APKDock Logo
Bab
Bagikan
Sampul Novel SENTUH HATIKU DENGAN CINTAMU

SENTUH HATIKU DENGAN CINTAMU

Dilema asmara membayangi Ratu saat Kenzo menyatakan cinta tulusnya. Ratu yang curiga merasa Kenzo hanya terobsesi pada penampilan fisiknya semata. Guna menguji kesungguhan tersebut, Ratu meminta kebebasan penuh sebagai bukti nyata. Kenzo pun terjebak dalam pilihan sulit. Ia harus menghadapi kenyataan pahit tentang cinta tanpa kepemilikan, sebuah keputusan emosional yang pada akhirnya menyisakan luka batin mendalam bagi mereka berdua.
Bab
Bagikan

Bab 1

Ratu kaget bukan kepalang, ketika tiba-tiba sebuah tangan besar menarik tangannya agar masuk ke dalam mobil Jeep Wrangler Robicon hitam ketika sedang berjalan sendirian di trotoar menuju rumahnya.

"Lepaskan!" Teriak Ratu berusaha melepaskan diri dengan menarik tangannya agar terlepas.

"Diam!" Bentak pria tinggi besar berkulit hitam dengan suara baritonnya memaksa Ratu untuk masuk ke dalam mobilnya.

Ratu tetap berontak dalam cengkraman pria yang telah memeluk tubuhnya dari belakang. "Lepaskan! Apa yang kamu lakukan padaku? Lepaskan!"

Pria itu tidak mau kalah, meskipun Ratu tidak berhenti berontak, pria itu tetap berusaha keras memaksa Ratu untuk masuk ke dalam mobil. "Diam!"

Ratu tidak kehabisan akal, disaat genting otaknya masih bisa bekerja. Dengan sekuat tenaga, kaki besar pria yang memeluknya dari belakang diinjaknya sekuat tenaga sehingga spontan pelukan pria itu terbuka. Tanpa membuang waktu, Ratu dengan cepat segera ke luar dari dalam mobil yang pintunya masih terbuka lebar.

"Mau ke mana Ratu?" Tiba-tiba sebuah tangan berkulit putih dengan sedikit berbulu mencengkeram pergelangan tangannya ketika dirinya telah berhasil ke luar dari dalam mobil.

"Kamu!" Teriak Ratu dengan mata melotot karena pasti dalang yang terjadi sekarang adalah ulah orang yang sekarang ada di hadapannya.

"Hai, Ratu hatiku," sapanya tersenyum lebar tanpa melepaskan cengkeraman tangannya.

Ratu menatap galak pria yang mencengkeram tangannya. "Lepaskan atau aku akan berteriak!"

Pria itu malah tersenyum. "Berteriaklah sesuka hatimu. Tidak ada orang di sini yang akan menolongmu. Lihatlah sekelilingmu, begitu sepi dan sunyi. Daripada cape berteriak yang tidak ada gunanya, lebih baik kamu ikut denganku."

"Aku tidak mau!" Teriak Ratu dengan suara kencang sambil berusaha keras melepaskan pergelangan tangannya.

"Jangan sampai aku memakai kekerasan seperti tadi hanya untuk memintamu menemaniku makan siang! Ikut denganku atau aku akan menyuruh anak buahku untuk memaksamu masuk!" Ancam pria itu menatap tajam kedua bola mata Ratu.

Napas Ratu naik turun, jantungnya berdetak kencang. Meskipun pria yang ada di hadapannya punya paras yang sempurna, tapi Ratu tetap takut jika pria itu sudah terlihat marah.

Melihat Ratu terdiam, pria itu tersenyum. "Bagus! Jadilah gadis yang penurut agar aku tidak berbuat kasar padamu. Sekarang masuk ke dalam mobil!"

Pria besar tadi yang kakinya diinjak Ratu segera ke luar dari dalam mobil dan segera mempersilahkan Ratu untuk masuk.

"Apa harus aku meminta dia menarikmu masuk kembali seperti tadi!" Ancam pria itu melihat Ratu masih berdiri mematung tanpa pergerakan sedikitpun.

Ratu memejamkan matanya sejenak menahan amarah yang sudah mencapai ubun-ubun. Jauh di dalam hatinya sangat kesal, tapi untuk melawan pria itu sama saja dengan membuang tenaga.

"Cepat masuk! Jangan membuatku kesal!" Pria itu mendorong punggung Ratu pelan agar segera masuk.

Mau tidak mau akhirnya Ratu masuk dengan wajah menahan marah. Ingin rasanya dia memukul pria itu sampai babak belur, apalagi barusan dia bilang jangan membuatnya kesal? Hallo, siapa di sini yang telah membuatnya kesal, dia atau dirinya?

"Kita ke mana Bos?" Tanya sopir melihat ke belakang lewat kaca spion dalam.

"Ke restoran," jawabnya. "Ini sudah waktunya makan siang."

Tanpa menunggu lama, mobil langsung meluncur membelah jalan raya yang terlihat lengang.

"Kamu sudah makan siang?" Tanya pria yang duduk di sebelah Ratu.

Tidak ada jawaban, Ratu hanya melihat ke arah luar dengan ekspresi wajah kesal dengan bibir tertutup rapat.

"Ratu hatiku. Aku bertanya padamu, jawablah. Kenapa kamu selalu menguji kesabaranku?"

Ratu menutup matanya beberapa detik agar amarahnya tidak meledak, lalu dengan tajam melihat pria yang ada disampingnya. "Tuan Kenzo Bastian, apa tidak salah pertanyaanmu itu!"

Kenzo dengan wajah tidak berdosanya menjawab. "Tidak, apanya yang salah? Kamu memang selalu menguji kesabaranku."

Ratu mengepalkan kedua tangannya di antara kedua sisi tubuhnya. Napasnya naik turun melihat pria yang selalu membuatnya kesal. "Kamu memang sangat menyebalkan!"

"Ratu Elyna, ratu hatiku, kekasihku. Tenang, rileks. Nanti kamu cepat tua kalau marah-marah seperti itu." Kenzo tersenyum melihat gadis pujaan hatinya terlihat kesal.

"Aku bukan kekasihmu! Bukan kekasihmu!" Teriak Ratu dengan kencang sehingga sukses membuat orang yang ada di dalam mobil menutup telinganya.

"Badanmu kecil, tapi suaramu kencang sekali!" Kenzo menutup telinganya. "Hampir pecah gendang telingaku!"

"Bagus kalau pecah! Biar mati sekalian!" Teriak Ratu.

"Sadisnya. Umurmu baru 21 tahun, tapi otakmu sadis. Membunuh orang dengan teriakan," ucap Kenzo menggosok telinganya.

Ratu menatap galak Kenzo. "Aku bukan kekasihmu! Ingat itu baik-baik! Sampai kapanpun, aku bukan kekasihmu! Tidak ada dalam kamus hidupku, kamu itu kekasihku!"

"Tapi dalam kamus hidupku, kamu itu kekasihku selamanya," jawab Kenzo.

"Kamu memang benar-benar sangat menyebalkan! Apa tidak ada wanita yang menyukaimu, sampai kamu harus mengejarku yang jelas-jelas tidak mau padamu?"

"Wanita yang mengejarku banyak. Siapa yang tidak mau dengan Kenzo Bastian, pemuda tampan rupawan umur 26 tahun dengan kekayaan yang tidak terhitung jumlahnya," jawab Kenzo memuji dirinya sendiri.

"Lalu kenapa malah mengejarku yang jelas-jelas tidak mau denganmu? Dasar aneh! Sakit jiwa!" Ucap Ratu ketus.

Mendengar Ratu mengatakan dirinya sakit jiwa membuat Kenzo tersulut emosi. Dengan cepat ditariknya tangan Ratu sehingga tubuhnya membentur tubuh Kenzo yang keras. "Jaga ucapanmu!"

Ratu menatap dalam iris mata hitam legam yang terlihat marah. Ada perasaan takut yang menyelimuti hatinya, tapi dengan cepat segera ditepiskan perasaan takutnya.

"Aku menyukaimu, tapi bukan berarti kamu bisa bicara seenaknya padaku. Lain kali jaga mulutmu!" Kenzo mendorong kembali tubuh Ratu menjauh darinya.

Ratu melihat Kenzo dengan amarah yang sudah diubun-ubun. "Turunkan aku di sini! Turunkan aku di sini!"

"Stop! Hentikan mobilnya," Teriak Kenzo meminta sopirnya untuk berhenti.

Sopir secara mendadak langsung menghentikan mobilnya. "Ada apa Bos?"

Tanpa melihat, Kenzo menyuruh Ratu untuk turun. "Cepat turun!"

Ratu tertegun beberapa detik karena kaget Kenzo menghentikan mobil dan memintanya turun. Tapi detik berikutnya, tangannya langsung membuka pintu mobil.

Setelah melihat Ratu turun dan menutup pintu mobilnya, Kenzo segera menyuruh sopirnya untuk jalan kembali.

Ratu berdiri dipinggir jalan melihat mobil Kenzo pergi begitu saja meninggalkan dirinya. "Dasar orang gila! Sudah jelas-jelas memang gila, tidak mau mengakui. Memangnya apa coba kalau bukan gila, memaksaku untuk ikut lalu mengaku kekasihku! Gila! Sakit jiwa."

Setelah puas mengumpat sambil melihat mobil Kenzo yang semakin lama semakin menjauh, Ratu baru tersadar kalau dirinya berada di tempat yang sepi. "Ya Tuhan, aku ada di mana ini?"

Ratu melihat ke sekeliling, tidak terlihat satupun kendaraan. "Bagaimana aku pulang? Ya Tuhan, kenapa aku selalu sial kalau bertemu si Kenzo itu?"

Ratu menghela napas, dilihatnya kiri dan kanan jalan. Dengan hati yang menggerutu, Ratu melangkahkan kakinya di bawah terik matahari menyusuri trotoar yang sepi. "Nasib, nasib. Kenapa malang sekali nasibmu Ratu Elyna?"

Sedang asik berjalan sambil mengumpat dan menggerutu, terdengar suara sepeda motor datang mendekat. "Hai cantik, sendirian saja?"

Anda Mungkin Juga Suka

Sampul Novel Aku Tak Lain Hanyalah Tamu
8.7
Tujuh kali menikah dan diceraikan oleh pria yang sama demi wanita lain membuat perasaan wanita ini mati rasa. Dari mencoba mengakhiri hidup hingga belajar pergi tanpa suara, ia telah melewati semua kepedihan. Kini, saat kekasih lama suaminya kembali, ia memilih menyodorkan surat cerai atas inisiatif sendiri. Sang suami mengira ini hanyalah bagian dari siklus pernikahan kembali yang biasa mereka lakukan, tanpa menyadari bahwa kali ini istrinya benar-benar pergi selamanya.
Sampul Novel Jebakan Sang Mantan Istri
8.2
Pasca lolos dari sabotase mobil yang hampir merenggut nyawanya, Calista Anindya memilih lenyap demi keselamatan sang bayi. Enam tahun berlalu, ia kembali dengan mental baja, didampingi sepasang anak kembar yang genius. Calista pulang membawa misi khusus: membalas dendam pada mantan suami yang mengkhianatinya. Namun, akankah pembalasan ini berhasil, ataukah rahasia kelam masa lalu justru kembali merusak hidup yang telah ia tata?
Sampul Novel Kematianku Membuat Hatinya Hancur
8.8
Selama lima tahun, Jane Rivers merasa sangat dicintai oleh Nathan Cross, bos mafia penguasa kegelapan yang telah mendambakannya selama satu dekade. Namun, kebahagiaan itu hancur saat Jane hamil. Nathan justru memaksanya menggugurkan kandungan demi wanita lain. Jane pun mendapati fakta keji bahwa suaminyalah yang menghancurkan keluarganya. Merasa hancur, ia memalsukan kematiannya dibantu musuh Nathan untuk melarikan diri. Nathan kini meratap menyesal, tetapi luka Jane sudah telanjur mendalam.
Sampul Novel Menemukan Kebahagiaan Lagi: Ayahku Adalah Pria Paling Berkuasa?!
9.2
Malam pengantin Jasmine hancur karena pengkhianatan suaminya. Saat mabuk, ia keliru memasuki kamar paman sang suami dan berakhir di pelukannya. Mengetahui dirinya hamil, Jasmine mencoba kabur dari pria kejam itu, tetapi ia malah didekap dengan sangat protektif. Ketika sang mantan memohon untuk kembali, Jasmine membeberkan hubungan barunya. Pria berkuasa itu pun menegaskan bahwa kini Jasmine adalah istri sahnya.
Sampul Novel Suami Labil
8.2
Kecurigaan muncul karena putra mereka yang berusia tiga tahun tidak mirip dengan sang suami. Diam-diam, ayah mertua melakukan tes DNA dan mendapati sang cucu bukanlah darah dagingnya. Kemarahan meledak, tuduhan perselingkuhan dilayangkan, dan sang suami pun melayangkan tamparan keras akibat murka dikhianati selama bertahun-tahun. Namun, situasi berbalik saat sang istri menyodorkan hasil tes DNA lain yang membuktikan bahwa suaminya sendiri tidak memiliki hubungan darah dengan ayah mertuanya. Siapakah yang sebenarnya asing di rumah tersebut?
Sampul Novel UNCONDITIONALLY
8.1
Bagi Aurora, Angkasa adalah takdir dan belahan jiwanya. Namun bagi Angkasa, pertunangan paksa itu adalah kutukan yang merenggut kebebasannya. Ia sangat membenci kehadiran Aurora yang terus membuntutinya bagai bayangan. Angkasa mendambakan ketenangan dan hak untuk mencintai perempuan pilihannya sendiri. Meski Aurora berjanji akan terus bertahan dengan cinta tulus tanpa syarat, Angkasa justru kian bertekad untuk menunjukkan kebenciannya secara terang-terangan.