APKDock Logo
Sampul Novel Simpanan Ayah Mertua

Simpanan Ayah Mertua

8.0 / 10.0
Naya Agustin menghadapi dilema berat dalam pernikahannya dengan Kendra Darmawan. Walau mencintai suaminya, segala kebutuhan Naya justru dipenuhi oleh sang ayah mertua. Hubungan mereka kian rumit karena Kendra menaruh dendam kesumat pada ayah Naya yang dianggap sebagai musuh besar. Di tengah konflik ini, Rendi Darmawan muncul memberikan perlindungan yang sangat posesif. Kini, Naya harus menerima kenyataan bahwa rasa aman justru ia dapatkan dari sosok yang tak terduga.

Simpanan Ayah Mertua Bab 1

"Aku sudah menyerahkan semua uang padamu. Lalu, kemana uang itu? Kamu tahu, bukan? Hubungan kita tidak direstui ibuku, sehingga aku harus banting tulang agar bisa menikah? Agar aku bisa buktikan kepada ibuku kalau kita bisa membuat pesta pernikahan tanpa bantuan darinya?"

Seorang pria tampak mencecar dan memaki seorang gadis, di sebuah gubuk yang ada di tepi sawah. Pria yang kerap disapa Kendra itu tidak sanggup menahan emosinya, ketika mengetahui uang yang selama ini dititipkan kepada sang kekasih habis tanpa sisa. Digunakan untuk bermain judi, oleh calon mertuanya sendiri.

"Ma-maksudmu aku, Mas. Aku sungguh tidak memiliki maksud untuk menyerahkan uang itu kepada ayah. Hanya saja aku tidak sanggup menolak keinginan ayah yang ingin meminjam uang itu." Gadis bertubuh mungil itu mulai terisak. "Kalau aku tidak mau, ibu yang akan menjadi sasarannya. Aku tidak mau itu terjadi, Mas."

"Ck, benar kata ibuku. Tidak seharusnya aku menikah denganmu!" Kendra memotong perkataan gadis yang telah dipacarinya selama dua tahun belakangan ini. Sungguh ia kecewa dan sakit hati pada gadis bernama Naya Agustin tersebut.

"Mas, tolong mengerti. Aku tidak bisa menolak keinginan ayah. Aku sangat menyayangi ibu."

"Bukan begitu caranya. Kamu tidak bisa menuruti keinginan ayahmu seperti ini. Kalau sudah habis begini, bagaimana caranya kita menikah? Semua yang yang aku titipkan padamu sudah habis tak bersisa. Sekarang apa? Pakai apa kamu mau bayar wedding organizer yang telah aku booking? Dengan apa? Tubuhmu?"

Kendra menatap tajam kepada Naya, yang tampak ketakutan karena suaranya yang begitu tinggi.

"Lebih baik batal saja. Daripada harus menanggung malu. Aku sudah terlanjur mengatakan kepada semua warga kampung akan mengadakan acara pernikahan besar-besaran. Tapi nyatanya ini yang kudapat," keluh Kendra, patah semangat. Ia tidak bisa membayangkan betapa malunya jika menikah tanpa pesta, pasca satu tahun lebih merantau ke negeri orang. Hanya demi sebuah pesta pernikahan.

Sekaligus membuktikan kepada sang ibu, ia sanggup menanggung hidup Naya tanpa bantuan dari harta kedua orang tuanya.

Bahkan Kendra sudah membuat sebuah tabungan untuk membuka toko kecil-kecilan setelah menikah nanti. Tapi nyatanya apa? Naya malah memberikan seluruh uang yang di kirim kepada ayahnya untuk berjudi.

Kini Kendra pulang hanya untuk mendengar kepahitan.

Tubuh Kendra terasa lemah. Ia bersandar pada tiang gubuk yang kini mereka tempati. Tatapannya begitu nanar menatap hamparan sawah yang terbentang luas.

"Maafkan aku, Mas. Aku mohon maafkan aku. Aku akan melakukan apa saja asalkan kita tidak batal menikah. Aku sangat mencintaimu. Maafkan kebodohanku yang tidak menjaga amanat darimu." Naya melompat turun dari gubuk dan bersimpuh di hadapan Kendra.

Gadis itu benar-benar takut sekarang. Kendra tidak lagi mau menikah dengannya, setelah uang yang ada di rekening habis tanpa sisa. Naya berani bersumpah demi apapun, dua minggu yang lalu masih cukup untuk menggelar pesta pernikahan. Akan tetapi, tadi pagi sudah habis tanpa sisa, setelah ATM nya hilang beberapa hari yang lalu.

Anehnya, sang ayah tiba-tiba saja datang dan menyerahkan kartu tersebut. Dengan dalih, ditemukan di dekat kamar mandi. Padahal Naya tidak pernah mengotak-atik kalau bukan untuk mengambil uang.

Naya tidak pernah menyangka bisa menjadi seperti ini. Andai saja hari itu ia mendengarkan kata hatinya, mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi. Andai saja hari itu ia pergi ke mesin ATM untuk memeriksa saldo, tentu saja ini tidak akan pernah terjadi. Ia dan Kendra sudah pergi ke wedding organizer untuk mempersiapkan pernikahan mereka. Bukannya duduk di sebuah gubuk yang ada di tepi sawah, membicarakan pembatalan rencana pernikahan mereka.

"Tidak. Aku tidak bisa melanjutkan pernikahan ini. Kita cukup sampai disini." Kendra mencengkram kuat lengan Naya dan menuntunnya untuk berdiri. "Tapi, aku tidak akan melepaskan kamu begitu saja. Kamu harus tetap tanggung jawab dan mengganti uang itu!" Menyergah tepat di hadapan wajah cantik Naya.

Naya menggeleng cepat. "Aku mohon, Mas. Jangan begini, ayah sudah janji akan mengganti uang itu. Katanya dia menang judi."

"Tidak, aku tidak lagi ingin menikah denganmu. Aku tidak sudi memiliki istri pembohong dan mertua tukang judi seperti ayahmu!"

Kendra mendorong Naya, hingga terduduk di atas lantai papan gubuk. Sebelum gadis itu sempat bangkit, Kendra segera beringsut naik dan menindih tubuh mungilnya.

"Apa yang kamu lakukan, Mas?"

Naya tersentak. Ketika Kendra menyilangkan kedua tangannya di atas kepala. Tanpa belas kasih Kendra menahan kedua tangan Naya, agar tidak bisa melawan apa yang akan dilakukannya.

"Jangan banyak tanya.. Cukup diam dan nikmati saja." Kendra mengusap salah satu dada Naya, yang masih tertutupi baju kaos lengan panjang. "Aku akan mengambil bayaran atas uang yang telah dihabiskan oleh ayahmu." Meremas kuat benda bulat dan kenyal milik Naya.

Kendra yang telah dikuasai emosi, akan mengambil kegadisan Naya sebagai ganti rugi agar sakit hatinya terbalaskan. Setelah ini ia akan kembali ke Malaysia dan menghapus seluruh mimpinya untuk menikah dengan Naya.

"Ampun, Mas. Aku mohon jangan," lirih Naya. Disaat Kendra menaikan rok panjang yang ia kenakan dan melepaskan celana dalam yang dikenakannya.

Naya memberontak. Tapi tak memiliki efek apapun, karena tubuhnya yang mungil tidak ada apa-apanya dibandingkan dengan Kendra yang tinggi. Bahkan pergerakan Naya malah menjadi kesempatan emas bagi Kendra untuk melucuti seluruh pakaiannya.

Sehingga tubuh mungil nan putih mulus itu terpampang nyata di hadapannya. Dua gundukan kenyal yang begitu padat dengan ujung merah muda langsung menyapa. Seonggok daging yang ada diantara

dua paha Naya pun tak kalah menggiurkan. Semakin membakar hasrat Kendra untuk menikmatinya.

"Mas, jangan!?" sergah Naya, dengan nafas yang memburu. Ketika Kendra mulai mengulum salah satu ujung dadanya, seraya mengeluarkan senjatanya yang telah mengeras sempurna. Menggesekkan kepada Naya, yang masih utuh tersebut.

"Mas, aku mohon … jangan begini!!"

Naya menangis. Terisak, dan terus saja meronta di bawah kuasa Kendra. Ia benar-benar takut Kendra masuk dan merenggut kegadisannya. Terlebih lagi kini pria itu sudah berada di depan pintu. Sekali mengentak, usai sudah semuanya.

"Ma-mas …."

Naya pasrah. Ketika Kendra mulai mencoba masuk. Mendorong miliknya yang besar dan panjang masuk ke dalam liang kenikmatannya. Tubuh Naya menegang saat Kendra berkali kali gagal karena ukurannya yang sangat sempit.

Namun …,

"Apa yang kalian lakukan di gubukku?"

Sergah seorang pria paruh baya, yang tiba-tiba saja sudah berada di depan gubuk. Tubuhnya menegang melihat sepasang anak manusia yang ingin melakukan hubungan suami istri, padahal mereka berdua belum sah sama sekali.

"Pak Yatno!"

Kendra tersentak melihat pria yang kerap disapa Yatno, yang tidak lain adalah ketua pengurus masjid di kampung mereka.

"Ini tidak seperti yang Bapak lihat," sambung Kendra seraya memasang celananya dengan benar. Beruntung ia hanya menurunkan celananya hingga lutut, sehingga bisa secepat kilat bisa berkemas. Tapi tidak bagi Naya. Ia harus menebalkan muka untuk meraih roknya yang mengenakannya hingga dada.

"Kalian belum menikah. Tapi sudah melakukan ini? Tidak bisa dibiarkan!" sergah Yatno. Mengacungkan sabitnya kepada Naya dan Kendra secara bergantian.

"Ini tidak seperti yang Bapak lihat." Kendra mengangkat kedua tangannya. "Naya tidak terima saya putuskan, makanya dia goda saya dengan bertelanjang di depan saya, Pak. Siapa yang tidak tergoda? Saya rasa jika Bapak di posisi saya juga mau."

"Bohong! Dia ingin perkosa saya, Pak. Sebagai balasan atas kelakuan ayah saya yang menggunakan tabungannya untuk main judi." Naya membela diri.

"Ck, jangan lagi berbohong kamu. Lihat, tubuhmu polos. Aku tidak!"

Kendra tidak mau kalah.

"Itu karena kamu yang memaksa. Lihat, ada luka lebam di tubuhku!" memperlihatkan tangannya yang biru karena cengkraman Kendra.

"Tidak peduli siapa yang salah, yang jelas kalian harus dinikahkan saat ini juga!"

Yatno mengambil keputusan. Dengan ancaman sabit di tangannya, pria paruh baya itu menggiring Kendra dan Naya keluar dari area sawah menuju ke balai desa. Mereka akan dipaksa menikah saat ini juga.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Simpanan Ayah Mertua

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dibunuh untuk Dicintai
8.0
Setelah dikhianati dan dibunuh oleh suaminya, Ronaldo, serta adik angkatnya di kehidupan lampau, Madeline terlahir kembali. Sebagai putri Keluarga Luchese, ia memutuskan untuk tidak lagi mengejar Ronaldo. Madeline justru memilih menikahi kakak Ronaldo, Evan Vittori. Keputusan ini mengejutkan seluruh Chicako yang mengira pernikahan Madeline dan Ronaldo adalah takdir. Namun, saat Madeline bersiap menikahi Evan di gereja, Ronaldo tiba-tiba datang mengacaukan segalanya dengan membawa senjata.
Sampul Novel OLD VIRGIN (WHEN I LOVED YOU)
7.9
Shereen Edwarida, seorang wanita karier sukses, menutup rapat hatinya akibat trauma masa lalu yang mendalam. Ia ditinggalkan oleh kekasihnya tepat sebelum pernikahan demi perempuan lain. Meski dicap perawan tua oleh lingkungan sekitar, Shereen tetap memilih sendiri dengan dukungan keluarga dan sahabat. Namun, pertahanannya goyah saat sang mantan kembali untuk menebus kesalahan. Akankah ia memberikan kesempatan kedua di tengah bayang-bayang luka lama?
Sampul Novel RAYHAN STORY
9.6
Sejak kecil, Rayhan tidak pernah merasakan kehangatan orang tua kandungnya sendiri. Remaja berusia 14 tahun ini hanya bisa mengandalkan paman, bibi, serta sepupunya yang sangat protektif. Impiannya untuk bersatu kembali akhirnya terwujud saat ia diboyong ke Jakarta. Namun, kepindahan tersebut justru membawa kejanggalan baru. Lewat mimpi buruk dan misteri kelam, terungkaplah alasan tragis mengapa mereka terpisah bertahun-tahun hingga merenggut segalanya.
Sampul Novel Sejuta cerita di balik pintu kos
8.2
Menginjak usia tujuh belas tahun, Dens Bagus memutuskan merantau ke Solo. Menempati kamar kos nomor tujuh berpintu cokelat, ia harus beradaptasi dengan lingkungan baru yang sangat kontras dari rumah asalnya. Di lorong kos sederhana tersebut, keseharian Dens diwarnai interaksi bersama Bu Kos yang tegas tetapi perhatian, Mei Lin yang periang, Li Hua yang tertutup, Fajar yang menjengkelkan, serta Mas Arya yang misterius. Bersama mereka, ia mulai mengarungi dinamika kehidupan kota yang asing.
Sampul Novel Sekretaris Pengkhianat
9.1
Dituduh tidak setia oleh Daniel Lee, Scarlett Chen diusir dalam kondisi mengandung. Sebagai bos besar berdarah dingin dengan latar belakang mafia, Daniel sangat membenci pengkhianatan. Lima tahun kemudian, Scarlett kembali memakai identitas lain demi menuntut keadilan. Akankah momen reuni ini menjadi pembalasan dendam yang sempurna, atau justru menyeret mereka berdua kembali ke dalam pusaran obsesi kelam yang tak berujung?
Sampul Novel Senyum Itu Luka
9.4
Akibat kesalahan masa lalu, Kamila diusir dari rumah hingga depresi berat dan hampir mengakhiri hidupnya. Beruntung, Arga hadir menyelamatkannya. Dua tahun berlalu, Kamila berhasil bangkit menjadi pembuat kue yang penuh cinta. Tanpa diduga, sebuah insiden memalukan mempertemukannya kembali dengan Arga. Akankah pertemuan tak disengaja ini menumbuhkan cinta di antara mereka setelah melewati masa-masa kelam?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan