"Aku sudah memikirnya matang matang Kak. Aku mencintainya, aku tak ingin merusaknya, jadi aku ingin segera menghalalkanya. Dan masalah sifat itu kan bisa di ubah pelan pelan, tak jadi soal bagiku," katanya.

"Apakah sudah mengenalkan Vania ke keluarga Mas Adit?"

"Belum. Tapi segera, aku menunggu restu dulu dari keluarga Vania,"

"Kalau aku sih, terserah Vania saja. Tapi aku sebenarnya juga masih belum bisa merelakan kalau Vania nikah muda. Apalagi kalian kan baru sebentar kenalnya,"

"Kak, percaya deh sama kami. Kami ini serius dan saling mencintai. Restui hubungan kami ya. Pliss," Vania memohon kepadaku.

Suara motor terdengar dari depan, itu Mas Ridwan. Aku sudah hapal sekali suara motor suamiku itu. Dia pun langsung masuk ke dalam rumah.

"Assalalmualaikum. Wah ada tamu nih, Tante Vania sama siapa nih?" kata suamiku sambil menyalami Vania dan Adit.

"Waallaikumsalam. Duduk dulu Mas. Vania sudah nunggu dari tadi lho. Ini pacarnya si Vania. Katanya mereka ingin menjalin hubungan yang lebih serius," kataku ketika suamiku itu duduk di sebelahku.

"Hubungan yang lebih serius? Menikah maksudnya?" tanya suamiku sepertinya agak heran.

"Iya Mas, kami ingin segera menikah," jawab Vania.

"Oh begitu. Mas ini namanya siapa ya? Aslinya mana?" tanya suamiku pada Adit.

"Aku Raditya Rama Airlangga Mas. Asli Surabaya." jawabnya sambil menoleh kearahku.

Aku sungguh kaget saat dia menyebutkan nama panjang ya, ya dia adalah Rama, mantan kekasihku, nama yang sama hanya beda panggilannya. Dia masih terus melihat kepadaku tanpa sungkan pada Vania dan Mas Ridwan, seakan dia tahu keraguanku dan ingin meyakinkan kalau dia benar benar Rama yang dulu. Aku menundukkan kepala, masih bingung, harus seperti apa. Dan mencoba menghindari tatapan matanya.

Melihatnya kembali, membuat luka lama yang teramat dalam ditorehkanya itu kembali terasa, dia yang hilang bak ditelan bumi selama tiga belas tahun, kini kembali, sebagai calon suami adikku.

"Aku panggilnya Adit ya. Usia kamu berapa Dit saat ini? Sudah lama kah dekat dengan Vania?" tanya suamiku lagi.

"Usiaku saat ini tiga puluh empat tahun Mas. Dan kami sudah dekat sekitar tiga bulan. Aku benar benar serius ingin menikahi Vania. Aku janji tak akan menyia nyiakannya. Aku pun secara finansial sudah siap berumah tangga Mas,"

"Oke oke, kami ini sangat sayang pada

Vania, jadi kami menyerahkan seluruh keputusan padanya saja. Ngomong ngomong nih kamu dan istriku seumuran lho. Kenapa kamu nggak nikah dari dulu? Apa masih mengejar karir nih?"

"Jujur nih Mas. Aku memang trauma dengan wanita sebenarnya, dulu saat masih kuliah, aku pernah merasa down sekali karena ditinggal oleh perempuan, padahal kami juga sudah berjanji akan segera menikah, ternyata dia malah mencampakkanku. Sejak saat itu, aku tak lagi mau mengenal cinta. Dan akhir akhir ini Vania kembali bisa membuka hatiku," katanya.

"Oh seperti itu. Tapi seandainya nanti kamu ketemu lagi dengan mantanmu itu setelah menikah dengan Vania, apakah akan ada acara CLBK? Karena sepertinya kamu masih memendam rasa padanya," tanya suamiku lagi.

Dari perkataan Rama tadi, aku tahu bahwa wanita yang dimaksudnya, adalah aku. Dan benar juga kata Mas Ridwan, sepertinya dia masih menyimpan rasa padaku, meski sudah ada Vania. Apa yang seharusnya kulakukan saat ini, aku bingung apakah aku tetap diam saja, dan membiarkan mereka menikah? Atau aku harus bercerita yang sebenarnya pada suamiku tentang Rama, aku tak ingin hal hal tidak diinginkan terjadi.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Gairah Liar Pria Introvert
9.0
Kisah modern ini menggabungkan romansa memikat dengan ketegangan misteri yang diselimuti unsur mistis. Diwarnai bumbu komedi segar, alurnya membawa pembaca ke dalam petualangan penuh emosi saat setiap rahasia mulai tersingkap. Sesuai judulnya, narasi intens ini menyoroti sisi lain seorang pria introvert yang menyimpan gairah luar biasa di balik sosoknya. Nikmati perpaduan unik ketegangan dan tawa yang tersaji secara mendalam.
Sampul Novel Istriku selingkuh pakai handphone mertuaku.
9.0
Riyadi, pekerja pabrik yang tulus dan sabar, harus menghadapi kehancuran rumah tangganya akibat pengkhianatan Mia yang gila harta. Saat terpuruk, takdir mempertemukannya dengan Ririn, janda yang ditinggal wafat suaminya. Bersama Ririn, Riyadi akhirnya menemukan kebahagiaan baru dalam pernikahan kedua mereka. Di sisi lain, Mia yang kini hanya menjadi istri kedua mulai menyesali keserakahan dan ego besarnya yang telah menghancurkan hidupnya sendiri.
Sampul Novel Lama-lama Jadi Cinta
9.5
Akibat perjodohan mendadak oleh orang tuanya, Rini Zaskia Putri terpaksa membina rumah tangga bersama Muhammad Andre. Di sisi lain, hatinya masih terpikat pada Bagaskara Agam, mantan kekasih yang dahulu terhalang restu keluarga. Kini Rini berada di persimpangan jalan, bimbang antara menjalankan bakti sebagai istri Andre atau terus memikirkan masa lalunya. Akankah ia berhasil melupakan Agam demi membuka hati untuk suaminya, ataukah perasaan lamanya justru takkan pernah pudar?
Sampul Novel PULANG KAMPUNG
9.4
Demi merawat sang ibu yang lanjut usia, Ningrum dan Huda memilih kembali ke desa. Sayangnya, niat mulia ini disambut cibiran warga setempat yang meremehkan mereka karena hanya menaiki motor tua. Padahal, pasangan ini merupakan pemilik showroom mobil sukses di Jakarta. Di tengah terjangan fitnah dan sikap skeptis orang-orang, sanggupkah mereka bertahan dengan kesabaran sekaligus membuktikan kenyataan yang sebenarnya?
Sampul Novel Siapa yang Berani Merebut Hati Ratuku?
7.8
Tiga tahun pernikahan tanpa cinta dengan Nando berakhir setelah Kumala dikhianati dan memilih pergi. Pasca bercerai, ia bangkit menjadi sosok luar biasa: peretas jenius, dokter andal, hingga desainer ternama yang disegani. Saat Nando didera penyesalan dan ingin kembali, Kumala justru menggelar pernikahan megah bersama Farhan. Di hadapan dunia, Farhan menyematkan cincin dan menegaskan bahwa Kumala kini adalah istri sekaligus harta berharganya yang tak boleh diusik siapa pun.
Sampul Novel Suamiku Sayang Suamiku Malang
9.7
Keadaan memaksa Tamara, wanita berwatak keras, merelakan kebebasannya untuk membina rumah tangga bersama Alif. Ia menjalani pernikahan dingin ini tanpa rasa cinta dan penuh kepasrahan. Meski diabaikan, Alif pantang menyerah dan terus berjuang keras meluluhkan hati istrinya agar mau menerimanya dengan tulus. Akankah pernikahan tanpa rasa ini runtuh di tengah jalan, atau justru kegigihan Alif yang mampu mengubah kebencian Tamara menjadi cinta sejati?