APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sosok Teman Khayalan

Sosok Teman Khayalan

Sikap aneh teman sebangku dan pengucilan tiba-tiba dari seluruh sekolah membuat seorang murid kebingungan. Saat didesak untuk menjelaskan alasan di balik aksi menjauh tersebut, sang teman justru menunjukkan ketakutan luar biasa sebelum akhirnya memutuskan pindah ke kelas reguler. Enggan membiarkan misteri ini menggantung, ia menyusul ke kelas baru tersebut demi menuntut jawaban. Namun, kehadirannya justru memicu histeria dan permohonan putus asa agar dirinya tidak pernah dicari lagi.
Bab
Bagikan

Bab 3

Regina teringat pada Jaylene yang diam-diam kembali ke kelas saat pelajaran olahraga dan mencari sesuatu di mejaku. "Pasti ada alasan dia melakukan itu."

"Ya, tapi aku nggak bisa terpikir akan alasannya." Aku menyerahkan kertas itu kepada Regina. "Cuma hasil pemeriksaan fisik. Semuanya normal."

Aku tidak mengerti kenapa Jaylene mencari hasil pemeriksaan fisikku. Regina juga tampak bingung. "Apa dia takut kamu punya penyakit menular?"

Aku mengamati tubuhku sebelum membalas, "Aku nggak terlihat seperti orang yang punya penyakit kulit, 'kan? Kulitku sangat bagus kok."

"Ya iya, aku juga tahu itu." Regina mengerlingkan bola matanya.

Masalah ini aneh sekali. Beberapa hari lalu, aku sempat bertanya kepada ketua kelas, apa ada yang aneh dariku? Dia mengamatiku dengan heran, lalu memberitahuku aku terlihat normal.

Setidaknya, aku bukan orang aneh di mata ketua kelas. Aku mungkin bisa meminta bantuannya soal ini.

Setelah memikirkan ini, aku kembali ke kelas untuk mencarinya. Kebetulan, dia juga mencariku untuk mengobrol.

"Yvonne, kamu baik-baik saja, 'kan? Kamu nggak sedih karena masalah kedua teman sebangkumu, 'kan?" tanyanya.

Aku menyahut dengan gusar, "Aku bingung sekali. Mereka bersikap seolah-olah aku ini wabah penyakit."

Ketua kelas menghiburku, "Itu bukan salahmu. Guru bilang fengsui tempat duduk itu kurang bagus. Aroma bunga terlalu kuat, jadi membuat kesadaran mereka kurang bagus."

Aku tahu dia ingin membuatku tertawa. "Nggak apa-apa. Aku tahu hal ini ada kaitannya denganku. Kamu nggak usah menghiburku."

Ketua kelas bertanya, "Kalau begitu, apa kamu ingat sejak kapan sikap mereka tiba-tiba berubah?"

Aku mencoba mengingatnya. Sikap Whitney berubah sejak bunga sakura mekar. Itu berarti beberapa hari setelah semester baru dimulai. Sementara itu, Jaylene yang awalnya ramah dan aktif menjadi dingin dan panikan setelah jam makan siang.

Ketua kelas menangkap poin penting. "Saat bunga sakura mekar, apa kamu melakukan sesuatu?"

Aku merenung sejenak sebelum membalas, "Aku, Whitney, dan Regina cuma pergi ke hutan kecil di sekolah untuk lihat bunga sakura."

"Hutan kecil? Bukannya sekolah melarang murid ke sana? Ngapain kalian ke sana?" tanya ketua kelas dengan nada bicara menyalahkan.

Tidak berselang lama, ekspresi ketua kelas menjadi takut. Setelah menatapku dengan tatapan aneh, kedua kakinya gemetaran. Kemudian, dia berlari ke luar kelas.

Regina mencebik. "Sekolah melarang kita pergi karena ada banyak serangga di sana, 'kan? Masa laki-laki takut sampai seperti itu?"

Aku akhirnya tersadar. "Ternyata alasannya karena hutan kecil itu. Gimana kalau kita ke sana setelah pulang sekolah nanti?"

"Terserah kamu." Regina merentangkan tangannya.

Ketika aku kembali dari kantin, kelas masih kosong melompong. Aku berdiri di depan pintu, melihat ketua kelas mencari sesuatu di mejaku.

Matanya merah. Dahinya berkeringat. Dia akhirnya menemukan selembar kertas. Begitu melihatnya, dia bak disambar petir.

Ketika mendongak dan melihatku, kedua kakinya pun melemas. Dia sontak berteriak ketakutan.

Aku terkejut mendengar teriakan itu. "Ngapain teriak-teriak? Guru suruh aku tanya kamu soal pemindahan tempat duduk."

"Kamu tanya guru saja. Aku nggak tahu!"

Aku khawatir ketua kelas jatuh pingsan karena terlalu panik. Pada akhirnya, aku ke ruang guru dan mencari wali kelas.

"Bu, aku benaran nggak tahu alasannya."

"Ini bukan salahmu. Pelajaran SMA terlalu sulit. Mungkin mereka stres," hiburnya. Meskipun begitu, dia tetap mengajariku cara untuk bergaul dan menyuruhku mengalah kepada teman.

"Begini saja, Bu. Lagian, nggak ada yang mau duduk sama aku. Regina sahabatku. Gimana kalau dia saja yang pindah?" Setidaknya, Regina tidak membenciku.

Tangan wali kelas yang mengetuk meja tiba-tiba membeku. Kemudian, dia menoleh dan menatapku dengan heran. "Regina? Siapa dia? Apa ada murid bernama Regina di kelas kita?"

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baru Dicintai Suami Setelah Meninggal
8.8
Dalam novel Baru Dicintai Suami Setelah Meninggal, Sheny tewas bersama janinnya setelah dipaksa sang suami mendonorkan sumsum tulang demi kekasih lamanya. Tujuh hari setelah kematiannya, sang suami justru membawa wanita itu ke ranjang pernikahan mereka. Namun, kepuasan itu segera berubah menjadi penyesalan histeris. Pria itu kini menangisi barang peninggalan Sheny dan memohonnya pulang, seolah lupa bahwa dialah yang telah merenggut nyawa istri dan calon anaknya.
Sampul Novel Cinta yang Menghanyutkan
8.3
Kemarahan buta sang suami memuncak saat kekasih masa lalunya, Enny, terjebak di lift. Menyalahkan sang istri, ia mengurungnya dalam koper sempit di dalam lemari gelap sebagai hukuman kejam. Meski sang istri memohon ampun hingga napasnya habis dan darah mengalir membasahi lantai, jeritannya diabaikan. Lima hari kemudian, saat suaminya memutuskan untuk menyudahi siksaan ini dan memberi maaf, ia tidak menyadari bahwa di dalam sana, tubuh istrinya telah membusuk dan hancur menjadi tulang belulang.
Sampul Novel Dicintai Raja Siluman Ular
9.4
Demi cinta dan harta, Alana nekat menikahi Cakra meski tanpa restu. Namun, pernikahan impian itu berubah jadi teror mengerikan. Alana kerap menemukan ular liar raksasa di ranjangnya akibat kegemaran aneh sang suami. Tak hanya itu, ia terus dihantui mimpi erotis bersama sosok asing yang tak dikenal. Saat mencoba menyelidikinya, Alana menemukan fakta kelam tentang hilangnya mantan istri Cakra secara misterius. Kecurigaan pun membuncah, siapa sebenarnya sosok suaminya itu?
Sampul Novel HILANGNYA JASAD KEMBARANKU
9.5
Kematian Micail menyisakan duka hebat bagi kembarannya, Mecca. Namun, situasi menjadi mengerikan saat jasad sang saudara mendadak hilang tanpa jejak. Kejadian ganjil ini mulai mengikis kewarasan Mecca. Di tengah cekaman teror yang kian pekat, ia terobsesi memecahkan misteri hilangnya jenazah tersebut. Mecca pun nekat menelusuri berbagai petunjuk samar demi menemukan jasad sang kembaran sekaligus memberikan ketenangan bagi arwahnya.
Sampul Novel Kafan Hitam
9.6
Kematian tragis Mbah Atim, sang penjaga makam yang jasadnya ditemukan tanpa kepala, mencekam Desa Ciboeh. Teror mistis mulai menghantui warga, mendorong pemuda lulusan pesantren bernama Rojali untuk menyelidiki misteri ini. Pencariannya justru mengungkap rahasia kelam masa lalu desa, kasus hilangnya warga, kelompok rahasia Kalong Hideung, hingga takdir pribadinya. Di tengah situasi genting tersebut, ia mendapat tawaran bantuan dari kekuatan gaib.
Sampul Novel Pria yang Menguntitku
8.8
Di balik mata boneka di atas ranjangnya, ada seorang pria yang diam-diam mengintai. Sang penguntit kerap menyusup ke rumah, berbaring di kasurnya, hingga meninggalkan jejak di pakaiannya. Saat rahasia ini terungkap, pria itu mengira sang wanita gemetar ketakutan di sudut ruangan. Namun, ia tidak menyadari bahwa semua ini adalah jebakan. Wanita itu justru sengaja memancingnya dan telah lama menanti kehadirannya dalam permainan obsesi yang gelap ini.