APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Skandal Satu Malam

Skandal Satu Malam

Akibat salah kamar, Claudia terjebak dalam hubungan terlarang dengan Christian, pria yang seharusnya menjadi kakak iparnya. Malam yang salah sasaran itu berubah menjadi mimpi buruk yang rumit ketika mereka terpaksa tinggal serumah. Di bawah atap yang sama, keduanya harus berjuang keras menyembunyikan skandal intim ini dari semua orang. Apakah rahasia besar ini akan terungkap, ataukah kesalahan satu malam tersebut justru mengubah takdir hidup mereka selamanya?
Bab
Bagikan

Bab 1

“Ella, kau di mana?”

Christian mendorong pintu kamar dengan langkah kaki gontai akibat alkohol mengusainya. Suara seraknya menandakan bahwa alkohol telah menguasai pria itu. Tampak tatapan mata Christian berkilat penuh gairah melihat sang kekasih begitu cantik seksi. Gaun tidur tipis yang dipakai kekasihnya itu tersingkap ke atas, memperlihatkan paha putih dan mulus.

Sempurna. Tidak banyak kata yang bisa digambarkan tentang keindahan apa yang dia lihat sekarang ini. Kekasihnya itu memakai gaun tidur tipis menunjukan lekuk tubuhnya—seolah memberikan isyarat memang ingin menggodanya.

Christian mendekat, membaringkan tubuh di samping kekasihnya itu, lalu membelai paha bagian dalam sang kekasih lembut dan mencium leher kekasihnya itu. “You’re so fucking hot,” bisiknya serak.

Tiba-tiba gadis yang terlelap terbuka matanya di kala merasakan sentuhan. Seketika mata gadis itu melebar melihat Christian menciuminya. “C-Christian, apa yang kau lakukan, hmmpttt—”

Bibir gadis itu tak bisa berucap karena Christian melumat bibirnya dengan liar dan agresif. Beberapa kali dia memberontak dalam kungkungan Christian, namun tetap tak menuaikan hasil apa pun. Dia tak bisa lepas dari jerat Christian.

“Christian, l-lepas!” Gadis itu memukuli lengan kekar Christian, tetapi alih-alih terlepas malah Christian menangkup kedua kedua tangan gadis itu, meletakan ke atas kepalanya, mengunci pergerakan gadis itu.

“Malam ini kau sangat seksi, Ella,” bisik Christian menciumi leher dan dada gadis itu, meninggalkan jejak kemerahan di sana.

“Hmmmptt, Christian, aku bukan, akh—” Gadis itu menjerit keras di kala Christian meremas dadanya, serta merobek paksa dress, dan melempar dress-nya ke sembarangan arah.

Gadis itu berusaha berontak sekuat tenaga, namun tetap tak bisa lepas dari jerat Christian. Satu demi satu helaian benang yang melekat di tubuhnya berhasil dilucuti oleh Christian. Bahkan kini tubuh gadis itu sudah polos, dan membuat Christian menatapnya dengan tatapan lapar persis seperti singa yang ingin menerkam mangsa.

Alkohol semakin menguasai Christian, membuat gairah dan hasratnya semakin tak tertahan. Dia menundukkan kepalanya mencumbu setiap inci tubuh gadis yang berada di bawahnya. Dan ketika gadis itu ingin menjerit, Christian selalu membungkam bibirnya.

“Aku akan melakukannya dengan pelan,” bisik Christian serak. Perlahan pagutan di bibir Christian melembut tak lagi seliar sebelumnya. Tangan pria itu terun ke bawah membelai paha bagian dalam gadis itu, dan menyentuh titik sensitive-nya.

“Akh!” Gadis itu menjerit di kala tangan Christian bermain di titik sensitive-nya.

Christian mencium bahu telanjang gadis itu. “Kau sudah siap rupanya.”

Lalu, Christian membuka lebar kedua paha gadis itu, dan memasukinya dengan satu kali hentakan keras. Terdengar suara jeritan yang lolos di bibir gadis itu, namun Christian langsung membungkam bibir gadis itu dengan bibirnya.

Sudut mata Gadis meneteskan air mata. Tubuhnya bergetar. Bibirnya merintih di sela-sela pagutan Christian. Gadis itu merasakan tubuh bagian bahwanya terbelah membuat sekujur tubuhnya kesakitan luar biasa.

***

Christian memijat kepalanya di kala sinar matahari menyentuh wajahnya. Alkohol membuatnya merasakan pusing luar biasa. Pria itu memijat pelipis, lalu menoleh ke samping ranjang sudah kosong.

Christian segera menyibak selimut, lalu turun dari ranjang dan melangkah keluar kamar. Pria itu mencari toilet yang ada di luar kamar, dia membersihkan wajahnya dengan air bersih, dan kembali keluar menuju dapur.

