APKDock Logo
Sampul Novel Spoiled Husband

Spoiled Husband

9.8 / 10.0
Mosa, wanita 25 tahun, harus menelan pil pahit dalam pernikahannya bersama Roni. Walau usia sang suami sepuluh tahun lebih tua darinya, Roni justru sangat tidak mandiri dan selalu bergantung pada sang ibu. Kenyataan ini menyadarkan Mosa bahwa umur tidak menjamin kedewasaan, terutama karena ia tidak diperlakukan dengan layak. Di tengah sikap Roni yang kekanak-kanakan, Mosa pun mulai meragukan masa depan pernikahan mereka. Akankah ia memilih bertahan atau pergi?

Spoiled Husband Bab 1

"Mas, kenapa sikapmu begitu dingin padaku?" tanya Mosa pada suaminya. Mereka baru saja menikah tetapi entah apa yang membuat Roni begitu dingin kepada Mosa. 

Roni meninggal kan istrinya begitu saja. Hanya menoleh tanpa menjawab sepatah kata pun. 

Netra Mosa berembun. Hendak menangis tetapi dia tak sanggup. Baru saja kemarin mereka melangsungkan pernikahan tetapi sikap dingin Roni begitu nampak jelas. 

Mosa bertanya seakan dia tak dianggap sebagai istri. Jangankan melakukan malam pertama menyentuh nya saja tidak. 

Roni justru mendatangi rumah ibunya yang jaraknya tidak jauh dari rumah mereka. 

Mosa hanya memperhatikan gerak gerik pria yang mempersuntingnya kemarin. Hati istri mana yang sanggup diperlakukan demikian. 

Mosa mengira pernikahan akan menjadi kan hidup nya lebih berwarna memiliki pendamping dan hidup bersama. 

Siang menjelang Roni kembali pulang. Dia melihat Mosa sedang sesenggukan di kamarnya. "Kamu kenapa?" tanya Roni seraya duduk di ranjang samping Mosa. 

"Kamu harusnya menjawab pertanyaan ku Mas. Kenapa kamu bersikap dingin terhadap ku? Bukankah aku istri mu?" suara Mosa dengan mengusap air matanya yang tidak lagi terbendung. 

"Aku menikahimu karena kasihan. Melihat keluarga mu yang berantakan," jawab Roni datar.

Mosa menatap tajam Roni, "Lantas, kamu memperlakukan aku seperti sekarang ini akan memberikan aku kebahagiaan. Kenapa tidak kamu batalkan saja jika kamu tidak mencintai ku?" Mosa merasa merana jawaban Roni begitu mengiris hati nya tetapi dia tidak bisa berbuat banyak. 

"Karena Bapak meminta aku tidak membatalkan, kalau menurut hati aku sudah meninggalkan mu sebelum pernikahan," tambah Roni.

Jawaban Roni semakin menjadikan hati Mosa sakit. Begitu berat menjalani pernikahan hanya karena kasihan. Tetapi itu bukanlah alasan untuk mengakhiri nya begitu saja. 

"Lantas bagaimana pernikahan kita ini? Kamu sudah menjadi suamiku. Dan kamu bertanggung jawab atasku," isak tangis Mosa berkurang dia hanya memastikan bahwa Roni bisa menjadi orang yang dia percaya. 

"Kamu tidak perlu khawatir aku akan menafkahi kamu. Aku memang menjadi suami mu, tetapi kamu perlu ingat aku menikahimu karena kasihan. Jadi jangan berharap lebih!" Roni meninggalkan kamar lalu mengambil makan siangnya. 

Mosa membuntuti Roni, dia masih ingin melayani Roni dengan baik meskipun hatinya sudah terluka oleh suaminya sendiri. 

"Kamu tidak perlu repot-repot menyiapkan keperluan ku. Aku bisa sendiri," ucap Roni.

Mosa menghentikan langkah. Dia kembali ke kamar dia tidak ingin tangisnya terdengar hingga ke rumah mertuanya. 

Jarak rumah Roni dan ibunya sangat dekat. Hanya berjarak sekitar 5 meter saja. Bahkan di dapur bisa saling melihat kegiatan masing-masing.

Mosa masih begitu syok. Dia tidak menyangka pernikahan nya akan menjadi seperti ini. Tetapi tidak ingin berlama-lama di kamar Mosa keluar untuk sekedar membereskan rumah yang sekarang dia tinggali bersama Roni. 

Rumah itu milik Roni yang dibangun beberapa tahun yang lalu. Sehingga Mosa hanya perlu masuk saja. 

Mosa mengerjakan dengan cepat tetapi setelah menyelesaikan nya dia bingung hendak melakukan apa. Melihat Roni yang dari tadi dominan di rumah ibunya menjadikan Mosa merasa benar-benar merasa kesepian. 

Mosa pun akhirnya berinisiatif untuk mendatangi rumah mertuanya tersebut sekaligus melihat apa yang sedang Roni lalukan di sana. 

Melalui pintu belakang Mosa mengucapkan salam "Assalamualaikum,"

"Walaikumsalam, masuk Mosa!" ucap Sarni, ibu mertua Mosa.

"Baik, Bu," tanpa banyak berkata Mosa pun masuk dan duduk di ruang tamu. Disana Roni sedang asyik rebahan. Melihat Mosa datang Roni segera duduk

Mosa memperhatikan ibu mertua nya sedang asyik berbincang dengan Roni dan juga Karno, bapak mertua dari Mosa. 

"Jadi kapan kamu mulai bekerja?" tanya Sarni pada Roni.

"Besoklah Bu, mau ngapain lama-lama di rumah teru juga jenuh," jawab Roni seraya memainkan ponselnya 

Roni bekerja sebagai distributor bawang merah dan putih. Gudang yang dia miliki tidak jauh dari rumah nya. Tetapi beberapa kali dia harus mengecek langsung sehingga dia terkadang tidak pulang karena harus menginap. 

"Ya terserah kamu saja," jawab Sarni datar. "Lalu kamu kapan mulai bekerja?" tanya Sarni pada Mosa.

"Oh, saya 3 hari lagi," jawab Mosa sedikit canggung. Suasana di rumah mertua membuat Mosa sedikit kikuk. Terlebih sikap Roni yang sedingin es. Mosa tidak banyak berkata jika tidak ditanya. 

Hingga sore menjelang akhirnya Sarni menyuruh anak dan menantunya untuk pulang. Mosa pun menurut dia berjalan di belakang Roni. 

Sesampainya di rumah Roni bergegas mengambil handuk lalu masuk ke kamar mandi. Sedangkan Mosa menyiapkan teh hangat untuk diberikan kepada Roni. 

Setelah Roni keluar dari kamar mandi dia memperhatikan teh yang ada di meja makan. "Itu untuk siapa?" tanyanya.

"Untuk kamu, Mas," jawab Mosa dengan antusias dia berharap Roni akan meminum teh buatannya.

"Minum saja, aku tidak ingin. Sudah aku katakan aku bisa mengurus diriku sendiri. Jadi kamu gak perlu berlaku menjadi istri yang baik," jawab Roni ketus. Dia tidak menyadari bahwa ucapan nya membuat air mata Mosa menetes tanpa mengeluarkan suara. 

Mosa tidak sanggup menjawab perkataan suaminya. Dia hanya memandang secangkir teh hangat yang sedang mengepul di atas meja makan. 

Setelah Roni meninggalkan nya begitu saja entah mau kemana dia tidak memperdulikan perasaan Mosa. 

Mosa seakan ingin menjerit, bagaimana bisa pernikahan yang baru saja kemarin mereka langsung kan akan menjadi seperti ini. Begitu sakit dia rasakan. 

Mosa tidak ingin bercerita kepada ibunya. Dia khawatir akan membuat ibunya khawatir dan memikirnya. 

Sementara menunggu suami nya pulang Mosa memebersihkan diri. Lalu mencoba berhias diri untuk menyambut kehadiran Roni. Dia menunggu hingga larut tetapi Roni tak kunjung pulang. 

Tidak lama kemudian terdengar suara pintu terbuka. 

Ceklek. 

Mosa yang belum tidur menghampiri Roni yang baru saja tiba. "Dari mana saja, Mas?"

"Dari masjid, lagian kenapa kalau aku ke masjid itu kan tidak buruk." 

Mosa tercenung. Dia merasa benar-benar terabaikan. Roni memang rajin ke masjid untuk mengikuti solat berjamaah. Itu yang membuat Mosa yakin jika Roni bisa menjadi imam yang baik saat berumah tangga. 

