APKDock Logo
Sampul Novel Setelah Luka Hadirlah Kamu

Setelah Luka Hadirlah Kamu

9.1 / 10.0
Kehancuran menyelimuti Keira Althea akibat pengkhianatan sepupu dan tunangannya. Saat mencoba bangkit, takdir mempertemukannya dengan Zeno Arkana, seorang dokter militer muda yang bertekad memenangkan hatinya. Walau trauma masa lalu membuat Keira terus menjaga jarak dan menolak, ketulusan Zeno tidak pernah surut. Sikapnya yang manis sekaligus menyebalkan perlahan meruntuhkan pertahanan Keira. Akankah kasih sayang tak terduga dari Zeno berhasil memulihkan luka di jiwanya?

Setelah Luka Hadirlah Kamu Bab 1

Keira Althea berdiri di depan cermin kamar tidurnya, menatap bayangan wajah yang sudah lama tidak ia perhatikan dengan sungguh-sungguh. Mata itu pernah dipenuhi harapan dan cinta, tapi kini tersisa sebuah kekosongan yang membekas dalam.

Beberapa bulan yang lalu, hidupnya seperti rumah kaca yang rapuh-mudah pecah dan penuh retak. Tunangannya, pria yang ia percayai sepenuh hati, ternyata menyimpan rahasia yang menghancurkan semua mimpi mereka. Pengkhianatan itu semakin pedih ketika yang membuatnya terluka bukan hanya sang tunangan, tapi juga adik sepupunya sendiri, Nadira. Orang yang selama ini ia anggap keluarga justru menusuk dari belakang.

"Kenapa harus aku?" bisik Keira dalam hati saat ia mengingat bagaimana Nadira memilih berpihak pada sang tunangan dan menyebarkan rumor yang membuatnya kehilangan pekerjaan dan martabat.

Keira memutuskan untuk menjauh. Ia meninggalkan semua yang pernah dikenalnya, memilih bersembunyi di kota kecil jauh dari keramaian dan tatapan penuh penyesalan dari orang-orang yang pernah dekat dengannya. Di sana, ia belajar untuk berdamai dengan luka, menyembuhkan diri sedikit demi sedikit.

Hari ini, di depan cermin itu, Keira menarik napas dalam-dalam. Ia tahu, waktunya sudah tiba untuk kembali ke dunia yang dulu ia tinggalkan. Dunia yang penuh risiko, tapi juga penuh peluang untuk memulai lembaran baru.

Suara ketukan di pintu membuatnya tersadar dari lamunannya.

"Keira, kamu siap?" suara lembut dari sahabatnya, Mira, yang selama ini menjadi pendukung setia.

Keira tersenyum tipis, "Aku siap."

Mereka berdua berjalan keluar dari rumah kecil itu menuju pusat kota. Keira ingin menunjukkan pada dirinya sendiri bahwa ia bisa menjalani hidup kembali, dengan kepala tegak dan hati yang tak lagi rapuh.

Namun, takdir punya cara lain mempertemukannya dengan seseorang yang akan mengguncang dunia barunya.

Di sebuah kafe sederhana, Keira duduk sambil menyesap teh hangat. Matanya kosong menatap ponsel yang tergeletak di meja, seolah menunggu sesuatu yang belum datang. Tiba-tiba, suara pria muda mengagetkannya.

"Mbak, aku suka sama Mbak. Dari pertama kali lihat, aku langsung merasa ada sesuatu yang berbeda," kata pria itu dengan nada serius tapi gugup.

Keira menoleh dan melihat seorang lelaki muda mengenakan seragam militer-topi di tangan, senyum ramah yang tak bisa ia abaikan.

"H-hey, kamu siapa?" Keira bertanya, sedikit terkejut dan agak bingung.

"Aku Zeno Arkana. Dokter militer," jawabnya dengan tegas, tetapi ada kilauan hangat di matanya.

Keira mengernyit. "Dokter militer? Apa kamu serius?"

Zeno mengangguk dengan antusias. "Serius banget. Aku sudah lama memperhatikan Mbak dari kejauhan. Aku tahu ini terdengar gila, tapi aku nggak peduli. Aku mau kenalan sama Mbak, kalau Mbak izinkan."

Keira tertawa kecil, namun dalam hatinya ada getaran yang sulit ia jelaskan. Setelah sekian lama merasakan dinginnya pengkhianatan, ada sesuatu tentang Zeno yang membuatnya merasa aman-meski ia baru saja bertemu.

"Aku nggak tahu harus bilang apa..." ucap Keira jujur. "Aku belum siap untuk hal-hal seperti ini."

Zeno mengangguk mengerti. "Aku nggak akan buru-buru. Aku cuma ingin jadi teman dulu. Mungkin lebih dari itu, kalau Mbak mau."

Keira melihat tatapan tulus Zeno. Ada sesuatu yang berbeda. Zeno bukan hanya seorang dokter militer yang tampan, tapi juga seseorang yang punya keberanian untuk mengejar apa yang ia inginkan, tanpa takut ditolak.

Hari-hari berikutnya, Zeno terus muncul di sekitar Keira. Kadang secara tak terduga, mengirim pesan-pesan singkat penuh perhatian, kadang mengajak Keira keluar untuk berjalan-jalan atau sekadar menikmati kopi bersama.

Keira, yang awalnya menolak, perlahan membuka diri. Ia mulai merasakan kehangatan yang sudah lama hilang dalam hidupnya. Meski hatinya masih sering teringat luka lama, kehadiran Zeno seperti menyalakan kembali percikan kecil harapan.

Namun, tak semuanya berjalan mulus.

Suatu malam, saat Keira sedang menyiapkan makan malam di apartemennya yang sederhana, teleponnya berdering. Nomor yang tidak dikenal membuatnya ragu, tapi ia tetap mengangkat.

"Keira," suara Nadira terdengar di ujung sana, dingin dan penuh kesombongan. "Kamu pikir aku sudah melupakan semua yang terjadi? Aku akan terus mengawasi, dan aku janji, kamu nggak akan pernah lepas dari bayanganku."

Keira menggigit bibir bawahnya. Rasa takut lama mencoba merayap masuk, tapi ia berusaha tegar.

"Nadira, aku sudah selesai dengan masa lalu. Aku hidup untuk sekarang, bukan untuk kamu atau siapa pun yang ingin menjatuhkanku."

Telepon terputus, tapi pesan Nadira terus menghantui Keira.

Keesokan harinya, Keira memberanikan diri untuk bercerita pada Zeno.

"Ada seseorang dari masa laluku yang masih ingin menghancurkan hidupku," kata Keira dengan suara pelan.

Zeno menggenggam tangan Keira erat. "Kamu nggak sendiri, Keira. Aku di sini. Aku akan lindungi kamu. Apa pun yang terjadi."

Janji itu menguatkan hati Keira. Ia tahu, perjalanan sembuhnya belum selesai. Tapi sekarang, ia punya seseorang yang berani berdiri di sisinya.

Hari-hari berlalu dengan campuran harapan dan ketakutan. Keira berusaha menjalani hidupnya dengan perlahan, menerima perhatian Zeno, dan menyingkirkan bayang-bayang masa lalu.

Zeno sendiri tak pernah menyerah. Ia mengejar Keira dengan cara yang manis dan kadang ugal-ugalan, membuat Keira merasa hidup kembali walau hatinya masih rapuh.

Pada suatu sore yang cerah, saat mereka duduk di taman kota, Zeno menatap Keira dengan serius.

"Keira, aku tahu kamu belum siap untuk cinta. Tapi aku ingin kamu tahu, aku nggak akan pergi kemanapun. Aku di sini, menunggu saat kamu benar-benar siap."

Keira tersenyum kecil. Untuk pertama kalinya dalam waktu yang lama, hatinya merasa ringan. Mungkin luka memang tidak akan pernah hilang sepenuhnya, tapi cinta, kadang, bisa jadi obat terbaik.

Saat Keira mulai menerima Zeno dalam hidupnya, bayangan Nadira terus mengintai. Tak hanya itu, ada rahasia lain dari masa lalu Keira yang perlahan mulai terkuak, siap mengguncang dunia yang baru ia bangun kembali.

