APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Song For Luna

Song For Luna

Berawal dari perjumpaan singkat di Bandung, takdir mempertemukan Luna dan Alvino. Hubungan mereka yang bermula dari saling bertukar nomor telepon dan tawaran menjadi pemandu wisata ternyata membawa perubahan drastis dalam hidup Luna. Kehadiran Vino menghadirkan pasang surut emosi yang luar biasa. Kini, di tengah badai masalah yang terus datang silih berganti, Luna dihadapkan pada pilihan sulit: menyerah pada keadaan atau tetap bertahan memperjuangkan segalanya.
Bab
Bagikan

Bab 1

"Cek One... Cek... One... Cek ...Sip! Udah oke Kang, mic-ku!" sambil mengacungkan jempol, isyaratku pada Kang Deni.

Ya, malam ini band-ku akan perform di salah satu PUB ternama di Bandung. Aku vocalist sebuah band yang biasa mengisi di sejumlah Cafe, PUB atau event. Band-ku bernama,  "He She".

Seperti biasa, kami selalu berkumpul dan makan bersama setelah cek sound atau sehabis manggung. Sambil makan biasanya kami bertukar fikiran tentang musik, lagu baru, kostum dan hal lainnya. Itu juga bikin kami lebih solid secara band. Malah kedekatan kami sudah seperti keluarga. 

"Ngebakso dulu di mang Eko,yuk ah!" ujar Roni pemain keyboardku.Semua mengiyakan.

"Waregh pisan,uy !"(kenyang banget) ujar Gani drumerku sambil mengelus perutnya yang kekenyangan.

"Ntar malem jangan lupa, kostum black and red, ya. Jam tujuh dah standby. Tong telat!" ujar Doni, sang gitarist sekaligus leader band kami. Kami pun mengangguk dan membubarkan diri bersiap untuk malam nanti.

 Ah, akhirnya aku sampai di kost-anku.

Aku memang tinggal di kost-an. Orang tuaku sudah meninggal dan aku tidak mau menjadi beban kakak lelakiku satu-satunya. Apa lagi dia sudah berkeluarga, lebih baik dia fokus dengan keluarganya. Aku pun sudah bukan anak kecil lagi. Tahun ini aku sudah berusia 22 tahun.

Hasil gajiku dari band ini cukup untuk bertahan hidup sendiri. Bahkan kadang aku bisa membelikan keponakanku yang berumur 5 tahun, hadiah jika sedang dapat event besar. Setelah mandi, aku bersiap untuk bernyanyi nanti malam. Setelah selesai make up dan memakai kostum, aku pun melaju dijalanan dengan motor matic-ku. 

Malam ini PUB terbilang ramai. Bandung salah satu kota yang kehidupan malamnya pun ramai.Satu sesi sudah kita lalui dan saat break akan diselingi oleh perform DJ.

Ah, aku bergegas ke toilet, sudah tak tahan lagi untuk buang air kecil.

DUG!!

Aku menabrak seorang laki-laki karena berlari tanpa memedulikan apa-apa lagi dan hanya bilang maaf tanpa berhenti.

"Ahhhh... Legaaaa..." ujarku dalam hati.

Namun, saat aku berjalan keluar dari kamar mandi, aku dihadang laki-laki yang kutabrak tadi.

"Udah pipisnya? Ampe ngebut gitu." ujarnya menggodaku.

"Duh, maaf ya. Abis kebelet. Maaf banget!" aku membungkuk meminta maaf.

Lelaki ini sudah jelas lebih tua dariku tapi bukan tua sih, matang tepatnya. Rapi, simple, tapi semua yang dipakainya barang branded.

"Dimaafin ..., asal mau nemenin minum di sini!" ujarnya sambil tersenyum dan menunjuk ke arah mejanya.

Ya, sebagai vocalist dan pemain band adalah host di tempat ini. Kami diwajibkan untuk bersikap ramah kepada tamu yang datang. Aku memang terbiasa menyapa pengunjung yang sedang melepaskan penat mereka di PUB ini. Ada yang sendirian, bersama keluarga atau berkumpul dengan teman-temannya.Terkadang menemani mereka minum.

Pekerjaan ini juga mengharuskanku menceriakan malam mereka dengan lagu dan juga karamah-tamahan. Tapi tetap, aku harus bisa menjaga diri. Terkadang, ada saja lelaki hidung belang yang merayu bahkan berfikir aku bisa dibayar untuk mereka melepaskan nafsu birahinya. Oh no! I'm not that kind of women.

"Boleh deh. Tapi satu gelas minuman aja, ya. Soalnya masih  dua sesi lagi nih nyanyi.Yang  penting dimaafin!" jawabku seraya duduk di sebelahnya.

Kami berdua pun ngobrol ke sana kemari sampe akhirnya, aku harus memulai sesi kedua.

"Thanks ya, tuh leader aku dah kodein. Mesti on stage lagi. Makasih minumannya!" ucapku sambil berdiri.

"Tar kalau break sini lagi, ya. Gw sendirian. Gak ada temen ngobrol. Sekalian mau tanya-tanya tempat di Bandung. Oke?" pintanya padaku.

"Siap,Bosque!" aku pun berlari untuk kembali memulai sesi kedua.

Malam itu aku menemani dia mengobrol. Dia tanya banyak tentang Bandung ini. Ternyata dia orang Jakarta dan datang ke Bandung ini sedang mencari tempat untuk membuka usaha clothing line dia.

----

"Hayu ah.. Tiheula nya (duluan,ya)!" pamitku kepada teman-teman band-ku yang masih mengobrol di depan pintu masuk PUB. Aku sudah ingin cepat sampai kost-an dan melepas lelah. Belum sampai ke tempat parkir motorku, lelaki itu mengejarku.

"Heiii!Tunggu!"  serunya sambil berlari kecil.

Aku menoleh kebelakang dan menghentikan langkah.

"Udah ngobrol semaleman. Tapi gw belom tau nama lo siapa, hahahah!" ucapnya sambil tersenyum, "Nama gw Alvino. Tapi lo bisa panggil gw Vino. Gw boleh ya minta nomer lo. Jadi kalo gw ke Bandung lagi gw bisa hubungin lo. Gak apakan?"

"Boleh. Kabarin aja klo lagi di Bandung. Gw jadi guide lo juga gak apa. Sehari 200.000 jadi tour guide lo. Mayan, wkwkwkwk...! And by the way..., nama gw,Luna...."

Kami pun saling bertukar nomer telefon dan aku pun pamit. 

"Hati-hati! Jam segini bawa motor sendirian." ujar Vino.

"Udah biasa. Tenang aja, Bandung mah aman!" seruku sambil tersenyum.

Kami pun berjalan menghampiri kendaraan masing-masing. Vino memgendarai mobilnya sedangkan aku menaiki motorku. 

Aku menyusuri udara dingin dengan motor matic-ku, seperti hari-hari yang lain. Pekerjaanku membuatku pulang jam dua dini hari. Kadang kalau overtime atau menemani reguler guest bisa jam tiga pagi baru keluar dari PUB.

Tapi aku menyukai pekerjaanku. Karena sejak kecil aku senang bernyanyi. Beberapa kali menjuarai lomba. Dulu,almarhumah Mama akan sangat antusias mencarikan baju untukku, meriasku agar tampil cantik saat bernyanyi. 

Kini, Mama sudah berpulang. Kalau saja masih ada, aku akan mengajak Mama untuk pergi bersamaku saat aku dapat job event. Mama pasti senang.

Mama sering menemaniku berlatih, Mama lah guru vocalku. Mungkin karena itu aku bisa jadi penyanyi. Bakatku, kudapat dari gen Mama. 

Selama perjalanan, aku terbiasa memasang earphone  untuk mendengarkan lagu dari Handphoneku agar mataku tak mengantuk. Pagi ini ku putar lagu " Mobil  Balap" dari Naif. Sambil bawa motorku melaju,aku bernyanyi. 

🎼🎵🎶

"Kupernah punya . mobil balap sendiri .

Yang bisa ngebut . dijalanan tiap hari .

Ku tidak pernah merasakan kesepian .

Tak ada gadis yang menolak diantarkan .

Asoy Geboy ngebut dijalanan ibukota .

Dipayungi lampu kota disekitar kita .

Suatu hari . ada orang yang menantang .

Gairah sembalapku makin tak tertahan

Kubalap dia dari kiri banting kanan .

Tak kumelihat kuterobos lampu merah .

Tiba-tiba pak polisi datang menghampiri .

