
Siasat Cinta Pertama Suamiku
Bab 3
Aku hanya berpura-pura tidak melihatnya. Setelah mengambil barang-barangku, aku pun berbalik dan pergi.
Sebelum pergi, aku menatap Januar. "Besok kita pergi ke kantor sipil untuk mendaftar. Setelah masa tenang cerai berlalu, kita ajukan perceraian."
Januar menatapku dengan nanar, tetapi tidak mengatakan apa pun.
Keesokan paginya, aku membuat janji untuk perawatan diri dan menyewa penata rias untuk mendandani wajahku.
Aku juga meminta dua model pria dari toko teman untuk menemaniku.
Sesampainya di kantor sipil, Januar juga telah datang. Dia bahkan mengajak Liora bersamanya.
Aku mengira dia tidak berani datang.
Saat melihatku, Liora lebih dulu membuka mulut. "Kakak Ipar, aku kira kamu akan sedih setelah bercerai dengan Kak Januar. Tak disangka, kamu akan secepat ini ...."
Sorot mata Januar yang mulanya ragu-ragu berubah menjadi tegas saat melihat pria di belakangku. "Hazel, aku nggak sangka kamu ternyata orang seperti ini. Nggak peduli cara apa pun yang kamu gunakan kali ini, aku nggak akan memaafkanmu lagi. Aku jijik padamu."
"Jangan banyak omong. Sepertinya di sini ada orang yang membawa energi negatif yang kuat, jadi aku membawa dua orang untuk melawan energi negatif itu."
Aku sengaja menatap Liora. Seakan memahami sindiranku, dia langsung memelototiku.
Aku kembali memandang Januar. "Lagi pula, kamu juga bukan laki-laki sejati lagi."
Januar tidak mengatakan apa-apa. Sebaliknya, Liora berkata, "Jangan banyak omong lagi. Bukankah ini hanya akal-akalanmu untuk menunda waktu dan nggak ingin menjalani formalitas?"
Aku melirik Liora sekilas, lalu berbalik dan memasuki gerbang kantor sipil.
Kami berdua memutuskan untuk tidak menjalani mediasi.
Namun, kemunculan kami menarik banyak perhatian.
Bagaimanapun, aku diikuti oleh dua pria tampan, sedangkan Januar dikuti oleh Liora. Kombinasi ini memang terlihat aneh.
Selesai mendaftar, aku bergegas keluar.
Januar menghentikanku. "Hazel, aku akan beri kamu satu kesempatan terakhir untuk minta maaf kepada Liora. Masih belum terlambat bagimu untuk menyesalinya sekarang."
Ekspresi Liora tiba-tiba berubah. Dia hanya menatap Januar, tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Aku tertegun. Kenapa Januar berulang kali mengatakan ingin memberiku kesempatan?
"Nggak perlu. Aku jijik, nggak mau."
"Kamu …."
Aku berbalik dan membawa dua model pria masuk ke dalam mobil. Tanpa peduli dengan ekspresi marah di wajah Liora dan Januar.
Setelah menyelesaikan pendaftaran, aku juga merasa lega.
Aku segera memesan tiket ke luar negeri untuk bersenang-senang.
Sejak bersama dengan Januar, aku belum pernah punya waktu untuk bersantai seperti sekarang ini.
Aku selalu harus menjaga emosinya karena takut perkataanku membuatnya tidak senang dan dia akan kehilangan kesabaran.
Sebulan kemudian, aku baru kembali ke Kota Adalon tepat waktu.
Aku menelepon sahabatku dan mengajaknya keluar makan. Kemudian, memberitahunya tentang rencanaku untuk bercerai.
Tak disangka, mata sahabatku langsung berbinar mendengar itu. Dia menepuk pundakku. "Akhirnya kamu berpikir terbuka juga. Aku sudah lama muak dengan Januar, si bajingan itu. Kalau bukan karena kamu begitu menyukainya waktu itu, aku pasti sudah menjelek-jelekkannya."
Aku tersenyum. "Mulai sekarang, kamu sudah bisa menjelek-jelekkannya. Aku nggak akan peduli lagi."
Aku menceritakan apa yang telah dilakukan Januar selama periode ini kepada sahabatku. Saking emosinya, sahabatku langsung membanting meja.
"Aku belum pernah bertemu dengan bajingan seperti itu."
"Begini saja, kita harus membuatnya kesal. Siapa suruh dia berani meremehkan Hazel. Kita harus membuatnya menyesal setengah mati."
Rencana balas dendam yang disebut sahabatku hanya sebuah pengumuman resmi pacaran di instagram. Dia akan berpura-pura menjadi pacar sementaraku.
Aku sudah tidak peduli dengan Januar, apalagi membuatnya marah. Aku tidak tertarik melakukannya.
Namun melihat sahabatku begitu bersemangat, aku pun membiarkannya begitu saja saja.
Keesokan harinya, aku datang ke kantor sipil tepat waktu.
Saat Januar melihatku, dia langsung mencekik leherku dengan mata memerah. "Hazel, apa kamu selingkuh? Siapa pria yang kamu unggah di instagram-mu itu?"
Anda Mungkin Juga Suka





