APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel Sentuhan Ayah Tiri

Sentuhan Ayah Tiri

Hidup seorang gadis berubah total setelah Hunter Oragle memergokinya mengintip kemesraan sang ibu dengan pria itu. Alih-alih murka, ayah tirinya justru menyodorkan tawaran provokatif untuk mengajarinya secara langsung. Hubungan mereka kini terjebak dalam pusaran gairah terlarang yang penuh bahaya. Situasi kian rumit dan menekan saat rahasia masa lalu mulai terkuak, mengancam batas moral yang ada.
Bab
Bagikan

Bab 2

Safa langsung masuk ke dalam kamarnya dengan jantung yang begitu berdebar sekali.

Mendadak ia sangat takut dan gugup bukan main.

"Astaga, apa yang barusan kulihat? Aku pasti sudah gila," gumam Safa dengan gugup seraya memegangi dadanya.

Tak lama ponsel Safa berdering, nama Yona terlintas di layar.

"Halo," jawab Safa begitu teleponnya tersambung.

"Bagaimana, kau akan ikut kan dalam platform itu? Bonusnya benar-benar gila dan menggiurkan, bayangkan saja hanya menulis romansa adult kita bisa dapat 1000$, kapan lagi kita bisa mendapatkan bonus segila itu," kata Yona yang berusaha merayu dan menghasut agar Safa mau ikut bergabung bersama menulis di platform baru tersebut.

Safa masih diam, menggigiti jemarinya dengan cemas dan gugup, bingung harus berkata apa.

"Kenapa? Kau tidak bisa menulis adegan dewasa itu? Tenang saja, aku punya banyak stok film dewasa, aku akan mengirimnya padamu," belum sempat Safa menjawab, Yona sudah mematikan teleponnya.

"Ada apa dengan anak ini? Kenapa ia begitu antusias sekali?" tak lama ponsel Safa berdenting secara terus menerus.

Safa langsung melempar ponselnya kala begitu banyak sekali film yang Yona kirimkan padanya.

Dengan gugup dan takut Safa meraih ponselnya, ada sekitar 10 film yang Yona kirimkan.

"Dia sungguh gila," Safa langsung berbaring menarik selimutnya dan berusaha mengabaikan akan film yang Yona kirimkan.

Safa berniat untuk tidur saja dan melupakan semua yang Yona bicarakan.

Sekitar pukul 1 malam Safa terbangun karena rasa gerahnya. Dengan mata yang terpejam, Safa meraba nakas guna untuk menemukan remote ACnya.

"Akhhh baby terus," mata Safa spontan terbuka kala suara itu kembali terdengar.

Safa menyipitkan tatapannya dengan kesal kala mamanya benar- benar tidak bisa mengendalikan suaranya.

"Itu dari tadi beneran enggak berhenti? Enggak capek apa?" dumelnya dengan kesal seraya menutupi telinganya dengan bantal.

Tatapan Safa malah menangkap ponselnya, 10 film yang Yona kirimkan tadi langsung terngiang dalam ingatannya.

Perlahan tangannya meraih ponselnya, membukanya dan langsung melihat nama Yona di daftar pesannya.

Tangan itu langsung beraksi dengan menekan salah satu film.

Safa dengan panik langsung menurunkan volume dari ponselnya.

Safa dengan gugup dan panik menarik selimutnya, menonton film biru itu tanpa suara. Entah kenapa jantung Safa berdebar lebih cepat saat ini.

Namun yang lebih meresahkan ialah yang di bawah sana, berdenyut dan amat basah.

Ada apa dengannya? Kenapa rasanya seperti ini?

"Bagaimana mungkin sebesar dan sepanjang ini bisa masuk? Ini sungguh sepanjang dan sebesar ini?" gumam Safa begitu ia melihat milik pria yang ada di film itu sungguh berukuran fantastis, 11 12 dengan milik suami muda ibunya.

"Kamu nonton film biru?" Safa terperanjat bukan main kala suara bass itu berada di belakang tubuhnya hingga ponsel Safa terlempar begitu saja saking terkejutnya.

Safa langsung duduk dengan napas yang tercekat dan jantung yang berdebar hebat.

Hunter berdiri di samping ranjang dengan senyum tipisnya.

Hunter dengan santainya duduk di tepi ranjang Safa.

"Kenapa tidak mengetuk pintu?" marah Safa kala ia benar- benar tidak mendengar tanda apapun saat Hunter masuk ke dalam kamarnya.

Hunter tersenyum dan menjawab, "Sudah, kamunya terlalu fokus menonton hingga tidak mendengar." Safa menelan salivanya, malu dan panik kini benar- benar menggerogoti dirinya.

Bagaimana jika Hunter mengadukan dirinya pada mamanya nanti? Dia bisa habis dimakan emosi oleh mamanya. Atau mungkin ditendang dari rumah ini.

"Kau akan mengadukannya pada mamaku?" Hunter tersenyum dan menggeleng dengan santai.

"Apa untungnya untukku?" tanya balik Hunter membuat Safa bisa sedikit bernapas meski ia tidak yakin dengan ucapan Hunter.

Safa meremas kuat selimutnya dan dengan keberanian dia bertanya, "Apa yang bisa kamu yakinkan jika kamu tidak akan mengadukannya pada mamaku?" tanya Safa dengan begitu gugupnya.

Hunter menimpakan tangannya tepat di atas paha Safa, "Kamu sendiri bagaimana, apa yang bisa kulakukan untuk membuktikannya?" tanyanya seraya meremas lembut paha Safa.

Jantung Safa benar- benar berdebar begitu hebat sekali kala merasakan remasan itu. Tatapan Hunter tertuju pada film tanpa suara yang masih berjalan itu.

"Ingin mencobanya?" tanya Hunter dengan tatapan yang fokus pada ponsel Safa yang masih menyala.

Safa langsung meraih ponselnya dan mematikannya dengan cepat, ia amat malu dan takut.

Tangan Hunter beralih menyelusup masuk ke dalam selimut, meraba kaki Safa yang mana Safa mengenakan celana pendek, alhasil Hunter bisa merasakan kulit mulus paha Safa.

"Kudengar kamu menulis novel, genre apa yang kamu tulis? Apa kamu pernah menulis genre adult?" Safa menelan salivanya kala pertanyaan Hunter sungguh tepat sekali dengan apa yang ia alami.

Tangan Hunter mulai naik ke atas, meremas-remas lembut paha Safa, Safa dengan cepat langsung menahan tangan Hunter.

"Jangan pedulikan aku, cepat keluar sebelum mama memenggalmu," usir Safa yang langsung menyibak selimutnya hendak turun dari ranjang, di mana ia ingin sekali pergi ke kamar mandi untuk membersihkan miliknya yang begitu basah dan membuatnya amat gelisah dan tidak nyaman.

"Mamamu sudah tidur pulas, sepertinya dia kelelahan. Bukankah kamu juga melihatnya tadi, betapa puasnya mamamu dengan permainanku," Safa langsung memicingkan matanya pada Hunter.

"Kau sengaja tidak menutup pintunya saat sedang berhubungan dengan mamaku?" Hunter tersenyum jemarinya bermain di paha mulus Safa.

"Aku tidak berniat begitu, mamamu tadi yang menutup pintunya, ternyata dia sengaja tidak menutupnya rapat, maaf jika kamu melihat permainan kami dan mungkin mendengar suara desahan mamamu," Safa mengepalkan tangannya dengan kuat dan picingan mata yang penuh kebencian.

Jemari Hunter mulai naik ke atas, meremas sekilas paha Safa hingga naik ke atas mengusap perut rata Safa. Safa dengan gilanya malah memejamkan mata dan mendongakkan kepalanya, ada apa dengannya.

Hunter semakin mempersempit jarak di antara mereka, ia lebih mendekat pada Safa, jemarinya bermain di lingkaran benda kenyal yang terbalut kacamata kuda itu.

Safa menggigit bibir bawahnya membuat Hunter tersenyum kala Safa terbuai dengan permainan jemarinya.

Hunter menyelusupkan tangannya ke dalam kaos Safa, mengusap lembut perut rata itu dengan penuh sensasi yang mana mampu membuat Safa hampir lupa segalanya.

Di bawah sana benar- benar sudah becek sekali, dan Safa sungguh tidak tahan dengan denyutan di bawah sana yang semakin cepat.

"Jika ingin mencobanya, kamu bisa memberitahuku," mata Safa langsung terbuka, terlihat Hunter berjalan melenggang pergi keluar dari kamarnya.

Safa mengumpat dengan kesal kala ia dipermainkan oleh suami muda ibunya.

Hingga Safa tersadar dengan apa yang barusan ia lakukan.

"Kenapa aku terbuai dengan sentuhannya?" gumam Safa yang merutuki akan kebodohannya namun juga mengakui jika dirinya amat sangat menikmati remasan dan sentuhan jemari Hunter.

Itu sungguh meresahkan dan membuaikan.

"Kenapa aku ingin mencobanya?" gumam Safa dengan gilanya.

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel ALFARO | Berandal gilaku
8.5
Keenan Alfaro seorang anak yatim piatu yang hidup sendiri sejak usia 9 tahun. Bukan hal yang mudah untuknya bisa bertahan sampai usianya menginjak 18 tahun dan duduk dibangku SMA. "BERANI, LAWAN!! GAK BERANI, PULANG!! COWO JANGAN NANGIS!!" Kalimat satu-satunya yang terlontar dari mulut papanya yang membuatnya bertahan menghadapi kerasnya hidup. Tumbuh dengan tanpa pengawasan orang tua menjadikannya pribadi yang urakan dan playboy. Tak takut kepada siapapun dan tak takut menghadapi apapun. Tak pernah menangis hanya karena tubuhnya terluka dan berdarah. Pengecualian yang membuatnya menitikan air mata. Cewe! Mutiara namanya. Murid terpintar seangkatannya yang duduk dibangku kelas 11. Satu-satunya cewe yang meluluhkan hati Keenan diantara ribuan cewe yang ada di jagat raya ini. Keenan, murid beasiswa ini kembali harus duduk di kelas 12 karena satu hal dan menjadi saingan Mutia. --‐‐----------------------------------------------------------------- "Berat?" Tanya Keenan tepat di depan wajah Mutia saat tubuhnya menindih tubuh mungil cewenya ini. Nafasnya menguar mengeluarkan wangi mint yang khas. Mutia menggeleng "Yang berat itu jadi pacar kamu" Bagaimana tidak, seumur hidupnya tak pernah menyangka jika dirinya akan berakhir mendapatkan pembulian di kelas 12 setelah dirinya meminta Keenan untuk mempublikasikan statusnya. --------------------------------------------------------------------- Keenan Alfaro si kere ini memanfaatkan wajah tampannya juga kepintarannya untuk memeras para cewe-cewe kaya di sekolahnya. Rayuan gombalnya membuat mereka tak pernah merasa dimanfaatkan. Tak terima dengan pengakuan yang Keenan buat, para cewe itu mengamuk dan berakhir membuli Mutia. Bukan hanya dari kalangan para cewe, para cowo pun ikut membuli Mutia karena dari mereka banyak yang menjadi sasaran empuk kepalan tangan Keenan. Cowo itu tak terkalahkan dalam hal apapun termasuk adu jotos. Si BERANDAL GILA, itulah sebutannya. Mutia kini menjadi sasaran balas dendam mereka. Akankah Mutia bertahan? Atau malah menyerah??
Sampul Novel Calon Istri Tuan Muda Dingin
8.9
Demi menanti kekasihnya, Fandra Alatas menolak desakan keluarga untuk menikah dan memberikan ahli waris. Namun, wasiat sang kakek membuat ibu dan neneknya menjodohkan dirinya dengan Vivana Rosiana. Vivana pun terpaksa menetap di kediaman Alatas walau ditentang keras oleh Fandra. Saat benih cinta mulai tumbuh di hati Fandra untuk Vivana, kekasih masa lalunya kembali hadir. Kini ia bimbang di antara dua hati, sementara rahasia janji Vivana mulai terkuak.
Sampul Novel Hari Bahagianya, Hari Kematian Aku
8.4
Di hari pernikahannya, seorang wanita dikhianati oleh keluarganya sendiri. Orang tua dan tunangannya, James, mendesak agar posisi pengantin digantikan oleh sang kakak yang sekarat demi memenuhi keinginan terakhirnya. Karena menolak, ia diikat paksa di rumah dengan janji akan dibebaskan setelah upacara selesai. Malangnya, saat ditinggal sendirian, seorang penjahat menyusup dan menghabisi nyawanya dengan kejam. Ketika keluarganya akhirnya kembali, mereka hanya mendapati jasadnya yang telah membusuk.
Sampul Novel Hati Terjerat: Jatuh Cinta pada Istriku yang Jelek
8.5
Viona sengaja menyamar jadi perempuan berwajah buruk dan tidur dengan Daniel, paman tunangannya, demi membatalkan pernikahan dengan pria yang berselingkuh. Namun, setelah malam itu, Daniel yang sangat disegani justru enggan melepaskan Viona. Meski diterpa berbagai gosip miring tentang hubungan mereka, Daniel tetap menunjukkan kesetiaannya. Pria terpandang itu bahkan tak ragu berlutut untuk memakaikan sepatu Viona demi memperoleh kecupan manis dari sang istri.
Sampul Novel Janda Cantik Dan Psycopat Dingin
8.2
Enggan tenggelam dalam kepedihan setelah mendapati suaminya berselingkuh, seorang wanita memilih bangkit. Ia merancang pembalasan keji untuk menyiksa balik orang-orang yang mengkhianatinya. Di tengah rencana tersebut, hidupnya terusik oleh kehadiran pria misterius yang tidak diduga. Lelaki itu rupanya seorang psikopat berdarah dingin yang sangat terobsesi dan mencintainya. Akankah pertemuan ini memperlancar aksi balas dendamnya, atau justru membawa kehancuran?
Sampul Novel Luka Terindah
9.7
Pengkhianatan besar menghancurkan pernikahan seorang wanita, membawanya pada pilihan sulit: bertahan atau melangkah pergi. Meski sang suami adalah teman masa kecilnya, hubungan lama itu ternyata tak menjamin kesetiaan. Sosok yang semestinya melindungi justru menggoreskan luka batin paling dalam. Kini, di tengah kehancuran hatinya, ia didera keraguan besar dan kesulitan untuk kembali memercayai laki-laki lain dalam hidupnya.