APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Stepbrother, I need You

Stepbrother, I need You

Bagaimana jika pacar tercinta tiba-tiba berubah status menjadi saudara tiri? Kenyataan pahit ini harus dihadapi Brighid Natanaella saat mengetahui ayahnya akan menikahi ibu dari kekasihnya, Rheino Devgantara. Demi orang tua, mereka terpaksa menyudahi jalinan asmara. Namun, menghapus rasa cinta tidaklah mudah, apalagi ada rahasia besar di antara mereka. Kini, sanggupkah keduanya bertahan hidup satu atap tanpa melibatkan perasaan?
Bab
Bagikan

Bab 3

*****

Bri, kenalin ini Om Herman, calon suami Mama.

Kata-kata yang terlontar dari mamanya masih terngiang di pikiran Bri. Pantas saja, kemarin sore wajah sang ibu ceria sekali. Bri pun makin terheran-heran, selama ibunya hidup sendiri belum pernah dia melihat wanita berparas ayu berdandan bahkan memakai pakaian rapi.

Pertemuan yamg tak terduga sudah terjawab rasa penasarannya. Mamanya ingin menikah dengan ayah pacarnya sendiri, Rheino. Bri mengusap air matanya. Bagaimana bisa? Bri sangat mencintai Rheino, tapi kemarin Rheino meminta maaf seolah-olah hubungan sudah berakhir.

Bri sangat menyayangi mama. Wanita itu sudah lama hidup menjanda dan terus membuat kue agar anaknya bisa sekolah ke luar negeri suatu saat nanti. Bri memukul bantal yang tidak bersalah. Kenapa harus mama? Kenapa?

Bri menopangkan dagu dengan kedua tangannya. Dengan malas dia menatap dua buah pesan di layar ponsel nya. Yang pertama pesan dari mama, jam 7 malam acara dinner dengan teman-temannya. Mama minta  Bri untuk hadir. Bri menghela napas, dia paling malas menghadiri acara yang penuh haha hihi.

Pesan yang kedua, dari Rheino. Bibir gadis pemilik mata indah itu membulat. Dengan cepat dia menggeser layar dan membaca pesan dari Rheino.

Rheino.

‘kenapa ga' balas Whatsapp aku?'

Bri.

'Males.'

Bri memainkan ponselnya menatap layar Rheino is typing ….

Rheino.

'Kamu marah?'

Bri.

'Ga.'

Rheino is typing ….

'Kalo gitu napa ga bales?'

Sekarang Bri kesal. Ih itu cowok kok enggak peka ya. Bri menggigit sarung bantal pink kesayangannya.

Bri.

'Terserah.'

Rheino.

'Lho, kok jawabnya gitu sih?'

Bri mengggaruk kepalanya yang gatal. Kemarin sore dia belum keramas. Untung rambutnya enggak bau. Suka-suka aku dong mau bales atau enggak, gerutu Bri dalam hati. Bodo amat.

Jarum panjang jam dinding sudah diangka dua belas malam. Kantuk mulai mendera Bri dan tidur posisi tengkurap.

****

Minggu yang cerah, Bri berjalan malas-malasan menuju dapur. Teriakan sang mama sudah mengalahkan jam wekernya. Diliriknya jam dinding ruang tengah, pukul delapan pagi. Bri memijat keningnya.

"Kamu kenapa, Bri? tanya mama menghampiri anak semata wayangnya. Wajah wanita ayu tampak khawatir. "Kamu sakit? Selesai sarapan, ayo ke UGD."

Dikit-dikit ke dokter. Dikit-dikit ke UGD. Itulah mamanya. Bri memaklumi itu, wanita berstatus ganda, istri sekaligus suami. Kadang galak, kadang pula lembut. Bri tersenyum, "Enggak, Ma. Bri enggak sakit, kok."

Alis wanita cantik itu berkerut. "Jangan bohong sama mama, Bri."

Bri langsung menghindar dari tatapan mama dan menuju meja makan. "Ayo, makan. Bri lapar nih."

