APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Somebody That You Loved

Somebody That You Loved

Empat tahun merajut kasih membuat Bonita sangat mendambakan pernikahan dengan Benjamin. Sayangnya, impian indah tersebut runtuh seketika saat perselingkuhan Benjamin dengan seorang model seksi terbongkar. Meski dikhianati, trauma masa lalu membuat Bonita sulit melepaskannya. Sementara itu, Benjamin didera dilema hebat antara mempertahankan komitmen sucinya bersama Bonita atau mengejar cinta pertamanya sejak kecil. Akankah hubungan mereka berakhir tragis atau justru berlanjut ke pelaminan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Berbagai pikiran yang menghampiri Bonita tidak sanggup membuatnya tertidur walau berusaha memejamkan mata. Saat akhirnya dia membuka mata karena matanya terasa sangat perih, Velica sudah terlelap.

Dia menghela napas gusar dan mengambil ponsel yang tergeletak di dekatnya, tapi tidak ada satu pun kabar dari Benjamin hingga membuat luka di hatinya semakin menganga dan mulai terasa menyesakkan. Kini, berbagai perasaan buruk yang berkecamuk di dalam hatinya berubah menjadi ombak yang bergulung-gulung tanpa mampu dibendung.

'Dia pasti sibuk, bukan? Sibuk bercinta.' Pikirnya putus asa.

Dadanya berdenyut nyeri saat kata-kata itu muncul. Dia mampu membayangkan apa yang Benjamin dan model bernama Zayna itu lakukan seolah benar-benar sedang melihatnya di depan mata. Sesuatu yang bahkan belum pernah dilakukan olehnya dan Benjamin selama empat tahun menjalin hubungan. Namun, dia wanita dewasa. Dia tahu betul apa yang terjadi jika sepasang manusia sedang bercinta.

'Sadarlah, Boo! Seharusnya kamu merelakannya pergi jika memang benar dia berselingkuh darimu! Tegarlah seperti ayahmu!' Hardik hatinya yang lemah.

Beban yang menghampirinya bertambah. Batu yang mengendap entah sejak kapan mulai menghimpit keutuhan hatinya. Kepercayaan yang berusaha dia berikan pada seorang pria pupus hanya karena ada seorang wanita yang bersedia diajak berselingkuh.

'Siapa yang harus aku salahkan? Bee karena berselingkuh dariku atau Zayna yang bersedia diajak berselingkuh? Atau ... aku karena tidak pernah memberi Bee kesempatan untuk bercinta denganku?'

Pikiran Bonita masih berusaha menolak fakta Benjamin yang mengkhianati dirinya, tapi hatinya terlalu sakit membayangkan betapa kepercayaan yang selama ini dititipkan pada kekasihnya itu hancur begitu saja. Dia membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk bisa menitipkan kepercayaan seperti itu pada seorang pria dan hanya ada penyesalan yang tersisa pada dirinya saat ini.

Wajah ibunya terbayang di kedua manik matanya. Wanita yang melahirkannya itu pergi bersama pria lain. Bonita masih ingat saat dia memanggil-manggil wanita itu agar tetap tinggal, tapi wanita itu mengabaikannya dan memilih pergi bersama pria brengsek yang bahkan namanya pun terlupakan dari ingatan.

Mata Bonita dipaksa terpejam saat pikirannya semakin gusar. Dia ingin semua pikiran-pikiran buruk itu pergi. Namun, tetap terjaga dan saling bersahutan seperti dendang genderang perang.

Alarm dari ponsel membuat Bonita membuka mata. Dia mematikan alarm dan beranjak ke wastafel untuk membasuh wajah. Saat dia kembali, Velica masih terlelap.

Dia menulis pesan di selembar kertas dan meletakkannya di bawah ponsel milik Velica, lalu mengambil tas dan serangkaian kunci miliknya sebelum keluar kamar. Kakinya berjalan cepat menuju mobil untuk kembali ke hotel tempat Benjamin menginap. Dia memarkir mobil di depan restoran yang menjadi tempat makan malam bersama Velica kemarin dan memperhatikan semua orang yang lalu-lalang di depan hotel di seberang sana.

Masih pagi sekali saat Bonita melihat pintu terpencil di sebuah sudut hotel yang semalam tidak disadari olehnya. Beberapa orang yang terlihat seperti staf kebersihan keluar-masuk dengan tergesa-gesa. Pintu itu tidak dijaga oleh siapapun dan sepertinya cukup aman untuk dimasuki.

