APKDock Logo
Sampul Novel Stuck in Love Mr. F

Stuck in Love Mr. F

9.5 / 10.0
Niat Gwen Alicia menjauh dari sang kekasih demi ketenangan justru berujung petaka. Di tempat kerja barunya, ia malah berurusan dengan Felix, pria menyebalkan yang kerap membawa kesialan. Akibat kesepakatan rumit yang dirancang Felix, Gwen terpaksa menyetujui pernikahan tanpa cinta saat hatinya masih terikat pada pria lain. Kini, Gwen terjebak dalam dilema besar dan penderitaan batin. Sanggupkah ia membebaskan diri dari belenggu pernikahan tak diinginkan ini?

Stuck in Love Mr. F Bab 1

Gwen berjalan mendekati ruangan yang bertuliskan 'gudang arsip' di depan pintunya. Lalu membuka pintu gudang yang tertutup rapat tersebut dengan sebuah kunci yang dia genggam di tangannya dengan perlahan, hingga pintu itu akhirnya terbuka.

CEKLEK!

Saat kakinya baru saja melangkah masuk, seketika telinga Gwen langsung melebar saat dia mendengar suara-suara aneh dan tak biasa yang berasal dari dalam ruangan.

"Iya Sayang, teruslah seperti itu! Ayo, kamu bisa lebih mempercepatnya."

Tubuh Gwen mematung. Gadis itu langsung menghentikan langkahnya sambil celingukan ke kanan, dan ke kiri. Bahkan Gwen sampai memutar tubuhnya ke belakang, lalu menyapukan pandangannya ke setiap penjuru gudang saat telinganya samar mendengar suara yang ... Gwen sendiri tak sanggup untuk menjelaskannya.

Gwen penasaran. Telinganya dapat mendengar dengan jelas suara seorang wanita yang sedang berbicara sambil mendesah-desah nakal, tapi pandangan mata Gwen tetap tidak menemukan penampakan nyata dari suara itu, meskipun dia telah memutar pandangannya ke sekeliling gudang.

"Aku yakin banget kalau tadi telingaku gak salah denger. Itu kan suara orang yang lagi ...." Gwen tidak dapat melanjutkan kalimatnya, dan langsung bergidik ngeri saat membayangkan ada sepasang manusia yang sedang menyatukan tubuh di dalam ruangan yang sama dengan tempatnya berdiri sekarang.

Gwen mengikat rambutnya ke belakang agar telinganya dapat mendengar dengan lebih tajam. "Kedengerannya sih, dari arah sana!" gumam Gwen pelan sambil berjalan mengendap untuk mendekat ke arah sumber suara.

Sungguh tak pernah terbayangkan sama sekali di dalam fikiran Gwen, jika hari ini dia akan menangkap basah sepasang manusia yang sedang berbuat mesum di gudang kantornya. Sebenarnya Gwen sangat ingin mengurungkan niatnya untuk mengetahui siapa sosok di balik suara tadi. Tapi kenyataannya, rasa penasarannya yang lebih besar malah membawa kakinya melangkah semakin mendekat ke arah suara yang sepertinya berasal dari sekitar lemari arsip yang berada di samping kirinya.

Gwen berjalan pelan mendekati sisi lemari arsip. Dan dia baru menyadari, bahwa ternyata ada sebuah celah selebar kurang dari satu meter yang menjaraki lemari tersebut dengan dinding ruangan.

"Yess, Baby! Ya ... like that!"

Kali ini, lenguhan dan desahan nikmat seorang pria yang terdengar semakin jelas saat Gwen mendekati lemari arsip. Dan suara itu sontak membuat Gwen mengerjapkan mata sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

"Gak salah lagi, mereka pasti lagi berbuat mesum di belakang sini!" tebak Gwen sambil menatap jijik ke arah lemari arsip yang ada di hadapannya sekarang.

Gwen mengendap-endap ke satu sisi sudut rak dokumen tersebut, lalu sedikit menyembulkan kepalanya di sana untuk memastikan aktivitas apa yang sedang terjadi di balik celah lebar itu.

Namun yang terjadi kemudian adalah, Gwen kembali mematung. Gadis itu begitu tercengang ketika mendapati apa yang sedang terjadi di depan matanya sekarang, ternyata tidak sesuai dengan apa yang menjadi dugaannya sejak awal mendengar suara aneh tadi.

Yups, tepatnya Gwen telah salah duga!

Karena justru yang sebenarnya sedang terjadi di depan mata Gwen sekarang, adalah hal yang benar-benar tidak pernah dia sangka sebelumnya.

"Jadi suara itu ...?" gumam Gwen dalam hati, yang masih belum sepenuhnya sadar dengan apa yang sedang dia saksikan sekarang.

Detik ini, dengan mata kepalanya sendiri, Gwen menyaksikan dengan jelas aktivitas seorang pria muda yang sedang duduk bersandar pada lemari arsip. Pria muda itu terlihat sedang asyik menikmati pekerjaan yang dilakukannya sendiri pada senjatanya yang sudah menegak sempurna, sambil matanya terfokus pada sambungan video call dengan seorang wanita seksi tanpa busana, yang terlihat sedang memperagakan gerakan erotis yang memancing hasrat si pria muda itu, hingga pria itu terlihat sangat bernafsu.

Lalu dengan bodohnya, Gwen malah diam terpaku dan ikut menonton aksi yang sedang dilakukan oleh pria muda itu dari balik lemari arsip.

Hingga beberapa detik kemudian, Gwen baru tersadar dengan apa yang dia lakukan.

"Astaga!"

Gwen memekik di dalam hati sambil mengerjapkan mata, lalu mengusap wajahnya sendiri dengan kasar. Gadis itu baru tersadar akan kebodohannya, yang malah ikut terhanyut dalam suasana itu meski hanya untuk beberapa detik saja.

Gwen lalu segera membalikkan tubuhnya secepat mungkin, dan bersiap untuk kabur. Gadis itu baru menyadari bahayanya jika dia sampai ketahuan mengintip oleh si pelaku mesum tadi. Tapi sialnya, saat Gwen hendak berlari, kakinya malah tersandung ujung lemari dan ....

BRUGH!

Gwen jatuh tersungkur dengan posisi menelungkup ke lantai gudang arsip yang penuh dengan debu.

"Aww, shhh?" pekik Gwen, namun suaranya tertahan agar tidak menimbulkan kegaduhan.

Sementara dari balik lemari arsip, pria muda yang sedang asyik melakukan aktivitas pemuasan hasratnya itu seketika terkejut saat mendengar suara benda terjatuh di sekitarnya. Pria itu lalu bergegas menyudahi aktivitasnya dengan tergesa-gesa, dan merapihkan kembali penampilannya sambil mengumpat kesal.

"Argghh, sial! Padahal hanya tinggal sedikit lagi aku akan mencapai pelepasan!" umpatnya.

Gwen yang panik karena kecerobohan yang sudah dia buat sendiri, kemudian berusaha bangkit dari posisi jatuhnya dengan segera. Tapi sayangnya Gwen terlambat. Karena ketika baru saja Gwen hendak berdiri, gadis itu sudah terlebih dahulu dikejutkan oleh sebuah telapak tangan yang mencengkeram bahunya dari belakang.

"Mampus, aku!" gumam Gwen yang sekarang sedang meringis sambil memejamkan matanya saat merasakan ada tangan kekar yang sedang berusaha membalik tubuhnya.

"Hey, apa yang sedang kamu lakukan disini?" geram pria muda itu tepat di hadapan Gwen hingga membuat Gwen tersentak.

Karena sudah tertangkap basah, akhirnya Gwen memberanikan diri untuk membuka matanya lagi untuk menatap pria yang sedang menginterogasinya saat ini.

"A-aku ...."

"Apa yang sudah kamu lihat barusan?" selidik pria tampan itu dengan mata yang setajam mata elang. Nada bicaranya terdengar dingin dengan ekspresi wajah yang begitu datar.

"Eng ... a-aku enggak, aku gak li-liat apa-apa!" jawab Gwen dengan terbata.

Pria itu menatap lekat wajah Gwen yang sedang ketakutan, lalu menarik tangan Gwen agar gadis itu segera berdiri, hingga posisi mereka sekarang jadi saling berhadapan.

Dengan tetap tidak merubah ekspresi wajah datar dan tatapan mengintimidasinya, pria muda itu kemudian maju satu langkah semakin mendekati Gwen yang posisinya jadi semakin tersudut ke sisi lemari arsip.

"Jangan berbohong! Apa yang sudah kamu lihat tadi? Dan kenapa kamu bisa ada disini, hah?" desisnya sambil mengungkung tubuh Gwen pada sisi lemari arsip.

Pria muda itu sungguh tidak menyangka bahwa akan ada seseorang yang masuk ke dalam ruangan ini. Karena seingatnya, tidak pernah ada orang yang berani masuk ke sini selain dirinya.

Gudang arsip ini memang mempunyai rumor angker yang beredar di kalangan para pegawai. Sehingga tak pernah ada seorang pun pegawai yang berani masuk ke dalam ruangan ini sendirian, tanpa meminta pendampingan kepadanya.

Sebab itulah pria muda itu bisa memprediksi kapan ruangan ini akan aman untuk dia gunakan. Hingga dia bisa dengan santainya melakukan hal apa pun yang dia mau di sini.

Tapi sekarang, Gwen si anak baru ini malah tiba-tiba saja muncul di ruangan itu, dan mengganggu kesenangannya.

"Hai nona manis! Jawab pertanyaanku sekarang! Atau aku akan ...."

Felix bergerak maju dengan senyum seringainya, hingga semakin mendesak tubuh Gwen ke sisi lemari, dan membuat Gwen harus sedikit mendongak untuk menatap wajah lelaki jangkung dengan iris mata coklat yang sekarang sedang berdiri di depannya dan mengungkung tubuhnya itu.

"J-jangan, Felix ...."

***

Lanjut Membaca

Daftar Isi Stuck in Love Mr. F

Ch. 1
Ch. 2
Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Antara Aku, Kau dan Ibu Tiriku
9.6
Ibu tiriku menikah dengan ayah 8 tahun lalu, dia dari keluarga yang sangat kaya, entah mengapa dia bisa menikah dengan Ayah yang pekerjaannya hanya bermain wanita dan menikahi yang dia sukai, tetapi Ayahku memang terlihat tampan, dengan badan yang kekar dan aura wajah yang sangar, mungkin itu menjadi daya pikatnya terhadap wanita-wanita, entahlah, aku tidak begitu jelas, dan Ayah pun jarang pulang. dia tidak berada di rumah selama berhari-hari dan tidak tahu cara mengurus keluarga. Aku hanya tinggal berdua dengan Ibu tiriku, aku di anggap anaknya sendiri, tetapi kebiasaan Ibu berpakaian Sexy sangat menggangguku. AKu menyukai seorang gadis, dia teman SMA ku dulu, Nama nya Rania. AKu sangat menyukainya, tetapi Ibu tiriku?...
Sampul Novel En-PD153
8.9
Kekasih lama yang kusangka sudah mati tiba-tiba kembali bersama seorang wanita hamil yang katanya telah menolongnya. Dengan lancang, dia menyuruhku tinggal bersama mereka dan menjanjikan pesta pernikahan formal sebagai ganti atas keputusannya menikahi perempuan itu. Statusku sebagai putri bangsawan dan menantu konglomerat membuatku menolak keras menjadi simpanan. Jika dia memilih melepaskan kemewahan, aku akan membuat hidupnya hancur hingga dia jatuh miskin.
Sampul Novel Feniks dari Abu: Cinta yang Terlahir Kembali
8.7
Demi menyelamatkan Adrian dari ledakan, punggungku hancur terbakar. Empat tahun aku merawatnya saat koma, tetapi setelah sadar, ia malah menyatakan cinta pada Stella di depan publik. Mereka menghinaku, bahkan Adrian menuduhku berbohong saat diserang preman. Baginya, aku hanya beban. Puncaknya, ia membuangku di jalan tol saat hari pernikahan demi Stella. Kini, aku memilih pergi meninggalkan segalanya dan menuju bandara.
Sampul Novel ISTRI RASA SIMPANAN
9.5
Demi kesembuhan kekasih Anthony Smith, Alicia Huang rela menjadi donor sumsum tulang belakang. Namun, ia mengajukan syarat agar Anthony bersedia menikahinya. Anthony pun sepakat dengan satu tuntutan mutlak: pernikahan mereka harus dirahasiakan rapat-rapat dari publik. Kini, Alicia menjalani hari-harinya sebagai istri yang tersembunyi layaknya seorang simpanan. Akankah pernikahan kontrak ini menumbuhkan cinta tulus, atau justru berujung luka mendalam bagi mereka?
Sampul Novel Jangan bermain-main dengan saya
8.9
Nasib malang menimpa seorang gadis setelah dikhianati dan dijual oleh ayah kandungnya sendiri. Begitu beranjak dewasa, ia dipaksa menghadapi kenyataan pahit demi menjalani takdir kelam yang tak terhindarkan. Tanpa ada pilihan lain, ia harus bersedia menjadi istri dari seorang gembong narkoba yang sangat ditakuti. Kini, kehidupannya sepenuhnya terperangkap dalam pusaran dunia hitam mafia yang sarat akan intrik berbahaya serta ancaman maut yang terus mengintai.
Sampul Novel Light Of Love
8.1
Kayla Pratama tidak punya pilihan selain menjadi istri kedua dari miliarder Raga Dirgantara demi membalas utang budi masa lalunya. Hidup yatim piatu ini kian pelik saat ia menyadari perannya dalam pernikahan tersebut hanyalah untuk memberikan keturunan bagi sang pengusaha sukses. Tanpa status sosial yang jelas, Kayla harus bertahan menghadapi kenyataan pahit bahwa dirinya tidak lebih dari sekadar alat tanpa posisi nyata di mata sang suami.
Bab
Baca Sekarang
Bagikan