APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Si Pembantu Manis dan Sang Miliuner

Si Pembantu Manis dan Sang Miliuner

Loana terjebak di antara kesederhanaan desa dan kemegahan rumah majikan ibunya. Takdir mempertemukannya dengan Mihai, putra pemilik rumah yang terbebani tuntutan keluarga. Benih cinta pun tumbuh di tengah jurang perbedaan kasta dan rahasia kelam. Saat masa depan mereka terancam hancur, Loana dihadapkan pada pilihan sulit: memperjuangkan cinta berisiko tinggi atau menyerah pada tuntutan sosial dan nasihat ibunya. Sebuah kisah penuh pengorbanan emosional.
Bab
Bagikan

Bab 1

Loana menggertakkan giginya dan mengencangkan syalnya di lehernya saat tetesan hujan menyengat wajahnya. Adik laki-lakinya, Vlad, ada di rumah, demam dan lemah, dan dia tidak bisa meninggalkannya sendirian. Meskipun ibunya telah bekerja sebagai pelayan di rumah besar Lord Ionescu sepanjang pagi, Loana tahu dia tidak bisa menunggu lebih lama lagi. Anak itu membutuhkan perawatan, dan ibunya tidak akan pernah pulang tepat waktu.

Dengan perasaan cemas di perutnya, Loana mempercepat langkahnya. Dia tahu itu berisiko, tetapi dia tidak bisa membiarkan adiknya menderita tanpa bantuan. Dari jalan, dia melihat rumah besar itu, fasad batunya yang megah dan jendela-jendela yang ditutupi tirai beludru merah, cerminan kekayaan yang tampaknya hanya dapat dijangkau oleh segelintir orang. Meskipun ibunya telah bekerja di sana selama bertahun-tahun, rumah besar itu tetap menjadi dunia yang asing baginya, dunia yang penuh rahasia dan aturan yang tak terucapkan.

Sesampainya di ujung jalan menuju rumah besar itu, Loana melirik cepat ke belakang, memastikan tidak ada yang melihatnya. Ia berbelok ke lorong kecil yang ditutupi tanaman rambat, tempat para pelayan datang dan pergi tanpa terlihat oleh para bangsawan keluarga itu. Ini adalah satu-satunya aksesnya, satu-satunya tempat di mana ia tidak boleh terlihat. Ia masuk dengan hati-hati, menarik napas dalam-dalam, dan menyelinap menyusuri koridor layanan yang sempit, merasakan kelembapan dinding di jari-jarinya.

Suara langkah kakinya ditelan kegelapan. Setiap sudut koridor, yang dipenuhi potret antik dan patung marmer, seolah membisikkan kisah-kisah terlupakan tentang keluarga Ionescu. Loana bergerak maju, jantungnya berdebar kencang, percaya bahwa ibunya tidak akan jauh di belakangnya. Tetapi saat ia melewati salah satu pintu, sebuah tawa bergema di udara.

Loana berhenti mendadak. Ia mengenali suara itu. Itu Mihai, putra pemilik rumah besar itu, pewaris muda keluarga Ionescu. Loana mengepalkan tinjunya, takut ia telah mendengarnya, dan mencoba bergerak lebih diam-diam, tetapi saat ia melangkah mundur, ia tersandung vas yang jatuh ke lantai. Suara itu bergema di lorong, dan sedetik kemudian, Loana merasakan kehadiran Mihai di belakangnya.

"Apa yang kita temukan di sini?" kata Mihai sambil tersenyum mengejek. Loana berbalik dan melihatnya berdiri di ambang pintu, matanya yang gelap menatapnya dengan campuran kejutan dan geli.