Bonita keluar dari mobil dan berjalan sejauh dua puluh meter ke arah kiri sebelum menyeberang. Dia mengikuti langkah dua orang wanita yang mengarah ke hotel dan menyelinap masuk ke pintu terpencil itu. Jantungnya berdetak kencang seirama dengan derap langkah kakinya menyusuri lorong hotel yang sepi.

'Sekarang apa yang harus kulakukan? Aku bahkan tidak tahu di mana kamar mereka berada. Haruskah aku kembali ke mobil saja?'

Tepat saat Bonita berpikir seperti itu, dia sampai di depan sebuah lift. Jarinya secara asal menekan tombol angka empat dan memasuki lift yang pintunya segera terbuka. Dia berniat melihat-lihat isi hotel dan akan pergi jika tidak ada tanda-tanda apapun dari Benjamin atau Zayna.

Pintu lift tertutup dan kembali terbuka setelah sampai di lantai empat. Seorang pria berpakaian formal memberi salam pagi padanya saat berpapasan. Bonita membalas salam dengan canggung dan beranjak menjauh karena khawatir dikenali sebagai penyusup.

"Kenapa aku tidak bertanya padanya di mana kamar Zayna? Mungkin saja dia tahu." Desis Bonita saat menyadari kealpaannya.

Bonita berdecak kesal untuk meratapi betapa bodoh dirinya seraya melangkahkan kaki melewati lorong dengan banyak pintu di kedua sisi. Di pintu itu ada berbagai nomor yang berurutan. Dia yakin ada Benjamin dan Zayna di salah satu kamar itu. Entah kamar dengan nomor berapa.

Seorang wanita yang terlihat mabuk keluar dari kamar yang berjarak sekitar sembilan meter dari tempat Bonita berdiri. Mereka berpapasan di tengah jalan tanpa saling malempar tatap atau mengatakan apapun. Bonita melanjutkan langkah dan berbelok, lalu menemukan lorong lain dengan pintu-pintu di kedua sisinya. Lorong dengan pintu-pintu yang terlihat sama dengan lorong dan pintu lain sebelum ini.

Bonita menghela napas keras karena merasa usahanya sia-sia dan berbalik ke arah datangnya beberapa saat lalu. Alih-alih menggunakan lift, dia turun menggunakan tangga darurat ke lantai tiga. Dia baru saja akan terus turun ke lantai dua saat mendengar suara pria yang dia kenali. Langkahnya terhenti untuk mendengarkan suara pria itu dengan seksama. Suara pria itu ringan dan terdengar lembut di telinganya.

"Berita tentang kita harus dikonfirmasi." Ujar pria itu penuh dengan nada tuntutan yang mendesak.

Bonita yakin sekali itu suara Benjamin. Dia mengintip dengan menggeser tubuh sedikit ke arah lift berada.  Dugaannya tepat. Benjamin sedang berdiri di depan lift dengan seorang wanita anggun dan seksi yang diketahui Bonita melalui foto bernama Zayna. Zayna sedang memeluk lengan Benjamin dan menyandarkan kepala di bahu Benjamin dengan tatapan manja seolah Benjamin miliknya. Pemandangan yang dilihat Bonita itu tiba-tiba terlihat menjijikkan.

'Mereka benar-benar melakukannya. Mereka benar-benar bercinta, bukan?' Pikir Bonita dengan kebencian yang mulai tumbuh. Amarah menyambar melalui nadi ke seluruh tubuhnya hingga membuatnya tegang dan terdiam untuk mencari kalimat apa yang paling cocok untuk mengutuk kedua pelaku selingkuh itu.

Tepat saat Bonita akan membuka suara untuk menegur keduanya, mereka memasuki lift. Dia melangkahkan kaki dengan cepat untuk menghampiri mereka dan bertemu tatap dengan Benjamin saat pintu lift hampir saja tertutup sempurna.

Benjamin melepas pelukan Zayna dari lengannya saat menyadari keberadaan Bonita, tepat saat Bonita berlari menuruni tangga darurat dengan hati hancur tanpa mampu mengatakan apapun. Niat untuk menyalurkan amarah pada Benjamin dan Zayna menguap begitu saja saat Bonita menyadari tatapan bersalah di mata Benjamin seolah tatapan bersalah itu merupakan pengakuan atas perbuatannya.

"Boo!" Teriak Benjamin seraya menjejalkan diri keluar dari lift yang dipaksa terbuka tiba-tiba. Sial baginya karena pintu lift terbuka dengan sangat lambat. "Tunggu!"

"Sudahlah. Dia tidak akan mendengarkanmu." Ujar Zayna santai dengan tangan menggapai lengan Benjamin untuk kembali dipeluk olehnya.

Benjamin menepis tangan Zayna. Dia berlari mengejar Bonita. Sayangnya langkah Bonita terlalu cepat untuk dikejar. 

Bonita tidak lagi peduli untuk menggunakan pintu yang mana. Rasa sakit di hatinya membuatnya tidak mampu berpikir jernih. Langkahnya menghampiri pintu utama dan keluar tanpa menoleh, dengan gaung suara Benjamin yang memanggil namanya berulang-ulang.

Perasaan Bonita yang semula ragu, kini mantap dengan sendirinya. Dia akan meninggalkan Benjamin dan hidup sendiri selamanya. Satu-satunya hal yang terpatri di jiwanya sejak bertahun lalu, yang sempat terlupakan selama empat tahun, kini kembali padanya. 

Alasannya?

Karena jika yang lain berniat pergi, maka yang lain harus merelakan. Seperti hubungan yang terjadi pada kedua orang tuanya.

***

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Benang yang Tak akan Pernah Putus
9.2
Kaiyo Wrasasana bertekad kuat menghapus keberadaan sang ibu dari hidupnya. Demi memutus ikatan batin tersebut, Yoyo bahkan rela menempuh jalan paling menyakitkan. Namun, sekeras apa pun ia berusaha, benang takdir yang menghubungkan mereka berdua terlalu kokoh untuk dipatahkan. Tanpa disadari, upaya kerasnya untuk menjauh justru melukai ibunya secara mendalam, sekaligus menggoreskan luka yang jauh lebih perih di dalam hatinya sendiri.
Sampul Novel Dia Meninggalkan Suaminya Setelah Dia Menemukan Rahasianya
8.6
Lima tahun membina rumah tangga, Tobias Stevens jatuh miskin dan terlilit utang, memaksa Dorothy bekerja keras demi menghidupi Margaret, putri mereka. Suatu hari, Dorothy mengajak Margaret ke taman bermain impian dari hasil jerih payahnya. Namun, mereka justru mendapati Tobias di sana bersama Liza Briggs, cinta pertamanya, dan anak mereka. Tobias bahkan menyewa seluruh tempat itu secara privat, sementara istri dan putrinya sendiri diusir oleh petugas.
Sampul Novel Ditinggal Nikah Dengan Adikku
8.3
Lysandra hancur saat Vincent, sang mantan, memilih melamar adiknya, Amelia. Statusnya sebagai anak angkat membuat Lysandra kian tersisih. Di situasi sulit ini, Arthur Sterling datang menawarkan pernikahan kontrak demi bisnis dan wasiat sang kakek. Namun, rahasia asal-usul Lysandra yang disembunyikan ayahnya kini terancam terungkap. Akankah Arthur tetap bertahan mendampinginya setelah tahu bahwa sang istri bukanlah putri kandung keluarga Harrison?
Sampul Novel Hati Beku yang Tak Dapat Dicairkan Lagi
9.2
Di kamar utama vila Keluarga Andara, Natasha bersiap mengakhiri pernikahan kontraknya yang tersisa satu bulan lagi. Ia bahkan telah merencanakan kematian palsu untuk pergi. Meski ibu mertuanya memohon agar kesepakatan dibatalkan karena sangat menghargai jasa Natasha merawat Varo selama sepuluh tahun dan melahirkan keturunan mereka, Natasha dengan tegas menolak. Keputusannya sudah bulat untuk tetap menyelesaikan hubungan pernikahan tersebut sesuai dengan kontrak awal.
Sampul Novel Pengorbanan Cinta Sang Letnan
9.6
Dua tentara elit Kopassus berlatar intelijen, Rey dan Alex, telah menjalin persahabatan sejak masa kecil. Namun, hubungan erat mereka kini diuji oleh perasaan cinta pada wanita yang sama. Di sela-sela perjuangan dan pengabdian besar mereka untuk negara, konflik batin yang sengit pun mulai membayangi. Takdir menuntut mereka menentukan pilihan sulit antara loyalitas pada tugas negara atau ego pribadi. Akankah cinta yang menang, atau justru persahabatan mereka yang hancur?
Sampul Novel Penungguan Berakhir Pahit
7.9
Setengah bulan menjelang hari pernikahan yang telah dipersiapkan selama dua tahun, Cecil Wijaya harus menghadapi kenyataan pahit. Bryan Jayadi kembali berniat menunda pernikahan mereka demi Yovita Baskara, adik tirinya yang sedang sakit. Yovita meminta Bryan meninggalkan segalanya untuk menemaninya melihat laut di Malde. Enggan menunggu lebih lama lagi, Cecil mengambil keputusan drastis. Jika Bryan enggan berkomitmen, Cecil siap mengganti posisi mempelai pria tersebut dengan orang lain.