APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Setelah Reinkarnasi, Aku Menjauhinya

Setelah Reinkarnasi, Aku Menjauhinya

Setelah terlahir kembali, aku bertekad menjauhi tunanganku dan membiarkannya bersama cinta pertamanya demi menghindari nasib tragis di kehidupan lalu, di mana aku disiksa hingga mati akibat dituduh memicu bunuh diri kekasihnya. Aku menuruti semua keinginannya untuk pergi jauh hingga menerima lamaran pria lain demi hidup tenang. Namun, saat aku sedang berbahagia bersama keluarga baruku, mantan tunanganku itu justru datang berlutut sambil menangis, memohon agar aku kembali ke pelukannya.
Bab
Bagikan

Bab 4

Aku memiliki alergi mangga yang cukup parah. Bahkan hanya mencium baunya saja sudah membuatku merasa tidak nyaman. Jangankan lagi jika buah mangga segar langsung menghantam wajahku.

Saat aku tersadar kembali, aku sudah terbaring di ranjang rumah sakit.

Jefri berdiri di hadapanku dengan ekspresi penuh rasa bersalah. Tatapannya terlihat rumit. "Aku nggak tahu …."

"Maaf."

Aku tidak menjawab.

Jefri menatapku lekat-lekat, seolah menyadari ada sesuatu yang berbeda dariku.

Belakangan ini, aku memang sangat dingin padanya.

Aku juga selalu menghindarinya.

Sekilas, kegelisahan melintas di matanya. Dia menuangkan segelas air, menyodorkannya padaku, lalu berujar, "Sonia, kenapa aku merasa kamu sudah berubah?"

Aku menatapnya, pria yang telah kucintai dalam dua kehidupan. Namun, sekarang wajah itu tampak begitu asing bagiku.

Aku menjawab dengan nada acuh tak acuh, "Yang berubah itu kamu. Aku nggak pernah berubah."

Jefri menghela napas tak berdaya, nada bicaranya sedikit melunak, "Kemarin aku hanya memintamu untuk nggak mengganggu Paula, bukan menyuruhmu mengundurkan diri."

"Paula baru saja mulai bekerja di perusahaan. Dia hanya mengenalku di sini, jadi wajar kalau aku harus sedikit memperhatikannya .… Oh ya, bagaimana perkembangan rencana proyek yang kamu kerjakan akhir-akhir ini? Serahkan saja pada Paula, dia pasti lebih membutuhkannya daripada kamu," lanjut Jefri.

Ketika mendengar kata-katanya, aku tersenyum simpul tanpa tenaga, lalu membalas, "Paula sudah merebut tunanganku, sekarang dia masih ingin merebut proyekku juga?"

Wajah Jefri langsung berubah muram.

Pria itu menatapku dengan raut kecewa, lalu berkata, "Aku dan Paula sekarang hanya teman. Sonia, bisakah kamu berhenti bersikap kekanak-kanakan seperti ini? Apa kamu tahu? Sifat posesifmu ini sangat keterlaluan! Aku benar-benar merasa sesak tinggal di kota yang sama, di negara yang sama denganmu!"

Aku menatapnya dengan tatapan tajam.

Kemudian, aku mengambil ponsel, meletakkan formulir aplikasi imigrasi di depannya.

Aku berkata dengan suara tegas, "Jangan khawatir. Aku akan pindah ke Negara Amaris. Aku nggak akan pernah muncul di hadapanmu lagi."

Jefri terdiam.

Dia hanya menatapku dengan ekspresi yang sulit ditebak.

Aku mengira bahwa dengan keputusan ini, dia akan merasa lega. Namun, aku tidak melihat secuil pun senyuman di wajahnya.

Aku tersenyum pahit.

Jadi, dia bahkan tidak sudi untuk tersenyum sedikit pun?

Rasa lelah yang tak terlukiskan tiba-tiba menyelimuti hatiku. Aku baru saja hendak menyuruh Jefri pergi.

Namun, tiba-tiba ponselnya berdering.

Ekspresinya langsung berubah muram begitu dia melihat layar ponselnya.

Setelah sekian lama, dia berkata, "Acara pertunangan kita sebaiknya dibatalkan dulu. Paula sedang sakit parah belakangan ini, dia butuh aku di sisinya."

"Aku tidak ingin dia merasa sedih."

Aku mengangguk.

Aku tidak peduli lagi. Lagi pula, pertunangan itu memang tidak akan terjadi.

Aku tidak ingin mengulang takdir yang sama. Aku tidak ingin mati di tangan Jefri lagi.

Sebulan sebelum keberangkatanku ke Negara Amaris, aku menemukan sebuah buku harian saat aku sedang berkemas.

Isinya adalah semua rahasia kecil tentang cintaku pada Jefri.

Tepat saat aku baru saja akan membuang buku itu ke tempat sampah, ponselku tiba-tiba berdering.

Panggilan ini dari Jefri.

Suara Jefri yang ada di ujung telepon terdengar asing dan jauh.

Dia berkata, "Beberapa hari lagi adalah ulang tahunmu. Aku ingat kamu selalu ingin melihat matahari terbit di Kota Andalus. Aku akan pergi menemanimu ke sana."

Ketika mendengar kata-katanya, hatiku yang sudah membatu masih juga melembut.

Selama bertahun-tahun ini, Jefri adalah keluargaku, kekasihku.

Bahkan ketika dia membenciku, dia tetap berjaga di sisiku sepanjang malam saat aku sakit parah.

Aku berpikir, mungkin ini saatnya untuk mengucapkan selamat tinggal dengan baik.

Di pagi hari ulang tahunku, aku datang lebih awal ke dek observasi terkenal di Kota Andalus, menunggu Jefri.

Namun, yang datang bukanlah Jefri, bukan pula matahari terbit, melainkan gempa bumi.

Di hadapan bencana alam, manusia tampak begitu rapuh dan kecil. Aku tidak punya waktu untuk berpikir panjang. Berdasarkan yang pernah aku baca di buku panduan mitigasi bencana, aku segera mencari tempat yang relatif lebih aman.

Getaran hebat mengguncang segalanya, membuatku kehilangan kesadaran.

Saat aku tersadar kembali, aku sudah terjebak di bawah tumpukan puing-puing.

Untungnya, ada dua batang kayu besar yang menahan reruntuhan di atasku, memberiku sedikit ruang untuk bertahan hidup.

Di dalam kegelapan, aku banyak berpikir.

Yang paling sering aku pikirkan adalah ayah dan ibuku. Syukurlah mereka tidak ikut bersamaku ke Kota Andalus.

Namun, pasti sekarang mereka sangat cemas. Ini semua salahku.

Di dalam gelap, waktu seolah berhenti.

Aku pikir aku akan mati begitu saja di bawah reruntuhan ini. Tiba-tiba, sepasang tangan penuh luka-luka dengan hati-hati menarikku keluar. Dengan pandangan yang kabur, aku hanya bisa melihat wajah yang tidak asing ….

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Cari "B70875" di goodnovel para membaca buku selengkapnya.
Salin kode dan cari di aplikasi Goodnovel untuk melanjutkan membaca.
B70875
Salin

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel HASRAT TERLARANG GIGOLO
8.1
Demi menghidupi ibu yang sakit jiwa dan tiga adiknya, Bagaskara yang berusia 20 tahun terpaksa menjadi pria sewaan. Ia pun tergiur tawaran fantastis dari Arta Syakila, miliarder wanita berumur 27 tahun yang rela membayar 500 juta rupiah demi satu malam bersamanya. Meski hidup bergelimang harta, motif Arta menyewa gigolo masih menjadi misteri. Akankah Bagas mampu keluar dan hidup tenang, atau malah terjebak selamanya dalam rahasia gelap sang wanita kaya?
Sampul Novel Kuhancurkan Harga Dirimu, Galih
8.4
Tujuh tahun kulupakan karier hukum demi mendukung mimpi Galih. Sialnya, dia malah mengabaikanku demi Davina, bahkan abai pada alergi seafood-ku saat sakit. Setelah 52 kali rencana masa depan kami dibatalkan sepihak, aku memilih pergi. Kini, aku bangkit menjadi pengacara sukses yang mandiri. Saat Galih bersujud memohon di depan kantor, aku menolaknya dengan tegas. Waktunya telah tiba bagiku untuk menghancurkan harga dirinya dan memegang kendali penuh atas takdirku sendiri.
Sampul Novel Pemilik Rumah yang Cantik
9.3
Tinggal berseberangan dengan pemilik rumah yang cantik membuat hidup seorang penyewa berubah. Awalnya, wanita itu tampak dingin dan menjaga jarak. Namun, sebuah momen sederhana saat menyapu tangga mulai mencairkan suasana hingga mereka menjadi akrab. Keakraban itu membawanya mendapat undangan untuk berkunjung ke rumah sang pemilik. Keingintahuan berujung pada aksi nekat bersembunyi di dalam lemari, di mana ia menyaksikan interaksi intim antara wanita itu dan suaminya secara langsung.
Sampul Novel Rahasia Kafe Suamiku
9.5
Demi kebebasan, Dara Jelita terpaksa menikahi Raka Barawijaya atas tuntutan ayahnya. Remaja 18 tahun ini pun bertekad menyelidiki rahasia kelam di balik Kafe Nirwana, bisnis milik sang suami. Namun, penyelidikan tersebut justru menjebak Dara dalam misteri mendalam bersama sosok Raka yang buas. Kini, ia dihadapkan pada dilema besar: menghancurkan bisnis suaminya atau justru menyelamatkan pria itu dari ancaman berbahaya yang sedang mengintai.
Sampul Novel SUAMI MADU TIGA
9.2
Pengusaha kaya raya, Sebastian Narendra Gunawan, berniat mempersunting seorang gadis payung untuk menjadi istri ketiganya. Namun, ambisi pria beristri dua ini tidak berjalan mulus karena dihadang berbagai rintangan emosional. Salah satu istrinya bahkan nekat melancarkan aksi teror demi menggagalkan rencana tersebut. Di bawah bayang-bayang ancaman yang menegangkan, akankah Naren berhasil memadu tiga istrinya, atau justru sang calon pengantin baru yang memilih mundur?
Sampul Novel VIRGIN
9.3
Demi membebaskan keluarganya dari jerat kemiskinan, Rayana mengambil keputusan nekat dengan menjual daya tarik fisiknya kepada pria hidung belang. Namun, gadis polos ini tetap bersikeras mengajukan satu syarat mutlak: ia harus tetap suci. Kini, ia berada di persimpangan jalan, terjepit antara kerasnya realitas hidup dan prinsip diri. Sanggupkah Rayana mempertahankan mahkotanya, atau ia justru akan hancur dalam kesepakatan berbahaya ini?