Tak mampu menyembunyikan rasa malunya, Loana mencoba meminta maaf dengan cepat, suaranya bergetar:

"Maaf, saya tidak bermaksud... Saya tidak bermaksud membuat masalah. Saya hanya mencari ibu saya; dia ada di kamar mandi." Mihai menatapnya, wajahnya menunjukkan campuran kejengkelan dan geli. Sikap arogannya, yang telah Loana lihat berkali-kali dari tempatnya berdiri di jalan, terlihat jelas. Loana merasa wajahnya memerah di bawah tatapan Mihai. Perbedaan kelas terlihat jelas dari fakta sederhana bahwa dia bahkan tidak mengenalinya sebagai seseorang dari dunianya sendiri. Dia, pelayan, wanita muda yang hanya berhak hidup di pinggiran dunia mewah rumah besar itu.

"Apa yang kau lakukan di sini?" tanyanya, nadanya tidak menyisakan ruang untuk keraguan: dia tidak terbiasa dengan seseorang dengan status seperti dirinya berbicara kepadanya seperti itu. "Apakah ibumu mengizinkanmu masuk tanpa izin?" Loana menunduk, malu. Dia tidak ingin mengakui kebenaran, tetapi dia juga tidak ingin berbohong. Dia tidak punya pilihan selain menjawab.

"Aku tidak ingin merepotkan siapa pun... saudaraku sakit, dan aku tidak bisa menunggu lebih lama lagi." Mihai mengerutkan kening, jelas tertarik, tetapi ekspresinya segera berubah menjadi campuran kejengkelan dan rasa ingin tahu yang tidak bisa dia sembunyikan.

"Saudaramu sakit?" ulangnya, seolah-olah itu informasi yang tidak relevan. "Dan mengapa kau tidak membawanya ke dokter? Bukan tugas seorang pelayan untuk merawatnya." Loana mengatupkan bibirnya, merasakan beratnya kata-kata dan penghinaannya. Dia tidak mengatakan apa pun lagi, tetapi jantungnya berdebar kencang, amarah yang terpendam bergejolak di dalam dirinya. Dia tahu betul bagaimana dunia itu bekerja. Orang-orang seperti Mihai menganggap masalah orang-orang seperti dirinya tidak penting. Baginya, dia hanyalah bayangan, yang dilewati tanpa disadari.

Ia mencoba mundur selangkah, untuk menghindari percakapan yang canggung dan berhenti menambah rasa malu yang dirasakannya, tetapi Mihai menghentikannya, mengangkat tangannya.

"Tunggu," katanya, hampir pelan, seolah sesuatu tiba-tiba berubah dalam dirinya. Loana menatapnya dengan hati-hati, tidak mengerti.

"Kau mau pergi ke mana?" tanyanya, sekarang lebih serius, dan tanpa menunggu jawaban, ia melangkah mendekatinya. Matanya bersinar dengan campuran sikap menantang dan sesuatu yang tidak bisa Loana pahami, secercah rasa ingin tahu.

Loana menatapnya, napasnya semakin cepat. Ia tidak tahu bagaimana harus menjawab. Ia ingin melarikan diri, tetapi pada saat yang sama, sesuatu di dalam dirinya menolak untuk pergi.

Keheningan yang berat menyelimuti udara di antara mereka, seolah-olah dunia rumah besar itu dan dunia Loana bertabrakan di lorong kecil dan gelap itu. Dan, terlepas dari segala sesuatu yang memisahkan mereka, sesuatu yang tak dapat dijelaskan menghubungkan mereka secara tak terhindarkan.

Pada saat itu, Mihai berbicara lagi, tetapi kali ini dengan sesuatu yang lebih dekat dengan rasa ingin tahu yang tulus daripada kesombongannya yang biasa:

"Kau seharusnya tidak berada di sini. Ini tidak aman untukmu. Ayo, aku akan membawamu untuk mencari ibumu." Loana ragu-ragu, tetapi, melihat kelembutan yang aneh dalam nada suaranya, dia menerima tawarannya tanpa memikirkan konsekuensinya. Meskipun jantungnya berdebar kencang, dia membiarkan Mihai memimpin jalan, tanpa menyadari bahwa pertemuan yang tak terduga dan canggung ini akan menjadi awal dari sesuatu yang jauh lebih besar, cinta terlarang yang akan selamanya mengubah hidup mereka.