Mengikuti Roni yang masuk kamar Mosa mencoba memberanikan diri bertanya "Mas, aku kira orang yang rajin beribadah akan bisa memperlakukan istrinya dengan baik. Tetapi kamu… "

Belum selesai Mosa mengatakan Roni memotong nya, "Kamu merasa aku pernah memukul mu?  Aku tahu itu KDRT, lalu kamu bisa menuntut aku," 

Mosa geram mendengar perkataan Roni "Lalu untuk apa kamu waktu itu bertanya ingin melanjutkan hubungan denganmu atau tidak. Bukankah kamu yang bertanya. Lalu aku menjawab iya. Lantas kamu perkenalkan aku dengan mbak mu lalu minggu depannya orang tua mu. Seakan kamu bersikap manis itu hanya topeng, apa-apa kata Ibu, kamu itu seorang laki-laki harusnya bisa lebih bijak dalam melakukan segala sesuatu!" 

Brak.

Roni menggebrak meja di kamar.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Spoiled Husband

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dibuang oleh Keluarga
9.7
Hari pernikahan Cindy Marissa berubah menjadi mimpi buruk saat Thomas Samono membatalkan upacara demi Yana Amerta yang baru kembali. Tak hanya kehilangan calon suami, kakak kandung Cindy pun tega meninggalkannya di altar dengan alasan Yana lebih membutuhkannya. Pengkhianatan mereka semakin nyata saat Yana memamerkan foto dirinya mengenakan gaun pengantin dan kalung yang seharusnya menjadi milik Cindy. Merasa hancur dan ditinggalkan sendirian oleh orang-orang terdekatnya, Cindy akhirnya memutuskan untuk menyerah dan memilih pulang kepada kedua orang tuanya.
Sampul Novel Dicampakkan Suami dalam Kebakaran Rumah
8.6
Dua saudara perempuan menikah di hari yang sama dengan sepasang sahabat: kapten pemadam kebakaran dan polisi. Mereka hidup bertetangga di lantai apartemen yang sama hingga bencana kebakaran melanda. Di tengah kepungan api, panggilan darurat mereka diabaikan oleh para suami. Tragedi ini menyebabkan satu bayi lahir mati dan yang lain keguguran. Menghadapi kenyataan pahit dan pengkhianatan ini, kedua saudara tersebut sepakat mengambil langkah tegas untuk menceraikan suami mereka.
Sampul Novel DOLLAR MEKAR RUMAH TANGGA BUBAR
7.9
Demi memperbaiki finansial keluarga, Maryati mengadu nasib ke Taiwan sebagai perawat lansia, berpisah dari suami dan buah hatinya. Sayang, gelimang gaji besar menyeretnya ke pergaulan bebas hingga berselingkuh dengan sesama TKI. Pernikahannya hancur seketika saat Irwan membongkar aksi lancung tersebut, menyisakan penyesalan hebat bagi Maryati. Di kala terluka, hadir Ajeng yang tomboi dan tulus mengasihi Irwan. Kini, sanggupkah Irwan mengampuni Maryati yang memohon untuk rujuk?
Sampul Novel Masa Puber Naldo
9.4
Naldo, putra konglomerat yang kesepian, tumbuh tanpa kasih sayang seorang ibu. Ayahnya, Tuan Anggoro, adalah sosok yang sangat baik, namun kesibukan bisnis membuatnya jarang berada di rumah. Praktis, Naldo hanya dirawat oleh asisten rumah tangganya sejak bayi. Ketika sang ayah memintanya memilih ibu baru, Naldo justru teringat sosok wanita misterius dari mimpinya. Begitu takdir mempertemukan mereka di dunia nyata, Naldo bertekad mengejar cintanya meski terhalang perbedaan usia.
Sampul Novel PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN
7.8
Tujuh belas tahun berlalu sejak kematian tragis Jernih Suminar. Sang putri, Lintang Prameswari, bertekad membalas dendam dengan mencari dalang ruwat sakti. Namun, ia terkejut saat mengetahui bahwa Ki Narendra, pria awet muda itu, adalah ayah kandungnya sendiri. Narendra tega menumbalkan jiwanya demi kekuasaan dan menelantarkan Lintang. Kini, di tengah intrik klenik dan mitos, Lintang harus menghadapi pembunuh ibunya dengan bantuan sosok misterius bernama Wage.
Sampul Novel Pengantin Yang Terjebak Dalam Dendam
9.4
Sephia terjebak dalam pernikahan paksa dengan Elandro Varela, seorang pewaris tak berbelas kasih. Hubungan ini bermula saat Sephia harus mengurus ibu Elandro setelah kecelakaan tragis. Alih-alih membina rumah tangga, Elandro memakai ikatan tersebut untuk melampiaskan dendamnya. Bagi Sephia, pernikahan ini adalah hukuman dan penjara emas penuh kebencian. Di tengah perang dingin yang menyiksa, sanggupkah Sephia bertahan, atau justru hancur oleh amarah Elandro?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan