APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Silver Eyes

Silver Eyes

Kekalahan dalam pertarungan membuat Ciu San, putra Bun San dari keluarga Luk San yang lemah, sekarat dengan urat nadi hampir terputus. Namun, keajaiban terjadi saat mata Dewa Tata Surya yang jatuh ke bumi menyelamatkan nyawanya. Kini, Ciu San memiliki kekuatan baru, tetapi ia juga menjadi buruan para kultivator yang mengincar darahnya demi peningkatan kekuatan instan. Di tengah kejaran musuh, mampukah ia bertahan hidup sekaligus membalaskan dendam kematian orang tuanya?
Bab
Bagikan

Bab 3

Tak terasa sudah dua bulan Ciu San bertahan hidup di jurang tersebut. Untuk bertahan hidup dia harus memakan hewan-hewan kecil yang lewat di depannya. Hewan-hewan itu diantaranya cacing, kecoa, kelabang ulat kaki seribu bahkan semut pun ia makan. Dan minum pun ia ambil dari genangan hujan yang berada di depannya.

Hewan-hewan kecil itu pun juga ada yang beracun sehingga menyebabkan Ciu San kadang-kadang tak sadarkan diri hingga beberapa hari lamanya.

Akhirnya ia merasa sudah tidak kuat lagi. Dan ia pun berteriak, “Ayah! Ibu! Tian! Jika kalian mendengarkanku, tolong bebaskan dan lepaskan penderitaanku ini. Aku sudah tidak kuat lagi!”

Pada saat itu juga penglihatannya menjadi rabun. Ia tidak dapat melihat apa-apa lagi. Ia pikir waktunya sudah tiba untuk pulang menghadap raja Gulong raja Akhirat.

Pada saat itu dari langit entah dari mana datangnya. Tiba-tiba saja sebuah benda jatuh menimpa tubuh Ciu San. Dan ia sempat membuka matanya sejenak. Kedua tangannya menyentuh benda itu.

Ternyata benda itu adalah sebuah mata.

Ciu San sempat terkejut melihat ada mata di tangannya. Lalu ia pun buru-buru melepas mata itu, ternyata ia tidak bisa. Bersamaan dengan itu ia merasakan seluruh tubuhnya sakit semua. Sebelum kembali tak sadarkan diri ia sempat berpikir, itulah akhir hidupnya.

Di saat ia tak sadarkan diri justru ia mendapatkan penglihatan. Penglihatan itu adalah jurus-jurus yang tidak ia kenal. Tadinya ia tidak mau mengikuti bayangan yang muncul.

Ia mendengar suara dari bayangan tersebut, “Lakukanlah sesuai dengan apa yang kamu lihat. Dan kamu pasti akan sembuh.”

Rupanya Ciu San mau mengikuti juga gerakan yang muncul di dalam alam bawah sadarnya. Dan ia terkejut ketika ia merasakan seluruh urat nadi dan saraf yang tadinya putus, kini perlahan-lahan mulai kembali menyatu sesuai dengan jalurnya.

Pada saat ia sedang konsentrasi ia merasakan ada yang datang mendekati. Tetapi ia tidak dapat membuka matanya.

Ternyata yang datang adalah enam orang tua yang tampaknya tidak biasa.

Mereka datang ke tempat itu karena mendengar suara jeritan beberapa kali dari bawah jurang. Ternyata suara itu dikeluarkan oleh Ciu San yang ketika merasakan nadi nya kembali ke tempat semula membuat ia harus merasakan sakit yang luar biasa.

Begitu mereka tiba di tempat, ke enam orang itu lantas tertawa gembira ketika melihat bola mata tersebut, salah satu dari mereka bergegas mengambil bola mata itu.

Mendengar suara tawa mereka, pemuda itu hanya dapat kembali berdoa, “Sekiranya Tian masih menghendaki saya hidup, kiranya usir orang-orang itu dari sini.”

Salah seorang dari ke enam orang itu, setelah yang lainnya berhasil mengambil bola mata tersebut berkata, “Kita bunuh saja pemuda itu!” tetapi

Balas yang lain, suaranya seperti seorang perempuan, “Janganlah kamu membunuhnya. Sepertinya dia dalam keadaan sekarat. Paling nanti mati sendiri.”

Keenam orang itu ternyata berjuluk enam datuk dari segala penjuru. Karena dahulunya mereka terkenal dengan kekejaman nya di seluruh penjuru dunia.

Kini sepertinya mereka bersatu padu untuk mendapatkan bola mata itu.

Mereka pun bersepakat untuk memasak bola mata itu, lalu setelah matang mereka memakannya. Dengan demikian mereka pikir lebih afdol untuk meningkatkan kemampuan mereka.

Dengan tenang dan perlahan-lahan keenam datuk sesat menikmati mata itu, karena Ciu San belum sadar juga.

Keenam datuk itu adalah, datuk barat yang memiliki jurus laba-laba beracun. Ia dapat membunuh musuh-musuhnya dengan jerat jaring-jaring tipis yang ia buat. Kemudian datuk utara yang memiliki jurus kuku beracun. Dengan kuku-kukunya yang dapat terbang lepas dari jari-jarinya bisa membunuh semua musuh.

Lalu ada datuk timur. Ia memiliki jurus udara beracun yang ia keluarkan melalui mulutnya. Kemudian ada datuk selatan yang memiliki jurus rambut beracun. Semua ujung-ujung rambutnya dapat terbang seperti pisau dan sangat tajam dan berbisa. Dia seorang perempuan.

Setelah itu ada datuk suami istri. Keduanya terkenal dengan jurus kelabang seribu racun. Dengan meminum darah kelabang dan memakan dagingnya yang beracun ia dapat bergerak cepat ke segala arah. Gerakannya cepat seperti memiliki seribu tangan dan kaki.

Kini di tambah dengan memakan bola mata milik si Dewa Tata surya, mereka pikir kemampuan mereka akan semakin meningkat pula. Bahkan mereka kira akan menguasai seluruh dunia.

Selesai menikmati, keenam datuk itu memperhatikan tubuh Ciu San yang masih tak sadarkan diri.

Mereka saling pandang satu sama lain. Dan bersamaan dengan itu keenam datuk tersebut melepaskan tenaga mereka yang semakin beracun ke arah Ciu San.

Pada saat itu juga kebetulan sekali Ciu San membuka matanya dan dengan cepat dan sigap ia pun mengeluarkan jurus andalan keluarganya yaitu jurus delapan telapak tangan yang di segani oleh golongan putih maupun hitam.

Gerakannya sangat cepat dan tenaganya juga luar biasa sehingga terjadilah bentrokan tenaga antara Ciu San sendiri dengan ke-6 datuk sesaat yang sudah malang melintang di dunia persilatan bahkan boleh di katakan sudah tidak ada lawan lagi.

Betapa terkejutnya ke-6 datuk itu ketika merasakan tenaga yang di keluarkan oleh si pemuda seorang diri.

Tubuh ke-6 orang datuk itu ter-pental hingga empat langkah dan semuanya menubruk dinding bangunan yang berada tepat di belakang mereka.

Tetapi karena mereka berenam adalah para datuk sesaat tidak membuat mereka sampai celaka. Apa lagi membuat mereka muntah darah.

Keenam datuk itu pun tidak terluka sama sekali karena menubruk tembok di belakangnya.

Si datuk dari barat memuji pemuda itu, “Sungguh hebat! Masih muda, tetapi kemampuan mu menyamakan kami semua.”

Ucap si datuk timur, “Sayangnya kamu bertemu langsung dengan kami berenam. Jadi jangan harap kamu dapat pergi dari sini dalam keadaan hidup-hidup!”

Mendengar ucapan itu, para datuk yang lain tertawa-tawa mendengarnya.

Mereka terlihat sangat percaya diri sekali kalau mereka dapat membunuh pemuda yang berada di hadapannya itu.

Ciu San bangkit berdiri. Dan keenam datuk itu pun bangkit berdiri.

Ucap si pemuda itu, “Sepertinya kalian adalah para orang gagah yang sudah mengasingkan diri. Ada hal apakah yang membuat tiba-tiba kalian semua keluar dari sarang?”

Mendengar ucapan itu, sang suami dari datuk kelabang seribu racun yang menjawab, “Anak muda! Sepertinya kamu tidak tahu sama sekali tentang bola mata itu ya. Atau kamu pura-pura tidak tahu.”

Istrinya yang menambahkan, “Padahal bola mata itu berada dekat sekali denganmu. Tapi sayangnya kamu terlihat tidak sadarkan diri hingga kami beradu tenaga barusan denganmu.”

Mendengar ucapan itu, si pemuda terkejut dan ia teringat kembali apa yang baru saja terjadi ketika ia dalam keadaan tidak sadar menyentuh bola mata tersebut yang membuatnya kembali hidup. Dalam hati ia berkata, “Terima kasih bola mata. Engkau telah membuat aku pulih kembali. Bahkan lebih kuat berkali-kali lipat dari sebelum ini.”

Ciu San segera berkata, “Oh itu ya!” sambil tangannya menggaruk kepala. Tambahnya lagi, “Sepertinya kalian berenam sudah hebat. Kenapa membutuhkan bola mata itu lagi. Dan kemanakah bola mata itu?”

Keenam orang itu mengelus perutnya masing-masing.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel A Thousand Tears of Sword
8.8
Di benua terkutuk yang penuh penindasan dan perdagangan manusia, dewa mengutus Dewi Kematian untuk menegakkan keadilan. Sialnya, sebuah insiden saat turun ke bumi melenyapkan seluruh kekuatannya. Ia justru bereinkarnasi sebagai gadis kecil bernama Hua Hua. Tanpa kekuatan dewa yang tersisa, mampukah ia menuntaskan misi sucinya untuk menyelamatkan mereka yang tertindas di tengah neraka dunia ini?
Sampul Novel Jasper dan Misteri Sang Raja Kerajaan Almekia
8.7
Di Almekia, kerajaan futuristik yang dikuasai seorang ratu, Pangeran Jasper menyimpan rasa penasaran mendalam tentang mendiang ayahnya. Identitas sang raja sengaja dirahasiakan rapat oleh pihak istana. Demi mengungkap kebenaran, Jasper bersama Diamond, Zircon, dan Opal nekat melanggar hukum kerajaan. Meski kini berstatus buronan dan menghadapi berbagai bahaya, mereka terus berjuang menembus misteri besar yang menyelimuti Almekia.
Sampul Novel Misteri Mata Air Kembar Yang Tak Pernah Kering
9.2
Mata air kembar di Kampung Serigi tak pernah kering dan menjadi penyelamat warga saat kemarau. Namun, di balik keajaiban pancuran bambu tersebut, tersimpan misteri kelam dan pantangan yang sangat ketat. Siapa pun yang berani melanggar aturan akan didatangi oleh entitas gaib penjaga tempat sakral itu. Kini, teror mistis terus membayangi penduduk lokal dan pendatang, mengubah ketenangan sumber air legendaris ini menjadi ancaman nyata yang mencekam.
Sampul Novel Not A Perfect Marriage
9.5
Ivy Marionet menjalani pernikahan rumit yang penuh rahasia dengan seorang ksatria kerajaan. Ia harus berjuang keras demi menyembunyikan identitas aslinya yang misterius. Keadaan kian genting saat campur tangan Putra Mahkota Winter membuat Ivy terancam hukuman mati di tangan suaminya sendiri. Siapa sebenarnya sosok Ivy? Di tengah intrik dan bahaya yang mengintai, mampukah ia mengungkap kebenaran sekaligus menyelamatkan diri dari eksekusi yang membayangi hidupnya?
Sampul Novel Persembahan Untuk Sang Kirin
9.3
Kehidupan bahagia seorang putri kaya dan pemilik gym hancur dalam sekejap. Setelah dua bulan diabaikan suaminya, ia dikepung lima pria di gym miliknya sendiri. Tiga hari kemudian, ia disiksa, dirantai, dan dipaksa merangkak untuk dipersembahkan kepada kirin. Sepuluh bulan pasca-persembahan tersebut, para penculiknya mengincar pil keabadian yang mampu memberikan kemudaan serta hidup abadi bagi pria.
Sampul Novel Reinkarnasi ke Zaman Ajaib
8.7
Setelah tewas dibakar oleh adiknya yang cemburu, sang protagonis terbangun kembali di hari pernikahan antara manusia dan binatang. Di kehidupan lalu, ia melahirkan pewaris aliansi dari Klan Serigala, sementara adiknya menderita bersama Klan Rubah. Kini, sang adik yang juga bereinkarnasi langsung merebut Jati Jatmiko, putra sulung Klan Serigala yang kejam. Tanpa disadari adiknya, keputusan itu justru menjadi awal dari petaka baru, sementara sang protagonis siap mengambil jalan berbeda dalam takdir teranyar ini.