APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel STORY LIFE OF KERENHAPUKH

STORY LIFE OF KERENHAPUKH

Kerenhapukh, gadis 25 tahun, terpaksa menuruti kehendak sang ayah untuk menikah dengan lelaki pilihan keluarganya. Hubungan cinta Keren kandas begitu saja karena status sosial sang kekasih dinilai tidak sepadan. Kemalangannya kian memuncak saat ia justru berakhir menikahi pria yang salah. Di tengah rentetan cobaan hidup yang seolah tiada habisnya, mampukah Keren bertahan melewati badai ini dan merebut kembali kebahagiaan yang telah dirampas darinya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Sesampai di hotel, hanya ada Keren seorang diri disitu di temani seorang pelayan perempuan suruhan Teo untuk membantu Keren melepas gaunnya.

"Maaf Nona Muda, perkenalkan saya Bi Siti pelayan di rumah Tuan Teo, saya diperintahkan Tuan Teo untuk menemani Nona disini."

Keren hanya mengangguk, lalu pamit untuk membersihkan dirinya ke dalam kamar mandi.

Setelah beberapa saat di kamar mandi, Keren keluar dengan menggunakan baju tidur, di meja sofa sudah terlihat berbagai macam hidangan disana.

Ponselnya berdering, ada pesan masuk dari Teo untuk menyuruhnya makan dan jangan menunggunya untuk datang karena saat ini Teo sedang sibuk.

Yap, memang benar Teo sedang sibuk saat ini, tepat bersebelahan dengan kamar istrinya, ia menyewa sebuah kamar, dan saat ini terlihat dua orang perempuan, entah apa yang akan dilakukan oleh kedua perempuan bayaran itu, yang pasti tentu saja untuk memuaskan nafsu Teo.

Sementara itu, Keren sedang makan ditemani oleh Bi Siti.

Waktunya untuk tidur, Keren mencoba untuk tidur namun ia tidak dapat memejamkan matanya. Tiba-tiba air matanya terjatuh, di malam pengantinnya ia tidur sendiri. Sedangkan Teo yang sudah sah menjadi suaminya entah kemana rimbanya.

Ia meratapi nasibnya di awal pernikahan saja, Teo sudah menunjukkan sifatnya.

Diam-diam Keren sedikit percaya dengan perkataan temannya Lusi, yang mengatakan jika Teo suka bermain perempuan.

Pagi harinya, Keren bangun, ia kembali mendapati jika di meja sofa sudah tersedia berbagai masakan lezat dan Bi Siti sudah tidak ada lagi di kamar itu.

Dengan malas, Keren melangkah ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Teo terbangun dan melirik arlojinya, ia langsung bangkit dari tempat tidur dan segera mandi, setelah selesai mandi dan berpakaian, ia langsung menuju kamar dimana Keren berada.

Sedangkan kedua wanita itu, setelah memuaskan Teo, mereka segera di usir dari kamar itu oleh Teo sendiri.

Tepat saat Teo sampai ke kamar Keren berada, ponselnya berdering, terlihat jika ibunya melakukan panggilan video, Teo langsung mengangkatnya, dan beruntungnya juga Keren selesai mandi, dan terlihat handuk di kepalanya yang menandakan ia keramas.

Keduanya pun bersandiwara di depan ibunya Teo, Nyonya Dina.

Setelah memastikan jika mereka telah menghabiskan malam berdua, Nyonya Dina mematikan panggilan video itu.

"Udah selesai mandinya? Yuk sarapan, setelah itu kita bicara."

Mereka pun makan dalam diam, Keren mencoba menjadi istri yang baik kepada Teo ia mencoba melayani suaminya di meja makan.

Namun Teo sama sekali tidak menggubris Keren, ia malah menyendokkan nasinya sendiri.

Melihat itu Keren kaget, namun ia mencoba biasa saja.

Setelah selesai sarapan, Teo mengajaknya berbicara, "gue harap, lo jangan terlalu berharap dengan pernikahan ini."

"Maksudmu, apa Teo?"

"Pernikahan ini hanya di atas kertas dan bagiku tidak ada gunanya sama sekali! Jadi gue harap, lo bisa di ajak kerjasama."

Keren semakin tidak mengerti dengan perkataan Teo.