Dan di lorong gelap itu, dengan bayangan rumah besar itu membentang di sekitar mereka, Loana dan Mihai mengambil langkah pertama mereka menuju takdir yang tidak pasti.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Bukan Aku Yang Menjebakmu
8.8
Nadira Almeira, sekretaris bersahaja di Mahardika Corp, dituduh menjebak CEO Elvano Mahardika demi kekuasaan. Tanpa bukti, Elvano memecat dan mempermalukannya di depan publik dengan lemparan uang yang menghina harga dirinya. Padahal, Nadira hanyalah korban yang tidak tahu apa-apa. Situasi kian rumit saat ia menyadari dirinya tengah mengandung anak Elvano. Kini, ia harus memilih antara pergi selamanya atau kembali menghadapi pria yang telah menghancurkannya.
Sampul Novel CEO Dingin Itu Penyelamatku
7.8
Kehidupan pernikahan Embun bagai neraka karena Putra, suaminya, mencintai wanita lain yang sudah dianggap kakak sendiri oleh Embun. Segala pengorbanan tulus Embun demi mendapatkan cinta suaminya selalu berujung sia-sia dan dipandang sebelah mata. Kepedihan Embun kian mendalam saat Putra justru menyebut nama wanita lain tersebut usai mereka intim. Di tengah luka batin yang begitu hebat ini, sanggupkah Embun bertahan saat kehadirannya tidak lagi dihargai?
Sampul Novel Cinta yang Sirna Sebelum Fajar
9.2
Shasa Handoko diam-diam menghitung mundur sepuluh hari terakhir yang tersisa sebelum ia mendonorkan ginjalnya demi menyelamatkan Arya Lexim. Setelah prosedur medis itu selesai, Arya akan mendapatkan kembali kesehatannya, sementara Shasa, sosok pengganti yang selama ini dibenci, memilih untuk melangkah pergi dan menghilang selamanya. Shasa hanya bisa bertanya-tanya dalam hati, apakah Arya akan mengingat dirinya saat pria itu hidup bahagia bersama wanita yang dicintainya, meski ia tahu jawabannya mungkin adalah tidak sama sekali.
Sampul Novel Hari Aku Keguguran, Suami Pamer Anak Haram
8.5
Saat mengalami pendarahan hebat akibat keguguran, sang istri justru mendapati suaminya, Fandi, memamerkan kelahiran anak dari selingkuhannya, Yessy. Fandi menolak datang ke rumah sakit dan meminta istrinya tidak bersaing dengan bayi yang baru lahir. Di tengah kepedihan mendalam, ia memutuskan untuk bangkit. Ia segera menghubungi Lukas, musuh bebuyutan suaminya, menawarkan pernikahan bermahar seluruh Grup Largi demi satu misi: menghancurkan Fandi sepenuhnya.
Sampul Novel Kecemerlangan Tak Terbelenggu: Menangkap Mata Sang CEO
8.3
Pernikahan karena utang membuat Leanna dikhianati suami dan mertuanya hingga terpaksa bercerai. Namun, perpisahan ini menjadi titik balik. Berbekal harta gono-gini dan kebebasan baru, ia bangkit menunjukkan jati diri aslinya yang luar biasa: peretas genius, pembalap, profesor medis, dan desainer perhiasan top. Gangguan dari simpanan mantan suaminya tak mampu menggoyahkannya. Di tengah pembuktian diri ini, Matthew datang menawarkan diri menjadi pendamping baru baginya.
Sampul Novel Menikah dengan Tuan Muda Aneh
9.3
Demi menjalankan wasiat ayahnya, Sania terpaksa menyetujui pernikahan kontrak dengan Devandra Adiwiyatama. Hubungan ini mendapat penolakan keras dari Nyonya Hartati, ibu Devan. Meski begitu, Devan tetap menuntut Sania menjalankan perannya sebagai istri demi mendapatkan keturunan. Sania yang cemas tak mampu mengelak dari perjanjian tersebut. Akankah pernikahan tanpa cinta ini menumbuhkan perasaan tulus, atau Devan justru membuang Sania setelah ahli waris lahir?