Di dapur, Christian melihat Ella berpenampilan cantik dan seksi tengah membuat teh. Christian langsung memeluk Ella dari belakang dan membenamkan wajahnya di wajah Ella. Sontak, Ella terkejut di kala ada yang memeluknya, namun keterkejutan Ella lenyap sata melihat Christian yang memeluknya.

“Morning, Sayang,” sapa Ella lembut.

Christian mencium tengkuk leher Ella dengan mesra. “Maaf, aku sudah membuatmu kewalahan semalam.”

Ella membalikan badannya, menghadap Christian, menatap sang kekasih dengan tatapan bingung. “Sayang, apa maksudmu?” tanyanya tak mengerti.

Raut wajah Christian berubah di kala melihat kebingungan di wajah Ella. “Tadi malam—”

Ella mendesah panjang dan sedikit kesal. “Tadi malam aku menghubungi ponselmu, tapi malah ponselmu tidak aktif. Padahal aku menunggumu, Sayang. Aku ingin kita menghabiskan malam bersama. Tapi malah kau tidak datang.”

Christian terdiam dengan raut wajah yang serius mendengar apa yang Ella katakan. Tadi malam dirinya mabuk dan masuk ke kamar Ella, tapi kenapa sekarang Ella tak mengakui? Jika bukan Ella, lalu kamar siapa yang dia masuki? Shit! Christian mengumpat dalam hati. Di kala terbangun, dia pun langsung keluar, tanpa memperhatikan jelas sekeliling kamarnya.

“Sayang? Kenapa kau malah diam?” ujar Ella bingung akan perubahan sikap Christian yang aneh.

Christian sedikit berdeham. “Tadi malam baterai ponselku habis. Ella, aku ingin ke kamar mandi sebentar.” Lalu, Christian melangkah pergi meninggalkan Ella. Pria itu tak menuju ke kamar mandi, melainkan ke dalam kamar.

Di kamar, Christian mematap Claudia baru saja keluar dari kamar mandi hanya memakai bathrobe. Tampak mata Christian tertuju pada bercak merah yang ada di leher Claudia. Bercak tersebut masih terlihat sangat baru.

“Permisi.” Claudia menunduk di kala melihat Christian, buru-buru, gadis itu menghindar dari Christian. Namun, Christian langsung menahan tangan Claudia di kala pria itu merasakan ada yang aneh dari gadis itu.

“Lepaskan aku!” Claudia berusaha berontak, tapi Christian semakin mencengkram kuat pergelangan tangannya.

“Tadi malam aku masuk ke kamarmu?” Mata Christian menatap dingin Claudia—calon adik iparnya—yang mana adik kandung dari kekasihnya. Napasnya memburu. Aura kemarahan menyelimuti wajahnya.

Claudia terus berontak sekuat tenaga. “Kau ini bicara apa! Aku tidak mengerti dengan apa yang kau katakan! Lepaskan aku!”

“Jangan berbohong padaku, Claudia!” desis Christian seraya menatap tajam Claudia.

“Aku tidak tahu apa maksud ucapanmu, Christian. Lepaskan aku!” seru Claudia lagi yang terus berontak.

Christian terpancing emosi di kala Claudia berontak. Pria itu mendorong tubuh Claudia hingga punggung gadis itu terbentur ke dinding. Dia merapatkan tubuhnya ke tubuh Claudia—dan mengunci pergerakan wanita itu.

“Jawab aku dengan jujur, Claudia! Jangan coba-coba kau membohongiku!” geram Christian tak main-main.

Mata Claudia berkaca-kaca mendapatkan ancaman dari Christian. “Kau ingin aku jawab apa, Christian? Katakan, jawaban apa yang kau inginkan, hm?” serunya dengan air mata yang sudah sebentar lagi akan keluar.

Christian berusaha mengatur napasnya. “Aku tahu tadi malam aku masuk ke dalam kamarmu. Iya, kan?!” tuntutnya.

Air mata Claudia berlinang jatuh membasahi pipinya. Kepingan memori akan kejadian tadi malam teringat di dalam benaknya. “Ya, kau masuk ke kamarku, dan aku tidak perlu menjelaskan apa pun, karena aku yakin kau mengerti.”

Christian mengumpat kasar mendengar jawaban Claudia. Pantas saja dia merasa ada yang janggal. Ternyata dia malah salah masuk kamar ke dalam kamar adik dari kekasihnya sendiri. Ini sudah benar-benar gila!

“Kau sengaja melakukan ini, Claudia?” seru Christian menahan amarah.

“Apa maksud ucapanmu, Christian?” Dengan nada tercekat, Claudia bertanya.

Christian mengusap wajahnya kasar. “Kau sengaja menjebakku, kan? Kau tahu aku mabuk dan kau mencari kesempatan? Iya?!”

Claudia nyaris tak bisa berkata-kata mendengar tuduhan gila dari Christian. “Apa kau sudah gila, Christian! Kau salah masuk kamar, dan kau memerkosaku sekarang kau menyudutkanku?!” bentaknya dengan air mata yang mulai berlinang. Hatinya sesak di kala Christian menuduhnya.

Christian memejamkan mata singkat dengan pikiran yang amat sangat berkecamuk. “Kau tahu, Claudia! Aku dan kakakmu akan segera menikah. Semua akan kacau kalau semua orang tahu tentang apa yang terjadi di antara kita!”

Claudia menyeka air matanya. Ya, ini adalah kegilaan yang tak pernah Claudia sangka. Dirinya diperkosa oleh calon kakak iparnya sendiri. Lalu sekarang dirinya dituduh merusak hubungan kakaknya.

“Aku tidak pernah berniat merusak pernikahan kakakku,” ucap Claudia dengan nada bergetar menahan luka.

Christian menatap tajam dan penuh amarah Claudia. Tatapan yang tersirat sama sekali tak percaya dengan apa yang Claudia katakan. “Aku peringatkan padamu, jangan sampai ada yang tahu tentang ini! Aku akan memberikan kompensasi atas apa yang terjadi. Tapi ingat, tidak boleh ada yang tahu tentang ini semua!”

“Kompensasi apa yang kau maksud?!” Claudia menatap Christian dengan tatapan yang begitu memerah, akibat tangisnya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Budak Nafsu
7.9
Lepas dari jerat nafsu bejat sang mertua, Ayu kini merajut asa baru bersama Alfons, kekasih sejatinya. Namun, jalan mereka terjal akibat dendam membara dari Maharani. Di tengah kejamnya dunia mafia berseragam yang sarat intrik, kekuatan cinta mereka diuji. Demi melindungi ketulusan rasa yang dimiliki, keduanya harus bertualang ke berbagai penjuru dunia, bertahan hidup dari kejaran musuh yang tak kenal ampun.
Sampul Novel (bukan) Perempuan Biasa #buku ketiga
9.6
Kehidupan mapan Davina Hadinata runtuh usai menjalin kasih dengan Aria Wardana yang ternyata telah beristri. Tak cukup difitnah Aria hingga kehilangan pekerjaan, bisnis ayah Vina pun hancur akibat skandal kakaknya. Petaka kian memuncak ketika istri Aria nekat mengakhiri hidup. Hal ini memicu murka Rajata Bagaskara yang ingin membalas dendam atas kematian keponakannya. Rajata menodai Vina hingga hamil. Di tengah kemiskinan dan penderitaan mendalam, Vina harus berjuang bertahan hidup.
Sampul Novel DICERAI SUAMI DINIKAHI BOS KEJAM
9.3
Tiga tahun Hana menjadi istri penurut yang diabaikan Bima tanpa kehangatan. Begitu sang kakek berpulang, ia langsung diceraikan agar suaminya bisa bersama wanita idaman lain. Saat terpuruk, Hana malah dipertemukan dengan Matheo. Kesalahpahaman besar membuat bos yang kejam itu menuduhnya sebagai mata-mata. Pertemuan tak terduga dengan pria dingin tersebut seketika mengubah total seluruh garis kehidupan Hana selanjutnya.
Sampul Novel Guru Cantik dan Tetangganya Murid Macho
7.9
Sebagai dosen muda dengan penampilan menarik, ia selalu menjadi pusat perhatian para mahasiswa di kampusnya. Kehidupan tenangnya mulai terusik saat menyadari salah satu murid laki-lakinya tinggal tepat di seberang rumahnya. Ketika suaminya sedang pergi dan pipa air di rumahnya mendadak pecah hingga membuatnya basah kuyup, murid tangguh tersebut datang menawarkan bantuan dengan penuh antusiasme. Hubungan profesional antara guru dan murid ini pun diuji oleh situasi tak terduga yang intim.
Sampul Novel Jerat Cinta Chef Impoten
8.5
Di balik ketampanan dan kesempurnaan fisiknya, Bara, seorang pria berusia awal tiga puluhan, menyembunyikan rahasia besar tentang disfungsi ereksi yang mengancam harga dirinya. Namun, sebuah perubahan tak terduga pada kondisi Bara yang sebelumnya tidak berdaya berhasil mengejutkan Zoya. Akankah Bara mampu memulihkan aset masa depannya tersebut demi meraih kebahagiaan sejati? Simak perjuangan Bara melewati rintangan dan konflik asmara yang manis ini.
Sampul Novel Of Love Trilogy
8.9
Hidup Ayana Ranisya hancur akibat beban utang yang ditinggalkan suaminya, Ares Adiswara. Namun, takdir mempertemukannya dengan Arga Arkhilendra, seorang miliarder yang sebenarnya telah bertunangan dengan Sheryl Claudia Wibowo demi bisnis. Sebuah ketidaksengajaan satu malam menumbuhkan benih cinta di hati Arga yang dingin. Kini, sang pengusaha dihadapkan pada pilihan sulit: mempertahankan aliansi kekuasaan bersama Sheryl atau mengejar ketulusan cintanya pada Ayana.