Mata Bri berbinar. Oatmeal choco chips kesukaannya menggugah selera. Secangkir teh tanpa gula sudah tersedia di samping piringnya. Susu plain dan sereal adalah sarapan kesukaan Bri. Tentu saja mama sudah hapal.

"Ma, ini oatmeal enak banget."

Mama tersenyum senang. "Iya dong. Kan mama buat nya subuh. Karena nanti malam mau ada acara makan malam. Ya, sekalian aja anter pesenan."

Mama melirik Bri. "Kamu enggak ada tugas sekolah, Nak?"

"Ada sih, ntar Bri kerjakan."

"Kalau begitu jangan ditunda, langsung kerjakan," titah mama.

Bri mengangguk menurut. "Ya, Ma."

Ting tong

"Siapa sih yang dateng? Ganggu sarapan aja," gumam Bri. Gadis bertubuh langsing itu memandang mamanya berjalan menuju ruang tamu. Dia terus mengunyah oatmeal choco chips kesukaannya. Ini oatmeal ketiga yang ia makan.

"Eh? Ada Nak Rheino."

Bri tersedak oatmeal. Cepat-cepat dia menyeruput tehnya. Apa? Rheino? Ngapain sih dia ke sini?

Ayo masuk," ajak mama ramah mempersilakan Rheino masuk.

Rheino menggangguk sopan. "Terima kasih, Tante Lisha."

"Bri, ada Rheino. Kebetulan kami sedang sarapan. Kamu sudah makan?" tanya mama.

Bri menatap tidak senang. Ngapain dia ke sini?

Kini Rheino ada di hadapan Bri. Duduk berhadap-hadapan. Rheino tersenyum kalem, "Hai."

Bri mematung. Senyum yang bikin dia suka. Dulu. Sekarang enggak lagi. Sejak mamanya hendak bertunangan dengan ayahnya Rheino, Bri jadi benci. Benci banget sama cowok ini.

"Nak Rheino, ayo sarapan. Jangan malu-malu. Temani Bri, ya."

Rheino pemuda yang tahu sopan santun menganggukkan kepalanya. "Ya, tante." Rheino teringat sesuatu. Dia menyodorkan sebuah kantong kertas. "Oh ya, ini dari papa untuk tante."

Bri melirik mamanya membuka bungkusan dengan mata berbinar. Mama keliatan bahagia sekali. Lagi-lagi kenapa harus papanya Rheino, sih? Tanpa sadar Bri berdecih sebal.

Rheino melirik Bri. Tatapannya tajam setajam silet. Bri membuang muka. Hari ini dia sebal sama Rheino. Titik.

"Wah, makasih banget loh, Nak Rheino." Sebuah outer berwarna pink keabuan. Cantik sekali. "Gimana, Bri? Cantik kan?"

"Iya, cantik banget warnanya. Cocok ama Mama." Bri mencoba tersenyum walau itu agak dipaksakan.

"Nanti malam mama mau pake outer ini ah. Kalian berdua lanjutkan saja sarapannya ya."

Bri menatap punggung sang mama masuk ke dalam kamar. Sekarang Bri melirik sinis Rheino sedang makan sereal jagung. Bri beranjak dari kursi namun tangannya di tahan oleh Rheino.

"Duduk. Aku ingin bicara denganmu."

Bri cemberut. "Mau ngomong apa?"

"Kamu masih marah sama aku? Gara-gara kemarin?" tanya Rheino pelan agar suaranya tidak terdengar sama tante Lisha.

Kedua tangan Bri bersidekap. Dalam hatinya berkata, aku kan masih sayang ama kamu, Rhei. Gimana ih, ga peka amat.

"Bri, terpaksa aku melakukan ini. Aku sayang ama papa. Please, ngerti dong," pinta Rheino mengusap punggung tangan Bri.

"Aku belum bilang putus, Rhei. Kamu tahu kan, aku sayang banget ama kamu. Kumohon …."

Rheino melepas tangan Bri. "Maaf, Bri. Kita akan jadi kakak adik. Enggak lebih dari itu," tolak Rheino menggeser kursinya dan pergi begitu saja dari hadapan Bri.

