APKDock Logo
Sampul Novel SILUMAN HARIMAU

SILUMAN HARIMAU

8.1 / 10.0
Zola terkejut saat mengetahui dirinya mewarisi darah siluman harimau yang mengerikan. Rahasia kelam ini berasal dari perjanjian mistis sang kakek di Kalimantan Barat pada masa lalu. Kutukan itu bangkit karena Zola melanggar pantangan dengan berhubungan intim bersama orang luar, padahal keturunannya wajib berpasangan dengan sesama sedarah. Kini, Zola dan kekasihnya, Arman, harus berjuang keras memutus ikatan gaib tersebut agar bisa kembali menjalani kehidupan yang normal.

SILUMAN HARIMAU Bab 1

Awan hitam bergulung gulung berarak dari barat menuju timur memayungi desa Air Durian. Sesekali kilat menyambar nyambar bagai cambuk api membelah cakrawala dan memancarkan pijar sesaat.

Zola mempercepat langkahnya menuju rumah dinas mantri Arman. Andai saja belum jauh dari rumah, tentu Zola kembali pulang mengurungkan niatnya mengantarkan makanan atas suruhan nenek. 

Apa yang dikhawatirkan akhirnya terjadi, hujan deras turun tiba tiba disertai angin tepat saat Zola memasuki halaman rumah dinas mantri Arman.

Mantri Arman panik begitu membukakan pintu dan melihat Zola basah kuyup.

"Ayo masuk, masuk. Kenapa tau mau hujan gini nekat kemari," gerutu Arman.

"Disuruh nenek," jawab Zola seraya menggigil kedinginan.

"Buruan mandi, aku siapkan gantinya."

Zola berjingkat jingkat kekamar mandi sementara Arman mengambil sarung dan kaosnya karena ia tidak punya pakaian wanita. 

Usai mandi Zola duduk di kursi mengangkat kedua kakinya sambil menyeka perut dan telapak kaki dengan teh panas yang baru saja disedu Arman.

"Ini apa lagi?" tanya Arman seraya membuka rantang plastik yang dibawa Zola dari neneknya.

"Rendang daging rusa. Minggu kemarin paman Nusui berburu dapat rusa dan babi. Nenek beli tiga kilo daging rusa."

"Babinya?"

"Dijual paman Nusui

ke kampung."

"Kirain dipotong disini juga."

Arman mengambil piring dan gelas kosong untuk mereka berdua. 

"Ayo, kebetulan aku belum makan juga," kata Arman sambil menyodorkan piring untuk Zola.

"Belum makan atau tidak ada yang dimakan?" tanya Zola.

Ia tau hari hari Arman sering makan mie instan kadang ikan kaleng. 

Arman bermaksud mencubit pipi Zola, namun urung. Ia menahan nafas, menelan ludah demi melihat tonjolan di dada Zola yang menyembul. Arman baru menyadari kalau Zola tidak mengenakan bra, sementara kaos Ilham yang dipakainya tipis transparan. 

Setelah makan berdua, Arman melanjutkan menulis laporan dengan laptop, sedangkan Zola duduk bersedengku disampingnya.

"Bilang nenek, nggak usah sering sering kirim makanan, nggak enak diliat orang."

"Jangan pedulikan orang mas, lagian siapa yang berani menegur mas Arman kalau mereka tau itu dari nenek."

Arman terdiam. Sejak ia ditugaskan didesa terpencil tersebut enam bulan lalu sebagai tenaga medis, Ia sudah mengalami banyak kejanggalan. Seperti kasus yang dialami neneknya Zola.

Nenek Zola yang sakit saat itu hanya ditangani dukun lokal dengan pengobatan tradisional yang melibatkan unsur mistis. Menurut keterangan sang dukun, nenek Zola terkena wisa, atau barang kiriman yang sudah dibuang oleh pengirimnya. 

Setelah dipaksa Nusui agar nenek berobat pada mantri Arman, penyakit yang diderita nenek berangsur angsur sembuh, setidaknya setelah minum obat dari Arman, nyeri dilambungnya berkurang. Ternyata nenek hanya mengalami mag, hingga asam lambungnya sering naik.

Sejak saat itu nenek merasa berhutang budi pada mantri Arman, padahal itu memang kewajiban ditugaskan disitu. Sebagai tanda terimakasihnya nenek sering mengirim makanan mau pun buah buahan untuk Arman.

Karena seringnya nenek menyuruh Zola mengirim makanan untuk Arman, tanpa disadari tumbuh benih benih cinta antara Arman dan Zola.

Arman hampir melupakan kalau dirinya seorang mantri kesehatan sedangkan Zola hanya gadis dusun di pedalaman Kalimantan yang hanya tamatan sekolah dasar. Tapi karena benih cinta sudah terlanjur ditabur, status pendidikan itu pun terabaikan.

Arman terkejut, Zola hampir terjatuh dari kursi karena mengantuk.

"Tidur di kamar sana, nanti kalau hujan sudah reda aku bangunkan,"kata Arman.

Zola berjalan gontai masuk kamar. Arman kembali melanjutkan menulis laporannya sedikit lagi. Sesekali ia melirik jam dinding, sudah jam enam, namun hujan belum juga reda.

Selesai menulis laporan dan langsung dikirim ke dinas kesehatan Ketapang via email, ia bangkit. Berjalan kearah pintu, menyibakkan korden jendela melihat halaman. 

Halaman nyaris tergenang air akibat lebatnya hujan. Sesekali masih terdengar petir menggelegar menggetarkan kaca jendela. Konon bila hujan disertai petir sampai menyambar nyambar

hingga ketanah, pertanda kalau di bawah tanah tersebut mengandung mineral sejenis biji besi dan sejenisnya.

Arman mulai gelisah manakala hari mulai senja, namun hujan belum juga reda. Tentu nenek dirumah mengkhawatirkan Zola. Tapi bagaimana musti mengantarnya pulang sedangkan Ilham tidak punya payung atau mantel hujan. Memaksanya pulang dalam keadaan seperti ini tidak mungkin sementara pakaiannya sudah basah dan ia hanya mengenakan kain sarung serta kaos tipis miliknya.

Arman mondar mandir diruang tamu berharap hujan segera reda. Diluar hari sudah gelap. Ia melihat dari ventilasi kamar lampu belum dinyalakan. Rupanya Zola benar benar tertidur pulas.

Sekitar pukul sembilan Arman mengantuk, ia masuk kamar langsung menyalakan lampu. Begitu melihat posisi tidur Zola yang berantakan, darah Arman berdesir hingga keubun ubun. Kain sarung yang dikenakan Zola tersingkap hingga diatas perut, sedangkan ia tidak mengenakan celana dalam hanya sarung dan kaos.

Jantung Arman berdebar debar seketika. Nafas memburu tak beraturan, dengan tangan gemetar ia menarik selimut untuk menutupi tubuh Zola yang membangkitkan hasrat. Namun Ilham masih dapat mengendalikan diri mengingat siapa dirinya disitu dan untuk apa pemerintah daerah mengirimnya kesitu. 

Ketika Arman menarik selimut untuk menutupi tubuh Zola, ia terkejut Zola reflek menangkap tangannya dan menarik Arman hingga jatuh tersungkur menindih Zola, wajah mereka nyaris beradu.

Zola menahan bahu Arman saat ia hendak bangkit, selanjutnya ia pasrah dengan memejamkan mata. Kali ini pertahanan Arman rontok seiring bergejolaknya hasrat jiwa yang  menggelegak.

Arman melumat bibir Zola, leher dan kedua puting yang masih putih. Tidak puas sampai disitu, lidahnya terus mengembara hingga menemukan lembah nun jauh disana dan mengacaunya membuat Zola menggelinjang seraya mendesah panjang.

Saat Arman membenamkan kejantanannya dan mulai mengayun pinggulnya maju mundur, Zola mengerang menikmati kejantanan Arman yang luar biasa.

Sementara diluar hujan mulai reda. Rintik hujan yang menimpa genteng seng rumah dinas menimbulkan suara laksana simponi yang mengiringi kebersamaan mereka. Suara itu makin sempurna ditimpal desah nafas dan rintihan birahi Zola. Arman sudah tidak kuasa lagi mengendalikan diri, ia semakin bergairah mendengar desah dan rintihan Zola.

Ketika Zola merasa diambang klimak, ia mendorong tubuh Arman untuk bertukar posisi. Beberapa saat berselang Zola menggelinjang mendapatkan klimaknya,bersamaan dengan itu sedikit demi sedikit tubuhnya berubah menjadi wujud harimau.

Arman lemas lunglai tak berdaya. Keringat dingin membanjiri sekujur tubuh. Ia memejamkan mata rapat rapat saat sosok harimau tersebut membuka mulut lebar lebar, sepasang gigi taringnya yang runcing menyembul siap merobek robek tubuh Ilham.

Arman bangkit, duduk bersedengku disudut ranjang dengan gemetar ketika harimau tersebut meninggalkannya keluar kamar menuju pintu belakang. Mulut Arman kelu tak kuasa berkata apa apa. Jangankan berteriak minta tolong, membuka mulut saja tidak bisa. 

Dari belakang terdengar suara ayam panik, kemudian senyap. Arman yang mulai tenang tiba tiba terkejut, gemetaran begitu Zola kembali ke kamar dalam keadaan telanjang bulat dengan wujud aslinya. Dari sudut bibirnya masih tersisa darah dan bulu bulu ayam. 

"Maaf mas, saya bisa jelaskan ini," kata Zola sambil meraih kain sarung dan mengenakannya kembali bersama kaos Arman.

Arman diam tak bergeming, tubuhnya masih gemetar. Zola menuangkan air putih untuk Arman kemudian duduk dibibir ranjang. Tertunduk sedih. 

"Apa yang terjadi dengan dirimu, kenapa semua ini bisa terjadi?" tanya Arman memberanikan diri melihat Zola menunduk sedih memikirkan nasib dirinya.

"Semua ini gara gara kakek. Aku ikut menanggung akibatnya," kata Zola mulai terisak.

"Kenapa dengan kakek, apa yang ia lakukan sehingga kamu begini."

Zola bercerita bahwa dulu kakeknya adalah seorang tumenggung di kerajaan Manis Mata, namanya tumenggung Wira. Saat kerajaan Manis Mata diserang oleh laskar kyai Gede dari Kotawaringin, kakek dan Mirah adiknya melarikan diri ke hutan.

Dalam pelariannya kakek dan Mirah bertemu dengan Datuk Poleng penguasa hutan. Mereka bertempur, namun kakek kalah. Sebagai hukuman atas kekalahannya kakek diminta menikahi Serunai anak Datuk Poleng.

Kakek hidup tenang bersama Serunai dan Mirah di tengah hutan, namun dalam pandangan kakek dan Mirah, mereka hidup disebuah rumah mewah.

Suatu malam tanpa sengaja Mirah memergoki Wira dan Serunai tengah berhubungan intim di kamarnya, kebetulan kama Wira tidak terkunci dan sedikit terbuka.

Mirah gemetar, nafas terputus putus, jantung berdebar debar. Reaksi Mirah bukan karena melihat adegan panas yang dilakukan mereka berdua, tapi karena Wira kakaknya bersetubuh dengan harimau.

Beberapa hari berselang Mirah baru tau kalau ternyata kyai Poleng dan Serunai adalah siluman harimau.

Lanjut Membaca

Daftar Isi SILUMAN HARIMAU

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel CINTA DI MUSIM SEMI
8.0
Kisah romansa modern ini mengikuti perjalanan emosional David dan Arina dalam menemukan kebahagiaan sejati. Di tengah keindahan bunga musim semi yang bermekaran, keduanya belajar saling memahami dan mengisi kekosongan hati masing-masing. Hubungan mereka pun tumbuh dengan indah seiring waktu, membuktikan bahwa satu musim yang singkat mampu menyatukan dua jiwa dalam sebuah ikatan cinta yang tulus serta sangat mendalam bagi mereka berdua.
Sampul Novel Dewa Itu Adalah Patungku
8.6
Melinda kecil membawa pulang patung beruang yang ia temukan di jalan tanpa tahu rahasia di baliknya. Benda mati itu sebenarnya adalah wujud lain dari seorang pria muda yang sangat kuat. Melinda terus merawatnya dengan tulus hingga ia tumbuh dewasa menjadi wanita yang menawan. Keadaan mulai berubah saat ketegangan melanda hubungan mereka yang tidak biasa ini. Akankah kisah cinta unik antara manusia biasa dan sang dewa dapat bersatu dalam kebahagiaan?
Sampul Novel Gadis 100 juta (fatamorgana)
9.6
Demi menebus adiknya yang diculik, Daiva Gayatri Maheswari terpaksa menjual kesuciannya kepada Keyko Khayang Gumelar seharga 100 juta rupiah. Namun, takdir membawanya bertemu Damian, seorang duda tampan, di sebuah supermarket tanpa sengaja. Kini, Daiva berada di persimpangan asmara saat kedua pria itu mulai memperebutkan cintanya. Siapakah yang akan Daiva pilih sebagai pendamping hidupnya di tengah bayang-bayang masa lalu yang kelam?
Sampul Novel Kelahiranku, Kematian Ibuku, Dan Kebencian Ayahku
8.1
Setelah disiksa hingga tewas oleh penculik demi melindungi ayahnya, seorang gadis malang harus menerima kenyataan pahit bahwa ayahnya justru sibuk merayakan ulang tahun putri adopsinya. Panggilan telepon terakhirnya diabaikan dengan penuh kebencian. Keesokan harinya, jenazahnya ditemukan di depan kantor polisi dalam kondisi mengenaskan. Ironisnya, sang ayah yang bekerja sebagai ahli forensik memimpin langsung proses otopsi jasad putrinya sendiri tanpa menyadari identitas korban yang sangat ia benci.
Sampul Novel Misteri matinya teman-temanku
8.6
Satu per satu orang terdekatku, mulai dari sahabat, kerabat, hingga musuh masa lalu, tewas mengenaskan. Pelaku pembunuhan berantai ini sangat rapi menyembunyikan bukti, membuat sosoknya tak terdeteksi. Di tengah pusaran misteri yang mencekam ini, daftar korban terus bertambah panjang. Kini, bahaya besar mulai mengancam nyawaku sendiri. Aku yang terjebak di pusaran teror ini harus menghadapi kenyataan bahwa maut sedang mengincar dari kegelapan.
Sampul Novel SUAMI JANTANKU
9.6
Pernikahan kilat tak terduga kini mengikat Brian dan Thalita Teja Kusuma. Demi memenangkan tender proyek resort besar di Bali, Brian terpaksa mencari istri kontrak. Di sisi lain, Thalita justru terjebak skandal satu malam bersama rival bisnis kakaknya. Dua gadis muda ini sekarang harus mengarungi bahtera rumah tangga dengan para pria dewasa yang perkasa. Akankah cinta sejati tumbuh di antara mereka, ataukah hubungan ini akan kandas begitu ambisi bisnis masing-masing terpenuhi?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan