APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sepenggal Harapan

Sepenggal Harapan

Tumbuh dekat sejak SMA karena rumah yang bersebelahan, hubungan Bima dan Vika mendapat restu penuh dari orang tua mereka. Namun, Vika yang bertekad menjadi wanita karier memilih kuliah di luar negeri. Kepergian putri tunggal dari keluarga kaya ini menjadi ujian berat bagi Bima. Di tengah jarak yang memisahkan, mampukah Bima bertahan menjaga cintanya selama bertahun-tahun? Apakah kesetiaan dan penantian panjang ini akan berakhir dengan kebahagiaan?
Bab
Bagikan

Bab 3

Tengah malam tiba helen berjalan dengan sangat pelan-pelan, ia takut kalau ayah dan ibunya bangun, helen perlahan menutup pintu rumahnya.

Helen begitu terkejut ketika melihat lampu rumahnya tiba-tiba menyala, helen serentak membalik badannya ke belakang, seketila itu helen kaget ternyata tak seberapa jauh darinya tengah berdiri kedua orang tuanya dengan menatapnya begitu tajam.

"Mom, Dad!" Sapanya dengan wajah yang pucat pasi, helen tidak menyangka kalau ayah dan ibunya akan mengetahui bahwa helen tidak ada di kamarnya.

Biasanya juga mereka kalau pulang dari kantornya langsung tidur.

"Dari mana saja kamu Helen? Pulang sampai larut malam begini!" Tanya ardi ayahnya helen.

"Apa kamu tidak tau, bahwa ini sudah tengah malam. Apa yang kamu lakukan di luar sana Helen?" Sambung fitri ibunya helen.

Helen menunduk ia masih berdiri terpaku di belakang pintu, fitri melangkah lambat mendekati putrinya, ia akui memang helen jauh dari perhatiannya, karena kesibuk-kan bisnisnya hingga fitri banyak meninggalkan putrinya bersama bi sani.

"Hel, Momy sama Dady pergi pagi pulang sampai larut malam, itu semua demi kamu sayang, demi masa depan kamu! Momy mohon kamu jangan bikin Momy sama Dady kecewa Nak." Lanjut fitri perlahan menyungar lembut rambut helen yang hanya membisu di hadapannya.

"Jawab Momy Nak, dari mama saja kamu?"

"Helen dari rumah teman Mom," Jawabnya tanpa berani menatap wajah fitri.

"Ke rumah temen, tapi kenapa harus malam Hel?"

"Mom, Helen bete di rumah, Momy gak ada Dady gak ada. Helen pengen Mom seperti yang lain. Mendapat kasih sayang dan perhatian dari seorang ibu. Dari kecil helen hanya tau cuma Bi Sani saja Mom, kapan Helen dapat perhatian Momy sama Dady?" Tutur helen tiba-tiba matanya berkaca-kaca, helen sangat berharap semua itu di dapatkan dari fitri seorang ibu yang telah melahirkannya.

"Helen, Momy bekerja meninggalkan kamu, itu semua demi masa depan kamu Nak. Demi kebahagiaan kamu!" Tegas fitri seraya menatap putrinya lebut.

"Kebahagiaan apa maksud Momy, Helen butuh perhatian Momy. Helen rindu belaian lembut Momy." Sahut helen bulir-bulir bening mengalir membasih pipinya.

"Sejak kapan kamu bicara seperti itu Helen? Siapa yang telah mengajarkanmu untuk melawan kepada orang tua?" Timpal ardi sangat geram melihat tingkah putrinya yang tidak mengerti dengan pekerjaan orang tuanya.

"Tidak ada yang mengajariku Dad, aku hanya melihat kebahagiaan teman sekolahku sejak kecil pun aku melihat teman-temanku mereka selalu di antar oleh ibunya, sedangkan aku. Aku hanya di antar oleh Bi Sani!" Lirihnya kian menyayat, helen begitu merindukan belaian manja dari seorang ibu.

"Helen cukup!" Bentak ardi hendak menampar putrinya.

"Tampar saja aku Dad, tampar!" Teriak helen di iringi isak-kan tangisnya.

Tangan ardi hanya terbang di angan saja ia sangat tidak mampu jika harus menyakiti putri tunggalnya, helen adalah putri satu-satunya yang sangat ia sayangi.

"Hel, Dad cuma khawatir sama kamu, jika seorang anak gadis harus pulang di tengah malam begini. Dady sama Momy tidak ingin kamu kenapa-napa." Ucapan ardi berubah menjadi lembut, tangannya perlahan ia turunkan kembali, helen anak manja sedari kecil ardi sama fitri menitipkannya kepada bi sani, dengan harap helen harus baik-baik saja.

Helen bergegas berlari menaiki anak tangga menuju kamarnya, ia menutup pintu kamarnya kasar seketika itu helen menjatuhkan badannya di atas tempat tidur.

Fitri mengejar helen kemudian ia mengetuk-ngetuk pintu kamarnya namun helen tetap tidak menghiraukannya, helen menangis tersedu di atas tempat tidurnya.

Fitri akhirnya kembali turun dan langsung menuju kamarnya karena rasa lelah ia tertidur pulas hingga pagi menjemput.

***

Pagi yang indah begitu terang di hiasi sang surya yang tersenyum ceria menyambut semua insan, vika bangun lebih awal hari ini adalah hari terakhir ia duduk di kelas 2 SMA, vika tidak sabar ingin segera melihat nilai raportnya tahun ini, setelah kemarin kalah sama anggun sahabatnya helen.

"Sayang berangkat sekarang yu?" Ajak aghata sebari tersenyum tipis, menatap putrinya, vika yang masih bersolek di depan cermin.

"Iya Ma, Mama tunggu di luar aja ya, sebentar lagi Vika selsai kok!" Jawabnya dengan menatap ibunya dari balik cerim yang ada di depannya, ada rasa bangga di hati vika saat itu, mempunyai seorang ibu seperti aghata yang selalu perhatian dan peduli kepadanya.

"Oke Mama tunggu di luar ya, jangan lama-lama."

"Iya Ma!" Sahut vika sebari melanjutkan kembali mengambil sebuah make up yang tersedia di meja riasnya.

"Bu apa Vika sudah siap?" Tanya sari ibunya bima yang baru saja keluar dari rumahnya hendak menemani bima untuk mengambil rapotnya.

"Belum Bu, masih nunggu." Jawab aghata sambil tersenyum ramah, aghata dan sari mereka begitu sangat dekat layaknya seorang sahabat dari kecil.

"Selamat pagi semuanya?" Sapa vika dengan sopan ketika melihat ada sari, ibunya bima sedang mengobrol bersama ibunya.

"Pagi Vika, wah cantik banget kamu Nak," Puji sari sebari memandangi vika dari ujung rambut hingga ujung kaki.

"Tante bisa aja deh!" Sahutnya malu-malu di lihatin seperti itu oleh sari.

"Oya Tan, Bima kok belum kelihatan?" Lanjut vika sambil celinguk-kan mencari bima.

"Oh, iya Bima masih di rumah Nak, mungkin sebentar lagi selsai." Jawab sari sebari menggandeng tangan vika mengajaknya untuk duduk sejenak sambil menunggu bima keluar, setelah bima keluar kemudian mereka semua pada berangkat bersama naik mobil milik burhan ayahnya vika.

***

Helen yang masih bermalas-malasan ia serentak bangun, seketika itu ia ingat bahwa hari ini semua murid harus di temani oleh ibunya masing-masing bahwa hari ini di kelas ada pembagian raport.

Helen bergegas bangun ia begitu cepat berlari turun melewati satu-persatu anak tangga sambil memanggil-manggil ibunya.

"Mom …. Momy ...Momy!" Panggil helen seraya mengetuk pintu kamar ibunya, namun tak ada sahutan dari dalam kamarnya, helen akhirnya ia hanya bisa bersandar di balik pintu kamar fitri dengan tanpa semangat.

Hari yang sangat bahgia buat dirinya kini hancur sudah karena ibunya tidak bisa menemaninya, helen mengambil benda kecil yang masih di genggaman tangannya, ia mencoba untuk menghubungi fitri, ibunya dengan harapan hari ini ibunya bisa mengerti dan mau menemaninya meski hanya satu hari saja.

Tut … tut …

Nyaring bunyi ponsel dari dalam tas fitri satu sampai dua kali ia tidak mengangkatnya karena lagi sibuk dengan komputernya, namun sepertinya helen tidak pernah lelah untuk terus menghubunginya kembali sebelum telponnya di angkat oleh fitri, seorang ibu yang sangat ia rindukan.

Fitri akhirnya mengakat telpon dari helen setelah beberapa kali ia mengulang panggilannya.

"Hallo Hel, ada apa sayang? Maaf Momy lagi meeting Nak, nanti saja ya telponnya!"

"Tapi Mom! Momy jangan di tutup dulu …"

Tut … tut … tut ….

Panggilan terputus, suara di ujung telpon sungguh tidak pernah mengiraukan perasaan helen saat itu, seketika itu helen lunglai dan menjatauhkan dirinya di atas lantai ia membelakangi pintu kamar ibunya.

Lanjut Nonton!
Ceritanya makin seru! Buka Aplikasi untuk lanjut membaca
Buka Semua Episode
Buka Situs Web Resmi

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Belenggu Hasrat Tuan Yavuz
8.2
Demi melindungi saudaranya dari jebakan satu malam, seorang gadis malah terjebak rencana jahat pria asing dan dipaksa menjalani inseminasi. Walau hamil tanpa bersentuhan, ia terpaksa menikahi tunangan saudaranya, lalu bercerai dan kabur untuk menyembunyikan rahasia itu. Sialnya, rencana hidup tenang sirna saat ia tahu ayah biologis anaknya adalah bos mafia kejam yang kini tengah memburunya kembali.
Sampul Novel CINTA DINGIN TUAN BESAR
8.4
Bekerja sebagai pelayan di rumah keluarga Austin, Marla tidak pernah menyangka bahwa Margaret berniat menjodohkannya dengan cucu tertuanya, Richard Branson Austin. Karakter Richard yang sangat kaku dan pendiam sangat berbeda dengan Ascar, adiknya yang pemberontak. Terperangkap di tengah perbedaan sifat ekstrem kedua pria tersebut, Marla kini dihadapkan pada pilihan sulit: mengikuti skenario perjodohan itu atau melarikan diri dari sana.
Sampul Novel Dosa Berbalut Cinta
8.6
Saschya terjebak dalam neraka pernikahan penuh kekerasan bersama Adnan, sosok suami yang tega menyiksanya demi membalas dendam kepada mertua. Di tengah penderitaan fisik dan batin yang tiada henti, orang dari masa lalu Saschya mendadak hadir kembali. Apakah kedatangan sosok tersebut akan menjadi penyelamat yang membebaskannya dari jeratan kejam Adnan, atau justru memicu prahara baru dalam kehidupannya yang telah hancur?
Sampul Novel Gairah Istri Kelima Juragan
9.3
Suami Malini lenyap tanpa jejak, meninggalkan tumpukan utang yang menjeratnya. Di tengah keputusasaan, Juragan Chandrakanta yang bergelimang harta datang menawarkan jalan keluar dengan menjadikannya istri kelima. Sempat menolak dan memilih kerja kasar, Malini akhirnya tak kuasa membendung pesona sang juragan. Lewat daya pikat dan mantra rahasia, ia takluk dalam semalam. Akankah Malini sepenuhnya menyerah pada gairah dan masuk ke lingkaran keluarga Chandrakanta?
Sampul Novel Hypersex Of CEO (Penjerat Cinta & Gairah)
8.6
Akibat permainan Truth or Dare, Thea terjerat dalam hubungan penuh gairah dengan Alvaro, seorang CEO dominan. Kecupan awal mereka berujung pada ikatan BDSM yang intens. Demi menyembunyikan obsesi Alvaro, Thea bersedia menjadi istri pura-puranya. Namun, di balik dominasi fisik dan status palsu tersebut, perasaan cinta yang sesungguhnya justru mulai tumbuh di antara mereka. Sanggupkah keduanya menghadapi ketulusan rasa yang hadir di tengah kepalsuan ini?
Sampul Novel Kesabaran seorang istri
9.4
Dalam ikatan pernikahan yang hampa akan kasih sayang, seorang istri harus tegar menghadapi kekerasan fisik serta mental dari suaminya. Walau terus didera hinaan kejam setiap hari, ia tidak menyerah dan tetap setia mendampingi. Di balik remuknya perasaan, ada harapan besar bahwa kebaikan tulusnya kelak bisa menyentuh dan mengubah sikap dingin sang suami. Sebuah drama mengharukan tentang ketabahan luar biasa dan pengorbanan tanpa batas di tengah cobaan hidup yang begitu berat.