Kutancap gas dengan maksud melarikan diri .

Akhirnya kumenabrak pohon yang melintang .

Tolong dong pak, tolong dong pak jangan ditilang .

SIM pun tak ada STNK entah kemana .

Dan hingga kini kuberada ditahanan .

Asoy Geboy ngebut dijalanan ibukota .

Dipayungi lampu kota disekitar kita .

Asoy Geboy ngebut dijalanan ibukota .

Dipayungi lampu kota disekitar kita ."

Tak terasa sampai juga di kost-an ku .

-----

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Baby CEO: Kehamilan yang Tak Diinginkan
8.4
Evalia hamil di luar rencana setelah menolak cinta Hanson Dirgantara. Walau Hans berniat tanggung jawab demi sang bayi, Eva yang muak akan kelicikan pria kaya itu teguh menolak pernikahan. Saat Hans memakai kuasa hartanya untuk menundukkan Eva, gadis yatim piatu ini justru nekat ingin menggugurkan kandungannya. Mampukah Eva lolos dari obsesi Hans demi menggapai cita-citanya menjadi dokter, atau ia akan selamanya terjerat dalam kendali pria itu?
Sampul Novel Hanya Pria Tak Berguna
9.3
Lima tahun membina rumah tangga, pernikahan ini hancur seketika saat Vincent Amjaya membawa pulang cinta pertamanya, Cindy Harris, yang tengah hamil tiga bulan. Alih-alih merasa bersalah, Vincent justru menuntut istrinya untuk menampung wanita itu di rumah pernikahan milik keluarga sang istri. Lupa bahwa seluruh keluarganya hidup dari kekayaan sang istri, kesombongan Vincent memicu serangan balik. Tanpa ragu, sang istri memutuskan menghentikan semua bantuan finansial dan segera menyiapkan surat cerai.
Sampul Novel "KALA" Buah Cinta Terlarang
8.8
Tuduhan meracuni mertua menghancurkan pernikahan Kayli dan Gala. Saat berjuang memulihkan nama baiknya, Kayli justru menemukan kegelapan dalam dirinya sendiri. Rentetan peristiwa aneh membuatnya ragu akan kesadarannya saat tragedi terjadi. Apakah ia mengidap kepribadian ganda, atau ada sosok mistis yang merasuki raganya? Teka-teki ini semakin membingungkan ketika Zael, sahabat lamanya, tiba-tiba memanggilnya dengan nama Kala.
Sampul Novel Kesempatan Keduaku, Penyesalannya
8.7
Wasiat sang ayah memaksa Alya menikahi salah satu anggota keluarga Adhitama pada usia 22 tahun. Di kehidupan lalu, ia begitu mencintai Bima. Namun, pria kejam itu berselingkuh dengan Jelita dan meracuni Alya hingga tewas setelah pernikahan mereka. Keajaiban membawa Alya kembali ke masa lalu tepat di hari ulang tahunnya. Terbangun dengan ingatan kelam tentang pengkhianatan Bima, kini ia bertekad mengubah takdir hidupnya dan menolak memilih pria keji itu lagi.
Sampul Novel Kupu-Kupu Kertas
8.9
Kehamilan di masa remaja merenggut masa depan Mayang setelah Mahesa pergi. Demi menyembunyikan lukanya, ia menolak Sena dengan kejam lalu terjerumus ke dunia malam Jakarta. Sembilan tahun berselang, takdir mempertemukan mereka lagi. Sena kini telah menjadi miliarder sukses yang dipenuhi rasa benci, sedangkan Mayang berusaha menata ulang hidupnya. Meski Sena terus merendahkan dan berniat membeli harga dirinya, Mayang pantang menyerah demi mempertahankan jalan pertobatannya.
Sampul Novel PAK DOSEN
8.7
Ayumi Larasati dan dosennya, Reza Syahrial, terpaksa menjalani pernikahan rahasia demi memenuhi perjodohan keluarga. Kehidupan kampus mereka menjadi penuh tekanan karena harus menyembunyikan status sebagai suami istri. Terlebih lagi, Ayumi dilarang berpacaran oleh orang tuanya, sedangkan Reza masih dibayangi trauma masa lalu. Di tengah konflik pribadi dan tuntutan profesionalitas, mampukah keduanya menjaga rahasia besar ini agar tidak terbongkar ke publik?