Lanjut Membaca

Daftar Isi Setelah Luka Hadirlah Kamu

Ch. 1 Ch. 2 Ch. 3
Ch. 4
Ch. 5
Ch. 6
Ch. 7
Ch. 8
Ch. 9
Ch. 10
Ch. 11
all

Anda Mungkin Juga Suka

Novel Rilisan Baru

Sampul Novel Dulu Kau Buang Aku, Kini Aku Milik Pamanmu!
9.8
Silvia mengorbankan segalanya demi menikahi Sienzo Gunawan lewat investasi 20 triliun. Namun, di malam pernikahan, ia justru dijebak dan ditiduri belasan teman Sienzo hingga hamil dan tewas saat bersalin di ruang bawah tanah. Terbangun kembali di masa lalu tepat saat keluarga Gunawan memohon investasi dan pernikahan bisnis tersebut, Silvia memutuskan untuk mengubah takdirnya. Kali ini, ia tidak akan menjadi korban lagi, melainkan membuat Sienzo membayar semua kekejamannya di masa lalu.
Sampul Novel Gairah Anak Sahabatku
7.9
Demi melindungi rahasia putranya agar tidak dilaporkan ke pihak kampus, Ellie terpaksa menghadapi ancaman dari teman sekelas anaknya sendiri. Pemuda itu memanfaatkan situasi untuk mendekati dan menyentuh Ellie secara paksa. Meski awalnya Ellie mencoba meronta dan menolak tindakan nekat tersebut, benteng pertahanannya perlahan goyah ketika sebuah gairah yang tak terduga justru mulai membara di dalam dirinya, menciptakan konflik batin yang membingungkan.
Sampul Novel IMPERFECT BOSS
8.1
Elgar dikenal sebagai bos yang sempurna, namun semua itu hanyalah kedok belaka. Hidupnya yang tenang seketika terusik saat Lea, salah satu pegawainya, berhasil mengungkap rahasia gelap yang selama ini ia simpan rapat. Demi melindungi reputasinya, Elgar mencoba menekan Lea agar bungkam. Namun, tindakan itu malah memicu rasa bersalah dalam dirinya. Perlahan, kebencian Elgar terkikis dan berubah menjadi benih cinta yang mulai tumbuh di hatinya yang dingin.
Sampul Novel Menikahi Ayah Sahabatku
9.0
Demi melunasi utang sang ayah, Almira Devara hampir dinikahkan dengan juragan desa. Tersentuh oleh nasib malang tersebut, Selina membujuk ayahnya sendiri, seorang duda kaya raya bernama Diran Mahendra, untuk menikahi sahabatnya itu. Diran akhirnya setuju menolong Almira meski sempat ragu. Kini, Almira harus mengarungi biduk rumah tangga bersama pria yang jauh lebih dewasa, sementara Diran masih menutup rapat hatinya akibat trauma masa lalu. Akankah pernikahan ini menumbuhkan benih cinta?
Sampul Novel PERNIKAHAN DIATAS KERTAS
8.3
Jarvis, pengusaha kaya, menjodohkan putranya, Nathan, dengan Nindy yang sederhana. Pernikahan dipercepat demi ayah Nindy, Slamet, yang kemudian wafat. Namun, Nathan diam-diam menikahi Jovanka, kekasihnya. Setahun berlalu, Jarvis meninggal. Atas desakan ibunya, Nathan menceraikan Nindy, terlebih Jovanka sedang hamil. Segalanya berubah saat pengacara mengungkap wasiat Jarvis; seluruh aset justru diwariskan kepada Nindy. Akankah Nathan menyesali keputusannya?
Sampul Novel Pertama dan Terakhir
9.4
Nafchi, seorang murid SMA biasa, terus dibayangi memori tentang gadis berambut abu-abu yang dulu menjadi teman sekelasnya semasa SMP. Akibat konflik internal, mereka terpaksa berpisah. Saat takdir mempertemukan mereka kembali di sekolah yang sama, gadis itu justru kehilangan ingatan tentang Nafchi. Kini, Nafchi bertekad berjuang demi mengembalikan memori manis masa lalu mereka. Sanggupkah perjuangan tulusnya memulihkan ingatan sang gadis?
Bab
Baca Sekarang
Bagikan