"Jangan pura pura tidak mengerti lo! gue menikahi lo hanya karena desakan dari orang tua gue dan karena adanya kerjasama bisnis, ya, bisa dikatakan pernikahan ini hanyalah pernikahan bisnis semata."

"Tapi Teo, Kamu sudah berjanji di hadapan Tuhan dan pemuka agama juga disaksikan oleh banyak orang, kalau kita ini sudah menikah."

"Ya memang, kita sudah menikah, siapa bilang kita belum menikah? hanya saja lo hanya istri di atas kertas!"

Mendengar perkataan Teo yang menusuk itu, seketika air mata Keren menetes.

"Teo, jika kamu hanya menganggapku istri di atas kertas, mending kamu ceraikan aku sekarang juga!"

"Hahahaha, tidak akan! Itu sama saja dengan bunuh diri, dan kerajaan bisnis gue akan hancur!"

Air mata Keren semakin deras, "jadi untuk apa kamu melibatkan ku di pernikahan ini Teo? Apa salahku?"

"Kalau soal itu, jangan tanya guelah tapi tanya Bokap lo!"

"Lo tenang saja, gue tidak akan menyentuh lo sama sekali, lo bisa pegang omongan gue ini!"

"Berhentilah menangis, jangan cengeng, terimalah keadaan ini! lagian kan, lo sudah memiliki kekasih, silakan kalian berhubungan, gue nggak larang lo, hanya saja lo harus hati-hati jangan sampai ke empat monster itu tau!"

"Gue sudah putus dengan dia Teo, demi pernikahan ini!" Keren tiba-tiba menatap tajam ke arah Teo.

"Hahaha siapa suruh lo mutusin pacar lo? satu lagi, mulai hari ini kita akan tinggal di apartemen, kalau nyokap gue menyuruh kita tinggal di rumahnya, lo jangan pernah mau! ini alamat apartemennya, gue sengaja mencari apartemen yang agak privasi biar tidak terlalu banyak orang yang mengetahui kehidupan pribadi kita."

Keren tidak dapat berbuat apa-apa dan hanya mampu mengikuti maunya Teo.Karena Teo mengancam jika terjadi perceraian diantara mereka itu sama saja menghancurkan bisnis ayahnya Keren.

"Ini kunci mobilmu, Teo menyodorkan sebuah kunci kepada Keren."

Namun Keren tidak menerimanya, "aku nggak butuh! Aku memiliki mobil sendiri!"

"Hahaha, lo harus terima, jangan sampai keempat monster itu tau!" Tiba-tiba Teo meraih kasar tangan Keren dan meletakkan kunci mobil itu di tangannya.

"Mereka itu orang tua kita Teo! bukan monster!"

"Hahaha terserah, bagiku mereka adalah monster yang membuat lo dan gue di posisi sekarang ini!"

"Gue pergi dulu, mobil buat lo ada di depan hotel, lo langsung ke apartemen, gue ada perlu sebentar, gue ke apartemen agak malam, ingat, jika ada yang menelpon jangan di angkat, lo chat saja jika kita sedang ke Bandung, dan menginap 3 hari di sana." Setelah berkata begitu. Teo langsung pergi dari situ.

Tinggal Keren sendiri disini, ia mengemasi barang-barangnya dan memasukkannya ke dalam koper dan berlalu dari kamar itu.

Pagi itu, ia memakai kaca mata hitam, agar semua orang tidak mengenalinya.

Sesampai di parkiran hotel yang terletak di basement, ia melihat jika ada sebuah mobil merk terbatas yang di peruntukkan Teo untuknya sebagai hadiah pernikahan.

Keren sama sekali tidak terkesan sedikitpun dengan hadiah mobil itu, karena ia sudah sedikit tau tentang perangai Teo.

Namun ia tidak berdaya untuk melawan, karena ia akan di marahi habis-habisan oleh ayahnya.

Saat ini, ia sudah masuk ke dalam mobil dan mencoba untuk menyetir mobil tersebut, pada saat ia membelok keluar, ada seseorang yang lewat dengan tiba-tiba, nyaris saja Keren menabrak orang itu untung saja ia banting setir dan menabrak tembok pembatas parkiran, alhasil dahinya terbentur dashboard.

Dengan sedikit terhuyung ia keluar dari dalam mobil dan melihat orang tersebut berusaha berdiri.

"Apakah anda tidak apa-apa, Tuan? Seru Keren kuatir.

"Kalau nyetir, anda hati-hati dong!" Seketika pemuda itu menghentikan kalimatnya dan melihat wajah Keren yang cantik laksana bidadari surga.

"Ha..lo, tuan, Apakah anda baik baik saja?" Tanya keren bingung, karena pemuda di depannya tiba-tiba bengong.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Air Mata yang Kutumpahkan
9.0
Demi menjaga nama baik keluarganya, Keira Prawirajaya bersedia menikahi Panji Wicaksana setelah kembaran identiknya, Keisha, melarikan diri. Namun, situasi berubah pelik ketika Keisha kembali dan menyebarkan fitnah kejam. Panji, yang masih terpikat oleh cinta masa lalunya, tega menuduh Keira berselingkuh demi bisa bercerai. Di tengah kepungan dusta, Keira kini dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan kehormatan keluarga atau memperjuangkan harga dirinya dari kekejaman suami dan saudaranya.
Sampul Novel Bali, Awal Baru Ibu Melindungi
8.2
Hidup Anggita runtuh seketika saat Farhan, sang ayah, tega mencoretnya dari daftar ahli waris demi Dahlia. Akibat tuduhan keji asisten tersebut, ia didepak dari rumah dan dicap mandul. Di tengah kehancuran, Anggita justru mendapati dirinya sedang hamil anak Sagara. Demi menyelamatkan sang bayi dari kekejaman keluarganya, ia menyamar lalu kabur ke Bali. Di pulau itu, ia bertekad menata hidup baru dan selamanya menutup lembaran masa lalu.
Sampul Novel Darah Muda
8.4
Masa remaja adalah fase penuh gejolak emosi dan kebahagiaan yang meluap. Terinspirasi oleh gelora jiwa muda yang ikonik, kisah ini mengurai kenangan indah sekaligus rumit dalam perjalanan hidup manusia. Pembaca akan diajak bernostalgia, menyusuri kembali setiap memori masa lalu yang menggetarkan hati. Namun, di balik semua keindahan itu, tersimpan sebuah alur panjang nan kompleks yang harus diungkap. Mari selami kembali suka duka masa muda lewat narasi ini.
Sampul Novel Hati yang Sedang Berperang
8.9
Bahar Asian menjalani hidup penuh tekanan di Midyat akibat kebencian kakeknya, Nasuh, yang memandang rendah statusnya sebagai anak luar nikah. Di tengah penderitaan itu, ia bertemu Emir Demir, pria yang bertekad membalas dendam atas kematian orang tuanya kepada keluarga Asian. Hubungan mereka rumit karena terjebak intrik perjodohan dan manipulasi, namun cinta perlahan tumbuh. Kini, mereka dihadapkan pada pilihan sulit antara loyalitas keluarga atau perasaan cinta.
Sampul Novel ISTRI YANG TERSISIHKAN
9.5
Demi bersanding dengan Andre, Aisyah Zuhaira rela mengabaikan restu orang tuanya. Namun, impian indahnya hancur saat sang suami dan mertua mulai memperlakukannya dengan sangat kejam tanpa alasan yang jelas. Di tengah siksaan batin tersebut, sebuah rahasia kelam yang selama ini tersembunyi akhirnya mulai terkuak. Kini, Aisyah dihadapkan pada pilihan sulit: bertahan dalam penderitaan atau melangkah pergi meninggalkan pernikahan ini.
Sampul Novel Kumpulan Cerita Panas Nan Membara
8.9
Antologi fiksi modern ini menyajikan rangkaian kisah percintaan dewasa yang sarat akan keintiman mendalam dan emosi membara. Ditujukan khusus bagi pembaca berumur 21 tahun ke atas, setiap cerita menyuguhkan berbagai skenario provokatif yang menantang dan mendebarkan. Lewat eksplorasi dinamika hubungan masa kini yang berani dan menggoda, buku ini menawarkan sensasi membaca yang intens. Sangat dilarang keras bagi pembaca di bawah umur yang belum cukup dewasa.