Mata hitam Bri menatap kepergian Rheino. Dia tidak mengantar ke depan pintu rumah. Masih termenung di meja makan. Bri mengelap ingusnya dengan tissue. Matanya sudah berair. Baiklah kalau maumu begitu. Awas saja, aku enggak mau bertegur sapa lagi denganmu. Begitulah tekad Bri. Dia dilanda amarah. Entah bagaimana nasib Rheino senin besok.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Cinta Dalam Balutan Tasbih
8.1
Ikrimah harus menghadapi kenyataan pahit saat Sakila, sahabatnya sendiri, mencintai Zaid, pria yang juga ia puja. Sakila bahkan rela berpindah keyakinan demi memikat hati Zaid. Meski menjadi korban fitnah kejam, Ikrimah memilih tegar dan menyerahkan takdirnya kepada Tuhan. Sementara itu, Zaid didera kebingungan besar dalam menentukan pelabuhan hatinya. Antara ketulusan Ikrimah atau pengorbanan Sakila, siapakah sosok yang akhirnya akan Zaid pilih sebagai pendamping hidupnya?
Sampul Novel Cinta Itu Hanya Sebuah Kebohongan
8.3
Demi Rangga, aku rela menyerahkan karya desain terbaikku demi kemenangannya. Namun di malam perayaan, pengkhianatan pahit terungkap saat ia menyebutku alat bisnis dan bertunangan dengan Zahira. Bahkan setelah malam intim kami, ia memaksaku meminum pil pencegah kehamilan. Sepuluh tahun cintaku hancur seketika. Aku pun pergi jauh untuk menata hidup baru. Saat aku mulai bahagia, Rangga tiba-tiba muncul kembali, terobsesi mengejarku setelah membuangku.
Sampul Novel Kesalahpahaman yang Berujung Kehilangan Anakku
8.6
Tujuh tahun dinanti, kehamilan pertama sang istri justru disambut tuduhan perselingkuhan oleh suaminya sendiri. Terbakar api cemburu akibat bukti foto pakaian dalam yang misterius di rumah temannya, sang suami melakukan tindakan kekerasan fatal hingga menyebabkan keguguran dan melukai ibu mertuanya. Ketika hasil tes DNA akhirnya keluar dan membuktikan kesetiaan sang istri, penyesalan mendalam pun datang terlambat. Kisah tragis penuh misteri dan pengkhianatan ini kini tersedia di platform novel web.
Sampul Novel Menikahi Pria Lumpuh
9.3
Kehidupan Gea Athena hancur setelah dikhianati suaminya sendiri. Tanpa ampun, ia dijual senilai tiga miliar rupiah kepada pria lumpuh yang asing baginya. Tragedi memilukan ini memaksa Gea masuk ke babak baru yang gelap. Kini, ia terjebak dalam kesepakatan bisnis kejam dan harus menghadapi takdir bersama pemilik barunya tersebut. Inilah kisah perjuangan dan romansa modern di tengah pahitnya pengkhianatan.
Sampul Novel Sangkar Pernikahan
8.2
Danas kehilangan kedamaian hidupnya setelah Raka Langit Mahameru, CEO Neha’v Group yang sangat berpengaruh, membuat bisnis sang ayah jatuh bangkrut. Keadaan kian pelik ketika Raka justru memaksa Danas menikahinya demi menebus kesalahan yang tidak pernah ia perbuat. Kini, Danas terperangkap dalam pernikahan dengan pria sedingin es tersebut, sembari terus didera kebingungan atas dosa masa lalu yang dituduhkan kepadanya.
Sampul Novel Secret-Life! (Petarung Tangguh!)
9.1
Berkat bantuan rahasia pemerintah, David akhirnya bisa pulang ke tanah air. Meski identitas aslinya tersimpan rapat, ia kini dihadapkan pada tantangan besar. David bertekad menjalani hidup tenang sebagai warga sipil biasa tanpa ketahuan. Sambil menyembunyikan masa lalunya yang kelam, ia harus berjuang ekstra keras demi melindungi orang-orang tercinta dari berbagai ancaman yang mengintai.